Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu
Semangkok Ramen


__ADS_3

Keesokan harinya karena Tama masih libur sehingga Tama akan mengajak Anaya untuk menikmati Ramen kesukaan Anaya. Seakan keduanya juga perlu waktu untuk hanya sekadar berdua. Oleh karena itu, sekarang Citra, Charel, dan Charla dititipkan di rumah Oma dan Opanya.


Jikalau dulu, Anaya merasa ragu untuk menitipkan anak-anaknya. Sekarang tidak lagi karena memang Bunda Dianti sendiri bisa diandalkan. Bahkan Bunda Dianti terbilang cakap juga untuk mengasuh anak-anak. Mungkin memang benar, sudah terbiasa mengasuh anak di Panti Asuhan, sehingga sekarang pun bisa diandalkan untuk mengasuh cucu-cucunya.


"Nitip anak-anak sebentar ya Oma dan Opa," ucap Anaya kepada kedua orang tuanya.


Tampak Bunda Dianti menganggukkan kepalanya, "Boleh ... tidak usah keburu-buru. Nikmati waktu berdua, pacaran halal bersama suami," balas Bunda Dianti.


"Cuma pengen makan Ramen sama Mas Tama, Bunda ... mumpung Mas Tama masih libur setelah empat hari ke Singapura dulu," balas Anaya.


Tidak ingin berbohong. Anaya juga mengucapkan bahwa dirinya hanya ingin menuju sebuah Mall dan hendak menikmati semangkok Ramen kesukaannya. Lagipula, sudah begitu lama juga Anaya tidak menikmati Ramen.


"Tidak apa-apa, Bunda bisa diandalkan untuk menjaga cucu-cucunya. Aman," balas Bunda Dianti.


"Benar Aya ... kamu pacaran dulu sama Tama. Mengulang masa indah berdua. Pasangan suami dan istri juga membutuhkan waktu untuk bisa menikmati waktu berdua, biar semakin cinta," ucap Ayah Tendean.


Anaya pun tersenyum. "Makasih Ayah dan Bunda. Kami pamit yah ... nanti mau dibawakan apa?" tanyanya.


"Tidak usah, Anaya ... banyak camilan dan buah di rumah. Sudah sana, jalan-jalan berdua. Have a nice day," balas Bunda Dianti dengan melambaikan tangannya kepada Anaya.


Kemudian Tama mengajak istri tercinta untuk masuk ke dalam mobilnya. Tampak Tama mengemudikan mobilnya dan sesekali menggenggam erat tangan Anaya di sana.


"Sudah berapa lama bisa keluar berdua seperti ini?" tanya Tama perlahan.


"Seusianya Charel dan Charla mungkin ya, Mas ... hampir satu tahun berlalu," jawab Anaya.


Tama pun menganggukkan kepalanya. "Benar banget. Sekarang Mama dan Papa kiddos pacaran dulu. Palingan juga cuma dua jam, atau bisa sehabis makan Ramen pulang dulu ke rumah," balas Tama.


"Modus pasti," balas Anaya.


"Ya, modus sebentar Sayang ... mau enggak?" tanya Tama kemudian.

__ADS_1


"Makan Ramen dulu ya Mas," balas Anaya.


"Siap Cintaku," balas Tama.


Kemudian Tama fokus mengemudikan mobilnya, dan sekarang mereka sudah tiba di salah satu mall. Tidak banyak melihat-lihat karena yang Anaya inginkan adalah bisa menikmati semangkuk Ramen. Oleh karena itu, keduanya sepakat untuk menuju restoran Ramen yang ada di lantai dua.


"Silakan pesanannya," ucap pelayan di restoran itu.


"Chicken Ramen saja, Mbak ... yang ekstra mie dan ekstra dagingnya bisa?" tanya Anaya.


"Bisa Kak ... kalau untuk ekstra mie nanti seporsi bisa untuk berdua," ucap pelayan itu.


"Oke, satu saja Kak ... minumnya Strawberry Yakult dan Lemon Tea," ucap Anaya lagi.


Menunggu Ramen pesanannya disajikan. Tama pun bertanya kepada istrinya itu. "Satu porsi berdua?" tanya Tama.


"Iya, biar romantis," balas Anaya.


Anaya pun terkekeh perlahan. "Gadis beranak tiga, Mas," jawabnya.


"Serius, kamu itu masih muda. Kalau cuma sendiri gini mana kelihatan buntutnya tiga," balas Tama.


Hingga akhirnya, semangkok Ramen ekstra besar disajikan untuk mereka berdua dan juga dua minuman yang dipesan keduanya. Tampak Anaya tersenyum bisa menikmati Ramen lagi setelah sekian lama. Kali ini lebih spesial karena mereka akan berbagi semangkok Ramen ini.


"Untuk Mas Suami," ucap Anaya sembari memberikan sumpit dan sendok kepada suaminya.


"Makasih My Love," balas Tama.


Keduanya pun beberapa kali tertawa ketika hendak mengambil mie dengan sumpit dan saling menundukkan wajah saat dengan menikmatinya. Hingga akhirnya, Tama tersenyum di sana.


"Kamu duluan, Sayang," ucapnya.

__ADS_1


Anaya pun tertawa, "Seru kan Mas? Kembali muda kan? Mengingat dulu kita kan tidak pacaran, jadi momen kayak gini rasanya indah banget," balas Anaya.


Ya, dulu memang agaknya Anaya dan Tama tidak melewati masa pacaran. Pertemuan keduanya terjadi di rumah Tama, dan kala itu Anaya masih menjadi Ibu Susu Citra. Hanya ketika Tama mengantar jemput Anaya saja untuk ke rumahnya. Tidak melakukan gaya pacaran yang macam-macam dulu. Pendekatan di rumah, hingga akhirnya keduanya memutuskan untuk menikah.


"Iya, tapi malu ... tuh, ada yang lihatin kita," jawab Tama.


"Biarin saja. Kan kita ini sudah menikah, bukan orang yang pacaran ala-ala," balas Anaya lagi.


Tama pun tertawa perlahan. "Iya Sayang ... yuk, sambil dimakan. Mumpung masih panas. Ramen kan paling enak dinikmati waktu masih hangat-hangat gini," balas Tama.


Akhirnya keduanya pun benar-benar semangkok Ramen bersama. Jika semula keduanya terlihat canggung, sekarang tidak lagi. Bahkan Tama yang bersikap begitu manis, pria itu dengan cepat menyeka bibir Anaya yang terkena kuah mie dengan tissue.


"Manis banget sih Mas," ucap Anaya.


"Perhatian kecil dari seorang suami kepada istrinya," balas Tama.


"Gimana aku gak klepek-klepek, kalau suamiku semanis ini," balas Anaya.


"Biar cinta dan hubungan kita berdua awet Sayang ... sampai tua nanti, aku akan selalu bersikap baik kepadamu," balas Tama lagi.


Anaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Saat tua nanti, kita makan semangkok Ramen berdua lagi ya Mas," ajaknya.


"Boleh Sayang ... membuka memori lagi yah. Cuma, jangan cepat-cepat menua Sayang. Dinikmati saja setiap hari yang berganti. Mensyukuri cinta dan hubungan kita berdua, sembari mengasuh dan membesarkan ketiga anak kita," balas Tama.


"Iya Mas Suami ... enak yah, kadang memang pasangan butuh waktu berdua. Bukan berarti abai kepada anak, tetapi memang perlu waktu untuk mengingat kenangan manis masa dulu," balas Anaya.


"Benar banget Sayang ... usai ini mau ke mana?" tanya Tama kemudian kepada istrinya itu.


"Pulang ... katanya tadi minta pulang. Jadinya ya sudah, pulang saja," balas Anaya dengan mengedipkan matanya kepada suaminya.


Lagi-lagi Tama tersenyum di sana. Niatannya tadi hanya sebatas bercanda, rupanya Anaya menganggapnya serius. Agaknya Tama akan lebih semangat kali ini. Memanfaatkan waktu berdua terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2