
Usai berkenalan dan menyapa keluarga Anaya dan Tama, Khaira, Radit, dan Arshaka tampak melihat dua bayi kembar itu. Tampak Khaira terlihat gemas dengan melihat dua bayi kembar Fraternal yang lucu itu. Keduanya berjenis kelamin berbeda, wajahnya pun berbeda. Jika ada yang sama, menurut Khaira itu adalah di bagian hidung dan bibir si bayi.
“Sudah diberi nama?” tanya Radit kali ini kepada Tama.
“Sudah, namanya Charel dan Charla,” jawab Tama dengan tersenyum.
“Wah, Triple C … kalau kami di rumah punya Double A,” balas Radit.
“Nama anaknya siapa Mas?” tanya Mama Rina. Sebab, tadi ketika memperkenalkan diri, putra bungsu mereka hanya mengenalkan namanya Shaka.
“Namanya Arsyilla dan Arshaka, Tante … tapi, mereka dipanggil Syilla dan Shaka,” jawab Radit.
“Oh, makanya … tadi Mas kecil ini memperkenalkan diri namanya Shaka, kok Mas Radit bilang anaknya Double A. Namanya juga bagus-bagus,” balas Mama Rina.
“Iya, panggilannya Syilla dan Shaka. Dari A menjadi S,” jawab Radit.
Setelahnya Khaira tampak terlibat obrolan serius dengan Anaya. Mungkin kali ini, Anaya yang mencoba untuk bercerita kepada Dosennya itu.
“Gimana sehat kan?” tanya Khaira lagi.
“Ya, sehat, Bu … ada tapi nya,” balas Anaya.
Khaira tampak mengamati raut wajah Anaya di sana. Hingga kemudian Anaya seolah mengajak Khaira untuk berbicara berdua. “Bisa, curhat sebentar Bu?” tanya Anaya.
Sehingga, keduanya sedikit menjauh dari tempat itu dan Anaya bisa bercerita sebentar kepada Khaira. Curhat dengan Dosennya sebentar.
“Sebenarnya, saya tidak begitu sehat, Bu … itu semua karena Histerektomi yang saya alami ketika melahirkan Si Kembar,” ucap Anaya memulai curhatnya.
Mendengar apa yang disampaikan Anaya, Khaira pun tampak mengernyitkan keningnya dan kemudian mengusapi bahu Anaya di sana. Tidak banyak berbicara, tetapi Khaira yakin bahwa Anaya ingin bercerita dan berbagi beban.
“Operasi Caesar yang saya alami ini terbilang mendadak, Bu … dan saat itu tensi darah saya tinggi, jadi memang Dokter yang kebetulan Tante saya sendiri memberikan advice untuk melakukan C-Section. Nah, pasca operasi saya mengalami pendarahan karena rahim saya melebar terlalu luas karena untuk tinggal dua baby kan Bu … selain itu juga terjadi Plasenta Akreta, sehingga rahim saya diangkat,” cerita Anaya kepada Khaira.
__ADS_1
Sebagai sesama wanita, Khaira sangat tahu bahwa apa yang dialami Anaya begitu berat, Mahasiswinya itu kini tidak memiliki rahim lagi. Tidak mudah untuk menerima kenyataan itu, Anaya harus dikuatkan secara mental dan psikisnya, agar tetap sehat dan juga kuat.
“Yang sabar ya Anaya … ini pasti berat buat kamu, tetapi jangan pernah merasa sendiri. Kamu memiliki suami dan anak-anak kamu yang lucu. Jadikan mereka support system terbaik kamu,” balas Khaira.
“Bu Khaira pernah tidak mengalami hal menyesakkan dalam hidup?” tanya Anaya kemudian.
“Pernah … aku sampai pergi ke Manchester kala itu, juga sebelum ada Arshaka, aku pernah keguguran juga. Di saat terendahku, aku bersyukur ada suamiku,” balas Khaira.
Apa yang baru saja disampaikan oleh Khaira ini menguatkan Anaya sekali. Ya, di saat terendahnya beberapa hari yang lalu pun ada suaminya di sampingnya. Suami yang memberikan perlindungan. kekuatan, bahwa kenyamanan. Tempat bersandar dan menitikkan air matanya.
"Terima kasih Bu Khaira, perkataan Ibu sangat saya butuhkan. Iya, di titik terendah saya, ada suami di sana," balas Anaya.
"Aku tahu begitu berat menjalaninya, tetapi dengan suami dan anak-anak kamu, selalu ada kekuatan yang baru," balas Khaira.
Anaya pun menganggukkan kepalanya, begitu senang karena uneg-uneg dalam hatinya bisa didengar oleh orang lain dan juga diingatkan bahwa ada suaminya yang akan selalu mendampinginya.
"Makasih banyak Bu Khaira," balas Anaya lagi.
Setelahnya mereka kembali ke ruang tamu, bergabung dengan keluarga di sana. Lantas, ada tamu lainnya yang ada. Seperti biasa ada pasangan Dokter Bisma dan Kanaya, serta Dokter Indri yang kali ini turut datang.
"Selamat ya Anaya ... sudah lengkap punya baby kembar," ucap Kanaya.
"Terima kasih Mbak Kanaya," balas Anaya.
"Periksanya sama Mas Bisma?" tanya Kanaya.
"Iya, Mbak ... sejak Citra sudah sama Dokter Bisma, jadi ya sudah, lanjut saja," balas Anaya.
Sementara Dokter Indri yang datang juga meminta izin untuk menggendong Charel dan Charla dan juga meminta tolong Tama untuk memotretnya. Di dalam hatinya, Dokter Indri sangat bersyukur karena bisa menolong keponakannya sendiri dalam melahirkan.
"Foto dulu sama Oma Dokter," ucap Dokter Indri.
__ADS_1
“Sudah Tante … coba dilihat dulu fotonya apakah sudah cocok?” tanyanya.
Dokter Indri pun melihatnya dan tampak puasa dengan hasil jepretan Tama. Begitu senang bisa berfoto bersama dengan anak-anak Anaya yang akan menjadi cucunya itu. Bahkan Dokter Indri membiasakan kepada si Kembar untuk memanggilnya Oma Dokter.
“Ketemu Bu Kanaya dan Dokter Bisma lagi,” sapa Khaira kepada pasangan Bu Kanaya dan Dokter Bisma itu.
“Iya, ketemu lagi … ini anak pertama ya Bu?” tanya Kanaya yang menunjuk Arshaka.
“Ini yang bungsu, Bu … adiknya Arsyilla,” balas Khaira.
“Oh, jadi ini adiknya Arsyilla yah. Sudah besar yah,” tanya Kanaya lagi.
“Iya, sudah tiga tahun,” balas Khaira.
Kanaya pun menganggukkan kepalanya, gemas juga melihat Arshaka yang adalah anak cowok, tetapi begitu menempel kepada Mamanya. Itu apakah memang karena dia anak bungsu yang sering dibilang anak Mama. Akan tetapi, dari wajahnya Arshaka memang tampan. Walau kulitannya cokelat, dan tidak begitu putih, justru Arshaka terlihat cakep.
“Shaka main tuh sama Citra,” ucap Tama yang menyuruh Shaka untuk bisa bermain dengan anaknya.
“Main apa Om?” tanya Shaka dengan bingung harus main apa dengan anak kecil yang baru dia temui.
“Itu ada banyak mainan,” balasnya.
“Anak cewek mainan boneka, Om … Shaka mainnya Lego,” balasnya.
Kanaya pun tertawa, “Main ke rumah Tante yuk, Kak Aksa punya banyak mainan lego,” balasnya.
Arshaka pun terlihat malu dan kemudian kembali duduk di pangkuan Mamanya. Memang Arshaka begitu senang dengan mainan Lego, dan di rumah dia memiliki mainan Lego yang cukup banyak. Saking sukanya dengan Lego, Arshaka sampai pernah meminta jalan-jalan ke Lego Land di Malaysia kepada Mama dan Papanya.
Ini pun sekaligus menjadi ajang reuni bagi Khaira dan Kanaya dengan Dokter Indri, karena sewaktu hamil dulu, Dokter Indrinya yang membantu mereka dari awal hamil sampai persalinannya.
Pun Dokter Bisma yang juga akrab dengan Radit, ada beberapa hal yang mereka obrolkan. Sementara Shaka dan Citra juga terlihat bermain bersama. Sembari menikmati kudapan dari kambing yang dimasak dengan aneka masakan, mereka pun berkumpul dalam suasana kebersamaan dan tentunya turut berbahagia dan mendoakan yang terbaik untuk Charel dan Charla.
__ADS_1