Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu
ASI Booster


__ADS_3

Sepanjang hari, Tama bekerja tanpa gangguan. Terlebih ketika siang hari, dia mendapatkan pesan dari Mama Rina bahwa seharian Citra sama sekali tidak rewel. Selain itu, Mama Rina juga mengatakan bahwa Anaya bisa mengurus Citra dengan baik. Di dalam hatinya, Tama berharap bahwa kali ini Anaya bisa cocok menjadi Ibu Susu bagi Citra setidaknya sampai Citra berusia 6 bulan. Nanti, jika Citra sudah bisa meminum susu formula lagi, Tama bisa memberikan susu formula untuk Citra lagi, ketika saluran pencernaannya sudah lebih baik.


Seakan ingin berterima kasih kepada Anaya dan juga memastikan kualitas ASI Anaya juga sehat dan penuh nutrisi, Tama sengaja mampir ke apotek ketika dia pulang dari perusahaan. Tujuannya kali ini adalah membelikan ASI booster untuk Anaya.


“Mbak, minta ASI Booster yang bagus untuk Ibu menyusui,” ucap Tama yang meminta produk ASI Booster kepada apoteker di apotek itu.


“Yang produk ini bagus, Pak … kaya asam folat dan omega 3 sehingga ASI bisa banyak dan kental,” balas apoteker tersebut.


Tampak Tama mengamati beberapa mereka ASI Booster itu, dan membaca komposisi, serta manfaat yang tertera di dalam kemasannya. Hingga, pilihannya jatuh pada produk ASI booster sudah terkenal, dan Tama membelikan yang ukuran besar, berisi 60 salut selaput. Selain itu, Tama juga membeli beberapa kantong ASIP untuk Anaya sehingga di malam hari, Anaya bisa melakukan pumping dan keesokan harinya kantong ASIPnya bisa dibawa.


“Sudah Mbak … ini saja,” ucap Tama.


“Ada lagi Pak? Untuk istrinya ya Pak?” tanya apoteker tersebut.


Mendengar bahwa ASI booster dan juga kantong ASIP untuk istrinya, dada Tama kembali sesak. Dia teringat bahwa biasanya para suami akan membelikan ASI booster dan juga kantong ASIP untuk istrinya yang baru saja melahirkan. Akan tetapi, sekarang yang dilakukan Tama adalah membelikan untuk Anaya, Ibu Susu bagi Citra.


Di apotek itu, tidak sengaja Tama bertemu dengan Radit, pria yang dulu pernah menjadi rivalnya. Tama cukup kaget melihat Radit yang rupanya juga menyambangi apotek tersebut.


“Tam,” sapa Radit terlebih dahulu.


“Eh, lo di sini?” tanya Tama yang juga cukup kaget melihat Radit di apotek itu.


“Iya, mau beli ASI Booster untuk Khaira,” balasnya.

__ADS_1


“Oh, sama berarti,” balas Tama dengan menghela nafas. Tama hanya mengatakan bahwa dirinya juga telah selesai membeli ASI Booster.


Radit mengernyitkan keningnya dan kemudian menatap Tama dengan penuh tanya, “Kamu sudah menikah dan punya anak?” tanya Radit yang tampak bingung.


Sebab, dia dan Khaira pun tidak mendapatkan undangan jika Tama sudah menikah. Tahun-tahun memang sudah berganti. Kurang lebih sudah empat tahun berlalu, sejak Tama pernah menabrak Radit, hingga membuat Radit harus mengenakan kruk untuk berjalan selama satu bulan lamanya. Usai rekonsiliasi yang terjadi di Rumah Sakit kala itu, memang Radit, Khaira, dan juga Tama tidak pernah saling berkomunikasi. Memutuskan untuk melanjutkan hidup sendiri-sendiri.


“Bukan … buat Ibu susunya anak gue,” balas Tama lagi. Terlihat Tama menghela nafas kemudian kembali bersuara kepada Radit. “Satu setengah tahun yang lalu, aku menikah, dan anakku baru dua mingguan ini lahir. Hanya saja, istriku mengalami pendarahan post partum yang sangat hebat hingga akhirnya dia sudah bersama Tuhan sekarang. Ya, jadi sekarnag aku beli untuk Ibu Susunya babyku,” cerita Tama pada akhirnya.


Radit yang mendengarkan cerita Tama pun menunjukkan raut wajah yang bingung dan seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja dihadapi oleh Tama. Dalam waktu-waktu yang terus berjalan, rupanya Tama mengalami banyak hal dalam hidupnya.


“Turut bersimpati yah … semoga kamu selalu kuat. Selalu semangat untuk anak kamu. Siapa nama bayi kamu? Mainlah ke rumah kapan-kapan.” balas Radit lagi.


“Makasih ya … ya, walaupun aku enggak kuat. Hanya berusaha kuat saja untuk anakku. Aku sudah kehilangan istriku, sehingga aku sangat berharap tidak akan kehilangan yang lainnya. Bayiku bernama Citra, usianya baru 2 minggu ini akan 3 minggu,” balas Tama lagi.


“Selalu kuat yah untuk si buah hati,” ucap Radit lagi memberikan semangat untuk Tama.


Setelah itu, Tama berpamitan dan keluar dari apotek terlebih dahulu. Dia harus segera sampai di rumah supaya bisa bergantian untuk mengasuh Citra. Sebab, sepenuhnya Tama yakin bahwa Mama Rina dan Anaya juga akan kecapekan untuk mengasuh Citra.


Tama segera melajukan mobilnya dan menempuh perjalan menuju ke rumah. Hanya membutuhkan waktu belasan menit saja, dan kini Tama sudah berada di rumah.


“Tama pulang,” ucapnya dengan memasuki rumah.


Di ruang tamu sudah berkumpul Mama Rina, Papa Budi, dan juga Anaya yang menggendong Citra. Pria itu masuk dengan menenteng kantong plastik dari apotek, dan menyerahkannya untuk Anaya.

__ADS_1


“Ay, ini untuk kamu,” ucap Tama dengan memberikan kantong plastik itu.


“Ini apa?” tanya Anaya dengan menunjukkan raut wajah yang bingung.


Mama Rina pun tersenyum, “Kamu dapat oleh-oleh tuh dari Tama … dibuka saja, sini biar Tante yang pegang Citra,” balas Mama Rina.


Maka, Anaya pun menyerahkan Citra ke dalam tangan Mama Rina, kemudian dia membuka kantong plastik dari apotek itu, membukanya perlahan dan mengangkat botol suplemen untuk ASI booster itu.


“Black*mores?” tanya Anaya.


Tama tampak menganggukkan kepalanya, “Iya … suplemen ASI, supaya produksi ASInya banyak dan juga kental, kualitasnya bagus untuk Citra,” balas Tama.


Anaya kemudian membaca harus berapa kali meminum ASI booster tersebut, kemudian Anaya menatap Tama sekilas, “Terima kasih yah,” balasnya dengan singkat.


“Iya … nanti kalau sudah habis bilang saja, aku akan selalu belikan dan kantong ASIPnya. Kamu sudah punya pumping?” tanya Tama lagi.


“Sudah … aku sudah punya pumping elektrik di rumah,” balas Anaya.


“Baiklah … kalau malam biar Citra minum ASIP saja, jadi kalau malam kamu bisa pumping kan?” tanya Tama lagi.


“Iya, bisa,” balas Anaya.


“Syukurlah … makasih banyak Ay,” balas Tama lagi.

__ADS_1


Ketika dia sudah mendapatkan orang yang berbaik hati menolongnya, maka Tama pun akan mengusahakan untuk memberikan yang terbaik. Bukan hanya untuk Anaya, dulu saat Mbak Mina masih menjadi Ibu Susu bagi Citra pun, Tama juga membelikan ASI booster untuk Ibu Susu bayinya itu.


__ADS_2