Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu
Sepenuhnya Pulih


__ADS_3

Selang sepakan berlalu usai dilatasi dan kuretase, Anaya sudah beraktivitas seperti biasa. Hanya memang untuk menggendong-gendong Citra sedikit dibatasi karena memang tidak boleh mengangkat beban terlalu berat. Tidak ada komplikasi yang terjadi usai kuretase seperti demam, mual, muntah, hingga pendarahan. Kendati demikian, Anaya dan Tama harus kembali melakukan medical cek up untuk melakukan USG untuk rahim Anaya.


Sehingga sekarang, Tama mengajak Anaya untuk kembali ke Rumah Sakit dan melakukan konsultasi medis dengan Dokter Indri.


"Ke Rumah Sakit sekarang ya Sayang, masih antri kan nanti," ajak Tama kepada istrinya itu.


"Oke Mas Suami, siap," balasnya.


Tama pun segera mengajak Anaya ke Rumah Sakit dan menitipkan Citra terlebih dahulu ke rumah Mama Rina dan Papa Budi. Kemudian keduanya menuju ke Rumah Sakit.


"Diperiksa apanya lagi sih Mas?" tanya Anaya.


"Pemeriksaan USG palingan Sayang, untuk lihat apakah rahimnya sudah bersih atau belum. Biar lebih jelas kalau pemeriksaan Sayang," balas Tama.


Kemudian Tama melajukan mobilnya lebih cepat supaya bisa sampai di Rumah Sakit. Begitu sampai di Rumah Sakit, Tama segera menggandeng Anaya menuju poli kandungan.


Keduanya mengantri sampai nomor antrian mereka dipanggil. Sementara Tama mengamati beberapa pasien yang juga datang untuk memeriksakan kandungan atau melakukan program hamil.


Sebenarnya ke Poli Kandungan adalah salah satu hal yang membuat Tama bahagia. Memorinya dulu saat setiap bulan memeriksakan kehamilan Citra selalu indah. Hanya saja, akhirnya dia kehilangan di Rumah Sakit itu. Sementara bagi Anaya, tetap saja dia merasa tidak nyaman dengan Rumah Sakit. Hanya saja, sekarang bagi Anaya lebih berbeda, karena suaminya itu yang selalu mendampinginya.


"Pasien atas nama Bu Anaya," panggil seorang perawat.


Anaya dan Tama pun berdiri kemudian masuk ke dalam ruang pemeriksaan Dokter Indri.


"Halo, Anaya dan Suami ... apa kabarnya?" sapa Dokter Indri yang sudah berdiri menyambut Anaya dan juga Tama.


"Baik Dokter," sahut keduanya bersamaan.

__ADS_1


"Setelah kuretase aman kan? Tidak ada gejala komplikasi?" tanya Dokter Indri.


"Aman Dokter ... kalau mual dan muntahnya memang enggak. Hanya kram panggul itu sampai sore deh kalau enggak salah. Selebihnya baik Dokter," jawab Anaya.


Mendengar jawaban dari Anaya, kemudian Dokter Indri mempersilakan Anaya untuk naik ke brankar dan kemudian melanjutkan pemeriksaan dengan menggunakan USG. Pemeriksaan dengan USG untuk memastikan apakah rahim sudah dalam kondisi bersih dan tidak ada sisa-sisa jaringan endometriosis yang tersisa di dalam rahim.


"Kita cek dengan USG yah ... jadi ini adalah rahim kamu, Anaya. Kita akan lihat tiap sisinya," ucap Dokter Indri sembari menggerakkan transducer di tangannya.


"Ini sudah bersih ... rahimnya benar-benar kosong yah. Pasti Anaya dan Suami bisa membandingkannya dengan pemeriksaan minggu lalu jika ada embrio di dalam sini dan retensi plasenta itu letaknya di sini ... di dinding rahim, akan terlihat jika kita melakukan USG Transvaginal. Sekarang, semuanya sudah bersih yah. Jika rahim seorang Ibu sudah bersih, tentunya lebih sehat, dan siap untuk mengandung nanti," kelas Dokter Indri.


Anaya yang mendengarkannya juga terlihat serius dan juga fokus dengan monitor yang ada di sisi brankarnya.


"Cuma harus menunggu tiga bulan ya Dokter?" tanya Anaya kemudian.


"Iya, menunggu tiga kali masa haid untuk mengandung. Itu sih lebih baiknya," balas Dokter Indri.


"Tidak apa-apa. Itu adalah pertanyaan yang wajar, dan memang harus dikonsultasikan kepada Dokter. Beberapa peneliti menyampaikan bahwa sebaiknya dua minggu pasca kuret. Sebab, mengantisipasi terjadinya pendarahan yang mungkin saja terjadi. Pendarahannya masih ada tidak?" tanya Dokter Indri kemudian.


"Tidak Dokter ... hari ketiga bercak darahnya sudah hilang," balas Anaya.


"Memang pendarahan ringan saja, mungkin karena hanya embrio yang sangat kecil dan retensi plasenta yang menempel. Jadi, sebaiknya setelah dua minggu yah. Sekarang sudah hari yang kedelapan, jadi masih lanjut sampai masa 14 hari selesai," jelas Dokter Indri.


Anaya merespons dengan menganggukkan kepalanya, kemudian masih ada hal mengganjal yang membuat Anaya ingin bertanya lagi kepada Dokter sekaligus Tantenya itu.


"Kalau supaya tidak hamil sampai tiga kali masa haid itu bagaimana ya Dokter? Kan kita tidak pernah tahu kapan terjadinya pembuahan," tanya Anaya lagi.


"Bisa menggunakan KB Kalender untuk tepatnya. Sehingga memang berhubungan ketika wanita di masa tidak subur, dan pasti tidak akan terjadi pembuahan di ovum," jawab Dokter Indri.

__ADS_1


Sementara Tama yang mendengarkannya hanya bisa menganggukkan kepalanya. Tama merasa memang sistem reproduksi wanita itu begitu kompleks. Untung saja Anaya banyak bertanya, sehingga mereka juga lebih berhati-hati. Mendapatkan ilmu dan wawasan baru juga untuk Anaya.


"Baik Tante ... jelas banget," balas Anaya.


"Sama-sama, tidak ada perasaan berduka atau mood yang buruk karena menangis gitu enggak?" tanya Dokter Indri.


"Ya, ada Dokter ... cuma karena ada suami yang menguatkan dan di rumah ada baby, jadinya lebih bisa mengelola emosi dengan baik. Jika, tidak ... entahlah bagaimana selanjutnya," balas Anaya.


"Bagus berarti yah ... sebab biasanya pasca kuretase para wanita akan merasakan duka dan kehilangan. Jadi, memang harus pulih secara psikis."


Mendengar apa yang disampaikan oleh Dokter Indri, seketika Anaya teringat dengan suaminya yang mengatakan harus sehat secara psikis juga. Rasanya begitu bahagia karena Tama memikirkan bukan hanya kesembuhan fisiknya, tetapi juga kesembuhan mentalnya.


“Masih ada yang perlu ditanyakan?” tanya Dokter Indri lagi.


“Sudah, sudah dijelaskan detail banget. Makasih banyak Dokter,” balas Anaya.


Dokter Indri pun tersenyum, “Baiklah. Sudah tidak saya berikan obat yah. Hanya saja supaya lebih sehat, Anaya bisa makan bergizi dan juga minum vitamin C. Sebab, Vitamin C bisa menyembuhkan jaringan yang luka dan membantu pembentukan jaringan baru. Kalau ada apa-apa, kirim pesan saja ke saya. Sudah pasti saya balas,” balas Dokter Indri.


“Makasih Dokter … iya, nanti kalau Anaya perlu bertanya, Anaya kirim pesan ke Dokter. Maklum, Anaya juga tidak terlalu paham, awam,” jawabnya.


Pemeriksaan kali ini cukup sampai di sini. Setidaknya Anaya merasa senang karena rahimnya sudah bersih dan tidak ada sisa-sisa jaringan yang tertinggal di sana. Sementara untuk berhubungan suami istri, tentu mereka berdua akan menunggu untuk masa dua minggu. Sebab, Anaya dan Tama juga tidak mau sama-sama mengambil risiko yang justru akan buruk pada akhirnya.


“Semoga next time kalau ke sini lagi, sudah ada kabar baiknya yah,” ucap Dokter Indri lagi.


“Amin ….”


Anaya dan Tama sama-sama mengaminkan. Walau sekarang Tama juga tidak memasang target, tetapi memang dia menginginkan bisa mendapatkan buah hati dari Anaya. Semoga saja, di lain waktu, di waktu yang tepat, mereka berdua bisa kembali ke Poli Kandungan ini dengan membawa kabar baik. Amin.

__ADS_1


__ADS_2