Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu
Mempersiapkan Thesis


__ADS_3

Sembari menjalani peran utamanya sebagai Ibu rumah tangga dengan tiga anak, Anaya juga kini bersiap untuk menyelesaikan Thesisnya. Thesis adalah tugas akhir yang dipersiapkan mahasiswa untuk bisa mendapatkan gelar Magister atau Master. Walau memang mengambil Pendidikan Anak Usia Dini, tetapi Anaya ingin bahwa apa yang dia teliti akan memberikan sumbangsih untuk dunia pendidikan anak.


Bahkan Anaya tak segan untuk berdiskusi dengan Bunda Dianti untuk bisa mendapatkan kasus dan masalah yang akan diuraikan dalam rumusan masalah di dalam Thesisnya nanti. Terlebih Bunda Dianti sudah lama berkecimpung di dunia anak-anak, sehingga sudah pasti sedikit banyak Bunda Dianti paham dengan anak-anak usia dini.


"Sibuk enggak Bunda?" tanya Anaya kepada Bundanya.


"Enggak, Anaya ... ada apa?" tanya Bunda Dianti yang melihat Anaya datang ke rumah dengan membawa Citra dan Twins.


"Hehehe ... mau ngobrol-ngobrol sih Bunda. Sapa tahu nanti Anaya akan mendapatkan ide untuk menyusun Thesis," balasnya.


Terlihat Bunda Dianti menganggukkan kepalanya perlahan, "Jadi, kamu kuliah S2 ya Anaya? Wah, putrinya Bunda ini memang hebat yah ... menjadi ibu penuh waktu di rumah dengan tiga anak, masih bisa kuliah S2. Tama pasti yang paling bangga sama kamu," balasnya.


Anaya pun tersenyum di sana, "Kuliahnya beasiswa kok Bunda, walau sebenarnya juga belum tahu nanti usia kuliah mau ngapain," balasnya.


"Ya, pelan-pelan saja ... tidak ada yang pernah tahu kan tentang hasi esok. Toh, ilmunya tidak pernah mubazir, berguna juga untuk mengasuh anak-anak di rumah. Justru, para wanita yang mau belajar itu akan memiliki pola pikir yang lebih maju, Anaya ... mereka bisa melakukan pemecahan masalah sendiri, problem solving. Juga, cara pandang mereka akan pendidikan, keluarga, anak, hingga dunia juga lebih berkembang."


Bunda Dianti menjelaskan dengan panjang lebar kepada Anaya. Justru Bunda Dianti sangat senang dan mendukung Anaya yang masih berusaha menyelesaikan kuliahnya walau sudah memiliki anak tiga. Itu menjadi tantangan yang besar bagi Anaya.


"Kira-kira kasus atau masalah apa yang bisa Anaya ambil untuk Thesis ya Bunda?" tanya Anaya kemudian.

__ADS_1


"Kamu ambil prodi apa Anaya?" tanya Bunda Dianti kemudian.


"Pendidikan Anak Usia Dini," jawab Anaya.


"Wah, itu bagus Anaya ... meletakkan pendidikan dasar untuk anak itu sangat bagus dan juga pendidikan anak usia dini sekarang sudah berkembang begitu cepat dengan metode pembelajaran dan media belajar yang canggih," balas Bunda Dianti.


Anaya pun menganggukkan kepalanya, "Benar Bunda ... setelah memiliki anak inilah yang membuat Anaya jadi ingin lebih belajar mengenai kebutuhan anak. Setidaknya orang tua kan harus akan mengakomodir kebutuhan mereka, termasuk dengan pendidikan pra sekolah yang dimulai di rumah," jelas Anaya.


Bunda Dianti tersenyum, "Benar sekali ... kamu kepikiran apa dulu?" tanyanya.


"Pendekatan pembelajaran dengan metode Montessori, Bunda ... biasanya sekolah Montessori itu sangat mahal. Padahal bisa diterapkan di rumah," balas Anaya.


Sekilas mengenai Metode Montessori adalah metode pendidikan yang dikhususkan untuk anak-anak. Sesuai dengan namanya metode ini dikembangkan oleh Dokter sekaligus Pendidik asal Italia yang bernama Montessori.


Dalam metode Montessori diyakini bahwa setiap anak memiliki kelebihan dan bakatnya masing-masing. Pilihan pembelajaran yang ditekankan pada minat dan bakat anak, dan metode ini bisa diterapkan di sekolah maupun di rumah.


Bahkan metode Montessori bisa diterapkan untuk anak berusia 3 hingga 6 tahun dengan program yang berfokus pada kehidupan sehari-hari, pembelajaran melalui panca indra atau yang biasa disebut Sensorial, Bahasa, dan Matematika. Lantaran sekolah Montessori di Indonesia tergolong mahal, dan juga kiat pembelajaran bisa diterapkan di rumah, maka Anaya tertarik untuk melakukan penelitian metode Montessori.


"Benar Bunda ... jadi gimana kalau Anaya menggunakan sampel anak-anak di Panti Asuhan saja? Nanti Anaya bisa sedikit mengajar dan memberikan pelatihan untuk anak-anak. Boleh tidak Bunda?" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Tentu boleh Anaya ... Bunda justru senang kalau kamu mau melibatkan anak-anak di Panti Asuhan," balas Bunda Dianti.


Merasa tenang dan sekaligus lega, kelihatannya Anaya yakin untuk mulai mengajukan judul ke kampus. Semoga saja, dia akan mendapatkan Dosen Pembimbing yang tepat. Walau sebenarnya kalau bisa ingin mendapatkan Dosen Pembimbing Bu Khaira saja. Sudah kenal dan selain itu Khaira juga pintar, membuatnya ingin mendapatkan Dosen Pembimbing seperti Khaira.


"Makasih Bunda, sudah menemani Anaya melakukan pendekatan untuk Thesis nanti," ucapnya.


"Sama-sama ... kalau ada yang perlu dibantuin bilang saja Anaya. Termasuk mengasuh Trio C, Bunda juga bisa kok. Selama ini kalau kamu kuliah yang menjaga anak-anak siapa?" tanya Bunda Dianti.


"Oh, diasuh Mama Rina, Bunda ... beruntung banget Anaya mendapatkan mama mertua yang sangat baik dan mensupport Anaya, sehingga Anaya banyak banget dibantuin," balasnya.


Bunda Dianti pun tersenyum, "Bunda juga akan menjadi support system untuk kamu. Jangan ragu, kamu juga putrinya Bunda kan," balas Bunda Dianti di sana.


Anaya pun tertawa. Senang karena Bunda Dianti termasuk orang yang terbuka dan mudah untuk akrab juga. Rasanya Anaya mendapatkan tambahan semangat untuk menyelesaikan Thesisnya.


"Terima kasih banyak Bunda ... sebenarnya Bunda sudah mau mendampingi Ayah setiap hari saja Anaya sudah seneng banget. Anaya sangat yakin bahwa Ayah lebih sehat dan bahagia sekarang," balasnya.


"Berdua di saat usia tidak lagi muda ya Anaya ... Bunda juga bersyukur mendapatkan teman hidup. Memiliki kesempatan menjadi Ibu untuk kamu dan Oma untuk ketiga cucunya Bunda. Terima kasih banyak juga Anaya," balas Bunda Dianti.


Kemudian Bunda Dianti menggerakkan tangannya dan menepuk bahu Anaya, "Semangat ya Thesisnya. Kalau butuh bantuan jangan segan-segan, termasuk mengasuh Citra, Charel, dan Charla. Ya, walau Bunda tidak memiliki anak kandung, Bunda bisa mengurus anak-anak di Panti Asuhan yang begitu banyaknya," balas Bunda Dianti.

__ADS_1


Anaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya perlahan, "Iya Bunda ... terima kasih banyak."


__ADS_2