Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu
Happy 1st Anniversay 1


__ADS_3

Di luar rumahnya, Tama dan Anaya pun menunggu dan penuh tanya. Apa yang sebenarnya hendak dilakukan oleh para orang tua di dalam rumahnya. Terlebih Anaya, yang tampak bertanya-tanya hingga bertanya sekali lagi kepada suaminya itu.


“Sebenarnya ada apa sih Mas?” tanya Anaya kemudian.


Tama pun mengedikkan bahunya di sana, “Serius, aku enggak tahu, Sayang … ya sudah, kita tunggu dulu saja. Kamu duduk dulu saja, Sayang … kalau berdiri terus nanti pinggang kamu bisa sakit,” ucapnya.


Ini adalah ucapan yang jujur, Ibu hamil jika berdiri terlalu lama bisa merasakan sakit pada pingganya. Untuk itu Tama pun meminta kepada istrinya untuk bisa duduk terlebih dahulu. Anaya pun memilih duduk di kursi yang berada di depan rumah, dan sesekali mengusapi perutnya yang kian membuncit saja.


“Makin membuncit ya Sayang … enggak sabar nunggu dua pekan lagi dan lihat jenis kelamin our baby twins,” ucap Tama.


“Menurut kamu cewek atau cowok Mas?” tanya Anaya kemudian.


“Sedikasihnya saja sih, Sayang … apa pun itu, dia anak kita berdua. Buah cinta dari aku dan kamu,” jawab Tama dengan sungguh-sungguh.


Anaya pun menganggukkan kepalanya, “Iya … aku juga lebih ke pasrah aja sih, mau cowok atau cewek, tidak masalah bagiku. Yang pasti dia adalah anak kita, adiknya Citra,” balas Anaya.


Setelah sepuluh menit berlalu, ada Mama Rina yang membukakan pintu dan menyuruh keduanya untuk masuk ke dalam rumah. Anaya mengedarkan matanya dan melihat apa yang sebenarnya terjadi. Rupanya, tulisan ‘Happy Birthday’ kini telah digantikan menjadi ‘Happy Anniversary’. Tama dan Anaya pun tersenyum di sana.


Tampak Tama yang merangkulkan tangan di pinggang istrinya dan membisikkan sesuatu kepada sang istri, “Happy 1st anniversary My Love ….”


Diikuti dengan para orang tua yang memberikan ucapan selamat kepada keduanya.

__ADS_1


“Selamat ulang tahun pernikahan yang pertama, Mama doakan langgeng, sehat selalu, dan nanti persalinan semuanya lancar,” ucap Mama Rina dengan memeluk Anaya dan mencium pipi kanan dan kirinya.


“Selamat ulang tahun pernikahan Tama dan Anaya. Kali ini Papa doakan kalian akan selalu bersama sampai tua nanti. Sehat dan bahagia yah,” ucap Papa Budi.


Pun demikian Ayah Tendean yang merangkul Anaya dan Tama bersamaan, “Happy first anniversary anak-anak Ayah. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Nanti waktu persalinan juga lancar dan kita akan sambut bersama cucu kembar kita,” ucap Ayah Tendean.


Sungguh, ini adalah kebahagiaan yang indah untuk Anaya dan Tama. Merayakan ulang tahun pernikahan di tengah keluarga besar. Ada orang tua yang memberikan ucapan yang tulus. Anaya pun menitikkan air matanya di sana.


“Makasih Ayah, Mama, dan Papa,” balas Anaya.


Mama Rina pun menganggukkan kepalanya, “Sudah, jangan menangis … Bumil jangan menangis, nanti baby twins-nya ikutan menangis,” ucap Mama Rina.


“Kue buat kalian berdua … sengaja Ayah belikan kue Macarons karena ini adalah kue kesukaannya Anaya,” balas Ayah Tendean.


“Makasih Ayah,” balas Anaya.


Tama dan Anaya pun sama-sama meniup satu lilin tersebut, dan Tama pun lantas mengecup kening istrinya itu. Tampak bagaimana terlihat saling menyayangi satu sama lain. Seolah terlintas di benak keduanya, bagaimana dulu keduanya sama-sama hancur, terluka, dan kehilangan. Hingga Anaya yang hanya mengenakan pakaian berwarna hitam saja, tanda bahwa duka yang dia alami memang begitu dalam. Pun demikian dengan Tama yang merasakan kesedihan tak terperi. Sampai akhirnya, mereka dipertemukan lagi. Menahan perasaan karena mereka adalah kekasih di beberapa tahun sebelumnya, hubungan yang setengah hati, dan kini sudah satu tahun mereka hidup bersama sebagai seorang suami dan juga istri.


“Kami senang melihat kalian yang saling sayang. Sungguh, kami berdoa kiranya kalian berdua akan selalu bersama selamanya. Banyak masalah yang terjadi dalam kehidupan pernikahan, kalian juga telah mencicipinya, dan sekarang berbahagialah bersama Citra dan bayi-bayi kalian nanti,” ucap Papa Budi.


Ya, di dalam hatinya Papa Budi pun merasa sangat bahagia. Melihat Tama yang bangkit dan menemukan kebahagiaannya. Melihat Citra yang tumbuh dengan baik dan memiliki orang tua yang lengkap. Ini adalah kebahagiaan yang indah.

__ADS_1


“Benar … Ayah juga senang dan tentunya sangat bersyukur. Terima kasih Tama, sudah menjaga anak Ayah ini untuk satu tahun ini. Kiranya kamu akan terus menjaga dan membersamai Anaya di tahun-tahun yang akan datang. Ayah sangat percaya kepada kamu, Tama,” ucap Ayah Tendean.


Tama pun merasa bahwa hatinya kian dibesarkan. Dia dipercaya oleh Ayah Tendean untuk menjaga putrinya. Tentu ini adalah amanah yang harus Tama jaga dan lakukan.


“Iya Ayah … Tama akan selalu menjaga dan membahagiakan Anaya. Tama sangat cinta kepada Anaya,” balasnya.


“Nanti kalau baby twins sudah lahir, kita sambut lagi seperti ini yah,” ucap Ayah Tendean kepada kedua besannya.


“Tentu Pak Tendean, kita rayakan kelahirkan cucu kembar kita. Begitu baiknya Allah, dalam waktu dekat kita akan memiliki tiga cucu. Mungkinkah nanti cucu kita ada salah satu yang menjadi Dokter seperti Opanya?” tanya Ayah Tendean dengan tertawa.


Anaya pun tertawa di sana, “Semoga ya Ayah … maaf, dulu Anaya tidak mau untuk kuliah pendidikan Kedokteran karena Anaya merasa itu bukan passion Anaya. Anaya pikir dulu menyukai teknologi dan jaringan, sekarang Anaya justru menyukai pendidikan anak,” balasnya.


“Tidak apa-apa, Aya … apa pun yang kamu lakukan, asalkan kamu bahagia, tentu Ayah bahagia juga. Sekarang Ayah lebih berbahagia karena ada Tama yang akan berusaha untuk membahagiakan kamu. Ayah sangat percaya kepadanya,” balasnya.


“Wah, terima kasih banyak Ayah … Tama terharu,” balasnya dengan tertawa.


Sungguh, ini adalah hari yang indah. Hari di mana, ada dua perayaan yang mereka lakukan bersama. Merayakan ulang tahun Citra yang kedua, dan juga merayakan hari pernikahan mereka yang pertama. Hari yang semula buruk dan kelam, dengan perayaan ini tentu setiap tanggal yang sama di setiap tahunnya akan diubahkan menjadi hari dengan kenangan yang lebih indah dan baik untuk Tama dan Anaya.


Jika dulu, pada tanggal ini juga keduanya sama-sama merasakan kehilangan yang mendalam, sekarang di tanggal yang sama di tahun yang berbeda, mereka akan mengingat bahwa mereka sudah berhasil berjuang, keluar dari lembah air mata, dan juga merasakan kebahagiaan yang melingkupi hati mereka. Tidak ada kesedihan, kalau ada air mata tentunya itu adalah air mata bahagia.


Happy Anniversary My Love Couple!

__ADS_1


__ADS_2