Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu
Ibu Sehat Kunci Kebahagiaan Keluarga


__ADS_3

Selang semalam berlalu, kegiatan Anaya dan Tama dimulai dengan menjemur kedua bayinya. Pagi itu, Citra masih belum bangun. Sementara Charel dan Charla sudah terbangun. Sehingga pagi ini, Anaya menggendong Charla, sementara Tama menggendong Charel, keduanya sama-sama menjemur si Kembar di balkon kamar mereka.


Bayi kembar itu hanya mengenakan diapers saja dan penutup mata supaya tidak silau dengan matahari. Terlihat kulit kemerah-merahan Charel dan Charla yang kian memerah ketika mereka dijemur.


“Jemur dulu Nak … biar sehat,” ucap Tama dengan memangku Charel.


Anaya yang melihat Tama memangku Charel pun tersenyum, "Jadi inget dulu waktu kamu jemur Kak Citra seperti ini deh Mas ... dengan messy hair kamu, wajahnya juga teler kayak kurang tidur," balas Anaya.


Tama pun kemudian tertawa di sana, "Rambutku acak-acakan ya Sayang? Ya, begitu ... cowok kan kalau menjadi duda itu tidak terurus Sayang. Mana ada yang ngurus, yang ada aku harus mengurus diriku sendiri dan mengurus bayiku. Jadinya ya begitu deh, rambut acak-adul," balasnya.


Itu adalah fakta, bahwa ketika seorang pria kehilangan pendamping hidupnya akan menjadi sosok yang tidak terurus. Rambut acak-acakan, wajah teler karena kurang tidur, baju dan pakaian yang dipakai pun sekenanya saja. Lain, jika memiliki istrinya ada yang merapikan penampilannya, ada yang mengambil bajunya. Maka dari itu, pria begitu menduda, akan terlihat seperti orang yang tidak terurus.


"Kasihan sekali sih, Papa Tama," balas Anaya.


"Aku memang kasihan kok Sayang, tetapi sejak bertemu kamu, hidupku berubah. Perlahan-lahan aku bisa menata hidupku lagi, perlahan-lahan aku bisa bangkit lagi," balas Tama.


"Sama Mas ... aku juga begitu kok. Awalnya aku merasa hancur banget. Gejala yang aku alami post traumatic itu semalam bisa insomnia dan tidak bisa tidur sama sekali, lalu kesedihan itu kayak tidak bisa kukendalikan. Nyaris aku mau memutus nadiku sendiri loh Mas, ya karena post traumatic yang menang tidak bisa dikendalikan. Namun, setelah ketemu Citra, aku juga perlahan-lahan menata hidupku," balas Anaya.


Tama tampak terkejut mendengar cerita Anaya itu. Mungkin ini adalah kali pertama Tama mendengar bahwa Anaya nyaris hendak cutting nadinya sendiri. Perlahan Tama menggelengkan kepalanya.


"Syukurlah, kamu pulih dan sekarang memiliki mental yang sehat. Kunci kebahagiaan dalam keluarga adalah Istri yang sehat dan bahagia Sayang," balas Tama.


Apa yang dikatakan Tama sepenuhnya benar bahwa ketika seorang ibu merasakan sehat jasmani, mental, dan juga bahagia maka keberadaan seorang ibu akan sangat berpengaruh untuk seluruh keluarganya. Ibu yang juga seorang istri jika sehat dan bahagia, bisa membuat suami bahagia. Memasakan makanan sehat untuk suami dan anak-anak, mengakomodir keperluan suami, dan juga bounding time secara rutin dengan suami karena melihat hubungan suami istri juga sekadar kewajiban, tetapi adalah sarana untuk bahagia. Ibu yang sehat dan bahagia bisa mengasuh anak dengan baik, memberikan teladan yang baik dalam bersikap, berpikir, dan bertutur kata. Ibu yang sehat dan bahagia bisa menghadirkan kebahagiaan di dalam keluarganya. Oleh karena itu, ibu adalah kunci kebahagiaan adalah keluarga.

__ADS_1


"Sepenting itu ya Mas?" tanya Anaya.


"Iya Sayang ... jadi, selalu sehat yah ... sehat fisik dan juga mental. Selalu bahagia. Oleh karena itu, selalu berbagi apa pun sama aku. Ketika ada masalah dan merasa sesuatu jangan dipendam sendiri," balas Tama.


Anaya pun terkekeh geli di sana, "Kamu kayak kader PKK deh Mas ... kalau di PKK dikasih sosialisasi biar keluarga sehat dan sejahtera. Lucu banget sih," balas Anaya.


Anaya teringat bahwa ketika pernah mengikuti PKK di rumah Mama Rina dulu, ada pemberdayaan keluarga yang memberikan bimbingan dan pembinaan agar keluarga dapat hidup sehat sejahtera, maju, dan mandir. Disebutkan juga bahwa kesejahteraan keluarga adalah kondisi tentang terpenuhinya kebutuhan dasar manusia dari setiap anggota keluarga secara material, sosial, mental dan spiritual sehingga dapat hidup layak sebagai manusia yang bermanfaat.


Menjadi keluarga yang sehat dimulai dari rumah sendiri, menemukan kebahagiaan dalam keseharian, menemukan kebahagiaan kala seorang istri mengabdi kepada suami, menemukan kebahagiaan kala berperan sebagai madrasah pertama untuk anak-anak di rumah. Jika kebahagiaan di dalam rumah sudah didapatkan, pasti akan merasakan kebahagiaan pula lahir dan batin. Tidak perlu mencari kebahagiaan di luaran sana.


"Insya Allah, bersama kamu ... aku akan selalu bahagia," balas Anaya.


Tama pun menganggukkan kepalanya perlahan, "Jika memang bersamaku tidak bahagia, beritahu aku, Sayang ... biar aku bisa membahagiakan kamu," balas Tama.


"Iya Mas ... dibalik Mas babynya, punggungnya juga biar kena sinar matahari," balas Anaya.


"Baby dijemur selucu ini ya Mas," ucap Anaya yang terlihat bahagia melihat Charla dan Charel dijemur dengan mengenakan kacamata dan hanya mengenakan diapers.


"Itu Sayang, lucu ... kadang mereka begitu, pose lucu, tapi bisa saja pup loh," balas Tama.


Itu pun dari pengalaman Tama sebelumnya ketika dulu mengurus Citra seorang diri. Bayi yang lucu saat dijemur, ternyata bisa pup. Sehingga Tama tidak asing dengan pup, bahkan bayi yang gumoh. Sebab, dulu Tama sudah mengurus Citra dengan semua kondisi itu ketika dirinya masih menjadi duda.


"Kok bisa enggak jijik sih Mas? Biasanya kaum bapak akan melemparkan anaknya ke istrinya ketika mereka gumoh atau pup," balas Anaya. Itu juga Anaya tanyakan karena dulu dia melihat sendiri bagaimana Tama membersihkan Citra dengan kedua tangannya sendiri.

__ADS_1


"Buat apa jijik, Yang ... buatnya saja semangat 45 kok, begitu bayinya keluar lihat begitu gak mau. Jadi Ayah, ya harus terlihat dalam pengasuhan dan perawatan anaknya. Apalagi aku dulu duda, gak punya pilihan," balas Tama.


Anaya yang mendengarnya pun tertawa, "Bahkan kamu yang cuci-cuci pakaian kotorku dari Rumah Sakit. Maaf ya Mas," balas Anaya.


"Tidak masalah Sayang. Kita kan saling melengkapi satu sama lain. Intinya, aku akan membantu kamu semampuku. Tugas rumah tangga kita bisa sharing. Kamu jangan melakukan yang berat-berat karena bekas luka sayatan itu, Sayang. Ingat 3 minggu pertama itu fase pmulihan," balas Tama.


"Kamu Best Hubby dan Best Daddy kayak gini, pasti aku sehat dan bahagia," balas Anaya.


Itu adalah ungkapan yang benar bahwa suaminya itu adalah sosok pria yang hebat. Sebagai suami, Tama juga mau merawat istrinya, tidak merasa jijik, sebagai seorang Papa, Tama juga terlibat untuk merawat si Kembar. Benar-benar suami dan ayah idaman.


"Harus bahagia. Sekarang biar aku merawat kamu, My Love ... nanti kalau aku tua dan mungkin uzur, rawat aku yah."


Tama mengatakan itu dengan melirik istrinya, "Iya, aku juga akan merawat kamu. Kita saling bersama-sama, dalam sehat dan sakit. Kita saling merawat satu sama lain," balas Anaya.


"Makasih My Love ... ya sudah, ini sudah lima belas menit, kita bawa Charla dan Charel masuk, diberikan ASI dulu yah. Aku siapkan mandi untuk mereka berdua," balas Tama.


Keduanya pun perlahan-lahan melangkah masuk ke dalam kamar melalui balkon di kamar mereka, kemudian membuka penutup mata si Kembar dan kemudian mempersiapkan mandi untuk keduanya.


"Papa, beneran ... Charel pup deh," balas Anaya dengan tertawa.


Rupanya apa yang disampaikan Tama barusan benar karena sekarang Charel justru sudah pup, padahal tadi posenya saat berjemur begitu lucu.


Tama pun tertawa, "Ya sudah, aku bersihkan pupnya, Sayang ... kamu berikan ASI untuk Charla dulu saja. Duduk di sofa saja Sayang," balas Tama.

__ADS_1


Perlahan Anaya pun tersenyum di sana, "Tuh kamu suamiable dan Papaable gini, gimana aku tidak sehat dan bahagia," balas Anaya lagi.


"Harus sehat dan bahagia, biar aku, Citra, Charel, dan Charla juga bahagia. I Love U, My Love!"


__ADS_2