Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu
Visitasi Dokter Anak


__ADS_3

Pasca operasi tentu saja tubuh Anaya masih merasa begitu lemah. Akan tetapi, Anaya harus bersemangat untuk sembuh. Sebenarnya, Anaya ingin segera mandi supaya badannya menjadi lebih segar, tetapi Tama melarangnya. Sebab, belum ada imbauan dari Dokter.


Ketika Tama dan Anaya sedang mengobrol mengenai kondisi Anaya dan juga mengenai wajah si Kembar yang ternyata sama sekali tidak identik, terdengar suara ketukan di pintu, dan Tama pun segera berdiri dan melihat siapa yang datang.


"Pagi ... visitasi dari Dokter Spesialis Anak," ucap seorang perawat yang masuk.


Tama pun membukakan pintu untuk perawat dan Dokter Anak yang akan melakukan visitasi. Begitu kagetnya Tama, rupanya yang melakukan visitasi adalah kerabatnya sendiri, Dokter Bisma.


"Loh, Mas Bisma ...."


Tama menyapa dan tampak bingung. Itu berarti memang kerabatnya itu adalah Dokter Spesialis Anak di Rumah Sakit tersebut. Selama ini, memang Tama sering kali mengunjungi kliniknya bukan di Rumah Sakit.


"Loh, Tam ... Anaya melahirkan?" tanya Dokter Bisma.


Tama pun menganggukkan kepalanya, "Benar ... semalam Mas," balas Tama.


Dokter Bisma pun tersenyum dan juga merangkul Tama. "Wah, selamat yah ... dikejutkan dong ini. Visitasi keponakan sendiri," balas Dokter Bisma dengan tertawa.


Kemudian Dokter Bisma melangkah masuk dan menyapa Anaya yang berbaring di brankar dengan posisi setengah duduk, dan kemudian mengucapkan selamat juga kepada Anaya.


"Selamat ya Anaya ... akhirnya, lega yah ... punya twins sekarang di rumah," ucap Dokter Bisma.


"Terima kasih, Dokter," balas Anaya dengan tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Kemudian Dokter Bisma beralih kepada box bayi di samping brankar Anaya, dengan dua bayi kembar berjenis kelamin cewek dan cowok yang tertidur pulas di sana.

__ADS_1


"Wah, lucunya ... sekali lahir langsung dua yah. Baby girl dan baby boy. Sudah diberi nama?" tanya Dokter Bisma.


"Sudah Dokter ... Charla dan Charel," balas Anaya dengan melihat bayinya.


"Triple C yah di rumah ... kalau saya di rumah punya Dou A, Aksara dan Airlangga," balasnya.


Kemudian Dokter Bisma mengamati bayi itu, dan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Melakukan pengukuran fisik dengan mengukur panjang atau tinggi bayi, menimbang berat badan, dan lingkar kepala. Pengukuran ini dicatat dalam grafik pertumbuhan sehingga orang tua bisa melihat bagaimana kondisinya sewaktu lahir dan memastikan tidak ada tanda-tanda masalah yang muncul.


"Sudah minum ASI bayinya?" tanya Dokter Bisma kemudian.


"Iya sudah ... walau telat Inisiasi Menyusui Dini-nya karena aku belum sadar Dokter," balas Anaya.


Dokter Bisma pun menganggukkan kepalanya, "Tadi sudah keluar ASI-nya?" tanyanya lagi.


"Oke, pastikan si bayi mendapatkan ASI yah. Tidak ada makanan yang lebih baik dan bergizi untuk newborn baby selain ASI. Jadi, usahakan. Juga, si kembar berat badannya normal, Charla 2,45 kilogram dengan panjang 49 cm, sementara Charel 2.55 kilogram dengan panjang 50 cm. Si Baby juga sudah mendapatkan imunisasi pertamanya dan vitamin K, jadi nanti pastikan untuk si kembar mendapatkan imunisasi sesuai dengan jadwalnya," jelas Dokter Bisma.


Anaya dan Tama pun sama-sama menganggukkan kepalanya. Sangat bersyukur karena bayinya dalam keadaan baik dan juga sehat tentunya. Kemudian Dokter Bisma kembali tersenyum kepada Anaya dan Tama.


"Caesar yah jadinya?" tanyanya.


"Iya Mas ... semalam C-sectionnya, lumayan deg-degan karena Anaya mengalami tekanan darah tinggi," balas Tama.


"Tidak apa-apa. Caesar atau normal hanya metode bersalin. Dulu, Kanaya juga dua-duanya Caesar. Dijaga baik-baik saja, nanti kalau Dokter Kandungan visitasi pasti bilangnya akan disuruh tidak angkat beban berat, dan tidak berhubungan selama 6 minggu, karena bisa membuat nyeri panggul," ucap Dokter Bisma.


Tama pun tersenyum, "Tidak buru-buru, Mas ... lihat kemarin Caesar itu ngeri. Pisau dan gunting yang saling berdenting rasanya bikin ngilu. Usai itu, Anaya juga mengalami pendarahan karena bagian plasenta ada yang menempel di dinding rahim. Hatiku sampai habis," cerita Tama kepada Dokter Bisma.

__ADS_1


"Kamu kuat ... bisa menemani sampai proses penyembuhannya nanti yah. Selamat sekali lagi, nanti atau kapan kalau senggang aku akan datang dengan Istri," ucap Dokter Bisma.


"Iya Mas ... makasih banyak," balas Tama.


Sepeninggal Dokter Bisma, Anaya dan Tama kembali mengobrol. Keduanya merasa senang karena Si Kembar dalam keadaan yang baik.


"Kayaknya baru kemarin aku jadi Ibu Susu untuk Citra, sekarang aku mengulang masa-masa menyusui lagi ya Mas," gumam Anaya kepada suaminya.


"Iya, nanti aku beliin kantong ASIP dan ASI booster lagi ya Sayang. Biar Si Kembar tumbuh gemoy dan sehat," balas Tama.


"Iya Mas ... kenapa Charla dan Charel mirip kamu sih Mas ... itu kelihatan wajah kamu banget," balas Anaya dengan menunjuk kedua bayinya.


Tama pun terkekeh geli di sana, "Enggak lah ... mirip aku dan kamu, kan dia perpaduan kita berdua. Hasil inseminasi silang Tama dan Anaya, jadinya Anata Putri dan Putra," balas Tama.


"Kamu bisa aja ... dominan wajah kamu," balas Anaya lagi.


Tama kemudian menatap istrinya itu, "Namun, nanti mereka akan memiliki hati yang lembut seperti Mamanya. I Love U Mama Anaya," ucap Tama.


"Ups, salah ... I Love U, My Love!"


Anaya pun terkekeh geli karenanya. Bisa-bisanya suaminya itu menggombalinya dan membuatnya tertawa. Sampai Anaya mendesis dan memegangi perutnya.


"Jangan diajak ketawa terus Mas ... bekas jahitannya ngilu," balasnya.


Tama kemudian menutup mulutnya sendiri, "Oh, iya ... lupa kalau kamu punya bekas sayatan dan jahitan. Sorry My Love," balas Tama.

__ADS_1


__ADS_2