
Pulang dari kampus, kali ini Tama mengajak istrinya itu menuju ke belakang Grand Indonesia yang akhir-akhir ini memang viral dengan berbagai jajanan yang enak dan juga pas di kantong. Agaknya Anaya juga mengikuti beberapa food vlogger yang membuat konten dengan membeli jajanan di belakang Grand Indonesia, dan kali ini Anaya mengajak Tama untuk ke tempat itu.
“Mau beli apa di sana Sayang?” tanya Tama kemudian kepada istrinya itu.
“Mau beli jajanan banyak boleh Mas?” tanya Anaya terlebih dahulu kepada suaminya itu.
“Boleh … buat Bumilku tentu boleh,” balas Tama.
“Cuma, nanti aku jadi semakin ndut loh, Mas,” balas Anaya lagi.
Tama pun tersenyum di sana, “Enggak apa-apa. Ndut juga sexy kok. Ingat Sayang, di mataku kamu selalu cantik. Mau kurus mau ndut, di mataku kamu adalah Anaya, satu-satunya wanita yang aku cintai,” balas Tama dengan sungguh-sungguh.
"Sekarang cinta bilangnya gitu, kalau menikah makin lama bertahun-tahun dan aku makin tidak menarik, nanti tidak kamu lirik," balas Anaya dengan melirik sekilas kepada suaminya itu.
"Enggah lah Sayang ... janji, gak bakal seperti itu. Kalau aku sampai berubah, tolong ingatkan aku. Aku pun akan berusaha untuk selalu memandang kepadamu, My Love," balas Tama.
Anaya kemudian diam. Satu hal yang dia sadari bahwa kecantikan seorang wanita, khususnya kecantikan fisik itu hanya bertahan sesaat. Ketika wanita sudah hamil, mengalami kenaikan berat badan yang drastis membuat tubuhnya menggemuk. Ketika fase menyusui dan mengasuh bayi, ada kalanya seorang wanita hanya bisa memegang anaknya saja, sehingga untuk sekadar menyisir rambut saja begitu susah. Ketika fase menopause dan sistem tubuh serta reproduksi berubah, banyak yang tidak bisa mengimbangi sang suami.
Oleh karena itu, Anaya memahami bahwa tidak selamanya dirinya akan menjadi wanita yang menarik. Untuk itu, Anaya berani untuk berkata demikian kepada suaminya.
"Sudah jangan kepikiran. Di mataku, hanya ada kamu saja, My Lovely Sweety," balas Tama dengan menowel pipi chubby istrinya itu.
Perlahan Anaya pun tersenyum tipis, "Ya, bagaimana lagi ya Mas ... wanita itu sukar untuk seterusnya terlihat cantik. Badan yang kurus saja bisa melar seperti ini, wajah yang mulus dan bisa keriput saat dimakan usia, ketika aku sudah menua dan tidak menarik lagi apa ya kamu masih cinta?"
"Tetap cinta Sayang ... selalu cinta sama kamu," balas Tama dengan sangat yakin.
"Janji?"
"Iya, janji ... kita bisa melewati semuanya bersama. Kalau nanti aku semakin tua dan tidak menarik, apa berarti kamu juga akan tidak cinta sama aku?" Tama bertanya demikian, seolah mengubah pertanyaan yang sama kepada istrinya.
Anaya dengan cepat pun menggelengkan kepalanya, "Tidak ... aku akan selamanya cinta sama kamu. Kamu juga tahu kan Mas, satu-satunya pria yang aku cintai dan membuat jatuh cinta berkali-kali itu ya cuma kamu," balasnya.
__ADS_1
Ah, begitu lega hati Tama sekarang. Ketika Anaya mengatakan bahwa pria yang dicintainya hanya dirinya saja, membuat pria itu mengulum senyuman di wajahnya, dan juga menatap Anaya dengan pandangan yang penuh cinta.
"Makasih ... aku juga jatuh cinta setiap hari sama kamu, My Love ... sudah sampai, yuk kita turun. Ada ayam penyet viral di sini loh Sayang," ucap Tama kemudian.
"Mau jajan Bakwan Kalimantan, Dimsum Roxy, Seblak Oddi," ucap Anaya dengan terlihat sudah begitu ngiler membayangkan semua makanan dan jajanan yang enak di sana.
Tama pun tersenyum dan menggandeng tangan istrinya itu. "Yuk, kulineran ... healing dengan Bumil," balas Tama.
Mereka pun mulai menyusuri Kebon Kacang yang biasa disebut sebagai belakang Grand Indonesia itu. Terlihat aneka penjual yang menjual berbagai jajanan di sana. Anaya pun beberapa kali mengusapi perutnya, mungkin juga efek ngidam sehingga melihat aneka jajanan lezat, ingin membeli semuanya.
"Bakwan Kalimantan kan? Mau yang biasa atau yang Udang?" tanya Tama kepada istrinya.
"Mixed ya Mas ... oke," balas Tama.
Tama pun mendekat ke penjual Bakwan Kalimantan itu dan membeli tiga buah bakwan untuk istrinya. "Tiga ya Mbak ... mixed," pesannya.
"Istrinya hamil ya Mas?" tanya penjual itu.
"Saya bonusin satu yah, buat Mbaknya. Sehat selalu," balasnya penjual Bakwan Kalimantan itu.
Tentu saja Anaya tersenyum dan mengucapkan terima kasih karenanya, "Makasih banget ya Mbak," balas Anaya.
"Iya, Mbak ... sama-sama."
Tama kemudian kembali menggandeng tangan istrinya itu, "Yuk, Dimsum Roxy?" tanya Tama kemudian.
"Iya, mau," balasnya.
Tama pun membawa istrinya itu menyusuri jalanan itu dengan aneka banyak penjual di sana, dan kemudian dia menemukan Dimsum Roxy yang sering kali wara-wiri di kalangan food vlogger itu.
"Mau ini ya Mas," ucap Anaya dengan menunjuk aneka Dimsum itu.
__ADS_1
"Iya, My Love," balas Tama.
Pria itu kemudian membelikan Dimsum sesuai yang diinginkan Anaya. Jajanan ekonomis, tapi rasanya lezat. Sehingga kalau pun Anaya minta jajan banyak, tidak akan habis seratus ribu Rupiah.
"Beli minum juga Sayang ... yakin mau makan semua dan kamu enggak minum?" tanya Tama kemudian.
"Hmm, Jeruk Kasturi itu saja Mas ... yang seger-seger asam gitu enak kali yah," balasnya.
Lagi-lagi Tama tertawa, "Yuk, Mas beliin buat kamu," balas Tama.
Tama segera membelikan Jeruk Kasturi untuk istrinya dan meminta supaya es batunya sedikit saja, takut jika Anaya justru pilek usai meminum es. Setelahnya mereka masih berputar-putar di area Kebon Kacang. Seblak Oddi sudah dibeli, kemudian membeli Crepes Nutella, dan juga makanan lainnya.
Kemudian mereka masuk ke dalam mobil, sebatas menghidupkan mobil itu dan juga menyalakan pendingin mobil itu. Kemudian mereka makan jajanan itu di dalam mobil.
"Sudah kayak food vlogger yah? Jajan terus dibawa ke mobil, makannya di dalam mobil," balas Anaya dengan terkekeh geli.
"Kamu ini Sayang ... sekarang bacanya Noveltoon, nontonnya Youtube, jadi deh ...."
"Hiburannya Bumil dan Bu RT Mas ... abis baca novelnya Istri Tak Tergapai itu bikin emosi, bikin seneng, pengen ketemu sama Authornya deh ... kalau nonton Youtube untuk hiburan saja sih. Yuk Mas ... Mari kita coba ...."
Anaya menirukan salah satu tagline dari youtuber yang sering mengunggah video makanan itu. Tama pun justru terkekeh geli karenanya.
"Welcome back to my channel!"
Tama membalas dengan suara yang sedikit melengking. Hingga keduanya sama-sama tertawa. Tidak jadi makan, justru membuat candaan dan tertawa bersama.
"Kayaknya kita bisa Youtuber nih Sayang ... mantap jiwa!"
Anaya terkekeh mendengarkan ucapan suaminya itu, "Iya Mas ... kapan-kapan boleh. Kamu kan bisa editing video juga. Biar hidup kita makmur dan menggantungkan kepada addsense," balas Anaya dengan terkekeh geli.
Sungguh, Sabtu sore itu menjadi healing terbaik untuk keduanya. Membeli jajanan murah meriah, tertawa bersama. Si Bumil pun merasakan bahagia dengan serangkaian candaan bersama suaminya.
__ADS_1