Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu
Tummy Time!


__ADS_3

Sudah lebih tiga bulan berlalu sejak Anaya melahirkan, bahkan usia Si kembar Charel dan Charla saja sudah hampir memasuki usia 4 bulan. Ada perkembangan yang baik untuk kedua kembar Fraternal itu yaitu, mereka mulai menunjukkan tanda-tanda hendak tengkurap, seperti sering mengangkat kepala dan bahu sambil menahan perutnya, membusungkan dada, berguling ke depan atau ke samping, menendang kaki dan melayangkannya ke atas saat terlentang, dan juga bayi akan memiliki kaki dan pinggul yang tampak lebih kuat, seperti menggoyangkan pinggul dari sisi ke sisi dan menggunakan kaki untuk mengangkat pinggul ke atas.


Siang ini, ketika Anaya sedang menemani Citra membaca buku di ruang bermain, tiba-tiba saja si kembar dua-duanya berguling dan tengkurap dengan begitu saja. Citra yang melihat Anaya tengkurap dan mengangkat kepalanya sampai berteriak histeris.


"Mama, Mama ... itu adiknya tengkurap Ma," ucapnya.


Anaya pun beringsut dan melihat memang Charel dan Charla bisa kompakan tengkurap. Kedua bayinya itu berusaha mengangkat-angkat kepalanya, dan bibirnya penuh air liur karena berusaha tengkurap.


Anaya sampai menangis melihat milestone pertama bayinya itu. Sungguh, luar biasa melihat bayi-bayinya berkembang dan mencapai setiap milestone berdasarkan usianya.


"Kok Mama nangis Ma?" tanya Citra dengan menatap Mamanya.


"Mama senang kok Kak Citra ... artinya adiknya Kak Citra dua-duanya tumbuh dan berkembang. Dulu waktu bayi, dia cuma bobok, dan sekarang bisa tengkurap. Nanti lama-lama bisa melakukan aktivitas lain seperti duduk, merangkak, dan akhirnya berjalan," jelas Anaya kepada Citra.


"Nanti bisa berdiri dan bermain dengan Citra ya Ma?" tanyanya.


"Benar banget Sayang ... bisa minta tolong bantuin Mama mengambilkan tissue Sayang? Itu, adiknya bibirnya berliur deh," ucap Anaya yang meminta pertolongan dari Citra dan memang Anaya melibatkan Citra dalam mengasuh adiknya. Tujuannya supaya tidak ada gap antara Citra dan dua adiknya, selain itu kasih sayang dan perhatian bisa diberikan kepada anak-anak yang sedang membutuhkan lebih, sembari membiarkan ketiganya tumbuh bersama.


"Oke Mama ... Kak Citra ambilin tissue ya Adik," balasnya.


Citra kembali dengan membawa tissue dan menyerahkannya kepada Mamanya. "Ini Mama, bibirnya dilap dulu, Ma ... banyak liurnya," ucap Citra dengan menunjuk bagian bibir adik-adik bayinya.


"Tengkurap ini namanya apa Ma?" tanya Citra lagi.


"Namanya Tummy Time, Kak Citra ... lucu ya?"


Citra tampak mengangguk-anggukkan kepalanya, "Iya, lucu ... kepalanya lucu Ma," balasnya.


Di momen pertama ini, Anaya tidak lupa untuk memotret dua bayinya yang sedang tengkurap dan mengirimkannya kepada suaminya.


[To: Papa]

__ADS_1


[Papa, lihat nih ... Duo C tengkurap pertamanya. Lucu yah.]


[Katanya Kak Citra, adik-adiknya lucu, tapi bibirnya penuh air liur.]


[See U nanti sore ya Papa ....]


[Love U Always]


Walau hanya menggunakan handphone, tetapi Anaya ingin Tama tidak melewatkan fase tumbuh kembang kedua bayinya. Berbagi keceriaan dalam pengasuhan dengan suaminya.


"Mama, dulu Citra juga tengkurap kayak gini enggak Ma?" tanya Citra kepada Mamanya.


"Iya dong, Kak Citra juga tengkurap kayak gini. Lucu banget dulu kamu Sayang," ucapnya.


"Hiii, lucu ya Ma," balas Citra dengan tertawa-tawa dan menunjuk adik-adiknya.


Sepanjang siang dihabiskan oleh mereka berempat dengan bermain bersama. Nanti ketika suaminya pulang, dia akan meminta kepada suaminya untuk memasang cermin besar di ruang bermain supaya bisa menstimulasi perkembangan Si Kembar.


Sore pun tiba …


Papa Tama pulang dari kantornya dengan membawa buah tangan untuk istrinya dan juga Citra. Dia sengaja mampir ke gerai burger dan membelikan burger serta friend fries untuk dibawa pulang.


"Papa pulang," ucapnya begitu memasuki rumah.


"Papa," teriak Citra melihat kedatangan Papanya.


"Iya Kak Citra, kok yang bukain Kakak ... Mama mana?" tanyanya.


"Mama baru gantiin diapers Charla, Pa ... Charla abis pup," jawabnya.


Akhirnya, Tama menyerahkan paper bag yang berisi burger itu kepada Citra. Kemudian mengajak Citra untuk naik ke lantai dua, menuju ke kamar mereka. Tampak Tama melihat Anaya yang masih menggunakan diapers untuk Charla yang memang usai pup.

__ADS_1


“Sini aku bantuin Sayang,” ucap Tama begitu masuk ke dalam kamar.


“Tidak usah, Mas … kamu mandi dulu saja,” balas Anaya.


“Sudah, sana … sini biar aku yang bersihkan sekalian kotor. Setelah selesai, baru aku akan mandi,” balasnya.


Anaya pun akhirnya mengalah dan membiarkan suaminya itu untuk membersihkan Charla yang sedang pup. Sebenarnya memang Anaya bisa sendiri, tapi memang begitulah Tama, begitu sudah sampai di rumah, dia akan menjadi Papa yang super siaga untuk anaknya.


Bahkan Tama begitu telaten membersihkan area pantat bayi dan juga mengenakan kembali diapers. Setelahnya dia membuat kotoran ke dalam closet dan membuang diapers yang kotor ke tempat sampah dalam kantong plastik. “Sudah yah? Ada yang masih mau dibantuin?” tanyanya.


“Enggak … sudah kok Papa. Sana Papa mandi dulu,” ucap Anaya.


“Iya, dimakan Burgernya, Mama … tadi aku mampir beliin Mama dan Kak Citra burger. Mandi dulu yah, mau nemenin?” tanyanya.


Anaya tampak menggelengkan kepalanya, “No … No, Papa. Makasih banyak Papa,” ucapnya.


“Makasih Papa.” Giliran Citra yang mengucapkan terima kasih kepada Papanya.


Hanya membutuhkan waktu 15 menit, Tama sudah keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang wangi dan juga segar. Dia tampak segera menghampiri keluarganya yang kini berkumpul bersama. “Tadi, tummy time yah Charla dan Charel?” tanyanya.


“Iya Papa … berguling sendiri terus tengkurap deh,” balas Anaya. Sengaja dia memanggil suaminya dengan sebutan Papa karena ada Citra. Mengantisipasi supaya Citra tidak ikut memanggil Mas saja kepada Papanya sendiri.


“Bagus Sayang … nanti lama-lama tambah pinter. Sering dilatih tummy time tidak apa-apa Sayang. Biar bagian leher dan bahu otot-ototnya lebih kuat. Selain itu, sering tengkurap juga akan mencegah kepala si Kecil menjadi peyang alias datar di bagian belakang (plagiocephaly posisional).”


Tama menjelaskan kepada istrinya bahwa tengkurap sangat bagus untuk bayi. Bahkan dia menyarankan agar Anaya melatih Twins C untuk bisa tengkurap, karena memang sangat bagus untuk Charel dan Charla.


“Iya Papa … kapan-kapan pasangin cermin besar di ruang bermain boleh enggak Pa? Kan dengan cermin, mereka seakan melihat dirinya sendiri dan juga bisa membuatnya makin belajar untuk mencapai milestonenya. Walau tujuan utama bukan milestone, tapi kita orang tua yang harus terus menstimulasinya,” balas Anaya.


“Oke Sayang … nanti aku pasangin cermin besar di tembok kan? Cermin besar kayak punya orang yang latihan dance kan?”


“Iya, biar mereka bisa melihat pergerakannya sendiri, memicu rasa ingin tahu dan memotivasinya untuk berlatih."

__ADS_1


Ya, cermin bisa dipakai untuk melatih Si Kecil berkembang. Di rumah kita bisa menggerakkan cermin perlahan-lahan ke atas guna melatih kemampuannya mengangkat kepala dan memperkuat otot-otot di lehernya.


__ADS_2