Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu
Image Ibu Tiri


__ADS_3

"Maafkan Tama sebelumnya Ayah dan Bunda ... hanya saja, Tama memang membutuhkan pendamping untuk mengasuh Citra. Lagipula, Anaya adalah seorang ibu yang baik. Anaya lah yang memberikan ASI-nya untuk Citra sejak Citra berusia dua minggu sampai sekarang. Untuk wanita yang meluangkan waktu dan memberikan kasih sayangnya kepada Citra, maka Tama menikahinya," balas Tama.


Bagaimana pun Tama berbicara dengan sopan. Tama seolah ingin mengatakan bahwa Anaya adalah wanita yang baik dan Ibu yang baik untuk Citra. Di mana lagi dia bisa mendapatkan wanita sebaik dan sepengertian Anaya? Jodoh sudah Tuhan tunjukkan di depan mata, sehingga Tama pun meminang Anaya, meminta wanita itu mendampinginya dan juga menjadi ibu untuk Citra.


"Siapa yang bisa menjamin kalau wanita itu akan menyayangi Citra dengan tulus. Faktanya selama ini Ibu Tiri hanya menginginkan Ayahnya saja, dan bertindak semena-mena kepada anak tirinya. Semua ibu tiri akan seperti itu," balas Bunda Rini.


"Maaf Bunda ... Anaya bukan wanita yang seperti itu," balas Tama.


Agaknya Mama Rina yang meradang kali ini, "Mohon jangan diteruskan Bu Rini ... saya yang melihat bagaimana Anaya cemas ketika Citra demam. Anaya yang rela menginap di sini kala Citra demam tumbuh gigi. Anaya bahkan yang belajar perlahan untuk mengasuh Citra, dari memberikan ASI, menyuapi, memandikan, bahkan membersihkan diapersnya saja Anaya mau melakukannya untuk Citra. Bagi Anaya, Citra sudah selayaknya anaknya sendiri," balas Mama Rina.


"Ya itu karena berusaha mendapatkan hatinya Tama," balas Bunda Rini.


Mama Rina dan Papa Budi yang mendengarkan ucapan Bu Rini rasanya begitu sebal. Mereka berdua yang melihat bagaimana Anaya benar-benar mengasihi Citra dengan sangat baik. Namun, mereka tiba-tiba datang dan mengatakan tuduhan yang tidak mendasar.


"Kalau nanti dia hamil anak kalian, pasti kasih sayangnya hanya untuk anak kandungnya saja, dan Citra akan tersisihkan," balas Bunda Rini.


Merasa disudutkan untuk hal yang tidak pernah dia lakukan, Anaya menangis. Rasanya seperti ini disudutkan untuk kesalahan yang tidak pernah dia lakukan. Mengapa orang tua bisa meragukan dirinya yang benar-benar memberikan yang terbaik untuk Citra. Anaya berani bersumpah, bahwa alasan pertama yang membuatnya mau menikahi Tama adalah Citra. Setelahnya barulah Tama yang menjadi alasan keduanya. Bahkan di bulan-bulan di mana Anaya merasa cintanya untuk Tama kembali bersemi, Anaya memilih menekannya dan sama sekali tidak menunjukkannya.


Stigma ibu tiri yang kejam, yang hanya sayang kepada anak jika suaminya ada, yang hanya mencintai suaminya dan hartanya agaknya masih begitu melekat erat di mata masyarakat. Padahal, di luar sana banyak juga ibu tiri yang menyayangi anak tirinya sama seperti seperti sayangnya kepada anak kandungnya. Anaya sendiri juga begitu menyayangi Citra.


"Alasan Anaya menerima pinangan Mas Tama karena Anaya sayang kepada Citra, sungguh Anaya tak memiliki niat lain," ucapnya kali.

__ADS_1


Anaya bukan membela dirinya, tetapi Anaya ingin mengatakan kepada orang yang belum mengenalnya dengan baik bahwa dia begitu sayang kepada Citra. Dulu, beberapa kali Ayah Tendean mengatakan untuk tidak terlalu menyayangi Citra karena jika Tama menikah lagi, Anaya akan terluka. Nyatanya tidak bisa, Anaya terus dan terus sayang kepada Citra.


"Tidak semua ibu tiri seperti itu. Anaya bahkan siap berkorban dan melakukan apa pun untuk Citra," ucapnya lagi.


Melihat Anaya yang berlinangan air mata, Tama menghela nafas dengan kasar. Wanita yang dia nikahi kemarin, sekarang justru menangis seperti ini. Tama menggenggam tangan Anaya di sana.


"Tenang, Ay ... tidak apa-apa. Terkadang apa yang kamu lakukan tidak perlu dimengerti oleh orang lain. Akan tetapi, aku, Mama, dan Papa tahu ketulusanmu untuk Citra. Kami sangat tahu bahwa kamu adalah sosok Ibu yang baik dan tepat untuk Citra," balas Tama.


Tama kemudian menatap kepada kedua mantan mertuanya itu, "Ayah dan Bunda ... mohon jangan selalu berprasangka buruk. Coba kenallah dengan Anaya, dan Anda akan melihat seberapa besar kasih sayang yang Anaya berikan untuk Citra. Di depan pusara Cellia, Tama berjanji bahwa Tama akan terus menyayangi Citra dan mengasuh Citra dengan baik. Jika pun nanti kami memiliki anak lagi, Anaya pun akan menyayangi Citra dengan kasih sayang yang sama besarnya."


"Itu pun belum pasti. Bisa saja dia hanya memperdayamu dengan menyayangi Citra," balas Bunda Rini.


Air mata Anaya kembali berlinang. Untuk apa yang sudah dia lakukan untuk Citra, tak pernah Anaya menganggapnya sebagai bentuk pengorbanan, tetapi itu wujud cinta kasihnya yang mau melakukan apa pun dengan ikhlas. Bahkan Anaya pun menolak kala Tama akan memberikannya gaji lebih, itu semua karena Anaya merasa tujuannya adalah untuk Citra, mengasihi bayi kecil itu dengan kasih sayang seorang ibu yang dia miliki.


Sungguh, Anaya benar-benar mulia. Untuk Citra, untuk membuktikan bahwa dia akan menyayangi Citra, Anaya bahkan sampai mengangkat rahimnya. Pengorbanan semacam apa lagi yang mereka minta agar mereka bisa percaya kepada Anaya.


"Anaya, jangan seperti itu ... tidak usah menghiraukan mereka," balas Mama Rina.


Tama pun menggelengkan kepalanya, "Tidak perlu membuktikan apa pun, Ay ... aku sangat mengenal kamu," balas Tama.


Tidak kuasa melihat perdebatan ini, Tama kemudian menatap Bunda Rini dan Ayah Harja di sana.

__ADS_1


"Ayah dan Bunda, ketika hati mengeras melunakkannya akan sangat sukar. Hanya saja, Tama akan membuktikan bahwa kami mengasuh Citra dengan kasih sayang yang tulus. Kenapa memberikan tuduhan yang tidak berdasar? Tidak selamanya image seorang ibu tiri layaknya cerita di Cinderella. Ibu tiri yang baik dan menyayangi anak tirinya bahkan melebihi dirinya sendiri juga ada. Mohon Ayah dan Bunda bisa memaklumi semuanya itu. Jangan mencari masalah dengan berdasar pandangan yang selama ini terjadi di masyarakat. Apakah Bunda tega melihat wanita yang sudah mengasuh cucu Bunda sendiri layaknya ibu kandung mengangkat rahimnya sendiri hanya untuk cucu Bunda? Maaf Bunda, jangan egois. Tama yang tahu bagaimana Anaya dalam satu tahun ini. Percayalah, Tama akan selalu mengenang Cellia, kami akan menceritakan bagaimana sosok Cellia sebagai seorang Mama yang sudah melahirkan Citra. Apakah Bunda dan Ayah tidak senang melihat cucunya tumbuh didampingi Mama dan Papanya? Apakah Bunda dan Ayah mau melihat Citra memiliki potret keluarga yang tidak utuh dan juga merasa rendah diri karena hangatnya cinta Ibu tak pernah dia rasakan? Mohon jika sudah tidak ada keperluan, Bunda dan Ayah bisa pulang. Jangan khawatirkan Citra, Tama akan membesarkan dengan sepenuh hati," ucapnya panjang dan lebar.


Hendaknya jangan menghakimi orang lain menurut takaran yang menurut pandangan kita benar. Penghakiman hanya dari Tuhan saja. Namun, sering kali manusia hanya memandang dari apa yang dilihatnya saja. Gajah di depan mata tak tampak, tetapi kuman di seberang lautan begitu tampak.


Happy Reading! Be Positive Thinking!


***


Dear Bestie,


Terima kasih untuk dukungan My Bestie semuanya yah. Mas Duda Mencari Ibu Susu menempati Rangking 1 Karya Baru, dan Rangking 2 Karya On Going Populer.




Selalu dukung ya Bestie. Jangan lupa berikan dukungan, komentar terbaik sampai tanggal 31 yah ...


Author akan umumkan Give Away nanti, dan jangan lupa follow nama pena Author Kirana Pramudya untuk pengiriman hadiah.


Terima kasih untuk dukungannya. Tanpa kalian, karya ini hanya sebutir debu di tengah Gurun Sahara. 😅😅

__ADS_1


Love U All,


Kirana


__ADS_2