Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu
Bimbingan Thesis


__ADS_3

Selang beberapa hari berlalu, kini Anaya ke kampusnya untuk mengajukan judul Thesis dan sekaligus mendapatkan Dosen Pembimbing. Seperti yang pernah dia obrolkan dengan Khaira dulu, kali ini Anaya pun jika bisa akan mengajukan untuk mendapatkan Dosen Pembimbing Khaira. Walau memiliki faktor kedekatan, tetapi Anaya yakin Khaira akan bisa membimbingnya dengan profesional.


Tama pun setia mengantar istrinya itu ke kampusnya. Tampak Tama mengusapi puncak kepala Anaya di sana, "Sudah semua filenya?" tanyanya.


"Sudah, sudah aku print rangkap tiga sih Mas ... untuk jaga-jaga. Semoga saja dapat Dosen Pembimbingnya Bu Khaira yah," balasnya.


Tama pun tertawa, "Dapat siapa pun tidak masalah, Sayang ... asalkan kamu mengerjakan dengan teliti, semangat, dan sepenuh hati, siapa pun Dosen Pembimbingnya tidak jadi masalah kok," balasnya.


Apa yang disampaikan Tama ada benarnya. Asalkan memiliki niat dan kemauan sudah pasti akan bisa menyelesaikan Thesis dengan cepat dan terarah. Toh, Dosen Pembimbing itu tugasnya membimbing, dan mahasiswa yang harus memiliki niat dan juga cara kerja untuk bisa menyelesaikan Thesisnya. Jadi, menurut Tama siapa pun Dosen Pembimbingnya tidak masalah.


"Iya sih ... cuma kalau dapat yang sudah kenal, mau tanya-tanya untuk hipotesis atau kerangka berpikir, bahkan untuk statistika data kan enak, Mas," balas Anaya.


"Iya, ya sudah ... nanti kalau sudah selesai, kabarin aku ya Sayang," balas Tama.


"Iya Mas ... hati-hati. Aku ke kampus dulu ya Mas," pamitnya.


Anaya pun memasuki gedung pasca sarjana dan mulai menemui Kepala Prodi terlebih dahulu. Rupanya di Kepala Prodi tidak berlangsung lama, karena dia segera diarahkan ke Biro Thesis yaitu Pak Sardjono. Di sana dicek kelengkapan dan syarat untuk bisa mengajukan Thesis.


"Jadi, semua persyaratan sudah yah? Mata kuliah di semester ini hanya tinggal Thesis saja?" tanya Pak Sardjono kepada Anaya.


"Iya, sudah semuanya, Pak ... hanya tinggal Thesis saja," balas Anaya.


"Rencananya ingin mengambil kualitatif atau kuantitatif?" tanya Pak Sardjono lagi.


Memang biasanya, para mahasiswa akan ditanyai perihal penelitian yang mereka ambil memakai metode kualitatif atau kuantitatif. Biasanya Kepala Biro akan memberikan Dosen Pembimbing berdasarkan dengan metode penelitian dan juga masalah yang diambil oleh mahasiswa.

__ADS_1


"Ingin Dosen Pembimbing siapa Bu Anaya?" tanya Pak Sardjono lagi.


"Kalau Bu Khaira bisa enggak Pak? Soalnya saya ingin konsentrasi di Pendidikan Anak, dan saya dengar Bu Khaira termasuk salah satu dari Dosen yang memang fokus ke Pendidikan Anak," balas Anaya.


Terlihat Pak Sardjono menganggukkan kepalanya perlahan. "Ya, bisa ... hanya semester ini mungkin Bu Khaira terakhir untuk menjadi Dosen Pembimbing. Sudah dengar belum, kalau Bu Khaira akan melanjutkan Studi S3?"


"Oh, iya ... agak dengar sih Pak," balas Anaya.


Akhirnya, merasa sudah cukup konsultasi di kepala biro dan juga mendapatkan Dosen Pembimbingnya adalah Khaira, sekarang Anaya sekalian mampir ke kantor dosen milik Khaira. Jika bisa sekaligus ingin melakukan bimbingan terlebih dahulu dengan Khaira.


"Permisi Bu Khaira," sapanya dengan mengetuk pintu ruangan dosen itu.


"Ya, silakan masuk," sahut Khaira dari dalam.


Melihat Anaya yang datang, Khaira sudah tersenyum dan berdiri di sana. "Sudah aku tebak ... aku hafal dengan suara kamu," balas Khaira dengan tertawa.


"Iya, mungkin kita dekat yah ... jadinya hafal," balas Khaira.


Anaya kemudian mengambil duduk di depan meja dosen dan mulai berbicara dengan serius dengan Khaira. Memahami jika di kampus Khaira adalah Dosennya, Anaya pun memakai bahasa yang lebih formal dengan Khaira.


"Karena di kampus, kembali ke settingan awal ya Bu ... ini saya mendapatkan Dosen Pembimbingnya Bu Khaira. Ini surat pengantarnya dari Kepala Biro," ucap Anaya.


Khaira tersenyum, rupanya Anaya benar-benar mengajukan kepada kepala Biro untuk dibimbing olehnya. Hingga akhirnya, Khaira pun menganggukkan kepalanya.


"Baiklah ... akhirnya yah ... sudah semester akhir, dan usai ini lulus," balas Khaira.

__ADS_1


"Benar Bu. Setelahnya bisa fokus dengan mimpi yang lainnya," balas Anaya.


"Bisa saya lihat judul dan mungkin Bab 1 kalau ada?" tanya Khaira.


Anaya pun menyerahkan map miliknya dan Khaira mencek untuk judul di sana.


Pendekatan Pembelajaran dengan Metode Montessori di Panti Asuhan Kasih Ibu Jakarta.


Khaira tampak memahami baik-baik metode tersebut, kemudian dia bertanya kepada Anaya. Meminta penjelasan dari Anaya mengapa mengambil judul tersebut.


"Kenapa kamu memilih Metode Montessori, Anaya?" tanyanya.


"Sebab, metode Montessori ditekankan pada minat dan bakat anak, Bu ... metode ini sifatnya fleksibel bahwa bisa diterapkan di rumah atau di sekolah. Paradigma yang ada sekolah Montessori itu mahal, padahal orang tua bisa mempraktikkannya di rumah. Sebab, pembelajaran dengan metode ini berfokus pada kehidupan sehari-hari, melalui panca indera atau bisa disebut pembelajaran sensorial, bahasa, dan matematika," jelas Anaya.


"Oke ... tapi buku-buku pendukung Montessori learning itu mahal, dan kemudian adanya buku-buku bahasa Inggris. Jadi, kamu tidak masalah jika untuk sumber referensi harus berusaha sendiri," balas Khaira.


Anaya pun menganggukkan kepalanya, "Iya, ada sponsornya kok Kak ... Mas Tama siap mensponsori bukunya," balas Anaya.


Khaira yang mendengarkannya pun tertawa, "Oke ... bisa dikumpulkan dulu Bab 1 nya, dan nanti kalau perlu revisi, harap direvisi yah," ucap Khaira.


"Baik Bu Khaira. Makasih banyak. Tadi saya dengar ini semester akhir, Bu Khaira membimbing Thesis, jadi saya gak ingin kehilangan momentnya," balas Anaya.


Khaira pun menganggukkan kepalanya, "Benar ... untuk mengajar masih lanjut, karena kampus mengizinkan untuk pengajaran jarak jauh berbasis internet. Sementara untuk Dosen Pembimbing, off dulu selama dua semester," balas Khaira.


"Makanya itu saya mau belajar sungguh-sungguh ini dari Bu Khaira," balas Anaya.

__ADS_1


Keduanya pun tertawa. Walau sudah saling kenal, tentu pembimbingan Thesis akan berjalan profesional. Selain itu untuk mengurai Metode Montessori memang dibutuhkan banyak referensi. Anaya tidak masalah, asalkan bisa lulus dan dibimbing oleh Dosen yang dinilainya ahli di bidangnya.


__ADS_2