Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu
Bukan Mas Duda Mencari Ibu Susu - The End!


__ADS_3

Usai menjelaskan semuanya kepada Citra, rasanya Tama dan Anaya merasa benar-benar lega. Siapa yang sudah melahirkan Citra, dan bagaimana kehadiran Anaya dalam hidup Citra, semuanya dijelaskan Papa Tama dengan jelas dan walau sederhana, tetapi Papa Tama yakin bahwa Citra bisa memahaminya.


Hingga ketika anak-anak sudah tertidur, tampak Tama sekarang memeluk Anaya di sana. Tama sangat tahu bahwa yang perlu dia tenangkan bukan hanya Citra, tetapi juga istrinya yaitu Anaya. Namunm Tama hanya bisa menenangkan Anaya begitu anak-anaknya sudah tertidur.


"Kamu pasti kepikiran ya Sayang?" tanya Tama kepada istrinya itu.


"Iya, Mas ... soalnya sejak pulang sekolah, Citra terlihat murung. Untunglah sekarang semuanya sudah clear. Aku juga bukan ibu tiri yang jahat kan Mas?" tanya Anaya.


Dengan cepat Tama pun menggelengkan kepalanya. "Tidak, kamu justru ibu sambung yang memiliki kasih sayang untuk Citra seperti ibu kandung. Aku sendiri saksinya, Sayang," ucap Tama.


Ya, apa yang disampaikan Tama adalah benar adanya. Baginya, Anaya adalah seorang ibu sambung yang justru memiliki kasih sayang yang begitu besar untuk Citra. Seorang ibu yang menyayangi Citra dengan tulus dan tanpa syarat. Tidak pernah mengharapkan apa pun, bahkan sejak Anaya menjadi Ibu Susu untuk Citra.


"Syukurlah ... kupikir, aku adalah ibu tiri yang jahat. Jujur, aku menjadi takut tertolak sama Citra," balas Anaya.


"Tidak Sayang ... kadang suara-suara dari luar itu bisa membuat sesuatu menjadi tambah runyam, Sayang. Untung Citra bisa membedakan semuanya, dan tentu Citra sangat sayang sama kamu," balas Tama.


Kini, Anaya beringsut. Wanita itu segera memeluk tubuh suaminya dengan kedua tangannya yang melingkari pinggang suaminya. Wanita itu pun mencerukkan wajahnya di dada suaminya, dan beberapa kali Anaya memejamkan matanya. Dengan posisi inilah, Anaya berusaha untuk menenangkan dirinya. Pun dengan gerakan tangan Tama yang mengusapi puncak kepala Anaya.

__ADS_1


"Jangan terlalu dipikirkan ya Sayang," ucap Tama dengan lembut.


"Iya Mas, tidak apa-apa," balas Anaya.


Sungguh, Anaya merasa tidak apa-apa. Toh juga Citra sudah bisa menerima keberadaannya dengan berbicara jujur dan juga menjelaskan dengan pelan-pelan kepada Anaya.


"Dulu, aku pikir bahwa aku hanya seorang duda muda yang sedang mencari ibu susu untuk bayiku. Tidak kusangka, bahwa aku menjadi jatuh hati kepada ibu susu bayiku. Bisa menumbuhkan cinta dan perasaan yang dulu bisa singgah, bahkan sekarang perasaan ini tumbuh dengan besar. Jatuh bangunnya aku ketika kepergian almarhumah menjadi titik terendah dalam hidupku. Kamu pun menjadi saksinya Sayang. Jika, saat itu aku tidak bertemu dengan kamu, tidak bertemu dengan Ibu Susu ini tidak tahu bagaimana hidupku," ucap Tama.


Anaya sedikit beringsut, kini Anaya memberanikan dirinya untuk mendaratkan bibirnya di atas bibir suaminya. Wanita itu menyapa sang suami dengan penuh kelembutan. Mengecupnya perlahan-lahan.


"I Love U ... dulu kamu adalah Mas Duda yang Mencari Ibu Susu. Sekarang kamu adalah suamiku, imamku, dan pendamping hidupku. I Love U," ucap Anaya.


Sebatas kecupan, hingga akhirnya bibir Tama bergerak perlahan memagut dengan lembut, menghisap, dan mengusapnya dengan lidahnya. Keduanya larut dalam ciuman yang begitu padu dan juga intens. Kedua mata terpejam, nafas yang berhembus kian menderu, dan juga dengan tangan Anaya yang bertengger di dada suaminya itu.


Bibir bertemu dengan bibir. Lidah yang saling mengusap, hingga keduanya sama-sama memuaskan dahaga. Ada rasa yang sekarang menyeruak di dalam dada. Hingga keduanya larut. Saling mengecup, saling memagut, dan juga saling menghisap.


Sekian menit berlalu dan jiwa keduanya terasa bergelora, tetapi Tama segera menarik wajahnya. Pria itu tersenyum menatap wajah Anaya yang sudah memerah di sana.

__ADS_1


"Terima kasih Sayangku ... kamu hadir dalam hidupku dan juga mengubah segalanya. Dulu, hidupku serasa abu-abu, suram, dan tidak ada warna. Kehilangan dalam hidup membuatku terpuruk. Namun, perlahan-lahan aku memberanikan diri dan memulai hidup baru dengan melamar kamu, menjadikan kamu satu-satunya kekasih hatiku. Kamu yang membuatku melepas masa dudaku. Aku menjadi Tama yang baru. Bukan Mas Duda yang Mencari Ibu Susu," ucap Tama.


Sepenuhnya Tama menyadari bahwa semuanya telah berubah. Dulu, dia merasakan bahwa hidupnya terpuruk. Bahkan Tama sempat berpikir bahwa dirinya akan selamanya menduda. Namun, rupanya semuanya salah. Sejak bertemu dengan Anaya, intensitas pertemuan yang nyaris setiap hari, dan melihat bagaimana Anaya merawat dan meng-ASI-hi Citra, perlahan-lahan mulai menggetarkan hati Tama. Membuat Tama memberanikan dirinya untuk melangkah maju dan mengutarakan keinginannya untuk bisa meminang Anaya. Menjadi Anaya pendamping hidup dan sekaligus ibu untuk anak-anaknya. Itu pun terjadi, karena rumah tangga keduanya juga Tuhan anugerahi dengan Kembar Fraternal yang menyempurnakan hidup keduanya yaitu dengan lahirnya Charel dan Charla.


Anaya pun tersenyum di sana. "Sekarang kamu menjadi Mas Tama Cintanya Anaya," balas Anaya.


Tama pun tertawa pelan dan kemudian menganggukkan kepalanya. Juga dengan dekapan erat di tubuh Anaya. "Iya, Mas Tama ini sudah menjadi Cintanya Anaya ... dan Anaya adalah Cintanya Mas Tama. Cinta terakhir dalam hidupku," balas Tama.


"Kisah kita akan segera usai, Mas ... tetapi akan banyak kisah-kisah lain yang tercipta. Terima kasih Mas Duda, eh ... Mas Tama. I Love U," ucap Anaya.


"I Love U too, My Love!"


Tidak ada yang sempurna dalam lika-liku kehidupan manusia. Layaknya sebuah buku cerita, ada kalanya beberapa Bab berisi cinta yang membuat hati kita berbunga-bunga. Ada kalanya beberapa bab membuat kita berurai air mata. Juga ada beberapa bab yang membuat kita merefleksi diri kita sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


Pun begitu kehidupan Tama dan Anaya yang jauh dari kata sempurna. Namun, keduanya bisa menyingkapi semuanya dengan positif. Tidak terpuruk, ketika jatuh. Tidak kehilangan kepercayaan, ketika ada masalah yang mengikis keharmonisan keduanya. Cinta kasih dalam keluarga yang menjadi dasar utama untuk menyatukan keduanya.


Terima kasih untuk seluruh dukungan Bestie semua di kisah Mas Duda Mencari Ibu Susu. Tiada kata yang lebih indah selain, rasa syukur dan terima kasih untuk seluruh pembaca setia semuanya.

__ADS_1


-TAMAT-


__ADS_2