
Tidak menunggu terlalu lama, Tama segera mewujudkan permintaan Anaya untuk memasang cermin di ruang bermain anak-anak. Tujuannya adalah untuk terus bisa menstimulasi tumbuh kembang anak-anak mereka. Selain itu, cermin bisa dimanfaatkan untuk melatih si Kembar mengamati tingkah dan perilakunya, dan juga melatih kemampuan motoriknya.
Sekarang, Papa Tama sedang memantau langsung tukang yang datang ke rumah, untuk memasang cermin itu. Full satu bagian di tembok dipasangi Tama dengan cermin yang begitu besar, layaknya untuk latihan dance.
"Pastikan aman untuk bayi ya Pak," ucap Tama yang meminta pemasangannya rapi dan aman tentunya.
"Siap Pak ... semuanya aman kok Pak Tama. Untuk yoga atau latihan menari ini?" tanya pemasang cermin itu.
"Untuk bermain anak-anak kok Pak ... yang Kembar sudah mulai Tummy Time, biar semakin semangat belajar dan mengangkat kepalanya sendiri," balas Tama,
"Wah, sayang anak ya Pak," jawab tukang itu sambil tertawa.
Bukan hanya dipasangi cermin yang super besar, Tama juga membelikan berbagai mainan edukasi untuk si Kembar. Mulai dari baby gym yang berupa tempat tidur bayi dengan berbagai mainan gantung di atasnya, krincingan atau biasa disebut Rattle karena mainan ini mengeluarkan suara gemerincing, dan teether yang merupakan mainan yang digigit untuk menstimulasi pertumbuhan gigi bayi.
"Iya Pak ... kalau anaknya berkembang dengan baik, orang tua kan juga pasti suka," balasnya.
Jika di dalam ruangan dipasangi cermin, maka di luar rumah, di taman yang ada di serambi rumah, mulai dipasang jenis gavalum berwarna transparan, dan kemudian Tama membelikan plosrotan untuk Citra. Papa muda itu mewujudkan taman bermain untuk anak-anaknya. Jika, mereka bosen di dalam rumah, bisa bermain di taman. Walau tidak begitu luas, tetapi bisa dimanfaatkan untuk bermain bersama.
"Plosrotannya buat Citra ya Ayah?" tanyanya.
"Iya, buat Citra ... cuma nanti kalau adik bayi sudah bisa bermain ya buat bersama-sama yah ... sharing is caring," jawab Tama.
"Iya Papa," balas Citra dengan menganggukkan kepalanya.
Sementara sore harinya, Anaya menggendong Charel dan Tama menggendong Charla tampak menunggui Citra yang sedang plosrotan dengan begitu bersemangat.
"Hati-hati Kak Citra ... kalau capek istirahat dulu," ucap Anaya kepada Citra.
__ADS_1
"Iya Mama ... Citra senang," teriaknya dengan begitu girang.
"Makasih Papa, sudah membuatkan ruang bermain dan sekaligus taman bermain untuk Kiddos di rumah," ucap Anaya.
"Sama-sama Sayangku ... kamu ingin apa Sayang? Nanti kalau bisa aku wujudkan, sudah pasti akan aku wujudkan," balas Tama,
Tampak Anaya menggelengkan kepalanya perlahan, "Kamu sehat dan anak-anak sehat, juga sudah seneng banget kok Mas. Mau apa lagi coba? Kalau semuanya sehat dan tidak sakit, anak-anak tumbuh bahagia, sebagai seorang Mama, aku juga sudah begitu bahagia," balasnya.
"Kan sekali-kali kamu meminta tidak apa-apa, My Love ... kalau ada berlebih pasti aku cerita dan menawarkan ke kamu," balasnya.
"Uangku juga banyak kok Mas ... itu tunjangan belajar dari beasiswa terkumpul banyak banget itu. Kalau kamu mau pakai, pakai saja," balas Anaya.
Tama tampak menggelengkan kepalanya, "Enggak ah, itu punya kamu. Suami itu harusnya memberi istri dong Sayang, bukan memakai apa yang menjadi milik istri. Gak bagus Sayang," balasnya.
"Kan dipakai sama-sama juga tidak masalah Mas," balas Anaya.
Begitu hari hampir petang, Tama mengajak Citra untuk masuk ke dalam rumahnya. "Kak Citra, udahan dulu udahan dulu yuk mainnya. Sudah hampir gelap dan anginnya kencang. Besok main lagi yuk," ajaknya.
"Ya sudah, lima menit lagi yah ... besok main lagi dan plosrotannya punya kita sendiri. Besok main lagi masih bisa," balasnya.
"Iya Papa," balas Citra.
Tepat lima menit, Citra pun masuk ke dalam rumah. Mama Anaya mengurusi si Kembar, dan Tama mengajak Citra untuk mencuci tangannya di kamar mandi.
"Ayo, setelah bermain cuci tangan dan kaki dulu yah. Jaga kebersihan itu baik," ucap Tama.
"Iya Papa ... biar tidak ada kuman kan Pa?" tanya Citra lagi.
__ADS_1
"Benar Sayang ... apalagi kan ada adik bayi. Harus lebih menjaga kebersihan," balas Tama,
"Papa, nanti kalau Papa punya uang belikan ayunan ya Pa ... waktu di Taman Baca, Citra mau seluncuran dan ayunan, Papa. Keren dan seru banget," balasnya.
"Oke, kalau Papa sudah gajian ya nanti. Tunggu dulu dengan sabar yah," balas Tama.
Sebenarnya Tama bisa membelikan ayunan yang Citra minta sekarang juga. Akan tetapi, dia tidak memberikannya. Tama juga ingin Citra akan terbiasa dengan yang namanya proses. Menunggu dengan sabar, karena nanti pasti juga akan diberikan.
"Makasih Papa," balas Citra dengan tersenyum menatap Papanya.
Kemudian Tama dan Citra menyusul Mama Anaya dan si Kembar di ruang bermain. Rupanya di sana, Charel dan Charla kembali tengkurap dan mengangkat-angkat kepalanya. Citra pun begitu reaktif, dia segera mengambilkan tissue karena dia sudah tahu ketika adik-adiknya tengkurap, pastilah akan mengeluarkan air liur.
"Tissue untuk adik, Mama," ucapnya.
"Oke ... makasih Kak Citra," balas Anaya.
"Sama-sama Mama ... mereka senang Mama, bisa melihat wajahnya sendiri di cermin. Ihhh, lucunya," balas Citra yang terlihat begitu gemas dengan adik-adiknya.
"Emang sudah kuat itu Mama?" tanya Tama kemudian.
"Ya, harus dilatih sih Mas ... tengkurap itu kan merupakan winning skill yang harus dimiliki bayi. Sering dilatih nanti durasinya juga akan lebih lama. Distimulasi sejak dini, biar mereka tumbuh dan berkembang optimal," balas Anaya.
"Oke deh Mama Anaya ... yang penting dijagain, Bayi kecil-kecil begitu kan serem, harus diawasi," ucap Tama,
"Siap Papa ... jangan khawatir, Mama dan Kak Citra akan selalu menjagai adik bayi kok," balasnya.
"Iya, Ah, Papa begini saja sudah seneng banget ... kumpul sama kalian berempat, menghadirkan keceriaan di dalam rumah. Papa sudah merasa bahagia," balasnya.
__ADS_1
"Citra juga bahagia Papa ... makasih Mama dan Papa, I Love U so much," ucapnya dengan memeluk Mama dan Papanya bersamaan.
Ya, tujuan dibuatnya ruang dan taman bermain tentu untuk melatih motorik kasar anak-anaknya, selain itu membuat ruang bermain untuk anak-anak supaya mereka tidak bosan nanti. Di ruang bermain pun juga disediakan berbagai buku dan mainan milik Citra supaya memang ruangan ini dipakai bersama. Citra bersama dengan Charel dan Charla bisa bertumbuh dan berkembang bersama.