Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu
Daddy With Kiddos


__ADS_3

Seakan memberikan Anaya waktu untuk membeli apa yang dia mau, sementara Tama menjadi Best Daddy dengan mengamankan tiga bocilsnya. Toh, Charel dan Charla tampak tenang di stroller. Sementara Citra tentu saja senang karena sekarang dibelikan Es krim.


"Papa mau es krim?" tanya Citra kepada Papanya.


"Sudah, dimakan Kak Citra saja ... tapi nanti kalau selesai makan, di rumah gosok gigi yah," balas Papa Tama.


Memang begitulah Tama dan Anaya, ketika Citra diperbolehkan makanan es krim atau coklat, pastilah Citra diminta untuk segera gosok gigi supaya sisa makanan terutama gula dan pemanis buatan yang menempel di gigi bisa dibersihkan. Ini juga bagus untuk mencegah gigi berlubang.


"Oke Papa ... nanti di rumah, langsung gosok gigi kok," balasnya.


Sementara itu, Tama tidak lupa memperhatikan Charel dan Charla. Bagaimana pun kalau bisa jangan sampai dua bayinya itu menangis. Sehingga sekarang, Tama mengeluarkan Twins dari stroller dan menggendongnya dengan kedua tangannya. Charel di tangan kanan dan Charla di tangan kiri. Praktis Tama yang menggendong dua bayi menjadi pusat perhatian orang-orang yang mengunjungi pusat perbelanjaan itu.


"Papa, Papa dilihatin orang-orang," ucap Citra yang memakan Es Krim sembari berbisik kepada Papanya.


Tama pun tertawa, "Biarkan saja Kak Citra. Mungkin Papa lucu kali yah gendong dua adik bayi?" tanyanya.


Namun Citra justru dengan cepat menggelengkan kepalanya, "Enggak, Papa keren kok," balasnya.


Mendengar apa yang disampaikan oleh Citra, Tama tersenyum hingga terkekeh geli rasanya. Bisa-bisanya putrinya itu menilai bahwa dirinya adalah Papa yang keren. Mungkin istrinya itu yang mengajarkannya kepada Citra.


"Adik main ludah itu Papa," ucap Citra yang dengan inisiatifnya sendiri mengambilkan tissue.


Lantaran kedua tangan Tama digunakan untuk menggendong bayi, dia pun kesusahan untuk membersihkan bibir bayinya. Hingga kemudian Tama meminta bantuan Citra.

__ADS_1


"Kak Citra, tolongin Papa bisa? Minta tolong seka ludahnya di bibirnya Charel yah," ucap Papa Tama.


Citra merespons dengan menganggukkan kepalanya perlahan dan mulai membersihkan sisa ludah di bibir Charel. Menyekanya dengan hati-hati. Tama tersenyum, karena Citra terlihat sayang dengan adiknya. Selain itu, Citra bisa dilibatkan untuk turut melakukan kegiatan yang bertujuan mendekatkannya dengan adik-adiknya.


"Sudah bersih Papa," ucap Citra yang sudah membersihkan bibir Charel.


"Makasih Kakak Citra," balas Papa Tama.


"Sama-sama Papa ... Mama pergi ke mana Pa?" tanya Citra kemudian.


"Mama baru sesuatu ... kita tunggu dulu saja di sini, sembari Kak Citra menghabiskan es krimnya dulu," balas Papa Tama.


Ketika Tama, bersama tiga kiddos sedang menunggu Anaya. Rupanya ada yang datang, dan menyapa Tama dengan terlihat kagum dengan Papa muda itu.


Merasa namanya dipanggil, Tama pun menoleh ke kiri dan ke kanan, mencari tahu siapa yang memanggil namanya. Namun, dari sapaannya adalah suara yang cukup dia kenal.


"Loh, Radit ... baru di mall juga?" tanya Tama. Rupanya yang menyapanya adalah Radit. Kebetulan sekali mereka bisa bertemu di mall itu.


Radit datang tidak seorang diri, melainkan dengan Arsyilla dan Arshaka. Mereka juga seolah menunggu di kedai es krim itu. Tampak Arsyilla dan Arshaka tengah memesan es krim dan Radit menunggu anak-anaknya.


"Iya, baru nungguin istri. Loe juga yah?" tanya Radit.


"Iya, nunggu di sini saja. Biar istri membeli apa yang dia mau," balasnya.

__ADS_1


Radit pun menganggukkan kepalanya, "Keren deh, bisa momong, ngasuh tiga anak sekalian. Apalagi yang kecil kembar," ucap Radit yang tampak tersenyum melihat dua bayi kembar yang tidak identik itu dalam gendongan Tama.


"Kan ketika menjadi Papa, yang harus multitasking bukan hanya istri. Namun, Papanya juga. Harus multitasking," balasnya.


"Mantap. Mau digendongin satu enggak?" tawar Radit kepada Tama.


Tama kemudian menatap kepada Citra, "Kak Citra, adiknya satu digendong Om Radit boleh enggak?" Tama memang bertanya terlebih dahulu kepada Citra. Sebab, biasanya Citra bersikap posesif kepada adik-adiknya.


"Boleh," balas Citra.


Akhirnya, Radit menggendong Charel. Sementara Arsyilla dan Arshaka tampak bingung dan bertanya kepada Papanya. "Adik bayinya sapa Pa?" tanyanya.


"Ini adik bayinya Om Tama. Yuk, beri salam dulu sama Om Tama dan Citra," ucap Radit.


Akhirnya Arsyilla dan Arshaka memberikan salam kepada Tama. Selain itu mereka duduk bersama, di satu meja, dan menikmati es krim mereka.


"Kak Syilla dan Kak Shaka gak pengen Mama dan Papa punya adik lagi?" tanya Tama.


Terlihat keduanya menggelengkan kepalanya. Kemudian Arsyilla yang menjawab. "Adiknya satu saja Om ... Arshaka saja. Nanti Syilla dan Shaka sekolah yang pinter. Yang tinggi," balasnya.


"Gitu ya Dit?" tanya Tama.


Radit kemudian menganggukkan kepalanya, "Iya, dua anak cukup. Lagian juga supaya Khaira bisa mengejar mimpi dan karirnya. Kalau pengen baby, main aja ke rumahnya Oma Dianti yah ... bisa gendongin Kembar," balas Radit dengan tertawa.

__ADS_1


Kala itu seakan menjadi outing untuk Papa-Papa muda dengan anak-anak mereka. Sembari menunggu istri yang tengah shopping. Tama hanya bisa tertawa mendengar ucapan Radit yang mengatakan jika ingin menggendong baby, cukup main ke rumah Oma Dianti. Nyaris, dia bingung ... karena dia baru ingat bahwa Khaira sudah dianggap seperti anak sendiri oleh Oma Dianti, atau Ibu mertuanya sekarang ini.


__ADS_2