Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu
Menikmati Waktu Liburan


__ADS_3

"Pa, Papa ... hari ini Papa libur yah?" tanya Citra kepada Papanya.


"Libur, Kak Citra ... Papa dapat waktu liburan tiga hari karena waktu Papa berada di Singapura itu dianggap bekerja. Jadi, sekarang Papa libur. Kenapa?" tanya Tama kepada Citra.


Tampak Citra tersenyum penuh makna, kemudian dia mendekat dengan Papanya. "Nanti sore main di taman yuk Pa, mau main ayunan dengan Papa," ucapnya.


"Boleh, biar tidak terlalu panas dulu ya," balas Tama.


"Iya Papa," balas Citra yang kemudian berlari dan mencari Mamanya untuk diajak belajar.


Ketika, Charel dan Charla sudah tidur siang, kemudian Citra mencari Mamanya. Tujuannya masih sama, yaitu mengajak Mamanya untuk belajar. Anaya pun menganggukkan kepalanya, "Sebentar, Mama nitipkan adik-adik kamu ke Papa dulu yah," ucapnya.


Kemudian Mama Anaya mendekat ke Papa Tama, dan menitipkan Charel dan Charla yang sedang tertidur. "Papa, nitip Duo C dulu yah ... Mama mau nemenin Citra belajar," ucapnya.


"Iya, biar aku yang jagain Charel dan Charla. Aku ikutan bobok sebentar boleh Ma?" tanya Tama kepada istrinya itu.


Anaya pun menganggukkan kepalanya. "Boleh, kan Papa juga masih kecapekan, masih kurang tidur. Jadinya, sambil tidur aja Papa," balasnya.


Citra tampak memeluk Papanya terlebih dahulu dan kemudian tersenyum kepada Papanya. "Bye Papa ...  Citra belajar sama Mama dulu yah. Nanti kalau Citra sudah mulai sekolah, Citra sudah pinter," balasnya.


"Iya, nanti sore bermain sama Papa yah," balas Tama.


Akhirnya, Tama menghabiskan waktu untuk tidur siang dengan Si Kembar. Sementara Citra belajar dengan Mamanya. Tampak Citra membaca bergantian dengan Mamanya. Terkadang juga Mama Anaya menstimulasi dengan memberikan pertanyaan kepada Citra, rupanya memang Citra tampak bisa menanggapi pembicaraan dengan Mamanya.


"Kalau nanti di sekolah ngapain aja Ma?" tanya Citra kepada Mamanya.

__ADS_1


"Ya belajar membaca, menulis, mewarnai, menempel, menggunting, dan lainnya. Selain itu, Citra jangan lupa untuk berteman yah," ucap Anaya.


Citra pun tampak menganggukkan kepalanya. "Iya, Ma ... walau gak punya teman ya Ma," balas Citra.


"Ya nanti pelan-pelan berteman. Kan sudah punya teman itu satu, siapa namanya yang anaknya Tante Khaira?" tanya Anaya.


"Oh, Arshaka ya Ma?" tanya Citra.


"Iya, benar ... nanti kapan pelan-pelan juga bakalan punya banyak teman," balas Anaya.


Sepenuhnya Anaya sadar untuk menumbuhkan kompetensi sosial seorang anak juga membutuhkan waktu. Oleh karena itu, Anaya berharap bahwa seiring dengan berjalannya waktu, Citra nanti pelan-pelan juga akan bisa berteman.


"Baiklah Mama ... nanti Citra juga belajar berteman yah," balasnya.


Hingga akhirnya menjelang sore, Tama sudah bangun. Tanpa dicari terlebih dahulu. Akan tetapi, Tama sudah mencari putrinya dan mengajaknya main bersama.


Papa muda itu memanggil nama putri sulungnya dan menuju ke ruang keluarga. Rupanya di sana, Citra sedang tampak bercanda dengan Mamanya. Mendengar suara Papanya, Citra pun tertawa.


"Papa ... sudah bangun?"


"Sudah dong ... jadi enggak main sama Papa?" tanya Tama dengan mengusap wajahnya.


Begitu senang karena akhirnya Citra, mengajak papanya menuju taman yang ada di serambi rumah, dan bermain seluncuran dengan Papanya itu. Benar-benar memanfaatkan waktu liburan bersama anaknya. Seolah waktu empat hari, digantikan Tama dengan mengajak anak-anaknya bermain bersama.


Mama Anaya kemudian menyusul dengan mengajak serta Charel dan Charla. Tampak Charel dan Charla merangkak ke sana - ke mari dan terkadang bertepuk tangan karena senang. Tak jarang juga Citra yang mendatangi adik-adiknya.

__ADS_1


"Kalau adik-adiknya semakin besar, boleh seluncuran sama Citra, Ma?" tanyanya.


"Tentu Kak Citra ... bisa main bersama. Namun, Charel dan Charla masih kecil. Oleh karena itu, adik-adik di sini dulu yah," balasnya.


Citra pun menganggukkan kepalanya. Sekarang dia tampak bermain lempar dan menangkap bola dengan Papanya. Senang sekali bisa bermain sore hari begini dengan Papanya. Pun dengan Anaya yang senang karena anak-anak bisa bertemu lagi dengan Papanya.


"Ayo, kalau udah mainnya istirahat dulu yuk. Sudah waktunya mandi," ajak Anaya kepada Citra.


"Oke Ma ... Citra sudah berkeringat," balasnya.


Anaya pun tersenyum. "Keringatnya biar hilang dulu, nanti abis ini mandi yah," balasnya.


"Iya Mama ... Citra senang banget bisa bermain sama Papa. Makasih Papa," ucap Anaya.


"Sama-sama Citra. Papa juga senang banget bisa bermain sama Kak Citra. Nanti kapan-kapan main lagi yah," balasnya.


"Besok lagi, Pa ... kan Papa masih libur kan?" tanya Citra.


Anaya mengernyitkan keningnya. "Besok libur Pa?" tanyanya.


"Iya, libur tiga hari Sayang. Mau ke mana, aku anterin," ucap Tama.


Anaya kemudian tersenyum. "Jalan-jalan berdua, seru kali ya Mas? Makan Ramen," ajak Anaya kemudian.


"Boleh. Anak-anak dititipkan ke Eyang atau Oma dan Opanya dulu," balas Tama.

__ADS_1


Sungguh, Tama merasa senang. Masa libur yang diberikan oleh perusahaannya akan dimanfaatkan untuk beristirahat dan juga membahagiakan keluarganya.


__ADS_2