Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu
Berkas Kebahagiaan


__ADS_3

“Anaya hebat … Anaya sudah berjuang. Tante doakan bahwa kebahagiaan akan segera singgah di dalam hidup kamu yah,” ucap Mama Rina dengan tulus.


Mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Anaya, seakan menjadi tolok ukur bagi Mama Rina bahwa putranya pun merasa demikian. Merasa sepanjang malam terjaga. Bayang-bayang hari terburuk saat kehilangan orang terkasih masih menghantui. Setidaknya kondisi Anaya hampir sama dengan kondisi Tama sekarang.


Setelah Citra selesai mandi, barulah Tama berpamitan kepada Mamanya untuk berangkat ke kantor terlebih dahulu. “Mama, Tama pamit yah … mau berangkat ke kantor. Titip Citra ya Ma,” pamitnya kepada sang Mama.


“Iya tenang saja … walau masih harus minum obat, tetapi Citra sudah akan mendapatkan ASi, tenang saja,” balas Mama Rina.


Setelahnya, Tama pun menatap sekilas kepada Anaya yang sedang menggendong bayi kecilnya. Tama mendekat, pria itu sedikit menundukkan badannya, dan kemudian melabuhkan kecupan di pipi Citra.


“Papa berangkat kerja dulu ya Sayang … sehat-sehat di rumah yah,” pamit Tama.


Setelahnya Tama kembali berdiri tegak dan kemudian menganggukkan kepalanya kepada Anaya, “Ay, aku berangkat kerja dulu yah … titip Citra,” pamitnya.

__ADS_1


“Ii … iya, Tam,” sahut Anaya dengan lidah yang terasa kelu. Sekadar membalas pamit dari Tama saja, Anaya merasa canggung.


Sampai akhirnya Tama benar-benar berangkat ke kantor. Pria itu memanggul ransel hitam di bahunya dan kemudian keluar dari rumahnya. Kali ini, Tama merasa tenang, setelah drama yang begitu banyak mulai dari Citra yang mengalami kolik hingga intoleransi susu sapi, ditambah juga dengan Ibu Susu sebelumnya yaitu Mbak Mina yang di belakang Tama dan Mama Rina ternyata merutuki Citra.


Semoga saja kali ini Anaya bisa menjadi Ibu Susu yang tepat untuk Citra. Sebab, Tama sepenuhnya tahu bahwa ASI adalah kebutuhan utama dan pertama bagi Citra. Untuk itu, Tama merasa akan berterima kasih sekali kepada orang yang sudah mau mendermakan ASInya, dan memberikan ASInya untuk Citra.


***


Sepanjang siang di rumah Mama Rina ….


“Tante, ini bayi memang banyak tidurnya yah?” tanya Anaya.


“Mungkin Citranya sudah kenyang, Anaya … jadi, ya tidurnya lebih pulas. Makasih banyak ya Anaya, Citra bisa bobok pules,” ucap Mama Rina.

__ADS_1


“Sama-sama Tante … Anaya juga senang. ASI Anaya bisa disalurkan dengan tepat, daripada sebelumnya hanya dibuang-buang saja,” balas Anaya dengan tersenyum.


Setelahnya, Mama Rina menatap Anaya, ada sesuatu yang ingin disampaikan Mama Rina kepada Anaya. “Anaya, tadi Tama memanggil kamu ‘Ay’ kan yah? Kalian sudah kenal sebelumnya?” tanya Mama Rina.


Senyuman di wajah Anaya pun hilang, tergantikan dengan kecanggungan yang terlihat jelas di wajah wanita cantik itu. “Hmm, Anaya sudah kenal dengan Tama sebelumnya … dulu kami satu perusahaan di perusahaan Tama sebelumnya,” balasnya.


Mama Rina pun merespons dengan menganggukkan kepalanya mendengar jawaban dari Tama itu, “Oh … makanya. Lalu, dia memanggil kamu apa tadi?” tanya Mama Rina lagi.


“Dulu, di perusahaan, orang-orang sering memanggil Anaya dengan nama Aya saja, Tante,” balas Anaya dengan jujur.


“Oh … jadi nama panggilannya dulu itu Aya,” sahut Mama Rina lagi.


Baru saja selesai, Mama Rina bertanya-tanya, kini Baby Citra rupanya terbangun dan menangis. Anaya pun dengan sigap segera menggendong bayi kecil itu dan memberikan ASI untuk Citra. Begitu mendapatkan ASI dan menghisapnya, tangisan Citra pun reda.

__ADS_1


“Cup cup cup … Citra menangis mencari ASI yah … minum ASI-nya Onty yah … sayang, sayangnya Onty.”


Anaya bergumam dengan mengusapi kepala Citra, sungguh bisa menyalurkan kasih sayangnya yang besar dan memberikan ASI membuat Anaya merasakan kebahagiaan. Setidaknya dengan cara seperti ini, membuat Anaya tidak terus-menerus merasa bersedih. Dengan mengasuh dan memberikan ASI untuk Citra, Anaya merasa bisa menjadi seorang Ibu, walaupun Citra bukan darah dagingnya. Namun, rasanya baru pertama melihat Citra, Anaya sudah merasa sayang kepada bayi kecil itu.


__ADS_2