Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu
Kehamilan Anembrionik


__ADS_3

“Saya harus memanggil kamu Bu Anaya atau Anaya saja?” tanya Dokter Indri dengan tersenyum.


“Anaya saja, Dok ….”


Dokter Indri pun tersenyum di sana, “Baiklah Anaya … saya akan melakukan pemeriksaan yah. Silakan untuk naik ke brankar,” pinta Dokter Indri.


Anaya pun naik ke brankar. Hanya saja, dia merasa begitu panik sekarang. Jika kala melakukan tes kehamilan, Anaya bisa merasa lebih santai, sekarang justru rasanya begitu panik. Namun, saat melihat ada Tama di sana, Anaya merasa lebih lega. Anaya tahu bahwa situasinya sekarang sudah berbeda. Dia tidak hamil seorang diri, tetapi ada Tama yang selalu ada di sisinya dan sudah pasti akan selalu menemaninya.


“Test dengan testpack kapan yah?” tanya Dokter Indri lagi.


“Tadi pagi, Dokter,” balas Anaya.


Ada Dokter Indri yang tersenyum di sana, “Lucu yah … padahal kamu bisa panggil saya Tante. Itu karena Bunda kamu yang lahir terlebih dahulu. Barulah saya yang lahir,” balas Dokter Indri.


Lagi-lagi Anaya tersenyum di sana, “Iya Dokter … tidak apa-apa,” balasnya.


Kemudian ada perawat yang masuk, dan membantu Dokter Indri. Perawat itu sedikit membuka kemeja yang dikenakan Anaya di bagian perut kemudian memberikan USG gell yang menghadirkan sensasi dingin di permukaan kulit Anaya. Kemudian Dokter Indri bersiap dengan transducer di tangannya.


"Baik kita akan lihat hasilnya yah silakan untuk melihatnya di monitor."


Kemudian transducer di tangan Dokter Indri itu mulai digerakkan, sedikit menekan dan seolah mencari keberadaan embrio di sana, beberapa menit tangan Dokter Indri menggerakkan transducer di sana, tetapi keberadaan embrio di dalam janin Anaya seolah sukar untuk ditemukan. Sampai terasa tekanan di perut Anaya.


"Hasilnya sungguh positif yah?" Dokter Indri lagi.


Mendengar pertanyaan dari Dokter Indri, Tama pun memberikan jawaban, "Iya Dokter ... hasilnya dua garis merah itu Dok ... ada apa Dokter?" tanya Tama yang sudah menunjukkan wajah yang serius.


Lantas Dokter Indri melirik sekilas kepada Anaya, "Begini ... di dalam rahimnya Anaya tidak ada embrionya," ucap Dokter Indri.

__ADS_1


Anaya dan Tama begitu terkejut. Bagaimana bisa hasil yang mereka dapatkan tadi pagi adalah hasil yang positif. Dua garis merah di testpack itu pun terlihat merah pekat. Namun, bagaimana bisa hasilnya tidak ada embrio di dalam janinnya.


Anaya yang mendengarkan kabar itu, sontak saja meneteskan air mata di sana. Mungkinkah dia harus mengalami patah hati? Rasanya begitu pilu dengan keadaannya saat ini.


"Maksudnya bagaimana?" tanya Anaya yang seakan meminta penjelasan.


"Begini Anaya, memang ada seorang ibu melakukan test prediksi kehamilan dan hasilnya positif. Akan tetapi, bisa terdapat tidak ada embrio di dalam sini. Itu biasa disebut dengan kehamilan anembrionik atau blighted ovum. Embrio yang seharusnya berkembang, nyatanya tidak berkembang, tidak ada pembuahan di dalam ovum kamu," jelas Dokter Indri.


Anaya yang mendengarkan penjelasan itu kemudian kembali bertanya, "Penyebabnya apa Dokter?"


"Sebelumnya pernah keguguran atau mengandung tetapi kandungannya lemah?" tanya Dokter Indri lagi.


Anaya seolah mengingat memorinya kala hamil dulu dan memang kandungannya lemah. Beberapa pekan dia harus bedrest dan Dokter memberikan obat penguat janin cukup lama untuk Anaya. Lantas Anaya pun menganggukkan kepalanya.


"Benar Dokter ... dulu mengandung, hanya saja di trimester itu kandungannya lemah, sehingga Dokter beberapa kali memberikan obat penguat janin," balas Anaya.


"Tidak Dokter ... hanya terlambat haid saja," balasnya.


"Mual, muntah, payu-dara menjadi kencang?" tanya Dokter Indri.


"Oh, iya ... lebih terasa nyeri dan kencang. Makanya saya pikir itu karena memang baru memberikan ASI saja, jadinya nyeri," balas Anaya.


Dokter Indri kemudian merespons dengan menganggukkan kepalanya, "Ah, berarti memang ada gejalanya. Hanya saja dikiranya sedang memberikan ASI yah," balasnya.


"Benar Dokter. Lantas, kami harus apa Dokter?" tanya Anaya.


"Sebenarnya ada dua cara yah. Pertama, menunggu dua atau tiga minggu dan nanti akan terjadi pendarahan serviks layaknya haid. Kedua, bisa melakukan operasi bedah untuk pengangkatan isi rahim untuk membersihkan jaringan yang tersisa. Kalau mau menunggu dua minggu itu juga saya akan resepkan obat yang akan membantu untuk mengeluarkan jaringan itu."

__ADS_1


Dokter Indri memberikan penjelasan kepada Anaya. Kemudian Tama yang kali ini bertanya, "Aman yang mana Dokter? Lalu, bisakah kami memiliki buah hati setelahnya?" tanya Tama kemudian.


"Semua cara aman, Pak Tama. Hanya saja memang obat itu menunggu dua hingga tiga minggu, dan jika operasi bisa dilakukan cepat," balas Dokter Indri.


"Kalau untuk kemungkinan memiliki buah hati tentu bisa. Hanya saja sebaiknya ditunda sampai tiga kali siklus haid baru terjadi pembuahan lagi," jawab Dokter Indri.


Setidaknya Tama merasa masih ada harapan untuk memiliki buah hati dengan Anaya. Walau masih harus menunggu. Selain itu Tama pun juga ingin Anaya bisa sepenuhnya untuk pulih. Tidak ingin menekan istrinya itu untuk cepat-cepat hamil.


"Jadi, ingin minum obat saja atau operasi?" tanya Dokter Indri kemudian.


Anaya tampak menghela nafas dan berpikir di sana. Kemudian Anaya memberikan jawaban kepada Dokter Indri, "Minum obat saja Dokter. Tidak apa-apa, saya menunggu dua hingga tiga minggu," jawabnya.


"Operasi saja Sayang," sahut Tama.


Dokter Indri kemudian tersenyum, "Tuh Anaya, disuruh suami kamu operasi. Jadi, keputusan sih di tangan kamu," balasnya.


"Citra nanti bagaimana Mas?" tanyanya.


"Ada Mama yang bisa membantu kita," balasnya.


"Berapa lama kalau harus operasi Dokter?" tanya Anaya kemudian.


"Tiga hari di Rumah Sakit. Satu hari observasi dan puasa, lalu mulai dengan operasi, dan sisanya untuk pemulihan. Ya, tiga atau empat hari," jelas Dokter Indri lagi.


"Operasi saja Yang," balas Tama lagi.


Anaya tampak menghela nafas kemudian, "Baiklah, saya operasi saja Dokter," balasnya.

__ADS_1


Sekali lagi Anaya harus menguatkan dirinya. Semoga saja patah hati kali ini tidak akan berlarut-larut dan setelahnya ada mukjizat dari Allah supaya memberikan buah hati kepada mereka berdua. Semoga!


__ADS_2