
Banyak hal yang diperbincangkan Anaya dengan Khaira usai kuliah sore itu. Dari seputaran kehamilan dan juga perkuliahan. Akan tetapi, kenapa setiap bertemu dengan Bu Khaira, banyak hal positif yang bisa Anaya bicarakan bahkan Anaya tidak segan untuk bertanya-tanya kepada Dosennya itu.
“Dulu mengajar sambil hamil berat enggak Bu? Saya saja sekarang jadi lebih sering mengantuk,” tanya Anaya kepada Dosennya itu.
“Kalau mengajar sambil hamil tidak begitu berat sih. Cuma itu suami sudah mewanti-wanti tidak boleh mengenakan heels, jadinya memakai flat shoes saja, justru deg-degan waktu usai melahirkan, cuti sudah habis dan harus kembali mengajar, itu tantangannya terberat untuk saya. Masih ingin di rumah dan mengasuh si baby, tetapi mau tidak mau harus mengajar. Juga dengan kondisi menyusui, sehingga sumber ASI sering penuh. Pernah satu ketika, usai mengajar, kemeja saya basah. Untung sudah pulang dan menunggu jemputan. Kalau itu terjadi waktu saya masih mengajar, pasti bakalan malu, karena ASI keluar terus,” cerita Khaira.
Anaya yang mendengarkan cerita dari Dosennya pun menganggukkan kepalanya, “Iya ya Bu … sudah sakit, bengkak, dan juga basah,” balasnya.
“Iya, suami yang jemput juga sampai bingung, langsung deh dikasih jaket untuk menutupi area dada yang benar-benar basah,” ucapnya.
“Berarti produksi ASI-nya banyak sekali itu Bu,” sahut Anaya.
“Iya. Waktu itu di rumah sering masak Sayur Daun Katuk, makan Pisang, dan ASI Booster saja sih. Benar-benar banyak dan kental, jadi ASI-nya tidak encer,” balas Khaira.
Agaknya kali ini Anaya akan mengingat-ingat bahwa nanti ketika kembali menyusui dia akan memasak Daun Katuk, mengonsumsi Pisang, dan juga meminum ASI Booster yang kaya akan Asam Folat. Sehingga ASI-nya tidak hanya berlimpah, tetapi juga kental.
Buah pisang sendiri memang direkomendasi untuk dikonsumsi ibu hamil dan menyusui karena kandungan Vitamin C dalam pisang bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu kandungan vitamin B6 yang sangat penting sebagai zat gisi pembangun antibodi. Bila antibodi sudah cukup baik, berbagai jenis infeksi usai melahirkan bisa dicegah. Manfaat lainnya pisang menyediakan kalori ekstra yang diperlukan. Seorang Ibu membutuhkan setidaknya tambahan 500 kalori per harinya agar tetap bugar dan tidak lemas. Menyusui begitu banyak berarti mengeluarkan kalori, sehingga disarankan untuk memakan sayur dan buah yang tinggi kalori.
“Oh, saya ingat-ingat ya Bu … biar nanti bisa langsung praktik kalau menyusui lagi,” balas Anaya kemudian. “Cuma agaknya tricky ya Bu untuk memberikan ASI pada dua baby?” tanyanya dengan berpikir bahwa akan susah-susah gampang untuk memberikan ASI untuk si kembar nanti.
“Pasti bisa … apa nanti aku bantuin?” goda Khaira kepada Anaya.
Sejenak Anaya pun tertawa, “Saya dan Mas Tama mana bisa menggaji Ibu, masak Bu Dosen mau bantuin saya?”
Khaira pun tertawa, “Share lokasi kamu saja, Anaya … kalau senggang bisa main nanti. Semoga sehat selalu yah. Semangat kuliahnya walau sedang hamil the twins,” ucap Khaira kemudian.
“Amin-amin Bu Khaira, terima kasih banyak. Senangnya bisa ngobrol dan dapat banyak ilmu dari Bu Khaira,” ucap Anaya dengan menganggukkan kepalanya perlahan.
“Ya sudah, saya pamit yah … atau mau jalan barengan ke depan?” ucap Khaira lagi.
“Boleh Bu … sekalian menunggu Mas Suami,” jawab Anaya.
Khaira pun tertawa di sana, “Manggilnya Mas Suami yah? Lucu banget sih kalian.”
__ADS_1
“Eh, iya … keceplosan. Dulu itu Bu Khaira satu angkatan gitu dengan Mas Tama yah?” tanya Anaya lagi memastikan.
“Benar … dulu saya satu angkatan dengan Tama. Kami cukup akrab kala itu dengan Metta juga, teman kami. Usai lulus, terus list contact, saya pergi ke Manchester, dan Metta kerja menjadi guru. Setelahnya, Tama tidak ada kontak lagi,” balas Khaira.
Sebenarnya, memang kala itu Khaira yang pergi ke Manchester memilih untuk lost contact dengan teman-temannya satu angkatan. Teman yang masih berhubungan baik dengannya adalah Metta, sahabat yang sudah seperti keluarga sendiri bagi Khaira.
Menurut etika juga, Khaira juga tidak mengungkapkan bagaimana dulu Tama yang pernah menyukainya. Baginya semua itu hanya masa lalu, dan ada kehidupan rumah tangga keduanya yang berjalan dengan sangat baik sekarang. Sementara Anaya sendiri menilai dengan Dosennya itu pembawaan dan etikanya begitu bagus, walaupun dia sudah tahu siapa Khaira sejak kali pertama menjadi kekasih Tama dulu. Foto wisuda yang pernah Anaya lihat sewaktu masih bekerja satu perusahaan dengan Tama.
“Nanti kalau melahirkan akan cuti kuliah tidak?” tanya Khaira kemudian kepada Anaya.
“Tidak Bu … kuliah saya ini kan beasiswa dan dalam dua tahun harus selesai, kalau pun akan memperpanjang hanya bisa satu semester saja, Doakan Bu, semoga nanti bisa, dan pengennya semester depan bisa diajar sama Bu Khaira lagi. Seneng banget, bisa diajar sama Bu Khaira yang berwawasan luas,” balas Anaya kemudian.
Khaira pun tersenyum di sana, “Kalau di luar negeri, ada kelas jarak jauh dengan berbasis internet. Ada kalanya mahasiswa yang sakit dan hamil bisa mengikuti kelas dengan via internet. Jadi, yang bisa masuk ke kelas tetap tatap muka, dan yang tidak datang bisa mengikuti via daring. Hanya saja di Indonesia belum siap seperti itu. Kira-kira nanti waktu melahirkan pas apa? Kalau Dosennya saya, saya izinkan untuk kuliah jarak jauh,” balas Khaira dengan tersenyum.
“Wah, terima kasih Bu … saya hitung sih waktu liburan semester sih Bu. Jadi ada liburan hampir dua bulan ke semester selanjutnya, bisa untuk recovery badan dulu. Harus semangat untuk kuliah,” balas Anaya.
Lagi-lagi Khaira tersenyum di sana, menurutnya memang Anaya memiliki semangat yang tinggi untuk menyelesaikan kuliahnya di tengah-tengah kondisinya kini yang tengah hamil. Biasanya Ibu hamil lebih suka di rumah, tetapi Anaya terlihat energik, padahal Anaya hamil bayi kembar yang Khaira sangat yakin tubuhnya lebih berat, pinggulnya bisa lebih pegal, tetapi Anaya masih begitu semangat.
Hingga akhirnya di dekat parkiran fakultas, mereka melihat para suaminya yang sedang mengobrol bersama. Dari jauh Khaira dan Anaya sama-sama tersenyum ketika melihat para suami mereka. Hingga akhirnya keduanya sama-sama menghampiri suaminya.
“Mas,” sapa keduanya hampir bersamaan. Hanya saja Anaya seketika berdiri di samping Tama, dan Khaira yang berdiri di samping Radit.
“Sudah selesai yah?” tanya Radit melihat istrinya.
“Iya, tadi ngobrol dulu sama Anaya,” balasnya.
“Tidak apa-apa, aku juga ngobrol sama Tama kok,” balas Radit. “Tama mau punya baby kembar, Sayang … lucu yah,” ucap Radit kemudian.
Khaira pun tersenyum, “Itu juga yang kami obrolkan tadi ya Anaya,” balas Khaira.
“Benar Bu Khaira, kita ngobrolin seputar kehamilan. Makasih untuk saran dan tambahan pengetahuannya Bu Khaira,” ucap Anaya lagi.
Tama kemudian menatap kepada istrinya itu, “Emang dikasih tahu apa sama Khaira?” tanyanya.
__ADS_1
“Untuk menjaga kehamilan sama nanti waktu meng-ASI-hi, perbanyak makan Daun Katuk, Pisang, dan ASI Booster Mas. Biar ASInya melimpah untuk Twins, dan juga kental ASI-nya,” jawab Anaya.
“Makasih banyak ya Khai,” ucap Tama dengan melirik sekilas kepada Khaira.
“Hmm, iya,” balas Khaira.
Tama kemudian menatap kepada Khaira dan Radit di sana, “Oh, iya … kalau kalian tidak keberatan, hari Rabu nanti datang ke rumah. Kami akan mengadakan pengajian empat bulanan untuk Anaya. Kan Khaira juga Dosennya Anaya, jadi silakan datang dan turut mendoakan,” ucap Tama.
“Iya Bu Khaira dan Pak Radit … silakan datang dan turut memberikan doa untuk twins,” balas Anaya.
Khaira dan Radit pun sama-sama menganggukkan kepalanya, “Baik, nanti kami akan datang yah. Minta tolong share lokasi rumah kamu ya Tama, biar kami bisa datang nanti,” balas Radit.
“Oke, siap,” balas Tama yang saat itu juga meminta nomor handphone Radit dan memberikan alamat rumahnya kepada Radit.
Sungguh tidak mengira, di masa lalu hubungan keduanya tidak baik. Akan tetapi, sekarang justru Tama dan Radit bisa melupakan semuanya di masa lalu dan juga memperbaiki hubungan keduanya. Membiarkan masa lalu tetap masa lalu, dan juga menyongsong masa kini serta masa depan dengan doa dan harapan yang lebih indah tentunya.
“Baiklah, kami pulang ya Tama dan Anaya. Nanti hari Rabu, kami akan ke rumah kalian,” balas Radit lagi.
“Dijaga kehamilannya ya Anaya, kalau mau bertanya sesuatu whatsapp saya terbuka,” ucap Khaira.
“Terima kasih banyak Bu Khaira, saya japri ya nanti,” balas Anaya.
Ketika Khaira dan Radit memasuki mobil mereka, Anaya dan Tama masih menunggu sampai keduanya pergi. Kemudian Anaya menatap sekilas kepada suaminya, “Bu Khaira itu pintar dan baik banget. Dia punya banyak pesona untuk membuat cowok-cowok suka sama dia,” ucapnya lirih.
Tama kemudian menggandeng tangan istrinya, “Kamu juga pinter, baik hati, dan lemah lembut, kamu juga pesona luar biasa, sampai aku klepek-klepek, My love,” balas Tama.
“Gombal banget sih,” sahut Anaya dengan cepat.
“Jujur … serius, kamu luar biasa. Pulang yuk, atau mau pacaran dulu sama Mas Suami?” goda Tama kemudian.
Anaya pun kembali tertawa, “Ke belakang Grand Indonesia beli jajanan yuk Mas … kayaknya aku ngidam deh ini, mau ngunyah sesuatu,” balasnya.
Tama pun terkekeh geli di sana, “Oke My Love … yuk, mau jajan apa saja, aku beliin untuk Bumilku yang cantik dan paling sexy ini.” balasnya dengan membawa Anaya untuk masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1