
Masih terhempas dalam samudra yang membuatnya merasakan sensasi gelombang yang dahsyat. Tama perlahan berguling dan memeluk istrinya itu. Pria itu tersenyum melihat Anaya yang masih terengah-engah, dan rambutnya yang kini menjadi acak-acakan, bibirnya yang membengkak, dan beberapa tanda merah yang sengaja dia buat di sembulan dadanya.
"Enak Sayang?" tanya Tama dengan merapikan anakan rambut Anaya.
"Hmm, lemes seketika deh Mas," aku Anaya.
Tama pun terkekeh geli jadinya, "Makasih untuk hadiahnya yah ... hadiah yang enggak pernah bisa aku tolak. Walau tadi kamu bilang kecapekan, tapi kamu totalitas banget," balas Tama.
"Kamu kalau melakukan untuk aku dan anak-anak juga totalitas banget, Mas ... jadi, aku mau melakukan yang sama dong untuk kamu," balas Anaya.
Menurut Anaya, suaminya itu adalah sosok yang totalitas tanpa batas. Kasih dan perhatiannya untuk istri dan anak selalu seimbang. Untuk itu, Anaya pun ingin melakukan hal yang sama untuk Tama. Benar-benar totalitas untuk suaminya.
"Makasih Sayangku ... jadi makin bahagia deh. Tuh, kalau kamu totalitas kayak gini. Dijamin, aku bakalan awet muda," balas Tama.
Anaya yang mendengarkan suara suaminya pun tertawa, "Aku akan menjadi saksi, apakah suamiku ini akan awet muda atau enggak. Emang ngaruh ya Mas?" tanya Anaya di sana.
"Benar ... itu fakta, Sayang. Bercinta adalah aktivitas fisik yang dapat meningkatkan aliran darah termasuk pada area kulit. Hal inilah yang membuat kulit lebih sehat. Selain itu hormon dophamine yang muncul membuat bahagia. Orang yang bahagia, tidak stress dan cemas, tentu akan menjadi awet muda, dibandingkan mereka yang selalu cemas, dan memiliki tingkat stress yang tinggi," jawab Tama.
Apa yang disampaikan oleh Tama bukan sekadar isapan jempol belaka. Akan tetapi, usai bercinta nyatanya dapat mengurangi kadar stress dan cemas dalam tubuh. Penyumbang utama terjadinya penuaan dini adalah stress. Jika merasa stress, kolagen dalam tubuh melemah sehingga kulit tampak lebih tua dan memicu terjadinya keriput.
"Merasakan puncak kenikmatan yang dahsayat itu dapat meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh, Sayang. Nah, hormon estrogen ini dapat mencegah penuaan dini. Estrogen itu yang mampun mencegah penurunan kolagen dalam tubuh. Kolagen inilah yang memapu mencegah kulit dari kerutan, mengunci kelembapan kulit, dan membuat kulit tetap kenyal. Mau awet muda? Sering bercinta, Sayang. Cara mudah, praktis, dan tanpa biaya," jelas Tama dengan masih mendekap Anaya.
Anaya pun tertawa, "Serius Mas?"
__ADS_1
"Serius lah ... mana mungkin aku bohong. Aku kasih tahu lagi bahwa rajin bercinta mampu membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan sirkulasi darah. Sistem kekebalan tubuh yang baik dan aliran darah yang lancar dapat membuat kulit tampak cerah dan bersinar. Aku yakin, semakin rajin ... semakin akan awet muda," balas Tama.
Anaya nyanya masih saja tertawa, "Bisa saja sih Mas ... kamu kalau sedang meyakinkan sesuatu gini urusan bercinta, melebihi sales," jawabnya.
"Harus dong ... aku gak punya target penjualan. Akan tetapi, aku akan menggapai semua kenikmatan dan semua manfaat positif yang didapatkan dari bercinta. Toh kan sama istri sendiri, Sayang. Sudah pasti halal."
Perlahan Anaya pun menganggukkan wajahnya, "Iya-iya Mas ... toh, aku juga jarang banget menolak. Aku aja justru sedih dulu waktu melahirkan, ketika aku sudah menawarkan dan kamu justru tidak mau. Aku kira, kamu sudah tidak berselera sama aku," balas Anaya.
Ya, seketika Anaya teringat dengan perilaku suaminya ketika dia usai melahirkan dulu. Lebih dari tiga bulan, dan Tama tidak menyentuhnya. Ketika Anaya sudah membuka diri dan menawarkan saja pun, nyatanya Tama tidak mau. Sempat terjadi salah paham, dan Anaya merasa tertolak oleh suaminya sendiri.
"Maaf Sayang ... dulu kan sepenuhnya aku menjaga kamu, memastikan kamu pulih dulu, dan aku pun trauma. Persalinan selalu menjadi momok yang menakutkan buatku. Jadi, maaf banget yah. Kalau kamu sudah sehat gini sih, setiap hari menggapai puncak asmara, aku juga mau-mau saja Sayang," balasnya.
Anaya menatap wajah suaminya dengan memincingkan wajahnya, "Aduh, kalau setiap hari horor dong Mas ... bisa-bisa semua sendi tulangku terlepas dong," balasnya.
Cukup lama mereka mengobrol bersama sembari terus membina tali kasih di antara keduanya. Bercinta bukan sekadar menggapai nikmat yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Akan tetapi, menjalin kedekatan secara fisik dan juga psikis. Mengoneksikan hati antara satu dengan yang lain.
"Ya sudah, mau beberes dulu Mas ...."
"Gini saja Sayang," balas Tama.
"Nanti kalau bocils lihat gimana coba? Malu tahu," balasnya.
Tama pun menggelengkan kepalanya, "Enggaklah ... pasti enggak tahu. Pengen bobok meluk kamu sepanjang malam. Hangat banget pasti," balasnya.
__ADS_1
"Malu Mas ... beneran deh. Lipatan lemak di tubuhku belum hilang. Belum kembali ke tubuhku yang proporsional," aku Anaya.
Itu pun adalah fakta, karena hampir enam bulan usai bersalin, yang ada Anaya justru merasakan masih ada lipatan lemak di perutnya, dan timbunan lemak di lengan, paha, dan betisnya. Bahkan pipinya pun masih terlihat chubby.
"Gak apa-apa, Sayang. Malahan cantik, lebih segar dan tidak begitu kurus," balas Tama.
"Serius, gak ilfeel?" tanya Anaya yang bertanya kepada suaminya.
"Gak lah ... ngapain ilfeel. Yang utama dan terutama, kamu nyaman dengan tubuh kamu. Gak usah pedulikan omongan orang. Di mataku, kamu selalu cantik Mama Anaya ... My Love."
Perlahan Anaya pun tertawa pun, "Duh dipanggil My Love ... jadi inget sprei lagi deh. Pengen deh dibeliin sprei yang motif bunga-bunga gitu," balasnya.
Tama pun menganggukkan kepalanya, "Boleh ... beli online atau di mall. Kalau di mall, ya akhir pekan nanti beli bersama. Ajak Citra, Charel, dan Charla juga tidak apa-apa."
"Yakin? Rempong loh, Mas," balas Anaya.
"Sesekali tidak apa-apa, Yang. Charel dan Charla juga hampir berusia enam bulan juga. Sekalian beli peralatan MPASI untuk Charel dan Charla," balas Tama.
"Oke deh ... akhirnya bisa ke mall lagi," balas Anaya yang tampak begitu senang.
"Sekalian aku beliin pakaian dinas untuk kamu ya Sayang ... kayak waktu honeymoon dan ke Malang dulu. Biar lebih membara."
Pasangan Mama dan Papa itu tampak tertawa. Kadang geleng kepala dengan candaan mereka. Namun, juga sepenuhnya mereka tahu justru candaan dan sedikit kegilaan seperti inilah yang akan mempererat jalinan di antara keduanya.
__ADS_1