Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu
Menuju Kota Malang


__ADS_3

Hari yang dinantikan pun tiba. Setelah mempersiapkan koper yang berisi pakaian dan juga peralatan lain yang dibutuhkan, serta mengurus cuti juga ke perusahaan. Hari ini akan menjadi hari bagi Tama dan Anaya menikmati liburan berdua ke Malang.


Perjalanan menuju Malang ditempuh Tama dan Anaya dengan menaiki pesawat dari Soekarno-Hatta, Cengkareng menuju ke Bandara Internasional Juanda, Surabaya, kemudian barulah dilanjutkan dengan perjalanan dengan melewati tol menuju ke kota Malang. Lantaran, bulan madu, tetapi Anaya masih menyusui, sehingga kali ini Anaya tetap membawa pumping elektrik yang akan dia gunakan untuk menampung ASInya dan bisa dibawa pulang lagi saat ke Jakarta nanti, karena Anaya juga membawa ice gell dalam perjalanannya kali ini.


"Siap Sayangku?" tanya Tama kini mereka sudah sampai di bandara dan hendak melakukan cek in.


"Iya ... first time naik pesawat sama kamu," balas Anaya.


Mungkin terlihat seperti anak kecil, tetapi bagi Anaya ini momen yang berkesan baginya. Bisa naik pesawat bersama suami tercinta tentu akan menjadi momen yang indah bagi Anaya.


"Kamu bisa saja, Yang ... maaf yah, selama ini kalau kemana-mana cuma naik mobil aja," balas Tama. Agaknya Tama juga menyadari selama ini mengajak Anaya keluar hanya menaiki mobil saja. Benar yang dikatakan Anaya, ini adalah first time untuknya menaiki pesawat udara.


"Tidak apa-apa, Mas ... naik mobil sama kamu dan Citra juga seru kok. Aku juga suka," balas Anaya.


Betapa pintarnya Anaya itu membesarkan hati suaminya. Dia selalu tidak apa-apa. Sebatas menaiki mobil saja asal bersama suaminya rasanya juga begitu bahagia rasanya. Tidak masalah, naik apa saja asalkan bersama Tama rasanya sudah pasti bahagia.


"Makasih Sayangku ... kamu pinter banget sih membesarkan hati suami kamu. Kita dapat berkah ya Sayang ... bahkan liburan honeymoon dari ini dari Ayah, terus Mama dan Papa juga ngasih. Sebenarnya aku merasa enggak enak, Yang."


Anaya tersenyum dan menggenggam satu tangan Tama di sana, "Mungkin Eyang dan Opa sudah pengen punya cucu lagi, Mas ... jadi kita dipaksa untuk bulan madu. Nikahnya sudah mau setahun, baru sekarang bulan madunya. Jadi, judul novel bagus kali ya Mas ...."


Anaya bercanda yang direspons oleh suaminya itu, "Novel apa coba? Kesukaanmu yang Rahim Sewaan Mr. CEO itu?" tanya Tama kemudian.

__ADS_1


Anaya terkekeh geli karenanya, "Delayed Honeymoon ... seru kali ya kalau nulis novel itu," balas Anaya dengan tertawa.


"Kamu bisa aja, Yang. Makin pinter loh kamu," balas Tama.


Hingga akhirnya terdengar suara pemberitaan dari pihak bandara bahwa penumpang dengan tujuan ke Surabaya dipersilakan untuk naik ke pesawat. Anaya dan Tama bergandengan tangan berjalan menaiki pesawat itu. Tidak perlu terburu-buru, karena berjalan di sepanjang koridor menuju ke dalam pesawat juga terasa mengesankan untuk Anaya dan juga Tama.


Begitu sudah di dalam pesawat, Anaya memilih duduk di dekat jendela, sementara Tama duduk di sampingnya. Lantas, Anaya menghidupnya handphonenya dan mengajak suaminya itu foto bersama.


"Foto ya Mas ... buat kenang-kenangan. Nanti kalau ke Malang, kita foto berdua lagi ya Mas," ucap Anaya.


"Oke My Love ... siap. Asal sama kamu, apa pun aku juga siap kok," sahut Tama dengan terkekeh geli di sana.


Hingga akhirnya pesawat pun mulai lepas landas, ada Tama yang setia menggenggam tangan Anaya. Bukan takut, nyatanya keduanya justru sama-sama senang. Memang rasanya berbeda ketika menyempatkan waktu berdua dan menikmati momen bersama pasangan.


"Enggak ... ada kamu, enggak takut," balasnya.


"Kamu bisa saja sih Sayang ... cuma berdua, boleh manja. Selama ini kan kita fokus untuk manjain Citra. Makasih yah, kamu sudah mau untuk jalan-jalan berdua sama aku. Walau aku tahu, tidak mudah bagimu untuk memutuskan semua ini," balas Tama.


"Iya Mas ... kepikiran Citra. Cuma kayaknya orang tua kita pengen kita meluangkan waktu bersama. Jadi, ya dinikmatin saja. Semoga kali ini berhasil dan tidak lama begitu pulang dapat baby yah," balas Anaya.


"Amin," balas Tama yang mengaminkan ucapan suaminya itu.

__ADS_1


***


A Few Moments Later ....


Kini mereka sudah tiba di Malang. Hotel dengan view yang indah dengan kamar yang menghadap ke kolam renang menjadi kamar yang akan ditempati Tama dan Anaya. Sejuknya udara di kota Malang yang memang berada di daerah pegunungan menyapa mereka berdua.


"Sejuk ya Mas," ucap Anaya yang kala itu sedang berdiri di balkon dan melihat ke kolam renang yang ada di bawah sana.


"Iya, kayak di Bandung dulu enggak sih Yang?" tanya Tama lagi.


Anaya pun menganggukkan kepalanya, "Iya ... dingin-dingin sejuk gitu. Ayah kenapa nyuruh kita ke Malang yah? Karena tempatnya indah, dingin, atau karena apa?" tanya Anaya yang juga ingin mencari tahu apa tujuan Ayahnya memilihkan kota Malang sebagai destinasi wisata dan bulan madu untuk mereka berdua.


"Mungkin dingin, Yang ... biar kita berdua enggak keluar dari kamar. Bergelung di bawah selimut," balas Tama.


Mendengar ucapan suaminya saja membuat Anaya tersipu malu dengan wajah yang merona merah di sana. "Kamu bisa saja sih ... paling pinter dan langsung konek kalau begituan ya Mas," balas Anaya.


Tama tertawa, "Mumpung berdua ... menggunakan momen ini bersama. Sesekali menikmati dan merayakan pernikahan kita berdua kan tidak masalah, Sayangku. Setelah banyak badai yang kita lewati bersama, aku harap setelah ini banyak kebahagiaan yang menyapa kita. Mulai dari kamu yang kuretase sampai harta gono-gini yang tidak wajar itu, semua adalah badai yang sudah menerpa kehidupan rumah tangga kita berdua. Usai ini ku harap banyak momen indah yang menyapa kita berdua," balas Tama.


"Amin ... itu juga doaku Mas Suami. Setelah banyak masalah, bisa menikmati waktu berkualitas berdua. Istilahnya cooling down bersama ya Mas," balas Anaya.


"Benar Yang ... jadi, mari kita nikmati. Apa pun yang kamu mau, jalan-jalan, kulineran, belanja, atau apa pun, yuk kita lakukan bersama. Isi hari ini dengan waktu berkualitas dan juga membuat momen indah bersama. Jangan khawatir dengan Citra. Dia pasti aman di Jakarta. So, let's start our honeymoon day."

__ADS_1


Tama mengatakan semuanya itu dengan merangkul bahu istrinya dan juga mencium kening istrinya itu. Biarkanlah kali ini keduanya menikmati waktu berdua. Menikmati waktu berkualitas bersama, sebelum nanti kembali ke Jakarta dan kembali melakukan rutinitas mereka.


__ADS_2