Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu
Martabak Klasik


__ADS_3

Sudah beberapa bulan berlalu, tidak terasa si Kecil Citra kini sudah hendak berusia 6 bulan. Citra semakin lincah menggulingkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan semua itu karena peningkatan kekuatan otot di lengan dan leher. Anaya sendiri juga kian merasa sehat secara mental, kendati ada hari-hari di mana kesedihan dan rasa kehilangan itu hadir dengan sendirinya.


Akan tetapi, bersama dengan Citra, rasanya Anaya merasa kian bahagia. Terlebih Anaya bisa melihat perkembangan (milestone) Citra. Ya, Anaya yang mengasuh Citra sejak bayi itu baru berusia beberapa hari, sampai kini sudah akan berusia enam bulan.


"Ihh, Citra makin pinter banget sih berguling ke kiri dan ke kanan," puji Anaya kepada bayi kecil itu.


Mendengar suara Anaya, Citra pun mengoceh-oceh. Bayi kecil itu babbling dengan bahasa bayi yang unik dan membuat Anaya justru kian gemas dengan Citra.


"Citra mau bicara apa sih sama Onty? Wah, Onty gak sabar pengen dengar Citra bicara. Kamu bakalan menyebut nama Onty enggak yah," balas Anaya lagi.


Akan tetapi, membayangkan waktu ketika Citra bisa berbicara, mungkinkah dia masih ada di rumah ini untuk mengasuh dan memberikan ASI untuk Citra. Sebab, ada anak yang usia 1 tahun bisa berbicara, tetapi ada juga anak yang berusia 2 tahun baru bisa berbicara. Mengingat lamanya waktu itu, membuat Anaya menghela nafas panjang. Kasih sayangnya buat Citra kian hari kian tumbuh. Ibarat tanaman, kasih sayangnya bersemi dengan sendirinya.


"Aya, aku masuk yah," izin Tama sore itu dengan mengetuk terlebih dahulu pintu kamar milik Citra.


Sekarang agaknya kamar Citra juga adalah kamar Anaya. Sebab, keduanya lah yang menghuni kamar itu, menempati kamar itu. Sementara Tama jika ingin masuk, sudah pasti mengetuk pintu terlebih dahulu karena Tama harus memastikan supaya saat dia masuk, Anaya sedang tidak meng-ASI-hi Citra.


"Masuk aja, Tam," sahut Anaya dari dalam kamar.


Tama yang pulang kerja, sudah membersihkan badannya terlebih dahulu dan mulai memasuki kamar milik Citra dengan menenteng kantor plastik dan paper bag di tangannya.


"Aya, ini buat kamu," ucap Tama menyerahkan paper bag dari tangannya.


"Hmm, apa?" tanya Anaya.


"Biasanya, jatah bulanan buat kamu. ASI booster," jawab Tama dengan menatap wajah Anaya.


"Oh, makasih banyak yah. Makasih tiap bulan selalu dibeliin ASI booster," balas Anaya.


Faktanya memang demikian, setiap bulan Tama selalu membelikan ASI booster buat Anaya. Itu juga adalah bentuk kepedulian Tama kepada Anaya sebagai Ibu Susu bagi bayinya, Citra.


"Iya, biar produksi ASI meningkat dan berkualitas tentunya," balas Tama.


"Iya, makasih banyak yah. Padahal aku beli sendiri enggak apa-apa," balas Anaya.

__ADS_1


Kemudian Tama menyerahkan kantong plastik kepada Anaya, "Ini oleh-oleh buat kamu."


"Ha, apa?" tanya Anaya yang menunjukkan raut wajah penuh kebingungan.


"Martabak manis kesukaan kamu," balas Tama.


Rasanya memang aneh bagi Tama, karena ketika perjalanan pulang dari kantornya, Tama melihat kedai Martabak yang begitu terkenal itu. Kemudian Tama memilih berhenti dan membelikan martabak manis kesukaan Anaya. Varian coklat dan keju, adalah martabak manis kesukaan Anaya.


"Hmm, tumben … makasih yah," balas Anaya.


"Sama-sama, dimakan saja. Biar aku yang jagain Citra," balas Tama.


Anaya pun mengangguk, dia kemudian membuat kotak pembungkus martabak itu, mengangkatnya di depan wajahnya dan mencium aromanya yang begitu harum.


"Hmm, enak banget ini. Kamu mau?" Anaya menawarkan juga kepada Tama.


"Buat kamu, Ay," balas Tama.


Ketika Anaya menikmati martabak itu, Tama sedang melakukan bounding dengan Citra.


"Anaknya Papa pinter banget sih berguling-guling. Makin hari makin pinter ya Cit … semangat belajarnya ya Sayangnya Papa, capai setiap perkembangan motorik dan sensorik kamu," balas Tama.


Rupanya Anaya juga mendengar percakapan antara Tama dan Citra itu. Hingga Anaya pun diam-diam tersenyum mengamati interaksi Papa dan putri kecilnya itu. Sedikit melakukan interupsi, Anaya kemudian membagikan martabak kepada Tama.


"Tama, cobain juga dong … enak banget loh. Kamu yang beliin, jadi cobain juga yah," interupsi dari Anaya.


"Udah, nanti saja. Kamu habiskan enggak apa-apa. Biar ASI-nya Citra rasa martabak," canda dari Tama kepada Anaya.


Namun, Anaya segera mengambil satu potong martabak dan hendak menyuapkannya kepada Tama.


"Yuk, cobain … biar aku yang pegang," balas Anaya.


Melihat tangan Anaya yang terulur tepat di depan bibirnya, untuk sejenak Tama merasa tertegun. Jujur, Tama merasa gugup sekarang ini.

__ADS_1


"Ayo, aku suapin," ucap Anaya lagi.


Tama kemudian menganggukkan kepalanya secara samar, "Baiklah," ucapnya.


Dengan rasa gugup yang mendominasi, Tama membuka mulutnya dan menggigit kecil sepotong martabak itu dari tangan Anaya.


"Enak kan?" tanya Anaya lagi.


Herannya Tama, ketika dia begitu gugup, justru Anaya terlihat santai dan biasa saja. Mungkinkah sekarang hanya dirinya saja yang gugup, dan Anaya tidak.


"Biar aku pegang, Ay," balas Tama.


"Aku pegangin aja, biar satu tangan aja yang kotor," sahut Anaya.


Dengan susah payah, Tama menelan martabak itu sesegera mungkin supaya Anaya tidak menyuapinya lagi. Satu potong saja sudah cukup.


"Mau lagi?" Kembali Anaya menawarkan martabak kepada Tama.


"Oh, enggak … sudah. Makasih banyak," sahut Tama dengan cepat.


"Sebanyak ini apa aku habis. Kita bisa sharing," balas Anaya lagi.


Dengan cepat Tama menggelengkan kepalanya, "Ya kan aku beliin kamu, jadi ya itu semuanya buat kamu. Oh, iya Ay… kalau kamu ingin sesuatu bilang saja. Nanti aku belikan," ucap Tama.


"Iya, makasih banyak," balas Anaya dengan tertawa.


Sebenarnya tidak ada yang lucu, hanya saja mendengar ucapan Tama rasanya begitu menggelitik. Hingga Anaya pun tertawa dibuatnya.


"Ay, kapan-kapan aku ajak ke suatu tempat mau enggak?" tanya Tama kini kepada Anaya.


Anaya yang sedang mengunyah martabak pun seakan kesusahan menelan martabak di mulutnya. Cukup kaget mendengar ucapan Tama itu. Hingga kedua matanya membola menatap Tama yang duduk tidak jauh dari sisinya.


"Gimana Ay, mau enggak temenin aku ke suatu tempat?" ^^

__ADS_1


__ADS_2