Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu
Dua Kantung Janin


__ADS_3

"Di sini ada dua kantung janin yang tumbuh."


Deg!


Di kala Dokter Indri mengatakan bahwa di dalam rahimnya ada dua kantung janin, air mata dengan sendirinya membasahi wajah Anaya. Begitu terharu dengan kabar yang dia terima sekarang ini. Sebelumnya, kala di-USG, Anaya masih takut jika terjadi Bligthed Ovum lagi. Rupanya kali ini, Allah begitu berbaik hati kepada Anaya dan Tama sehingga di dalam rahimnya bersemi dua kantung janin di sana.


"Yang benar Tante?" tanya Anaya kembali menegaskan.


Dokter Indri pun menganggukkan kepalanya, "Benar ... ada dua kantung embrio di dalam rahim kamu. Selamat Anaya ... mungkin ini mirip dengan Bunda kamu dan Tante yah," balas Dokter Indri.


Ah, apa yang disampaikan Dokter Indri barusan sangat benar. Bahwa mendiang Bundanya memiliki kembaran dan itu adalah Dokter Indri. Sehingga secara genetik, ada bibit kembar. Hanya saja, Anaya tidak menyangka bahwa sekarang ada dua kantung janin yang tumbuh dalam rahimnya.


"Benar Tante ... Bunda dan Tante kan kembar," balas Anaya.


"Jadi, keturunan kembar itu sudah ada. Teori ini benar karena jika keturunan dari pihak cewek itu bisa menghasilkan keturunan kembar. Sementara jika yang kembar dari pihak cowok, belum tentu bisa menghasilkan keturunan kembar. Nah, kalau yang tidak memiliki keturunan kembar ingin memiliki anak kembar bisakah? Bisa, dengan cara bayi tabung dan mengupaya supaya sel telor yang dibuahi akan membelah menjadi dua," jelas Dokter Indri.


Anaya dan Tama pun mendapatkan ilmu baru perihal keturunan kembar. Itu juga didukung dengan berbagai teori dan penelitian yang sudah terjadi selama ini.


"Morning Sickness tidak Anaya?" tanya Dokter Indri.


Terlihat Anaya yang menggelengkan kepalanya, "Tidak itu Tante ... apa mungkin belum yah? Soalnya dulu waktu hamil, Anaya itu morning sickness parah dan sekarang enggak sama sekali," jawabnya.


"Kalau tidak morning sickness itu enak. Biasanya Ibu hamil yang hamil kembar akan mengalami morning sickness yang jauh lebih parah. Hal ini disebabkan karena tingginya kadar hormon hCG. Hormon ini berperan untuk menjaga plasenta agar tumbuh dan berkembang seiring dengan usia kandungan. Semakin tinggi kadar hormon hCG, maka Ibu hamil biasanya akan mengalami rasa mual yang semakin parah. Selain itu selera makan juga meningkat drastis. Kemudian perut akan membesar di trimester pertama," jelas Dokter Indri lagi.

__ADS_1


"Kalau mual, kelihatannya belum Tante ... cuma kalau selera makan menjadi bertambah iya deh. Tadi menimbang saja sudah naik 2 kilogram," balasnya.


Terlihat Dokter Indri pun tersenyum, "Tidak apa-apa, karena memang begitu. Ada dua janin di sini tentu kebutuhan dan asupan nutrisi lebih diperhatikan. Tidak harus makan berat yah, bisa makan dalam porsi yang sedikit, kemudian perbanyak buah, sayur, dan susu," balas Dokter Indri lagi.


"Berarti memungkinkan untuk terlihat gemuk dong Tante?" tanya Anaya lagi.


"Iya, karena di trimester pertama saja perut kamu akan membesar, dan selera makan yang meningkat drastis sehingga memang akan meningkat drastis juga," jelas Dokter Indri.


Bagaimana pun terkait dengan berat badan, wanita hamil pun merasa insecure dengan kenaikan berat badan yang terlalu drastis. Akan tetapi, bagaimana lagi jika lonjakan selera makan itu juga dipicu oleh hormon kehamilan.


"Aku gemuk tidak apa-apa kan Mas?" tanya Anaya kepada Tama kemudian.


"Tidak apa-apa, Sayang," balas Tama dengan masih memangku Citra di sana.


"Jadi, kehamilan kali ini sudah 6 minggu yah. Kalau tidak morning sickness berarti saya tidak resepkan pereda mual yah. Saya resepkan vitamin dan asam folat saja," balas Dokter Indri lagi.


Anaya pun menganggukkan kepalanya, "Hmm, Tante ... boleh bertanya tidak. Perihal hubungan suami istri itu boleh tidak Tante? Katanya bisa membuat baby-nya pusing," tanya Anaya dengan terlihat begitu lugu.


Dokter Indri justru tertawa kecil di sana, "Boleh ... selama janin kamu kuat tidak apa-apa. Cuma, tidak boleh terlalu sering. Jangan menekan perut juga yah, ingat di dalam dini ada dua kantung janin," jelas Dokter Indri.


Anaya pun tersenyum, "Makasih Tante," balasnya dengan menganggukkan kepalanya.


Usai pemeriksaan yang berlangsung cukup lama dan penjelasan yang diberikan oleh Dokter Indri begitu detail. Sekarang Anaya dan Tama menuju ke apotek untuk mengambil obat terlebih dahulu dan membayar seluruh biaya pemeriksaan. Walau Dokternya adalah Tante sendiri, tetapi untuk biaya tetap mengikuti aturan di Rumah Sakit itu.

__ADS_1


"Mama ... baby?" tanya Citra dengan menunjuk perut Mamanya.


"Iya, sudah ada baby di dalam sini. Citra mau punya adik, suka enggak?" tanyanya.


"Suka ... baby," balasnya.


Tama pun juga tersenyum, "Papa juga suka ... cuma tidak menyangka akan memiliki dua baby twins ya Sayang," ucapnya.


"Iya, Mas ... aku juga tidak menyangka. Terlalu bisa karena genetif dari Mama. Juga Pak Petani ini tabur benihnya semangat 45, jadi kantung embrionya dua," balas Anaya.


Tama terkekeh geli di sana, "Jadi, boleh jadi Petani lagi dong," godanya.


"Enggak boleh sering-sering tuh Mas ... jadi, dijadwal sekarang," balas Anaya.


Tama kembali tertawa, "Sudah ah ... dibahas nanti, tidak enak ada Citra. Mau langsung pulang?" tawarnya kepada sang istri.


"Mampir ke toko roti ya Mas ... aku mau beli Muffin boleh?" tanya Anaya.


Ya, inilah yang dimaksud oleh Dokter Indri bahwa selera makan Bumil yang hamil kembar akan meningkat drastis. Sore tadi Anaya sudah makan dan meminum susu hamil rasa cokelat yang Tama belikan dan sekarang Anaya sudah ingin membeli Muffin cake. Tama pun menganggukkan kepalanya, "Iya, ayo ... buat Bumilku yang cantik. Biar Papa belikan," balasnya.


"Citra uga," teriak Citra.


Rupanya si Kecil Citra juga tidak mau ketinggalan. Dia juga menginginkan kue Muffin sama seperti Mamanya.

__ADS_1


"Oke, yuk ... untuk dua kesayangannya Papa. Ayo, Papa beliin," balas Tama dengan menggendong Citra dan menggandeng tangan istrinya itu.


__ADS_2