
Menjelang siang barulah Anaya mendapatkan visitasi dari Dokter Indri. Kali ini, Dokter Indri melakukan visitasi tanpa tangan kosong. Melainkan Dokter Indri datang dengan membawa buah dan bingkisan untuk Si Kembar. Dokter yang ramah itu memasuki kamar Anaya sendirian.
"Selamat siang Anaya dan Tama," sapa Dokter Indri.
"Iya, selamat siang Tante," balas Tama dan Anaya hampir bersamaan.
"Bagaimana sudah agak baikan?" tanya Dokter Indri kepada Anaya.
"Masih sakit di perut Tante ... bekas sayatan dan jahitannya sakit," balas Anaya.
Ini memang operasi Caesar yang pertama untuk Anaya, dulu kala melahirkan Cinta, Anaya juga menjalani operasi Caesar. Rasanya ngilu dan perih di luka jahitan kembali dia rasakan sekarang. Memang operasi caesar kali ini menggunakan metode ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Surgery) yang memiliki keunggulan minim rasa sakit dan proses penyembuhannya lebih cepat. Metode ERACS ini memang sengaja dipilih Tama atas saran Ayah Tendean agar Anaya bisa segera pulih dan tidak begitu mengalami rasa sakit.
"Waktu melahirkan sebelumnya Caesar juga ya Anaya? Tante lihat ada bekas sayatan di atas tulang kemalu-an," balas Dokter Indri. Itu memang ketika membersihkan perut Anaya, dan Dokter Bedah mulai membuat sayatan di sana, terlihat ada bekas sayatan di perut Anaya.
Anaya pun menganggukkan kepalanya perlahan, "Iya, benar Tante ... 3 tahun yang lalu," balasnya. Seketika Anaya teringat dengan Cinta, bayinya yang sudah tiada. Walau Cinta sudah tiada, tetapi bekas operasi Caesar tiga tahun lalu akan dia bawa sampai mati nanti, tidak akan pernah hilang. Melalui bekas operasi yang bisa terlihat olehnya, Anaya akan terus mengingat putri kecilnya yang kini sudah menjadi malaikat kecil untuknya.
__ADS_1
"Babynya juga sehat yah ... tadi sudah divisitasi Dokter Bisma?" tanya Dokter Indri kepada Anaya dan juga Tama.
Tama pun segera menganggukkan kepalanya, "Iya, agak pagi tadi Dokter Bisma sudah melakukan visitasi dan pemeriksaan kepada Si Kembar," jawabnya.
Mendengar jawaban dari Tama, Dokter Indri pun menganggukkan kepalanya, "Syukurlah ... tinggal pemulihan untuk Ibunya. Semoga Ibu dan bayinya sehat selalu yah,"
Anaya pun kemudian bertanya kepada Dokter Indri karena dia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya semalam hingga bisa terjadi pendarahan yang begitu hebat. Sebab, semalam Anaya merasakan tubuhnya begitu ringan, nyari saja nyawanya terpisah dari raganya. Benar-benar kondisi yang kritis.
"Tante, sebenarnya kemarin itu Anaya pendarahan karena apa?" tanya Anaya sekarang ini kepada Dokter Indri. Anaya sendiri merasa penasaran dan membutuhkan penjelasan dari Dokter Indri mengenai kondisinya semalam.
"Hmm, begini Anaya ... jadi, kemarin itu kamu mengalami Plasenta Akreta. Kondisi ketika plasenta menempel di dinding rahim dan begitu dalam. Normalnya ketika bayi diangkat, plasenta juga akan diangkat sekaligus. Akan tetapi, karena plasenta itu menempel sehingga menyebabkan Ibu mengalami pendarahan hebat setelah melahirkan. Plasenta Akreta sendiri terjadi karena bekas operasi Caesar pada persalinan sebelumnya. Juga, plasenta si Kembar itu ada satu yang menembus dinding rahim, bahkan dia nyaris menempel ke kandung kemih," jelas Dokter Indri kepada Anaya.
Memang begitulah adanya, bahwa kemarin Anaya mengalami Plasenta Akreta. Plasentanya menempel dan cukup dalam di dinding rahim sehingga membuatnya mengalami pendarahan begitu hebat usai melahirkan.
"Bagaimana dengan rahim Anaya, Tante?" tanya Anaya sekarang ini. Bahkan tangan Anaya sudah refleks memegangi perutnya.
__ADS_1
Dokter Indri tampak menghela nafas sejenak dan akhirnya memberikan jawaban secara jujur kepada Anaya.
"Plasenta yang menempel di dinding rahim terlalu dalam membuat rahim kamu rusak, Anaya ... jadi, kemarin kami melakukan Histerektomi atau pengangkatan rahim. Maaf Anaya," ucap Dokter Indri lagi.
Mendengar apa yang disampaikan oleh Dokter Indri, seketika membuat Tama mematung dan juga Anaya yang berlinangan air mata. Rasanya, kesedihan yang begitu dalam kembali di rasakan Anaya. Dia kini menjadi wanita yang tidak memiliki rahim.
"Pendrahan setelah persalinan bisa memicu terjadinya kerusakan organ dan sangat berbahaya. Selain itu rahim kamu juga robek karena kuatnya plasenta yang menempel di dinding rahim. Jika, tidak kandung kemih kamu dan organ lainnya di dekat rahim bisa berbahaya dan turut mengalami kerusakan," balas Dokter Indri.
Memang begitu Plasenta Akreta dan dipicu dengan bekas sayatan di operasi caesar sebelumnya, membuat Anaya mengalami pendarahan hebat. Akan tetapi, fakta itu lebih menyakitkan karena rahim yang Anaya miliki semalam rusak karena rahim yang melebar lebih besar, dan juga ada bagian plasenta yang menempel begitu dalam di dinding rahimnya.
"Jadi, Anaya sudah tidak bisa memiliki anak lagi ya Tante? Anaya tidak memiliki rahim?" tanyanya.
Dokter Indri pun meneteskan air matanya dan menganggukkan kepalanya perlahan, "Maafkan Tante, Anaya ... nyawa kamu taruhannya. Menyelamatkan nyawa kamu adalah prioritas Tante," balas Dokter Indri.
Keputusan yang begitu sulit juga untuk Tim medis semalam. Memilih mempertahankan rahim yang sudah robek dengan risiko terjadi pendarahan hebat dan kerusakan organ di sekitar rahim, atau melakukan Histerektomi untuk menghentikan pendarahan dan juga menyelamatkan nyawa Anaya.
__ADS_1
Tangisan Anaya kian pecah, pun Tama yang segera memeluk istrinya itu. Jadi, sebegitu parahnya kondisi yang dialami oleh Anaya kemarin hingga Tim Medis memutuskan melakukan Histerektomi untuk merusakan kerusakan organ yang ada di sekutar rahim dan juga menyelamatkan nyawa Anaya.