Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu
Operasi Tangkap Tangan


__ADS_3

Rupanya, Reyhan masih membuntuti Tama dan Anaya yang berjalan ke arah kasir. Bahkan pria itu tersenyum miring, kala memandangi tubuh Anaya yang makin berisi. Sungguh, semua ini membuat Anaya sangat tidak nyaman. Wanita itu pun berbisik lirih kepada suaminya, "Mas, usai ini langsung pulang saja yah," ajaknya.


Tama pun menganggukkan kepalanya, "Iya Sayang ... pulang saja," sahutnya.


Ketika, Reyhan terus membuntuti Anaya dan Tama, rupanya di sana ada intel yang tampak mengikuti pergerakan Reyhan. Pria berbadan tegap yang mengenakan jaket berwarna hitam dan juga topi hitam. Kala itu tidak ada yang menyadari.


Tama pun tidak menyadarinya, karena fokus Tama sekarang ini hanya kepada Anaya saja. Tama sangat risau jika sesuatu terjadi kepada Anaya. Terlebih sekarang Anaya tengah berbadan dua dan juga di masa lalu, Anaya pernah mengalami depresi karena pria tersebut.


Di kasir, Tama dengan cepat mengeluarkan dompetnya dan segera membayar semua pakaian yang dibeli oleh Anaya. Sedetik pun, Tama tak pernah melepaskan genggaman tangan Anaya dari tangannya. Sesekali, Tama mengedarkan pandangannya dan mencari sosok Reyhan


Rupanya dari jauh Reyhan juga melihat Tama, kedua mata mereka saling bersitatap, dan Reyhan tersenyum miring kepada Tama. Sungguh, ini bukan situasi yang aman untuk Tama dan juga Anaya.


"Pulang saja ya Sayang ... kalau pengen Ramen, nanti aku belikan via pesan antar saja," ucap Tama sekarang.


Anaya pun menatap suaminya itu, "Aku sudah tidak pengen Ramen kok Mas ... aku pengen pulang," balasnya.


Walau tidak menangis, tetapi terlihat kecemasan di wajah Anaya. Bahkan Ramen favoritnya saja sudah tidak menjadi hal yang ingin dia makan. Padahal sebelumnya mereka ke Mall adalah untuk membeli makanan khas Jepang itu.


Oleh karena itu, usai membayar belanjaan, Tama menggandeng tangan Anaya dan mengajaknya menuju parkiran basement. Tama kini sengaja menggenggam handphonenya, menghidupkan kameranya seolah hendak selfie, tetapi sebenarnya, kamera di handphone itu dia gunakan untuk mengamati apakah Reyhan masih mengikuti mereka dari jauh.


Sosok Reyhan pun tertangkap di kamera handphone Tama. Bahkan pria itu berjalan dan jaraknya tidak terlalu jauh dari mereka berdua.


"Mas ... aku takut," lirih Anaya dengan kian mengeratkan genggaman tangannya di lengan Tama.

__ADS_1


"Jangan takut, Sayang ... aku akan selalu melindungi kamu," balas Tama.


"Dia mengikuti kita," balas Anaya dengan terlihat takut.


"Aku bisa panggil polisi sekarang, Sayang ... tenang saja," balas Tama.


Ya, kali ini Tama tidak akan segan-segan, ketika Reyhan berani mendekat dan menyentuh Anaya, maka dia akan menekan nomor polresta terdekat. Tidak akan membiarkan Reyhan bergerak bebas dan juga leluasa.


Di parkiran basement itu, terdengar derap langkah kaki, dan Reyhan berupaya mengejar Anaya dan Tama.


"Ana, tunggu dulu," teriak Reyhan pada akhirnya.


Akan tetapi, Anaya dan Tama memilih berjalan dan tidak menghiraukan Reyhan yang berlari mengejarnya. Hingga akhirnya jarak mereka hanya sekian meter, dan Reyhan kian mendekat. Tama pun menghentikkan langkah kakinya, meminta Anaya untuk berdiri di belakang punggungnya.


"Lebih baik kamu pergi, jika seperti ini aku bisa melaporkanmu ke pihak yang berwajib dan berkata bahwa kamu sudah menguntit kami," ucap Tama dengan menghela nafas.


Tama pun menggelengkan kepalanya dan berdecih melihat Reyhan, "Ckck, urusan apa lagi? Urusan untuk menyakiti Anaya? Atau apa? Sudah tidak ada lagi urusanmu dengan Anaya," balas Tama.


Reyhan kemudian mengeluarkan handphonenya, dan dia rupanya masih memiliki beberapa foto Anaya di sana. Walau kala itu Reyhan berjanji untuk menghapus semuanya, tetapi dia meminta staf IT-nya untuk memulihkan filenya. Reyhan tersenyum miring di sana, pria itu merasa bisa mengintimidasi Anaya dan juga Tama.


"Sialan," balas Tama dengan emosi yang sudah begitu tersulut.


"Kamu pikir bisa begitu saja lepas dari Reyhan. Tidak semudah itu, aku memiliki banyak salinan fotomu, Ana sayang," balas Reyhan.

__ADS_1


Sorot mata yang seolah melecehkan, bahkan ucapan sayang yang diucapkan Reyhan, membuat Tama benar-benar naik darah. Namun, Anaya segera menggenggam tangan suaminya itu.


"Mas," ucap Anaya.


"Aku harus memberinya pelajaran," balas Tama.


Tama meminta Anaya menunggu di sana, dan Tama sudah mengepalkan tangannya, raut wajah Tama menjadi memerah dan begitu marah saat ini. Tama bahkan sudah mengcengkeram kerah kemeja Reyhan dan hendak meninjukan kepalan tangannya di wajah Reyhan.


Akan tetapi, Reyhan justru tertawa, "Pukul aku ... pukul saja aku, dan aku bisa melaporkanmu untuk tuduhan penganiayaan," balasnya.


Sungguh, Tama begitu geram dengan pria yang sekarang berada di hadapannya itu. Bak hilang kendali, Tama hendak meninju wajah Reyhan di sana. Akan tetapi, aksi Tama rupanya dihentikan oleh teriakan seseorang.


"Stop! Hentikan!, kami aparat kepolisian," teriak orang yang membuntuti dengan mengenakan Jaket kulit hitam dan topi hitam itu.


Tama pun melepaskan tangannya hingga membuat Reyhan terhuyung, lantas beberapa aparat kepolisian berseragam preman tampak mengelilingi Reyhan dan Tama di sana.


"Saudara Reyhan, Anda ditangkap karena terlibat dalam kasus penyuapan perusahaan telekomunikasi," teriak seorang aparat.


Tidak menunggu lama, seorang polisi yang dalam penyamaran itu mengeluarkan borgol dan langsung memborgol tangan Reyhan di sana. Sungguh, Reyhan tidak menyangka bahwa kali ini dirinya diciduk aparat kepolisian.


Pria itu segera digelandang menuju kantor kepolisian terdekat, sementara ada beberapa petugas yang meminta penjelasan kepada Tama, karena terlihat hendak berkelahi dengan Reyhan.


"Dia mengancam istri saya, memperkosanya, dan juga akan menyebar fotonya," penjelasan Tama kepada pihak yang berwajib.

__ADS_1


"Saudara Reyhan kami tangkap dalam operasi tangkap tangan kali ini. Jika Anda ingin membuat laporan silakan menuju ke kantor kepolisian. Tersangka bisa dikenakan pasal berlapis," sahut seorang petugas di sana.


Kali ini, Tama tidak akan memberi celah. Alih-alih hanya membiarkan Reyhan dengan kasus suapnya, dia akan menambah masa hukuman pria itu dengan kasus yang pernah Reyhan lakukan kepada Anaya. Dengan cara inilah, dia dan Anaya bisa hidup tenang.


__ADS_2