Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu
Nama Si Kembar


__ADS_3

"Nama adalah doa."


Ya, itu adalah pepatah yang sering terdengar selama ini. Pun demikian dengan Anaya dan Tama yang sering sedang berunding bersama mencari nama terbaik yang akan menjadi identitas seumur hidup untuk bayi kembar Fraternal mereka. Memang Anaya sendiri sudah memiliki sebuah nama untuk bayi kembar mereka, tetapi perlu persetujuan juga dari Tama apakah suaminya itu juga cocok dengan nama yang dia pilih.


"Baby Twins mau dikasih nama apa Sayang?" tanya Tama kepada istrinya itu.


Anaya pun tersenyum dan menatap kedua bayinya yang usai mendapatkan ASI pertamanya, kemudian keduanya sama-sama terlelap.


"Apa ya Mas ... disamakan dengan Citra yah ... inisialnya C," balas Anaya kemudian.


"Oke, tidak masalah Sayang ... kamu aja yang pilih namanya," balas Tama.


"Serius, yakin ... tidak ingin Mas aja yang memilih namanya?" balas Anaya kemudian.


Tama kemudian memilih diam sejenak, memikirkan mungkin dia bisa turut menyematkan nama untuk bayi kembarnya itu. Beberapa saat Tama tengah berpikir, akhirnya Tama pun memberikan jawaban kepada Anaya.


"Sematkan saja kata 'Anata' di dalam setiap nama anak kita. Anata itu adalah gabungan dari nama kita berdua. Anaya dan Tama. Bagaimana, setuju?" tanya Tama kemudian.


Untuk kedua buah hatinya sekarang, Tama hanya ingin ada nama mereka berdua di dalam setiap nama untuk kedua buah hatinya itu. Anaya pun tersenyum menatap suaminya.


"Anata artinya Anaya dan Tama. Di dalam bahasa Jepang kalau tidak salah Anata itu artinya 'Sayang', yang disayangi."


Anaya menjelaskan arti kata Anata kepada suaminya itu. Memang di dalam bahasa Jepang, Anata sering dipakai untuk memanggil 'Sayang'. Tama yang mendengarkannya pun menganggukkan kepalanya, "Boleh juga Sayang ... bagus kok. Kan memang mereka berdua sayangnya aku dan kamu," balas Tama.


"Lucu ya Mas ... mereka berdua kembar, tetapi wajahnya berbeda. Kelihatan lebih besar yang cewek yah? Padahal mereka badannya besar yang cowok loh," balas Anaya dengan mengamati bayi kembarnya.


"Iya Sayang ... lucu banget. Mulai begadang lagi, Yang ... kayaknya baru kemarin aku begadang sendirian setiap malam dengan Citra, sekarang Citra sudah menjadi kakak, dan aku memiliki tiga orang anak," balas Tama.


Rasanya memang seperti baru kemarin Tama begadang nyaris setiap malam ketika Citra masih bayi, dan sekarang dia akan kembali begadang karena memiliki baby twins. Tidak masalah untuk Tama begadang, dia justru senang dan Tama sendiri memang bisa diandalkan sebagai seorang Papa untuk mengasuh anaknya yang masih bayi.

__ADS_1


"Jadi ... Si Kembar namanya siapa Mama Anaya?" Kali ini Tama bertanya dan mengambil tempat duduk di tepian brankar itu.


"Inisialnya C ya Mas," balas Anaya.


"Iya, boleh," jawab Tama.


"Charla dan Charel ... kita punya Triple C di rumah," balas Anaya.


Tama pun tersenyum mendengar nama yang dipilih oleh istrinya itu. Pilihan nama yang dipilih Anaya rupanya juga berinisial C, sama seperti Citra yang menjadi sulung mereka.


"Oke ... boleh Sayang. Bagus kok namanya," balas Tama.


"Charla Anata Putri dan Charel Anata Putra, gitu aja ya Mas ...."


Anaya pun tertawa karena pilihan namanya yang tidak keren. Akan tetapi, itu adalah doa yang dia sematkan untuk kedua bayinya. Anak-anak yang akan tumbuh dengan kelemahlembutan dalam hati mereka. Semoga saja, dengan kelemahlembutan yang mereka miliki, keduanya akan melihat dunia dengan indah dan juga bisa menggapai apa yang mereka cita-citakan.


"Iya Mama Anaya ... namanya bagus kok. Jangan lupakan, kita punya Cinta juga yang akan selalu kita kenang di dalam memori dan doa kita," balas Tama.


"Tidak akan dibiarkan umat-Nya terus-menerus berduka dan merasakan kesesakan. Tuhan sudah gantikan semuanya. Cepat pulih juga ya Sayangku ... biar kita bisa pulang ke rumah," balas Tama.


"Iya, telepon Mama dong, Mas ... kangen Citra," balas Anaya.


Tama pun menganggukkan kepalanya. Dia lantas mengambil handphone dan melakukan panggilan video kepada Mama Rina yang ada di rumahnya menjaga Citra.


Mama Rina


Berdering


"Halo Mama," sapa Tama begitu panggilan video itu terhubung.

__ADS_1


"Halo, Tama ... bagaimana Anaya sudah pulih? Sudah sadar?" balas Mama Rina yang cemas dengan kondisi Anaya. Semalam memang Tama mengatakan bahwa Anaya mengalami pendarahan hebat dan juga meminta doa dari Mama dan Papanya di rumah supaya Anaya bisa segera sadar.


Kemudian Tama mengarahkan kamera handphone kepada Anaya. Melihat Anaya yang tersenyum di sana, Mama Rina justru menangis. "Anaya ... sudah sadar?" tanya Mama Rina dengan terisak.


"Sudah Ma ... berkat doa Mama dan Papa juga," balasnya.


"Tangan kamu ditransfusi darah ya Anaya?" tanya Mama Rina melihat jarum intrafena di tangan Anaya yang mengalir warna merah.


"Iya Ma ... kemarin Anaya kehilangan banyak darah karena ada plasenta yang menempel ke dinding rahim," balasnya.


"Sehat-sehat ya Anaya ... nanti siang Mama akan menjenguk kalian sebentar dengan Citra. Dia kangen Mamanya," balas Mama Rina.


Anaya pun menganggukkan kepalanya, "Iya, Ma ... ditunggu nanti yah," balasnya.


"Makasih Anaya ... kamu sudah berjuang, kamu sudah memberikan harapan dan semangat baru untuk Tama. Jangan pernah lelah untuk mendampingi Tama ya Anaya," balas Mama Rina.


"Anaya juga bisa sampai di detik ini karena Mas Tama juga, Ma ... terima kasih Mama sudah membantu Anaya untuk menjaga Citra."


"Sama-sama Anaya ... segera pulih yah. Wajah kamu pucat sekali, sehat yah," balas Mama Rina.


Usai panggilan video itu berakhir, Anaya lantas menatap kepada suaminya. "Terima kasih sudah mendampingi dan menguatkan aku ya Mas ... sekarang mau minta tolong lagi boleh?" tanya Anaya.


"Boleh ... butuh apa pun, bilang saja kepadaku, My Love ...."


Anaya pun tersenyum di sana, "Mau mandi, Mas ... gerah. Bantuin jalan yah," pinta Anaya.


Akan tetapi Tama dengan cepat menggelengkan kepalanya, "Nanti saja, Yang ... kamu melahirkan caesar, belum boleh berjalan. Nanti sore aja," balas Tama.


Anaya pun menganggukkan kepalanya, "Ya sudah deh ... nanti bantuin ya Mas," balas Anaya lagi.

__ADS_1


"Iya ... pasti Sayangku ... kamu aja gini sudah cantik banget. Cepat pulih dan sehat ya My Love."


Itu adalah ungkapan jujur dari Tama, walau Anaya terlihat pucat dan wajahnya masih menahan sakit, di matanya Anaya selalu menjadi wanita yang tercantik untuknya. Wanita yang selalu mendampinginya, dan kini menjadi Ibu untuk bayi kembarnya. Cantik ada kalanya bukan hanya sebatas apa yang bisa dilihat oleh mata, tetapi cantik juga karena pesona dan tabiat baik yang dimiliki oleh seseorang hingga membuatnya kian cantik adanya.


__ADS_2