Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu
Bertemu Dengannya


__ADS_3

Selang beberapa hari, Anaya yang sedang hamil dan fase ngidam, rupanya ingin mengajak suaminya ke salah satu mall yang ada di pusat ibukota untuk membeli Ramen kesukaannya. Selain itu, ada jenis makanan yang lain yang ingin Anaya beli. Sebagai suami yang baik, Tama pun tentu akan mengantarkan istrinya itu. Akan tetapi, kali ini mereka memilih hanya pergi sendiri dan menitipkan Citra kepada Mama Rina.


"Pengen Ramen banget ya Sayang?" tanya Tama kemudian.


"Iya, tiba-tiba pengen banget. Padahal aku sudah lama enggak makan Ramen dan juga enggak makan junk food loh," aku Anaya.


Itu benar karena memang selama kehamilannya, Anaya lebih banyak menikmati makanan yang dia masak sendiri di rumah. Begitu jarang untuk mengonsumsi Junk food. Walau terkadang rasanya ingin menikmati kentang goreng, burger, atau es krim. Anaya pernah membaca di salah satu artikel bahwa ibu hamil harus membatasi junk food karena memiliki efek jangka panjang.


Junk food memiliki nilai gizi yang rendah, sehingga tidak menyediakan banyak nutrisi yang diperlukan selama kehamilan. Terlalu banyak mengonsumsi junk food untuk ibu hamil bisa meningkatan risiko alergi karena kandungan gula tinggi yang menyebabkan alergi dan asma. Mengonsumsi junk food berlebihan ketika hamil untuk menyebabkan konsumsi Acrylamide. Acrylamide adalah bahan kimia yang dapat terbentuk ketika makanan digoreng pada suhu sangat tinggi, seperti kentang goreng, keripik kentang, dan makanan goreng lainnya. Pada suatu pernah bahwa tingkat Acrylamide yang tinggi dapat menyebabkan lingkar kepala lebih kecil dan berat lahir rendah pada bayi. Yang terakhir junk food adalah makanan yang nihil nilai gizinya karena banyaknya kadar lemak, kolesterol, gula, dan garam yang tidak boleh dimakan berlebihan selama kehamilan.


"Sekali aja ini ya Sayang ... daripada beli Ramen, sebenarnya aku lebih seneng beliin kamu buah-buahan," balas Tama kemudian.


Anaya pun menganggukkan kepalanya, "Iya ... sekali aja. Habis ini enggak akan makan Ramen sampai bayinya lahir nanti," balasnya.


Tama pun melajukan mobilnya menuju salah satu pusat berbelanjaan di pusat kota. Begitu telah memarkirkan mobilnya, Tama segera menggandeng istrinya itu untuk memasuki mall tersebut.


"Mau langsung makan atau jalan-jalan?" tanya Tama.


"Jalan-jalan dulu boleh?" tanya Anaya yang tampak mengapit manja lengan suaminya itu.


"Tentu boleh My Love ... penting jangan kecapekan. Beli baju hamil, Yang ... yang bisa buat kamu kuliah," ucap Tama kemudian.


Anaya pun tersenyum, "Dibeliin Mas Suami?" tanyanya.


"Iya, aku beliin. Buat kamu, pasti aku beliin," balas Tama.

__ADS_1


Kemudian, mereka memasuki Department Store, tampak Anaya mengamati beberapa baju hamil di sana. Ada juga yang menarik perhatiannya.


"Celana panjang Bumil ya Mas ... buat kuliah," ucapnya.


Tama pun menganggukkan kepalanya, "Iya boleh. Baju hamil yang warna merah muda itu manis, Sayang. Suka enggak sama baju itu?" tanya Tama yang seolah juga tampak memilihkan untuk istrinya.


"Lihat Sayang ... bagus nih," ucap Tama mengangkat baju hamil dengan motif bunga-bunga.


"Yang hitam bagus Mas," balas Anaya.


Tama kemudian tersenyum, "Selain warna hitam, Yang ... mau itu mempesona di semua warna. Itu hijau toska juga ada, warna kesukaan kamu. Beli itu yah?"


Anaya mengamati suaminya itu, hatinya menjadi hangat mana kala Tama kembali ingat dengan warna kesukaannya. Rasanya memang Tama ini adalah pria yang begitu baik.


"Ya sudah, yang toska yah ... ukuran yang besar. Ukuranku sudah naik dua tingkat, Mas," balas Anaya dengan menepuk-nepuk pipinya yang chubby.


Anaya pun tersenyum dan bergelayut manja di lengan suaminya itu, "Untung suamiku kamu yah ... kalau pria lain pasti bilangnya, aku sudah tidak menarik lagi karena segendut ini," balasnya.


Tama pun menatap istrinya itu, "Ini pengorbanan pertama kamu sebagai seorang Ibu. Kamu rela badan kamu yang proporsional kini menjadi seperti ini. Best Mommy," balas Tama kemudian.


Kemudian Anaya tersenyum menatap suaminya, "Makasih Papa Tama," balasnya.


"Sama-sama Mama Anaya," balas Tama.


Ketika Anaya mengedarkan pandangannya ke beberapa baju yang lain, rupanya pandangan Anaya kini tidak sengaja bersitatap dengan seorang pria yang rupanya cukup lama memperhatikan keduanya.

__ADS_1


Kini, pria itu berjalan mendekat ke arah Anaya. Bahkan terlihat sorot mata yang tajam dari pria itu. Menyadari bahwa pria itu berjalan mendekat ke arahnya, sontak saja pegangan tangan Anaya di lengan Tama kian menguat.


"Hei, Ana ... long time no see," sapa pria itu.


Begitu mendengar sapaan itu dan juga Tama yang menyadari ada sosok lain yang mengenali istrinya di sana, dari suaranya saja Tama bisa mengenali siapa pria tersebut.


"Reyhan," balas Anaya dengan lirih.


"Wow, tidak menyangka kamu sudah hamil ya Ana ... jadi, seperti ini kamu ketika hamil yah? Wow," sahut Reyhan dengan pandangan matanya yang terlihat mengamati badan Anaya dari ujung kepala hingga ujung kaki.


"Jaga matamu itu," balas Tama.


Sungguh, Tama tidak suka dengan cara pria itu memandangi tubuh istrinya. Rasanya Tama ingin mencukil mata pria bernama Reyhan itu.


"Kenapa, aku bisa membayangkannya," balas Reyhan.


Tama sudah mengepalkan tangannya, rasanya ingin memberikan bogem mentah ke pria arogan dan minim adab itu.


"Sialan," balas Tama.


Anaya menggenggam tangan Tama, "Biar saja, Mas ... jangan melawan dan membuat keributan," balas Anaya.


Tama pun menganggukkan kepalanya, "Pria sampah yang hanya bisa memandang buas wanita, lihat saja Reyhan ... aku tidak akan tinggal diam. Suatu saat nanti aku akan membalasmu. Selamat untuk pembatalan pernikahanmu dengan Farhani," balas Tama kemudian.


Mendengar nama Farhani disebut, Reyhan pun menatap tajam pada Tama. Di dalam hatinya, Reyhan juga bertanya-tanya kenapa Tama bisa mengenal Farhani.

__ADS_1


"Semoga malapetaka akan segera datang Reyhan," balas Tama.


Tidak menunggu lama, Tama pun segera mengajak istrinya untuk pergi dan membayar semua baju hamil yang sudah mereka pilih. Lebih baik untuk pergi, tetapi usai ini Tama berjanji akan memberikan pelajaran kepada Reyhan.


__ADS_2