Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu
Piknik Tipis-Tipis


__ADS_3

Sebenarnya Tama mengambil cuti sepekan atau lima hari kerja untuk berbulan madu usai menikah dengan Anaya. Namun, apa daya keduanya sama-sama tidak bisa meninggalkan Citra yang masih berusia satu tahun itu terlalu lama. Bahkan keduanya cukup menginap satu malam saja di hotel, dan memilih untuk kembali pulang ke rumah. 


Malam ini keduanya untuk kali pertama menempati kamar Tama di rumah orang tuanya. Keduanya masih tinggal di rumah orang tua Tama, sembari menunggu rumah baru yang Tama beli dari hasil menjual rumahnya sebelumnya yang masih dalam tahap renovasi. 


"Ini jadi kamar kita sekarang. Biasanya kita main-main di kamar Citra," ucap Tama. 


"Hmm, iya ... tadi siang pun aku sudah masuk ke sini," balas Anaya. 


"Sementara di sini dulu ya Sayang, sebelum nanti kita pindah ke rumah baru yang dekat dengan rumahmu," balas Tama. 


Sama dengan janji Tama sebelumnya, Tama telah membeli sebuah perumahan yang letaknya dekat dengan rumah Anaya. Pikirnya, Anaya juga bisa lebih dekat dengan Ayah Tendean. Namun, karena Tama mengecat ulang perumahan yang dia beli itu, keduanya memilih untuk tinggal di rumah Mama Rina dan Papa Budi terlebih dahulu. 


"Iya Mas, di sini dulu tidak apa-apa. Hmm, tapi akhir pekan menginap di rumah Ayah ya Mas," ajak Anaya. 


"Boleh Sayang, hari Sabtu saja kita menginap di sana," balas Tama. 


Tama yang duduk di samping Anaya, perlahan menggenggam tangan istrinya itu, memberikan usapan di punggung tangannya, "Masih kepikiran yang siang tadi?" tanya Tama. 


"Enggak, aku mencoba melupakannya. Mengenai kasih sayangku sebesar apa untuk Citra tidak perlu diketahui oleh orang lain juga. Biarkan Citra yang bisa merasakan kasih sayangku untuknya. Kamu percaya kepadaku kan Mas, kalau kasih sayangku benar-benar tulus untuk Citra?" tanyanya. 


"Sangat yakin, Sayang ... benar, apa yang terjadi ke depan, kita akan menghadapinya bersama-sama yah. Kamu dan aku," balas Tama. 


"Benar Mas, saling menguatkan satu sama lain ya Mas. Kali ini aku memilih untuk tidak overthinking. Kali ini aku memilih untuk menikmati kebahagiaan menjadi istrimu dan ibu untuk Citra," balas Anaya. 


Ya, kali ini Anaya memang memilih untuk tidak overthinking. Ketika orang luar akan mengatainya hanya sekadar cinta kepada Tama, dan tidak dengan Citra, Anaya cukup membuktikan bahwa dirinya untuk orang seperti itu. Anaya kali ini memilih menjaga kesehatan mentalnya dengan memilih kebahagiaan menjadi pengantin baru dan Ibu untuk Citra. 


"Benar Sayang, aku bangga padamu. Aku bangga pilihanmu sangat tepat," balas Tama. 


"Memikirkan omongan orang tidak ada habisnya, Mas. Jadi, aku memilih sedikit menghiraukannya. Aku ingin menikmati kebahagiaan ini," balas Anaya dengan penuh keyakinan. 


"Piknik tipis-tipis yuk besok," ajak Tama kali ini. 


"Kemana Mas?" tanya Anaya. 

__ADS_1


"Sekitaran Jakarta aja," balas Tama kemudian.


"Ke Bandung yuk, Mas," balas Anaya kemudian. 


Rasanya Anaya ingin pergi ke Bandung. Mengunjungi daerah yang sejuk untuk menenangkan diri dan menikmati piknik bersama suaminya itu. 


"Lembang?" tanya Tama. 


"Terserah kamu aja, ke tempat yang dingin gitu," balas Anaya. 


"Hayo, ngajakin ke tempat yang dingin ngapain hayo?" goda Tama dengan mencubit hidung Anaya. 


Anaya tampak menyipitkan matanya dan menatap suaminya itu, "Mau ngapain emangnya Mas?" 


Nyatanya Anaya justru balik bertanya kepada suaminya itu. Hingga Tama terkekeh geli dibuatnya. 


"Dingin-dingin kan enak Sayang, membuat kehangatan yang pas," jawabnya. 


Refleks, Anaya pun memukul lengan suaminya itu, "Bisa aja sih, tapi ajakin Citra yuk, Mas ... staycation bersama Nak Cantik Kesayangan," ucapnya. 


"Enggak apa-apa, Mas ... aku gak bisa ninggalin Citra lama-lama. Gimana, mau enggak?" tanya Anaya kemudian.


"Ya sudah, boleh... untuk istriku tercinta selalu boleh. Jadi, mau packing sekarang?" tanya Tama. 


"Boleh, biar aku siapkan. Mas kalau mau tidur, duluan aja gak apa-apa," balas Anaya.


"Yuk, ah ... aku temanin. Cuma jangan lupa bawa pumping ya Sayang, biar sumber ASI kamu tidak bengkak," balas Tama. 


"Iya Mas, aku akan bawa pumping kok. Peralatan perang yang penting banget buat aku," balas Anaya. 


Sebagai Ibu Menyusui, membawa pumping, charger pumping, kantong ASIP, bahkan ice gell adalah hal yang penting. Selain membawa perlengkapan baby juga yang begitu banyak dan kecil-kecil. Kali ini keduanya tampak melakukan packing bersama. 


"Kalau Citra rewel gimana?" tanya Tama kemudian. 

__ADS_1


"Enggak akan rewel, aku yakin dia justru senang nanti," balas Anaya. 


"Ya sudah, intinya disiapkan baik-baik, jangan sampai ada yang ketinggalan," balas Tama. 


***


Keesokan harinya ... 


Tama membawa istri dan anaknya mengunjungi kota Bandung hari ini. Rencananya, Tama ingin staycation selama tiga hari di kota Kembang itu. Sembari menikmati masa menjadi pengantin baru dan juga mengunjungi tempat wisata edukatif dengan Citra tentunya. 


"Siap?" tanya Tama kepada Anaya yang duduk di sampingnya dengan memangku Citra di sana. 


"Siap Papa, cuma nanti kalau Citra mulai tidak tenang, aku pindah di belakang dan Citra duduk di car seat ya Mas," balasnya. 


"Iya, oke Sayangku," balas Tama. 


Lantaran membawa istri dan anaknya, Tama pun melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Video player di mobilnya pun diputar lagu anak-anak kesukaan Citra tentunya. Bahkan sayup-sayup Anaya turut bernyanyi bersama Citra. 


"Let's play again looking where we are ... Let's look outside and enjoy the pretty ride, driving in the car."


Betapa bahagianya membawa istri dan anaknya piknik tipis-tipis bersama. Yang disampaikan Anaya sebelumnya benar, meninggalkan Citra justru membuat hatinya merasa tidak nyaman. Justru dengan membawa serta putri kecilnya membuat kebahagiaan tersendiri bagi mereka berdua. 


"Kalian berdua kompak banget sih," komentar Tama melihat interaksi keduanya. 


Anaya pun tertawa, "Kami sudah menghabiskan waktu bersama hampir satu tahun, Mas. Jadi ya aku dan Citra jadi kompakan deh. Iya kan Citra, Citra dan Mama adalah tim yang solid," balas Anaya. 


"Seneng enggak Sayang? Maaf yah, cuma bisa ngajakin kamu jalan-jalan ke Bandung aja," ucap Tama. 


Dengan cepat Anaya menggelengkan kepalanya, "Ke Bandung pun aku udah seneng banget kok, Mas. Kemana pun asal sama kamu, aku bahagia kok," balas Anaya. 


"Kamu bisa saja sih Sayang. Lain kali aku ajakin ke luar negeri yah, jalan-jalan sama Citra juga nanti," katanya. 


"Iya Mas, sekarang sih prioritaskan Citra dulu. Kalau aku, melihat Citra selalu sehat dan bahagia itu sudah senang banget. Stimulasi sensorik dan motoriknya bisa diupayakan, tetapi anak yang sehat dan bahagia yang harus dicapai paling utama," balas Anaya. 

__ADS_1


"Setuju sama kamu, Ay... harusnya orang-orang di luar sana yang tidak kenal sama kamu, melihat kamu dan mengenalmu dengan baik dulu. Asal menyudutkan tanpa melihat betapa sayangnya kamu kepada Citra," balas Tama. 


"Udah, jangan bawa-bawa itu, Mas. Hari ini kita bawa happy saja sama Nak Cantik. Udah, isi kebahagiaan kita sendiri. Memikirkan hal demikian justru merusak kebahagiaan kita," balas Anaya kemudian. 


__ADS_2