Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu
Serasa Outing Dua Keluarga


__ADS_3

“Main itulah sama Citra,” ucap Papa Radit yang memberikan saran kepada Arsyilla dan Arshaka untuk bermain dengan Citra.


Lantaran anak-anak, dan belum pernah bertemu Arsyilla yang usianya lebih besar dari Citra pun menatap Citra di sana, dan bertanya kepada Papanya. "Dia adik ya Pa?" tanyanya kepada Papa Radit.


"Iya, lebih kecil dari kamu," jawab Papa Radit. "Citra, usianya berapa Om Tama?" tanya Radit kemudian kepada Tama.


"Citra usianya 4 tahun dua bulan lagi," balas Tama.


Tampak Arsyilla menganggukkan kepalanya, "Empat tahun seusia Shaka dong Papa," balasnya.


"Benar ... seusia sama Shaka. Adik kamu juga kan, karena kamu yang lebih besar di sini," balas Papa Radit.


Arsyilla pun menganggukkan kepalanya, "Halo Citra ... perkenalkan aku, Arsyilla," sapanya.


Citra pun membalasnya, "Halo Kak Arsyilla," balasnya.


Sementara Papa Radit dan Papa Tama pun tertawa. Lucu memang jika sudah membawa serta anak-anak. Ada tipe anak yang bertemu dan bisa langsung akrab, tetapi ada pula anak yang harus didekatkan dulu, pendekatannya pelan-pelan. Sementara Citra ini termasuk anak yang harus didekati pelan-pelan.


"Sapa Shaka ... kan pernah bertemu waktu nengokin adik bayi," ucap Papa Radit kepada putranya, Arshaka.


"Halo Citra," sapanya singkat.


"Halo Shaka," balas Citra yang turun menganggukkan kepalanya.


Kemudian Arsyilla melihat boneka yang ada di sisi Citra, dan Arsyilla pun bertanya, "Kamu suka Minnie?" tanyanya.


"Iya Kak ... suka. Kak Syilla suka boneka juga?" tanya Citra.


"Iya, suka ... tapi yang Princess," balas Arsyilla.


Citra pun tertawa, "Princess untuk Pangeran," celetuknya dengan melirik ke Papanya.


Ya, selama ini yang dia dengar di buku-buku dongeng dengan jenis Fairytale, tentu seorang Princess adalah untuk pangeran. Itu juga yang Citra ketahui bahwa demikian, sesuai dongeng yang dia tahu.


"Justru seperti playdate yah kita ... kan janjian malahan ketemu di sini," ucap Radit kemudian.

__ADS_1


Tama pun menganggukkan kepalanya, "Benar banget, kayak outing bersama yah. Kalau menemui Oma Dianti, bawa Arsyilla dan Arshaka, Bro ... biar bisa main sama Citra," ucap Tama.


Setidaknya selama ini Citra hanya bermain di rumah dengan Mamanya, dan adik-adiknya yang masih bayi. Jika, bermain dengan Arsyilla dan Arshaka, Tama berpikirnya Arsyilla bisa berkembang kompetensi sosialnya. Bisa bermain dengan teman yang sebaya dengannya.


"Boleh, nunggu jadwalnya Bu Menteri Keuangan dulu. Soalnya Khaira mulai membimbing para mahasiswa yang Thesis. Jadi, sibuk dia," balas Radit.


Memang profesi Khaira sebagai Dosen membuatnya juga turut membimbing Thesis. Walau tidak banyak, tetapi cukup membuatnya sibuk. Oleh karena itu, untuk bisa keluar saja juga menunggu waktunya Khaira.


"Jadi Dosen Pembimbing juga?" tanya Tama.


"Iya, makanya ini sekarang Khaira juga persiapan untuk mencari Beasiswa S3 biar jadi Doctor," balas Radit.


Tama tampak geleng kepala jadinya, "Gila, gak capek ya kuliah, Mau di luar negeri lagi?" tanya Tama lagi. Sebab, sedikit banyak Tama juga tahu bahwa dulu Khaira mengambil S2 di University of Manchester, Manchester, Inggris. Sekarang, teman kuliahnya itu ingin mengambil lagi S3. Capaian yang luar biasa menurut Tama.


"Iya, tapi yang dekat saja ... di Singapura," balas Radit.


Hingga cukup lama para Papa mengonrol bersama, kini rupanya Khaira dan Anaya datang bersamaan. Keduanya tersenyum melihat suami mereka yang asyik mengobrol dan sembari mengasuh anak-anaknya.


"Wah, ngumpul di sini ... seru kayaknya," sapa Khaira kepada suaminya.


"Nunggu Menteri Keuangan," balas Radit dengan tertawa.


"Sudah Sayang," balas Anaya.


Kemudian Khaira tampak gemas kepada si Kembar yang salah satu digendong suaminya itu. Kemudian dia meminta izin kepada Anaya dan Tama untuk menggendong boleh atau tidak? Sebab, etikanya memang sebaiknya meminta izin untuk menyentuh atau menggendong bayi. Selain itu, bayi yang memiliki kulit lebih sensitif juga tidak boleh dicium sembarangan.


"Izin mau gendong boleh gak?" tanya Khaira.


"Boleh aja, Kak Khaira ... tapi nanti Kak Khaira yang jadi Dosen Pembimbing aku yah," balas Anaya dengan tertawa.


"Ajukan saja ke Kepala Prodi, disertai alasannya," balas Khaira.


Sebelum menggendong Charla, dia menyemprot tangannya dengan hand sanitizer terlebih dahulu supaya tidak ada kuman yang menempel. Lebih aman, lebih higienis, tentu lebih baik.


"Sini ikut Onty," ucap Khaira.

__ADS_1


Tama pun menyerahkan Charla kepada Khaira, sementara kini anak-anak agaknya sudah kenyang dengan es krim mereka. Sekarang mereka mengajak bermain. Para orang tua pun memperbolehkan. Sekarang Citra, Arsyilla, dan Arshaka bermain bola. Melakukan aktivitas fisik dengan bermain bersama. Tadi mereka yang kelihatan canggung, sekarang bisa lebih akrab.


"Cocok Kak Khaira ... tambah lagi," balas Anaya.


Dengan cepat Khaira menggelengkan kepalanya, "Enggak ... aku baru proses mencari beasiswa S3, Anaya ... ngejar impian dulu," balas Khaira.


"Ya ampun, S3 Kak? Seriusan, di mana?" tanya Anaya.


"Rencananya di Singapura saja. Yang dekat dengan Jakarta. Anak-anak bisa diajak ke sana, dan Mas Radit bisa ikutan," balas Khaira.


"Pekerjaan kamu gimana Bro?" tanya Tama yang bingung sekarang.


"Kerja jarak jauh sih ... atau enggak freelance dulu di Singapura, ada teman kuliahnya Khaira dulu di Manchester. Jadi, auditor di sana bisa," balas Radit.


"Yah, jangan sekarang Kak ... minimal Thesisku selesai dulu," balas Anaya.


Khaira pun tertawa, "Boleh ... toh, masih mencari beasiswa. Masih test, dan wawancara juga. Lumayan kan, mumpung masih muda dan Mas Radit juga mendukung," balas Khaira.


Kali ini Anaya merasa memang kerja sama suami dan istri itu sangat penting. Seperti yang dia lihat sekarang ada Radit dan Khaira yang bisa saling mendukung satu sama lain. Berkawan dengan orang yang positif untuk menjadikannya berpikir dan melakukan sesuatu yang positif.


***


Dear My Bestie,


Sembari menunggu Bab selanjutnya, dukung karya terbaru author berikut ini yuk …


1. Rujuk Bersyarat



2. Romansa Pengantin SMA



Untuk sinopsisnya ada di masing-masing gambar. Cerita ini juga akan update setiap hari. Jangan lupa follow nama pena Author untuk mendapat update cerita terbaru. Oh, iya … begitu kisah Mas Duda Mencari Ibu Susu selesai, kita langsung sambung ke kisahnya Opa Tendean yah. Bulan depan akan launching.

__ADS_1


Terima kasih,


Kirana^^


__ADS_2