
Setelah seharian penuh yang dihabiskan di dalam kamar, kini malam harinya Tama mengajak Anaya mengunjungi Batu Night Spectacular sama seperti permintaan istrinya itu. Lantaran BNS sebagaimana tempat itu disebut beroperasi pada malam hari, sehingga Anaya dan Tama pun menuju BNS pada malam hari.
"Pakai jaket My Love ... di Batu, dingin loh," ucap Tama untuk mengingatkan istrinya itu agar mengenakan jaket.
"Iya Mas ... aku pasti pake jaket kok. Jalan-jalan kayak anak muda ya Mas," balas Anaya yang sudah merasa begitu senang bisa jalan-jalan malam bersama suaminya.
Maklumlah dulu sewaktu pacaran, nyaris juga keduanya menikmati masa pacaran karena memang Tama yang acuh. Sementara usai menikah, waktu keduanya juga banyak dihabiskan untuk mengasuh Citra. Membiasakan Citra untuk tidur teratur dan juga membangun habitat yang baik untuk buah hatinya itu. Sehingga ini mungkin menjadi jalan-jalan malam pertama untuk keduanya.
Tama memilih menyewa mobil dari hotel dan kemudian menuju Batu Night Spectacular dengan istrinya itu. Menyusuri jalanan kota Malang dengan udara yang sejuk, justru keduanya terlihat menikmati kebersamaan mereka. Hingga beberapa saat berkendara, kini Tama dan Anaya sudah sampai di BNS.
Tempat rekreasi dan penuh lampu warna-warni, sebenarnya banyak arena bermain juga di sana. Akan tetapi, Anaya ingin mengunjungi tempat itu.
"Sudah sampai ... aku beli tiket masuknya dulu yah," ucap Tama yang mengajak Anaya menuju loket masuk dan segera membeli tiket untuk dua orang.
Begitu masuk, mereka mengunjungi Lampion Garden di sana, terlihat Anaya beberapa kali memotret suasana di sana. Hingga Tama menawarkan untuk memotret istrinya itu. "Aku fotoin Yang," ucapnya.
"Enggak usah Mas ... aku mau mengabadikan momennya saja kok," balas Anaya.
__ADS_1
"Ya sudah, kalau mau difotoin bilang yah. Sini, aku pegang ... nanti kamu hilang," ucap Tama dengan menggandeng tangan istrinya itu.
"Enggak ada yang nyuri aku, Mas ... mau hilang kemana juga," balas Anaya.
"Pokoknya harus sama aku yah, tanganku jangan dilepasin. Aku gak mau kamu kenapa-napa," balas Tama.
"Ishhs, posesifnya," balas Anaya dengan manyun melihat suaminya itu.
Kemudian mereka mengunjungi spot-spot foto di sana mulai dari tulisan Love, sayap malaikat, bahkan melihat arena permainan yang ada di area BNS. Malam yang indah dengan berbagai lampu aneka warna yang begitu menarik.
"Mau naik wahana?" tanya Tama kepada Anaya.
"Kan ada aku, jadi kamu gak perlu takut," balas Tama.
Setelah dibujuk oleh Tama, akhirnya Anaya mencoba beberapa wahana di sana. Walau benar-benar takut dan terus menggenggam tangan Tama. Mulai dari komedi putar, Hurricane, hingga biang lala, semua dinikmati mereka berdua. Sungguh luar biasa, permainan yang memicu adrenalin. Seumur-umur baru kali ini Anaya menaiki jenis permainan seperti itu, sampai dia benar-benar takut dan lutunya bergetar.
“Sudah Mas … takut,” ucapnya.
__ADS_1
Tama tersenyum dan mengusapi puncak kepala Anaya di sana, “Iya, sudah … nanti kalau main lagi kamu justru mual nanti. Sekarang makan yah … makan malam sekalian,” ajak Tama yang sudah menggandeng Anaya untuk menuju ke area foodcourt.
“Aku tuh lupa loh Mas, kapan kali terakhir naik mainan kayak gini. Mungkin waktu kecil dulu saat diajak Ayah ke Dufan. Aku seneng banget ke Dufan dulu. Selain itu ke Ragunan. Itu sudah tempat wajib yang aku kunjungi sama Ayah. Setelah dewasa, aku enggak pernah ke area bermain kayak gini. Ke Mall saja aku juga tidak pernah main-main di play zone,” cerita Anaya kepada suaminya itu.
“Lalu, kamu kalau ke Mall ngapain aja Yang?” tanya Tama.
“Apa yah … makan Ramen saja sih. Nonton juga kalau cocok sama filmnya. Selebihnya ya kuliah, kerja, juga memikirkan kamu yang kala itu hanya setengah hati kepadaku,” balas Anaya dengan menghela nafas.
Memang begitulah Tama, seolah hanya setengah hati saja kala menjalin hubungan dengan Anaya. Sampai Anaya pun berpikir bagaimana caranya supaya Tama bisa menerimanya sepenuhnya hati. Namun, bagaimana lagi karena cinta ya Anaya terus menjalani walau terlihat Tama yang tidak serius dan sungguh-sungguh.
“Maaf Sayang … itu semua hanya masa lalu kok. Kan sekarang, aku sudah sepenuhnya buat hati. Bahkan cintaku itu bukan setengah hati, tapi benar-benar bulat dan penuh untuk kamu,” balas Tama.
“Kalau sekarang kamu udah berubah Mas … lebih suka sama kamu yang sekarang. Suka banget,” balas Anaya.
“Maaf ya untuk masa lalu dulu yang membuat kamu sedih. Jadi yah, semua hanya masa lalu, sekarang aku sepenuhnya milik kamu. Hati dan tubuh aku sepenuhnya milik kamu,” balas Tama di sana.
“Iya Mas … makasih yah. Semoga kamu enggak berubah lagi sama aku.”
__ADS_1
Malam itu bukan sekadar wisata dan jalan-jalan, tetapi juga banyak obrolan yang mereka obrolan bersama dan janji untuk terus menjalani pernikahan dan kehidupan rumah tangga dengan sepenuh hati. Saling bergandeng tangan walau di depan mereka akan ada aral rintangan yang menghadang.