Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 100 " Runtuhnya pertahanan"


__ADS_3

" Kalian sudah pulang? Sudah makan malam?" Tanya Mami Shella kepada Sasa dan Bara yang Baru saja pulang. Hampir seharian Sasa menghabiskan waktu di salon.


" Udah Mi. "


" Ya sudah kalo gitu. Oh ya, Sasa, kamu tidur di kamar Kesya ya sama Mami!!"


Bara langsung terdiam membeku, rencananya malam ini untuk mengajak Sasa bergadang seakan sirna.


" Kenapa Sasa tidur sama Mami?"


" Dua hari lagi kalian akan menikah kembali. Dan Sasa gak boleh kecapean dan harus mendapatkan istirahat yang cukup. Biar nanti fresh wajahnya saat di pelaminan."


" Di kamar Bara kan juga bisa istirahat Mi." Bara mulai panik, rencananya tercium akan gagal total.


" Sasa gak akan bisa istirahat dengan baik, kalo kamu selalu ajakin dia bergadang. Udah, pokoknya dua hari ini Sasa tidur sama Mami di kamar Kesya, titik." Mami Shella menarik tangan Sasa lembut untuk mengekorinya.


" Mi... jangan gitu dong.. Mi... mungill.." Bara mengekori Mami Shella dan Sasa yang menaiki tangga, menuju kamar Kesya.


" Mungil, kamu tega biarin aku tidur sendiri, kalo aku di gigit nyamuk gimana?"


" Emangnya Sasa pawang nyamuk apa? Kalo takut di gigit nyamuk, Pake auwo aja. Lagian kamar kamu itu pake AC, dan selalu bersih, jadi mana mungkin ada nyamuk. Semut aja segan masuknya."


" Mi, masa Bara tidur sendiri.."


" Ya kalo kamu gak mau tidur sendiri, tidur sama Daddy sana."


Bumm..


Mami Shella menutup pintu dan menguncinya dari dalam. Suara rengekan Bara pun tidak di dengar oleh Mami Shella.


" Udah, biarin aja dianya. Mami udah siapin baju tidur kamu di sini. Dua malam ini, kamu tidur sama Mami ya.."


"Iya Mi." Sasa tersenyum manis.


" Gimana spa nya? Enak?"


" Banget Mi. Ini pertama kalinya Sasa melakukan perawatan."


Sasa mulai bercerita dengan Mami Shella tentang perawatan yang di jalaninya tadi bersama Anggun. Tanpa sadar akan waktu, Sasa akhirnya tidur larut malam juga.


Di waktu yang sama, Bara turun dari tangga menuju halaman belakang rumah dengan wajah yang murung. Ada Leo dan Daddy Roy yang sedang bermain catur.


" Ciee, pisah kamar.. di pingit juga akhirnya.. ha..ha..ha.." Leo tertaaa bahagia melihat wajah Bara murung.


" Mami kejam."


" Enak aja bilang istri Daddy kejam. Mami kamu itu melakukan hal yang betul. Kalo Sasa tidur sama kamu, yang ada kamu ajakin begadang. Apalagi Sasa baru aja melakukan perawatan, saat Sasa masuk rumah tadi, Daddy aja udah kecium wanginya "


" Tu dia, Bara kan pingin cium-cium Sasa Dad, mumpung wangi Bangeet."


" Biasanya Sasa bauk ya Mas" Goda Leo.


" Enak aja, Sasa tu wangi ya.. Cuma hari ini wanginya beda kan, karena habis perawatan."


" Nanti kan bisa kamu suruh ke spa lagi Sasa nya." Tambah Daddy Roy.

__ADS_1


" Iyaa sih.. Tapi tetap aja.."


" Apa? Dasar kamu ini, sabaran dong."


" Tapi biar cucu Daddy cepat hadir."


" Yaa gak tiap malam juga Bara. Sasa butuh istirahat, kalo kecapean Yang ada gak baik buat kesehatan dia."


" Emang gitu?"


" Iya lah Mas. Kalo kondisi Sasa kecapean, otomatis nutrisi di tubuhnya juga kurang baik, Jadi ya pembuahan hasilnya juga tidak baik."


" OOO, gitu yaa.."


" Masa sih kamu gak tau."


" Ya mana Bara tau Dad, yang Bara tau harus tembak tepat sasaran aja."


" Kamu ini, ngomongnya kok ngelantur."


" Loh, kan bener Dad, Bara kan selalu latihan tembak, dan tembakan Bara harus tepat sasaran."


" Udah, jangan di perpanjang. Udah malem, mana gerimis lagi.. Kan jadi rindu Mami."


" Waah, itu mah Daddy aja yang fikirannya traveling."


" Kayak kamu gak aja ."


Leo hanya memandang keseruan diantara dua pria yang berbeda generasi itu. Tidak terlihat seperti ayah dan anak, tetapi lebih terlihat seperti seorang sahabat. Leo saja terkadang masih segan untung berbicara terbuka dengan sang Papi, yaa walaupun Papi nya itu termasuk orang yang asik sebenarnya, suka bercanda juga seperti Daddy Roy.


" Duh Sa, keasyikan cerita sampai gak ingat wkatu kitanya. Udah jam 2 malam loh, tidur yukk.. kamu harus banyak istirahat."


" Kalo kamu mau sering tidur sama Mami, bilang aja. Mami suka kok tidur bareng anak perempuan Mami. Kesya dan Vina aja sering tidur sama Mami."


" Iya Mi, oh ya, Sasa boleh minta sesuatu gak?"


" Boleh, kamu mau apa?"


"Eemm, Sasa pingin tidur di peluk Mami, sambil Mami pok pok Sasa."


Mami Shella terkekeh, permintaan Sasa ini sangat lucu, persis seperti anak kecil. Tapi Mami Shella maklum, pastinya Sasa merindukan seorang sosok ibu di dalam dirinya. Dengan senang hati Mami Shella akan mengabulkan permintaan Sasa.


" Sini.. "


Mami Shella menepuk bantal di sebelahnya. Sasa dengan hati yang riang langsung berbaring di sebelah Mami Shella, dan Mami Shella langsung memukul pelan bahu Sasa, sampai Sasa tertidur. Mami Shea mendaratkan kecupan ringan di kening Sasa.


" Selamat tidur putri ku." Mami Shella pun ikut tertidur.


" Om, saya pamit pulang yaa, udah malem juga." pamit Leo.


" Oke lah, hati-hati nyebrangnya."


" Iya Om, Assalamualaikum, om, Mas."


" Walaikumsalam." Jawab Daddy Roy dan Bara berbarengan.

__ADS_1


" Ya sudah, kamu tidur sana, besok kerja."


" Ya Dad, Daddy juga, jangan malam-malam tidurnya."


" Iyaa.."


Bara dan Daddy pun beranjak dari duduknya. Daddy Roy memeriksa semua pintu dan memastikannya sudah terkunci dengan benar. Sedangkan Bara melangkahkan kakinya ke kamarnya. Sesampainya di kamar, Bara merasa kesepian karena tidak adanya Sasa, mungilnya di sampingnya. Sebulan menjalin rumah tangga bersama mungilnya, Hidup Bara sudah berubah drastis, bahkan tidur pun Bara tidak nyenyak jika tidak memeluk mungilnya, dan menghirup aroma tubuh mungilnya itu.


" Mungill, rinduu.." Bara mengendus bantal yang yang biasa digunakan oleh Sasa. Mencari sisa wewangian Sasa yang menempel di sana.


Mami Shella terbangun sebelim subuh, seperti biasa Mami Shella bangun pagi. Di lihatnya Sasa masih terlelap dengan nyaman bagaikan bayi, Mami Shella pun membelai rambut Sasa.


" Semoga kalian cepat memberikan cucu yaa untuk Mami." Mami Shella mendaratkan ciumannya di kening Sasa.


Mami Shella masuk kedalam kamarnya sendiri, dan melihat Daddy Roy yang masih tertidur.


" Sayang, Bangun.. siap-siap solat subuh.."


" Eeumm.. Iyaa Sayang.."


Sasa terbangun saat mendengar alarm pada ponselnya. Di lihatnya kesebalah, sudah tidak ada Mami Shella.


" Jam brapa Mami bangun? kok aku gak tau ya.." gumamnya.


Sasa pun beranjak dari kamar Kesya, dan menuju ke kamar dirinya dan Bara. Sasa melihat Bara sedang memeluk bantal yang biasanya dipakai oleh Sasa.


" Mas.." Sasa membelai wajah Bara.


" Eumm.. mungil.." Bara menggenggam tangan Sasa yang ada d wajahnya.


" Bangun, Udah mau masuk subuh."


Bara bangkit, namun bukannya beranjak dari tempat tidur, Bara malah memeluk tubuh Sasa dan menghirup aroma tubuh Sasa yang sudah menjadi candunya.


" Mass.."


" Sebentar saja." Bara menahan hasratnya untuk menyentuh Sasa lebih, dia mengingat pesan Leo yang untuk tidak membuat Sasa kelelahan. Bara sangat ingin Sasa segera mengandung buah cinta mereka, mengingat umur Bara yang sudah menginjak kepala tiga.


Sasa mengelus punggung Bara dengan lembut, dan mengecup pucuk kepala Bara.


" Mungil, aku sangat mencintai kamu.."


" Aku juga Mas.."


Bara menahan hasratnya untuk tidak menyentuh Sasa, namun gerakan tangan Sasa yang terus mengelus punggungnya membuat pertahanannya runtuh.


" Satu ronde gak masalah kali yaa."


" Hem??"


Belum sempat Sasa bertanya, Bara sudah membungkam bibir Sasa, dan mulucuti semua pakaian Sasa. Bara tidak bisa menahan hasratnya untuk tidak menyentuh sang istri.


IG : Rira_syaqila


****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..


Salam SaBar... (Sasa & Bara )


__ADS_2