Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F 108


__ADS_3

Steva dan Sofia sungguh bahagia, karena saat ini mereka memiliki seorang kakak. Raysa sungguh memberikan perhatian penuh cinta kepada mereka.


Lihat saja, Raysa dengan sabar menyuapi kedua adik iparnya itu.


"Beneran gak ada yang mau disuapin sama Abang?" tanya Fatih.


Steva dan Sofia pun serentak menggelengkan kepalanya.


Fatih menghela napasnya pelan, sedangkan Raysa terkekeh karena adik kembar sang suami lebih memilih dirinya. Fatih pun duduk disofa sambil memperhatikan ketiga wanita yang ia cintai itu.


Ponsel Fatih berdering, Raysa sempat menoleh sekali kearah Fatih.


"Tissa," ujar Fatih memberi tahu sebelum ia mengangkat panggilannya.


"Assalamualaikum, Sa."


"Walaikumsalam salam, Fatiiihhhh gue rindu bangeett sama Lo..." seru Tissa hingga membuat Fatih menjauhkan ponselnya dari telinga.


"Gak pake teriak juga dong," kesal Fatih sambil mengusap telinganya.


Tissa terkekeh diseberang panggilan.


"Ketemu yuuk, ajak Ica, ada yang mau gue kasih ke Lo sama Ica,"


"Kapan?"


"Besok gimana? lagian Lo baru Sampai juga kan?"


"Emangnya Lo lagi di Jakarta?" tanya Fatih.


"Iya dong, Gue lagi di pingit."


"Oh, iya ..iya.. udah mau kawin, Lo. lupa gue.. he..he..he.." Fatih terkekeh mengingat sahabat semprolnya itu akan segera menikah.


"Ya udah, besok ketemuan di mana?"


Fatih dan Tissa pun menentukan dimana tempat mereka akan bertemu.


*


"Mbak, Bang Fatih ganas yaa.." ujar Steva dengan berbisik.


"Ganas kenapa?" tanya Raysa yang masih sibuk memotongkan buah untuk mereka.


"Tuh, leher Mbak habis merah-merah."


Bluss ...


Seketika, wajah Raysa pun memerah. Raysa tak mampu berkata apa-apa lagi. Ia hanya bisa mengerjapkan matanya dengan perlahan tangannya naik keatas lehernya dan menutupi lehernya dengan telapak tangannya. Sontak saja Sofia dan steva tertawa terbahak-bahak melihat wajah sang kakak ipar yang sangat lucu sekali.


Image garang yang pernah mereka predikatkan kepada Raysa pun seketika hilang. Mereka melihat singa yang ganas menjadi kucing yang imut.


Raysa memang terlihat garang dan jutek, namun tidak kepada mereka. Raysa hanya jutek kepada Abang mereka dan juga orang asing.


Tapi lihatlah sekarang, Raysa persis seperti anak kucing yang sangat manja dan takut kehilangan sang majikan.


Setelah memastikan Steva dan Sofia meminum obat, Raysa pun menghampiri Fatih yang masih sibuk dengan iPad nya.


"Masih sibuk?" tanya Raysa yang mana membuat Fatih mengalihkan perhatiannya dari Ipad ke Istri tercinta.


"Udah selesai?"


"Hmm, mereka udah tidur."

__ADS_1


"Ooh, kita ke kamar skrg?"


"Yukk lah, aku ngantuk, capek banget."


Fatih pun bangkit dari duduknya, ia merengkuh pinggang Raysa dan berjalan menuju kamar mereka.


Upss, jangan harap mereka bakal enak-enak yaa.. kali ini mereka benar-benar tidur. Lelah juga kan, baru sampai, langsung olahraga, eh, masa malamnya olah raga lagi?


Bisa lemas lutut dibuatnya kan. haa..ha..ha...


*


Fatih melambaikan tangan nya kepada Tissa. Gadis cantik itu pun berjalan dengan sedikit tergesa kearah Fatih dan Raysa.


"Sort ya, gue telat."


"Gak papa, lagian kami juga udah kenyang nungguin Lo," ujar Fatih jutek.


Gimana gak jutek, janjian pukul 10, tapi Tissa datang pukul 12. Luar biasakan?


"Iih, semenjak udah kawin, ngambekan terus bawaannya?" gerutu Tissa sambil mendudukkan bokongnya di kursi.


"Gak dapat jatah ya, Ca?" tanya Tissa kepada Raysa.


"Jatah apa, Kak?" tanya Raysa polos.


"Jadup, jatah hidup?"


"Apaan tuh?"


Tissa menepuk jidatnya sendiri. Ia baru tahu jika Raysa sepolos ini. Padahal dulu mereka sering banget cerita tentang adegan plus-plus jika sudah berdua.


"Lo gak ngajarin dia apa itu Jadup?" tanya Tissa kepada Fatih.


Raysa mengerutkan keningnya mendengar pembicaraan Fatih dan Tissa.


"Apaan sih bang, Jadup?" tanya Raysa akhirnya yang penasaran dengan apa arti Jadup.


"Itu loh, jatah hidup." ujar Fatih sambil mengelus paha Raysa.


"Apaan sih?" tanya Raysa semakin bingung, d tambah lagi dengan kelakuan mesum sang suami.


"Jadup itu ya itu. Itu, ini masuk situ." ujar Fatih menunjuk kearah miliknya kemudian menunjuk kearah milik Raysa.


dalam hitungan detik, Raysa membolakan matanya dan memukul bahu Fatih dengan gemas.


"Mesum banget sih bahasanya." gerutu Raysa.


Tissa dan Fatih pun tertawa terbahak-bahak melihat wajah menggemaskan Raysa.


"Hai, asik banget ngobrolnya." ujar Farhan yang baru saja tiba.


"Eh, yang lagi dipingit mana boleh ketemuan?" gerutu Fatih dan Raysa hampir berbarengan.


Farhan pun terkekeh melihat kekompakan pasangan baru tersebut.


"Kalo gak ketemu, gimana bisa fitting baju," jawab Tissa.


"Fitting? telat banget fitting-nya?" ujar Fatih.


"Iya, kemarin aku sempat sakit, jadi berat badan aku kurusan. Dan tujuan aku manggil kalian kesini, yaitu untuk mencoba baju yang udah aku buat untuk kalian."


"Hah? baju?" seru Fatih dan Raysa berbarengan.

__ADS_1


"Hmm, aku udah minta tolong sama Tante Ara untuk jahitkan kalian baju. Khusu untuk Bridesmaid."


Raysa merasa senang mendengarnya, Raysa juga tak sabar untuk menjadi Bridesmaid-nya Tissa dan Farhan.


"Oh ya, Nanda juga lagi ada di sini, aku suruh Momol buat ajak Nanda kesini untuk fitting baju." tambah Tissa.


"Nanda ke sini?" tanya Raysa dengan terkejut.


"Hmm, dan Nanda ada kejutan untuk kamu," ujar Tissa tersenyum penuh arti.


"Kejutan apaan?"


"Rahasia dong, kalo di bilang sekarang, namanya bukan kejutan lagi."


"Duh, aku kok jadi berdebar-debar gini yaa?"


Mereka pun berbincang sambil menemani Tissa dan Farhan menghabiskan makanannya. Setelah itu, mereka pun berangkat menuju butik Mami Ara.


*


"Ini agak kendor ya Tante?" tanya Tissa yang merasa sedikit longgar dengan gaunnya.


"Iya, kamu bilang mau naikin sedikit berat badan kan?"


"Oh iya, aku lupa. Maaf ya, Tante."


"Gak papa, Tante Maklum kok. Oh ya, Ca, baju kamu yang itu, cobain deh." ujar Mami Ara sambil menunjuk kearah arah salah satu baju yang digantung.


"Warna marron ini?" tanya Raysa memastikan


"Iya, cobain deh."


Tak berapa lama Nanda dan Desi pun tiba secara bersamaan. Mereka bertemu di parkiran saat baru tiba tadi.


"Assalamualaikum, Mami apa kabar?" tanya Desi sambil mencium punggung tangan Mani Ara.


"Mami baik, cuma Kami lagi sedih,"


"Kenapa?"


"Kamu kapan nyusul Tissa nikah?"


Desi menelan ludahnya dengan kasar.


"Kalo Masalah itu, Mi. Mami tanyakan dengan Jo, kapan lamar Desi? sebelum Desi di pinang orang loh," ujar Fatih.


"Hah, tulah si Jo, kalo masalah cinta, geraknya lambat banget. persis Papa nya. Ntar, kalo udah ada saingan, baru deh sibuk kayak kebakaran jenggot."


Mereka pun tertawa mendengar curhatan Mami Ara. Tak berapa lama, Raysa keluar dengan menggunakan gaun Bridesmaid-nya.


"Ica, cantik Bangeet.." seru Mami Ara.


"Waah, kalo gini, kalah saing dong aku, ntar." ujar Tissa yang juga mengagumi kecantikan Raysa.


**


Jangan lupa Vote ya setiap hari senin.


Jangan lupa like and komen.


 Salam Bahagia dari FATIH n RAYSA


salam rindu Tissa dan Farhan

__ADS_1


__ADS_2