
Fatih benar-benar menikmati masakan Bunda Sasa, begitupun dengan Zein. Bahkan Fatih melupakan janji nya dengan Kayla.
"Waah, di tungguin dari tadi rupa nya di sini." Ujar Kayla untuk Fatih, namun detik selanjutnya tubuh Kayla membeku karena melihat Zein yang tersenyum manis kepadanya.
"Ila, makan dulu yuuk ... Bunda Masak Botok."
Kayla menelan ludahnya, sebenarnya dia sudah kenyang, namun botok adalah salah satu makanan favoritnya. Botok yang terbuat dari petai cina, ikan teri halus / teri Medan, kelapa, dan juga tempe yang di bungkus menggunakan daun pisang dan di masak dengan cara di kukus, itu memang makanan yang sangat enak. sederhana, namun rasanya luar biasa.
"Ila baru selesai makan Bun, tapi ila ratain botok nya aja boleh?"
"Jangan banyak ngomong, biasa nya juga kamu langsung main sambar aja." Celetuk Fatih dengan mulut penuh.
Kayla mencibir, kemudian ia melangkah mendekati meja makan, Kayla berencana untuk duduk di sebelah Fatih, namun Zein tiba-tiba saja menarik kursi yang ada di sebelahnya dan menyuruh Kayla duduk di dekatnya melalui tatapan matanya.
Kayla menghela napasnya, dengan terpaksa ia duduk di sebelah Zein.
"Kalian mau ke mana?" Tanya Bunda Sasa
"Oh, Abang mau jalan-jalan aja sama Kayla, udah lama juga gak ketemu Kayla, kan kangen Bun."
"Oh yaa, kemarin Bunda telpon Ica, bunda dengar suara nya serak kayak habis nangis. Fatih tau Ica kenapa nangis?" Tanya Bunda Sasa hati-hati.
Sebelumnya Bunda Sasa sudah menghubungi Farhan, namun Farhan juga tak tau penyebab kenapa Raysa menangis. Pasalnya hubungan mereka baik-baik aja.
Fatih menelan makanan yang baru saja di kunyah nya. Kemudian Fatih membasahi tenggorokannya dengan meminum air.
"Fatih juga gak tau Bun. Emang nya Layca gak cerita?" Tanya Fatih.
"Ica bilang sih, Abang marah sama Ica."
Zein dan Kayla serentak menghentikan pergerakan tangannya yang ingin menyuapkan botok kedalam mulut. Mereka saling mandnag kemudian menatap Fatih penuh tanya. Merasa di perhatikan, Fatih pun tersenyum.
"Abang gak marah kok sama Ica."
Bunda Sasa mengernyitkan keningnya. Pasti ada sesuatu yang terjadi di antara Fatih dan Raysa.
Tak ingin memperpanjang, Bunda Sasa memilih diam. Nanti saat waktu yang tepat, Bunda Sasa akan berbicara kepada Ica.
Setelah selesai makan, Fatih dan Kayla pun pamit.
"Gue ikut." Ujar Zein.
"Gue naik motor, mau duduk di mana Lo? di ban?" Ujar Fatih.
"Naik mobil gue aja. Bentar."
"Yaah, gak bisa romantis-romantisan dong gue sama Kayla."
"Gak perlu Lo romantis-romantisan sama Ila. Udah, tunggu sini."
Sebelum pergi, Zein menatap Kayla dengan tajam sehingga membuat Kayla menoleh kearah lain. Tanpa mereka sadari, jika Fatih memperhatikan hal itu.
Tak butuh waktu lama bagi Zein untuk mengambil mobil nya, karena memang rumah Zein yang berada di depan rumah Oma Shella.
Zein membukakan pintu penumpang bagian belakang untuk Kayla, dan itu cukup jelas bagi Fatih jika memang terjadi sesuatu dengan mereka.
Hah, rumit banget sih kisah cinta mereka. kenapa harus jatuh cinta di kalangan mereka sendiri, emangnya gak ada ya cewek lain di luar sana?
__ADS_1
Emang sih, cewek-cewek di kalangan mereka emang cantik-cantik. Cantik banget malahan, sayang banget kalo sampai jatuh ke tangan pria tak bertanggung jawab.
Zein pun melajukan mobilnya dengan kecepatan Sedang, sesekali Zein melirik Kayla dari kaca spion tengah. Sedangkan Fatih, saat ini fikirannya tengah melayang kepada Raysa nya.
Memang Fatih sengaja mendiamkan Raysa, karena mengikuti saran dari dokter. Fatih harus bisa, Fatih harus mampu menahan hasratnya untuk tidak membalas pesan-pesan dari Raysa. Untuk itu, Fatih sengaja membeli ponsel baru hanya untuk memakai nomornya sementara. Sedangkan ponselnya yang selalu dipakainya ditinggal di rumah. Ini adalah salah satu cara Fatih agar tak membalas pesan-pesan dari Raysa.
"Ni mau ke mana kita?" Tanya Zein.
Namun tak ada respon dari Fatih. Fatih masih menatap kearah luar jendela dengan fikiran yang melayang entah ke mana.
Zein melirik kearah Kayla, dan Kayla mengendikkan bahu nya.
"Fat." Panggil Zein lagi, namun sama saja, tidak ada respon dari Fatih.
Zein pun menepikan mobilnya, dan menatap kearah Fatih.
Sadar dengan mobil yang berhenti, Fatih pun menoleh kearah Zein seolah bertanya 'Kenaoa berhenti?' dari tatapan matanya.
"Lo kalo ada masalah sama Ica, mending Lo selesain baik-baik deh. dari pada Lo entar kesambet."
Fatih terkekeh mendengar kosa kata yang di gunakan oleh Zein.
"Gue gak ada masalah sama Ica."
"Terus?"
Tak ada jawaban lagi dari Fatih, Fatih lebih memilih diam dan kembali menatap keluar jendela.
Zein menoleh kebelakang, seolah bertanya kepada Kayla, mau kemana sebenarnya tujuannya ini.
Kayla mencondongkan sedikit tubuhnya dan menyentuh bahu Fatih. Walaupun zein tak menyukai apa yang Kayla lakukan kepada Fatih.
Namun Fatih tetap diam. Ia tak ingin orang lain tau masalah nya. cukup dirinya dan Anggel saja yang tahu.
Merasa suasana semakin dingin di dalam mobil, Fatih menoleh dan tersenyum.
"Gimana kalo kita ke wahana bermain?" ajak Fatih.
Kayla mengangguk setuju, namun tidak dengan Zein yang memang malas ke tempat permainan anak-anak itu.
"Kak Zein mau kan?" Tanya Kayla dengan lembut.
Zein menghela napasnya dan kemudian menganggukkan kepalanya.
*
Sudah seminggu ini Raysa tak bersemangat untuk melakukan kegiatan apapun. Teman-teman seprofesi Raysa pun menatap heran kepada gadis yang selalu ceria dan penuh dengan semangat itu.
"Kamu kenapa Sa?" Tanya Nanda, teman seprofesi Ica yang memang paling dekat dengannya.
"Gak papa."
"Jangan bohong, pasti ada masalah dengan cowok ya?"
Raysa menoleh, ia menatap Nanda dengan alis mengkerut. Nanda tertawa pelan melihat reaksi Raysa yang mudah ditebak.
"Kamu lagi tunggu kabar dari seseorang? makanya kamu beberapa hari ini galau gitu?"
__ADS_1
"Aku gak galau kok."
"Jangan bohong, ketara banget tau di wajah kamu."
Raysa menghela napasnya, Raysa saat ini memang butuh teman untuk curhat, tapi apa Nanda bisa dipercaya?
"Nda, sebenarnya sih Aku emang ada masalah."
"Hmm, ya udah, Kamu cerita aja."
Raysa menarik napasnya, "Ada 2 cowok yang deketin aku. Aku kenal baik sama mereka, dari kecil bahkan aku sudah mengenal mereka berdua. Mr. F1, suka sama aku, cinta banget, begitu pun dengan Mr.F2. Tapi aku sukanya sama Mr.F2, MR.F1 nyebelin, sering buat aku kesel, Makanya aku benci banget sama dia. Tapi, akhir-akhir ini dia kayak menghindar gitu. pesan aku gak di balas, telfon aku gak diangkat, bahkan aku sampai nangis karena menunggu balasan pesan dari dia."
"Itu Mr.F1?" tanya Nanda.
"Hmm, dan saat Mr.F1 punya sahabat wanita, aku kayak gak suka aja gitu. Rasa nya aku gak rela kalo ada wanita lain yang kasih perhatian sama dia."
"Mr.F2?"
"Kalo sama Mr.F2, hubungan aku biasa-biasa aja. Dia baik, sopan, perhatian, tapi aku ngerasa hubungan aku tu kayak, ya gak ada tantangannya gitu. Yaa walaupun aku saat ini sedang menunggu untuk dirinya melamar aku."
"Terus, Mr.F1? pernah kamar kamu?"
"kamar khusus si gak, tapi dia sering ngajakin aku nikah, tunangan, dan mau nunggu sampai aku benar-benar siap buat menyandang status istri."
"Mr.F2 pernah gak ngasih kabar gak ke kamu?"
"Pernah sih, dua mingguan ada, karena dia lagi sibuk di luar negri."
"Dan kamu gak coba buat hubungi dia?"
"Gak, lagian aku tau kalo dia pasti baik-baik aja."
"Sedangkan Mr.F1 yang katanya kamu benci dan gak cinta itu, kamu khawirin dia gitu?"
Raysa terdiam, Nanda benar, seharusnya ia lebih mengkhawatirkan Farhan yang memang sering lembur dan terkadang terlambat makan. Bahkan Farhan memiliki riwayat penyakit magh. Sedangkan Fatih? orang yang memang selalu makan tepat waktu, dan selalu rutin meminum vitamin, serta orang yang selalu membuatnya kesal, kenapa Raysa harus khawatir dengan keadaan Fatih? bukannya Fatih akan lebih mendapatkan perhatian dari Mami Mili?
"Sa."
Raysa tersentak saat Nanda menepuk lengannya pelan.
"Kamu jatuh cinta dengan Mr.F1?"
"Hah? aku? jatuh cinta?"
Raysa merasa jantungnya berdebar seakan ingin melompat dari sangkarnya. Benarkah ia telah jatuh cinta dengan Fatih?
Jangan lupa follow aq yaa..
IG : RIRA SYAQILA
JANGAN PELIT YAA.....
Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...
Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..
Senang pembaca, senang juga author...
__ADS_1
Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....