
Papi Gilang, Daddy Bara, dan Fatih saling melirik saat mereka keluar dari ruang peristirahatan pengantin. Saat setelah beberapa langkah menjauh kamar tersebut, ketiga pria berbeda usia itu pun langsung berseru gembira karena sebentar lagi mereka akan berubah status.
"Yeeey, Fatih sebentar lagi jadi Papi ..." seru Fatih bersorak riang.
"Papi jadi opa. Opa Gilang... Opa Gilang..." ujar Papi Gilang sambil menirukan suara anak kecil.
"Opa Bara, Ahaaii... greget banget dengernya. gak sabaran cepet2 lahir cucuku," seru Daddy Bara tak mau kalah heboh.
"Jadi opa... jadi opa.." ujar Daddy Bara sambil menari jaipong.
"jadi opa ...Jadi opa.." sambung Papi Gilang ikut menari jaipong.
"Jadi Papi.. jadi Papi," ujar Fatih sambil menari ala syahrukhan.
Opa Roy, Mami Vina, Mama Kesya, Opa Nazar, Oma Rosa, Quin, dan Anggel menggelengkan kepalanya melihat tingkah ketiga pria berbeda generasi tersebut.
"Anggap aja gak kenal," ujar Opa Roy dan berlalu meninggalkan ketiga pria yang tengah menari bahagia tersebut.
*
Pesta pernikahan Farhan dan Tissa pun berjalan dengan sempurna. Saatnya untuk pengantin beristirahat.
"Kamu mau apa?" tanya Tissa sambil menyilang kan tangannya di dada.
"Bantuin Kamu buka gaun,"
bluss...
Wajah Tissa pun tiba-tiba memerah, "A-aku bisa sendiri." cicit Tissa dan berlari kekamar mandi.
Farhan terkekeh melihat tingkah laku sang istri yang sangat menggemaskan. Tissa berlari sambil memeluk kaumnya yang kembang dan masuk kedalam kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, Tissa menarik napasnya berkali-kali, untuk menetralkan detak jantungnya yang cepat.
"Apa sekarang saat?" cicit Tissa sambil mematuk dirinya dicermin.
Tissa mencium aroma tubuhnya sendiri. Walaupun ruangan gedung pesta ber-AC. Namun tak menutup bagi Tissa untuk berkeringat.
Tissa mengangkat sedikit tangannya dan mendekatkan wajahnya kebagian ketiaknya.
"Bauk gak sih ni?" gumam Tissa.
Merasa tak yakin, Tissa meletakkan jarinya kelipatan ketiaknya, kemudian ia membawa jari-jarinya tersebut kehidungnya.
__ADS_1
"Masih bau deodoran. Ah, mandi aja lah biar segar."
Dan, Tissa bingung bagaimana cara membuka resleting bajunya.
"Aduuh, susah banget sih. Gimana cara bukanya? duuh, gimana nih?" gerutu Tissa dikamar mandi.
Tok ... tok ..
"Sa, kamu ngapain? kok lama? perlu bantuan?"ujar Farhan dari luar kamar mandi.
"Emm, aku bisa sendiri," pekik Tissa dan memegang dadanya yang berdetak dengan cepat.
Tissa berusaha membuka resleting gaunnya, namun tetap saja Tissa tak bisa menarik trun resleting gaunnya. Tanpa Tissa sadari, jika pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan Farhan yang berjalan pelan sambil mengulum senyumnya karena melihat Tissa yang kesusahan dalam meraih resleting gaunnya.
Farhan berjalan dengan pelan, tangannya langsung terulur untuk membuka resleting gaun Tissa.
Tissa terkejut saat sebuah tangan menyentuh tangannya dan membawa tangannya kedepan, bisa dikatakan saat ini tangan kekar tersebuttengah memeluk dirinya dari belakang.
"Aku bantu," bisik Farhan ditelinga Tissa sehingga membuat semua bulu kuduk Tissa merinding.
Tak lupa Farhan berikan kecupan di bahu Tissa yang terbuka, kemudian tangan farhan pun mulai bergerak untuk membuka resleting gaun Tissa. Tangan Tissa dengan perlahan naik memegangi gaunnya di bagian dada, agar tak langsung melorot kebawah.
Farhan menundukkan kepalanya dan berbisik ditelinga Tissa.
Tissa memandang wajah Farhan melalui kaca, diaman terdapat wajah Farhan yang tersenyum miring kepadanya.
"Aku rasa kamu ingin di sini, baiklah. Tapi sebenarnya aku sedikit malu, namun, lagi pula kamu juga akan melihatnya sebentar lagi," ujr Farhan sambil mundur beberapa langkah.
Tanagn Farhan bergerak untyk membuka resleting celananya, sehingga membuat tissa memekik terkejut.
"Apa yang mau kamu lakukan?"
"Aku? tentu saja akuingin buang air kecil, aku sudah tidak tahan lagi, terlalu banyak minum dan juga udara yang sejuk membuat aku sesak pipis." uajr Darhan dengan wajah polosnya.
Tissa yang suddah berfikiran entah kemana-mana seketika mengulum bibirnya dengan wajah yang memerah. dengan memegangi gaunnya, Tissa berlari keluar kamar mandi sehingga membuat Farhan tertawa terbahak-bahak.
*
Pintu kamar mandi terbuka, menambilkan wajah Farhan yang sudah terlihat segar. Sepertinya Farhan langsung membersihkan dirinya, terlihat dari bathroom yang Farhan kenakan.
Memang, Tissa tak menunggu lama untuk Farhan keluar dari kamar mandi, namun siapa yang menyangka jika Farhan sangat cepat untuk membersihkan dirinya.
Tissa masih memandang wajah Farhan yang masih ditetesi air dari rambutnya yang basah.
__ADS_1
"Kok bengong? Kamu gak mau mandi?" tanya Frhan menyadarkan lamunan Tissa.
"Hah? Eh. iya.." Tissa pun berlari kedalam kamar mandi dan tak lupa mengunci pintu kamar mandinya.
'Huuff, Gue fikir bakal ada adegan dikamar mandi tadi," gumam Tissa yang maan membuat wajahnya kembali memerah saat mengingat bayangan-bayangan nakal yang melintas dibenakknya.
* Setelah menghabiskan 45 menit dikamar mandi, Tissa keluar dari kamar mandi dan mendapati Farhan yang bersandar dikepala ranjang dengan mata yang tertutup dan tanagn yang terlipat diperutnya.
Perlahan, Tissa berjalan mendekati Farhan dan naik keatas tempat tidur. Tissa memandang wjah farhan dari dekat, ia telusuri setiap lekuk wajah Farhan yang terlihat tenang.
Tissa tersenyum, dengan perlahan Tissa meraba bulu mata Farhan, tak ada pergerakan dari Farhan, sehingga membuat Tissa tersenyum.
Diam-diam Tissa mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Farhan dengan lembut. Tissa terkekeh saat mengingat jika dirinya sudah bagaikan pencuri ciuman dari suaminya sendiri, Tissa pun mejauh dan bangkit dari posisinya, namun gerakan tangan farhan menahan lengannya sehingga membuat Tissa terjatuh kedalam pelukan Farhan.
"Ka-kamu gak tidur?" tanya Tissa dengan gugup.
"Aku menunggu kamu,"
Tissa mengerjapkan matanya, hingga tanagn Farhan menyentuh tengkuknya dan mendorong kepalanya untuk mendekat kewajah Farhan.
"Aku akan memberikan apa yang kamu mau," bisik Farhan didepan bibir TIssa, dan kemudain bibir mereka pun menyatu.
Malam ini adalah malaam yang indah bagi Farhan, mendengar suara Tissa yang memekik tertahan dibawahnya membuat gairah Farhan semakin meningkat.
Malam ini, rasa ellah karena berdiri lama yang Farhan rasakan pun seketika hilang. Bahkan farhan sempat berfikir apa dia bisa bergerak dengan lincah diatas Tissa atau tidak, dan kenyataannya Farhan sungguh pemimpin yang membuat Tissa mendapatkan kepuasannya.
Malam ini, mereka habiskan dengan saling meneriaki nama satu dan yang lainnya.
*
"Farhan memandang wajah Tissa yang terlelap dengan tenang. Ia tepikan anak rambut Tissa yang menutupi sebagian wajahnya.
"Cantik, dan gemesin banget," lirih Farhan saat melihat Tissa menggeliat dan menyusupkan wajahnya kedada bidang Farhan.
"Hah, tidur aja bisa bikin bangun gini," gumam Farhan sambil mengusap punggung telanjang Tissa.
**
Jangan lupa Vote ya setiap hari senin.
Jangan lupa like and komen.
Salam Bahagia dari FATIH n RAYSA
__ADS_1
salam rindu Tissa dan Farhan