Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 33 " Kamar Tamu"


__ADS_3

Peringatan : Bagi yang imannya tidak kuat, mohon di baca saat setelah berbuka puasa ya..


\=\=\=\=\= SELAMAT MEMBACA \=\=\=\=\=


"Apanya yang tidak boleh?"


Semua mata langsung menoleh kearah sumber suara. Vano dengan berwibawanya langsung menghampiri Vina dan mengecup pucuk kepala Vina dan kemudian mencium bibirnya sekilas. Membuat Sasa memalingkan wajahnya dan Bara mendengus kesal.


" Cih, yang benar saja. Apa kalian akan mempertontonkan adegan mesum di sini?" Kesal Bara.


" Eh, ada jomblo. Ha..ha..ha.. Sorry ya " Goda Vano yang mana membuat Bara semakin kesal.


" Eh ada Sasa. Jodi mana?" Tanya Vano dengan melirik kearah Bara.


Bara langsung mengepalkan tangannya, bagaimana bisa mereka menjodohkan mungilnya dengan Jodi. Apa mereka tidak mengerti dengan perasaannya sekarang?. Salahkan Sasa yang menolaknya berkali-kali.


" Emm, Bang Jodi bukannya lagi ngawal Mbak Kesya dan Tante Shella yaa?"


" Waah, Kamu tau banget ya Sa jadwal Jodi. Memang kalo jodoh gak kemana!" Seru Vina.


" Oh ya? Emang sih, Sasa cocok banget sama Jodi" Tambah Vano yang sengaja memancing Bara api yang sedang berkobar semakin membesar.


Benar-benar sepasang suami istri ini, semakin membuat Bara membara. Vano dan Vina sudah saling mengulum senyumnya menatap Bara yang terlihat kesal. Sedangkan Sasa terlihat gugup karena di goda oleh Vano dan Vina.


" Jodi jomblo, setia, Sasa juga, Sama-sama manis. " Tambah Vina.


" Apa kalian sedang membuka Biro jodoh saat ini?" Geram Bara menatap tajam kearah Vano dan Vina.


" Kalo Sasa nya mau, kenapa gak" Jawab Vina santai.


" Sa, kamu mau kan di jodohi sama Jodi?"


" Hah? Emm, kalo udah jodoh mau bilang apa Mbak" Ujar Sasa, membuat Bara semakin terbakar. Lihat saja mungil, itu tidak akan pernah terjadi.


" Nah, Sasa aja gak nolak, kenapa Mas yang sewot" Ujar Vina dengan wajah yang sangat menyebalkan menurut Bara.


" Kamu" Bara menatap tajam kearah Sasa. Sasa hanya membalas tatapan Bara datar. Bara bangkit dan ingin menarik Sasa, namun Vina menghalangi Bara.


" Jangan berani nyentuh Sasa" Ancam Vina tajam.


Bara menggeram dan kemudian meninggalkan Vina, Vano, dan Sasa. Sedangkan Vano dan Vina sudah tertawa melihat tingkah Bara. Sasa juga ikut tersenyum. Entah kenapa melihay Bara yanh seperti itu terlihat sangat lucu dan imut di mata Sasa.

__ADS_1


Sasa mengerjapkan matanya saat menyadari jika dirinya mengatakan Bara imut dan lucu. Oh tidak mungkin, Bara api itu adalah orang yang paling nyebelin sedunia. Ingat ya, Sedunia. Dunianya Sasa aja kali..


Vina melihat kearah Sasa yang terus memandang punggung Bara. Bahkan hingga orangnya tidak terlihat lagi, Sasa masih melihat di tempat yang sama. Vina curiga, apa jangan-jangan Sasa emang ada hati sama Bara?


" Kamu suka sama Mas Bara?" Tanya Vina tiba-tiba yang mana membuat Sasa tersedak oleh ludahnya sendiri.


Uhukk..uhuukk..uhukk..


" Aduh, Sampek keselek gitu. " Ujar Vina yang sudah mengulum senyumnya sambil memberikan air minum kepada Sasa.


" Makasih mbak" Ujar Sasa dengan suara yang tercekik.


Sasa menghabiskan setengah gelas. Sasa menarik napasnya dalam-dalam, untuk memenuhi paru-parunya dengan oksigen, dan melirik Vina dan Vano yang tengah mengulum senyum mereka.


Vina kembali menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda karena suara perut Sasa tadi, Sasa pun melakukan hal yang sama. Mereka masak di dapur sambil bercerita tentang baby Zein.


Tim EO sudah selesai mendekor halaman belakang rumah Daddy Roy.


" Vin, Kesya udah kirim pesan nih, sejam lagi mereka pulang" Ujar Bara memberi tahu.


" Iya Mas, ini juga udah selesai"


" Ini baju untuk Daddy dan Mami?" Tanya Bara yang di angguki oleh Vina.


Vina sudah menyuruh Sasa mengganti bajunya dengan milik Kesya. Sasa pun mengambil baju pemberian Vina, dan masuk ke kamar tamu. Sasa membersihkan dirinya di sana, kemudian berpakaian dan hanya memakai bedak tipis serta lipstik yang sering di bawanya di dalam tas. Sasa sangat terlihat cantik dengan gaun yang di kenakannya.


Sasa keluar dari kamar tamu, dan kebetulan berpas-pasan dengan Bara yang baru saja melewati kamar tersebut untuk menuju kamarnya. Bara seolah terhipnotis dan langsung mendorong Sasa kembali masuk kedalam kamar.


" Apaan sih" Gerutu Sasa saat Bara mendorongnya kembali masuk kedalam kamar.


Bamm..


Pintu tertutup dengan Sasa yang sudah bersandar di balik pintu. Bara telah mengunci gerakan Sasa, hingga tubuh Bara sudah menghimpit tubuh mungil Sasa. Tangan kiri Sasa di letakkan di bahu Bara, sedangkan tangan kanan di kunci Bara di belakang punggung Sasa. Tubuh Sasa merapat dengan tubuh Bara, di mana Bara memeluk erat pinggang ramping Sasa, sehingga Sasa terpaksa mencondongkan tubuhnya ke tubuh Bara.


" Lepasiin gak?" Ujar Sasa yang masih berusaha untuk melepaskan sebelah tangannya yang sudah di kunci oleh Bara.


Cup


Tiba-tiba saja Bara mencium Bibir Sasa. Sasa membelalakkan matanya. Sebelah tangan Sasa yang bebas mencoba mendorong tubuh Bara, namun tidak bergeming. Bara terus saja ******* bibir Sasa, hingga Sasa menepuk-nepuk bahu Bara untuk meminta bernapas.


Bara melepaskan ciumannya, menyatukan kening mereka, dan meraup oksigen sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


" Jangan pernah berfikir untuk memberikan hati kamu ke orang lain" Ujar Bara sambil terengah-engah. Karena ciuman ganas yang di berikan nya kepada Sasa.


Sasa menatap Bara dengan kesal. Sasa yakin, pasti saat ini lipstik nya sudah belepotan, karena memang Sasa tidak menggunakan lipmate saat ini. Buktinya di Bibir Bara menempel lipstiknya. Bara menghapus jejak Saliva yang tertinggal di bibir Sasa menggunakan ibu jarinya.


" Sepertinya kamu harus menggunakan lipstik mu kembali" Bisik Bara yang mana membuat wajah Sasa memerah.


Tok..tok..tok..


Ketukan pintu dan suara yang memanggil dari balik pintu membuat Sasa panik dan mendorong tubuh Bara. Namun bukannya menjauh, malah tubuh Mereka semakin menempel karena Bara menarik pinggang Sasa untuk semakin mendekat.


" Sa, kamu udah siap?. Kesya sebentar lagi tiba" Ujar Vina dari balik pintu dengan sedikit berteriak.


" Iy-iya Mbak, Seb-sebentar" Ujar Sasa gugup.


" Lepasin" Bisik Sasa yang mana takut jika Vina mendengar suaranya.


Bara malah memiringkan kepalanya dan tersenyum melihat wajah Sasa yang panik.


" Iihh, gue bilang lepasin"


Perlahan Bara melepaskan tangan Sasa, dan pelukan di pinggang Sasa pun merenggang. Sasa langsung menjauhkan dirinya dari Bara, dan berjalan kearah meja rias. Sasa membersihkan wajahnya yang sudah belepotan dengan lipstik akibat dari ulah Bara. Bara berdiri di belakang Sasa, dan tertawa.


" Apa?" Tanya Sasa dari pantulan kaca.


" Tidak ada" Ujar Bara yang masih menahan tawanya agar tidak menyembur keluar.


Bara melangkah menjauhi Sasa, dan mendekat ke arah pintu.


" Lo mau ke mana?" tanya Sasa yang menahan langkah Bara kembali.


" Keluar"


Sasa mengambil tisu Basah dan berjalan mendekat kearah Bara. Tanpa kata Sasa membersihkan bibir Bara yang juga belepotan lipstik dari bibirnya, karena ulah si pemilik bibir. Bara memperhatikan wajah Sasa, namun matanya kembali fokus ke bibir Sasa yang sudah bersih tapi masih terlihat merah dan lembab.


Bara menghentikan tangan Sasa yang masih membersihkan bibirnya, selangkah Bara maju, dan Sasa tetap pada tempatnya berdiri. Mata mereka saling mengunci, dan memandang tanpa berkedip. Bara meraih pinggang Sasa secara perlahan, tidak ada perlawanan. Bara mendekatkan kembali wajahnya, semakin dekat, dan dekat, hingga napas mint Bara tersapu di kulit wajah Sasa, Mata Bara menatap ke bibir Sasa dan hidung mancung Bara sudah menyentuh hidungnya. Bara melirik kearah mata Sasa, dan perlahan Sasa menutup matanya saat bibir Bara semakin mendekat.


Tok...tok..tok..


**** Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..

__ADS_1


Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan sampai batal ya puasanya..


salam SaBar ( Sasa Bara)


__ADS_2