
"Tissa cewek yang baik, dan Lo beruntung karena telah menjadi cinta pertamanya." Ujar Fatih yang mana membuat Farhan dan Raysa terkejut.
"Kak Tisa suka sama kak Farhan?" Tanya Raysa terkejut.
"Iyaa, kamu tau kan lukisan Mr. F? itu lukisan siluet Farhan."
"Masa sih?" ujar Raysa dan Farhan barengan.
"Cius, ngapain aku bohong."
Farhan langsung melihat ke arah Tissa yang tengah tertawa bersama Mami Mili dan yang lainnya.
"Gue yakin, Lo pasti bakal cepat move on bersama Tissa." Ujar Fatih mengambil atensi Farhan kembali.
Farhan tersenyum lalu ia menggelengkan kepalanya.
"Ia kak, gak ada salahnya kan buat di coba." tambah Raysa.
"Waah, kompak banget sekarang kamu sama Fatih ya." Ujar Farhan yang ingin mencuil hidung Raysaz namun Fatih dengan cepat menarik Raysa kebelakang tubuhnya.
"Calon binik gue ini." Ujar Fatih yang mana membuat Farhan tertawa.
*
"Kamu kenapa?" Tanya Fatih saat melihat sedari tadi Raysa memperhatikan Tissa.
"Aku pernah benci banget sama kak Tissa, karena dia selalu ada di dekat Abang."
"Kenapa?"
"Awalnya aku gak tau kenapa, tapi setelah aku menyadari perasaan aku ke Abang, aku merasa benar-benar cemburu setiap Abang bersama kak Tissa. Di tambah lagi, aku pernah bertemu dengan kak Tissa di cafe sebelum acara pameran lukisannya. Aku gak sengaja lihat sebuah lukisan pria yang bertulisan Mr.F, ada ungkapan cinta di sana, aku fikir Mr. F itu Abang." Ujar Raysa dengan wajah tertunduk karena malu.
Fatih terkekeh. "Seneng banget deh tau kalo kamu cemburuan." Ujar Fatih sambil mencuil hidung Raysa.
Raysa semakin merona karena perlakuan manis Fatih.
"Cie ... ciee ... cie ... yang udah jadi tunangan." Goda Lucas dan Lana yang sudah bergabung dengan Fatih dan Raysa yang tengah menikmati makan malam mereka setelah berkenalan dengan beberapa kolega Fatih yang di undang oleh Farhan.
"Sirik aja Lo." Ujar Fatih sambil menggenggam tangan Raysa.
"Tolong di kondisikan itu tangan yaa, tolong di kondisikan. Secara sahabat kita lagi patah hati gara-gara Betalapea nempel terus ke Anggel." Ujar Lucas sambil menunjuk kearah Anggel dan Martin, yang sedari tadi terus saja mengekori Anggel.
"Gak usah tengok-tengok, sakit mata ntar." Ujar Lana dengan ketus.
Fatih tertawa terbahak-bahak melihat wajah kesal Lana, tapi sebuah tangan mungil mencubit pinggangnya yang mana membuat Fatih meringis kesakitan.
"Sakit, sayang." Ujarnya kepada Raysa, si pemilik tangan mungil yang mencubit pinggang Fatih.
"Gak boleh gitu ah sama kak Lana, sayang dia tau lagi patah hati." Ujar Raysa menasehati.
"Iya sayang, cuma canda aja kok."
Raysa tersenyum dan merapikan rambut Fatih yang jatuh ke wajahnya. Ingin sekali Fatih menciumi pipi Raysa ataupun bibir Raysa yang menggemaskan. Namun takut di pukul oleh Daddy Bara. Memar di ujung bibirnya saja belum sepenuhnya sembuh, masa sudah mau di tambah lagi.
Acara pertunangan Fatih dan Raysa pun berlangsung dengan sempurna sesuai rencana Farhan.
"Daddy, Layca nya Fatih yang antar pulang boleh?" Tanya Fatih kepada Daddy Bara.
"Kalo Daddy bilang gak boleh?"
__ADS_1
"Ya gak jadi antar." Fatih memamerkan sederet gigi putihnya.
"Hmm, oke."
"Oke?" gumam Fatih sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Push up 100 kali."
"Hah?"
"Tunggu apa lagi? ini hukuman untuk kamu karena berani-beraninya mencium anak Daddy."
"Kan Layca yang duluan cium Dad, bukan Fatih."
"Push up 150 kali."
"Loh, kok nambah Dad?"
"Atau mau 200 kali?"
"100 aja Dad." Ujar Fatih dan langsung mengambil sikap siaga push up.
Lucas, Jo dan Lana adalah orang yang paling semangat menghitung setiap kali Fatih turun. Bunda Sasa menggelengkan kepalanya, melihat tingkah sang suami yang tak mengingat di masa muda nya. Yang mana selalu saja sering sekali mencuri ciuman Bunda Sasa.
*
"Pegal ya?" Tanya Raysa saat melihat Fatih memijit lengannya."
"Gak juga, cuma sedikit perih bagian yang di jahit."
"Coba aku lihat?"
Fatih membuka kemeja yang di pakainya dan menyisakan baju kaos pas body nya.
"Hei, kok nangis sih?" Fatih menghapus air mata Raysa yang mengalir di pipinya.
"Abang jahat banget sih? hikks ... selama ini aku fikir Abang gak bisa bela diri seperti kak Lana dan Mas Veer. Tapi ternyata Abang lebih jago dari Kak Lana."
Fatih terkekeh. "Yang jadi lawan aku selalu kamu, mana mungkin aku tega nyakiti kamu."
"Abang tau, aku khawatir banget sama Abang, saat Abang ikut misi yang di usulkan oleh Desi."
Fatih menarik Raysa ke dalam pelukannya. Untungnya mereka sudha berada di dlaam mobil. Dan lagi Mobil Daddy Bara sudah duluan meninggalkan baseman hotel
"Maaf ya, udah buat kamu khawatir." Ujar Fatih sambil mengecup pucuk kepala Raysa.
Raysa semakin merebahkan kepalanya di dada bidang Fatih.
"Abang beneran bakal sabar nungguin aku kan?"
"Iya, sampai kapan pun Abang bakal nungguin kamu."
"Makasih ya Bang."
"Iya sayang."
"Lagi,"
"Apanya?"
__ADS_1
"Panggil 'sayang' nya." Ujar Raysa sambil malu-malu.
"Sayang. Layca ku sayang. Aku mencintai kamu."
"Aku juga mencinta kamu, Abang Fatih."
"Ah, pingin banget cium deh kalo kamu gemesin gini." Bisik Fatih.
"Aku mau kok."
"Mau apa?"
"Mau di cium."
"Di cium sama siapa?"
"Iih, nyebelin deh."
Fatih terkekeh mendengar Raysa merajuk untuk pertama kalinya sebagai seorang kekasih.
"Aku takut khilaf." Ujar Fatih setelah mendengar Raysa berdecak kesal.
"Kan cuma cium." Ujar Raysa sambil merelaikan pelukannya.
"Mesum banget sih kamu? ketularan siapa sih?" Ujar Fatih sambil mencuil hidung Raysa.
"Ya udah kalo gak mau." Raysa mengambek dan ingin membalikkan tubuhnya menghadap luar jendela.
Namun, tangan kekar Fatih menarik wajah Raysa dan tengkuknya. Detik selanjutnya bibir Fatih sudah menempel di bibir Raysa. Awalnya Raysa terkejut, tapi detik selanjutnya Raysa tersenyum di sela ciuman mereka. Fatih memainkan bibirnya di atas bibir Raysa, Raysa pun perlahan membalas ciuman Fatih dan mengalungkan tangannya di leher Fatih.
Ciuman itu berlangsung lama hingga Fatih menghentikan kegiatan cium-cium tersebut di saat merasa Raysa kehabisan napas.
Fatih membelai bibir Raysa yang terlihat sedikit membengkak dan lipstik yang berlepotan akibat ulahnya.
"Manis, aku suka." Ujar Fatih dan mengecup cepat bibir Raysa.
Raysa tersenyum dengan wajah yang memerah. Sebenarnya Raysa masih ingin merasakan bibir Fatih, namun Raysa malu untuk mengatakannya.
Baiklah, sepertinya Raysa harus bersabar hingga Fatih menjadi suaminya. Dan Raysa jamin, jika Fatih akan merasa senang dengan Raysa yang di jamin bakal selalu mesum.
"Bibir Abang juga manis." Ujar Raysa dengan berbisik.
"Udah pinter yaa, kamu." Ujar Fatih sambil mengacak rambut Raysa.
"Siapa suruh bibir Abang bikin nagih."
"Waah, kalo kamu begini, jadi gak sabar aku buat nikahi kamu."
"Aku juga gak sabar buat Abang jadi suami aku. Biar gak ada lagi yang goda-goda Abang. Termasuk perawat-perawat genit itu." kesla Raysa.
Fatih menaikkan alisnya sebelah, kemudian ia terkekeh saat mengetahui jika sang tunangan ternyata sedang cemburu dengan perawat yang pernah Fatih mintai nomor ponselnya.
Jangan di tanyakan lagi betapa bahagianya Fatih saat ini. Fatih benar-benar sangat bahagia. Apa kalian juga ikut merasakan kebahagiaan Fatih?
JANGAN PELIT YAA.....
Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...
Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..
__ADS_1
Senang pembaca, senang juga author...
Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....