Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F - 113


__ADS_3

"Menikahlah dengan ku, jika kamu menolak, maka aku akan tetap memaksa mu untuk menikah denganku"


Desi ternganga mendengar permintaan Jo. Yang benar saja, apa tak ada sedikitpun hal romantis yang bisa Jo lakukan untuknya? Bahkan saat melamar pun, tak ada hal romantis yang keluar dari mulut Jo.


Daesi melirik kearah sang Mama dan juga Papa, mereka sudah mengangguk untuk setuju. Desi pun melirik kearah Papa Jodi dan juga Mami Ara, mereka juga sudah memberikan sinyal kepada Desi untuk setuju menikah Jo.


Desi menghentikan lirik meliriknya karena tiba-tiba saja Jo sudah bangkit dari berlututnya.


"Lama banget sih buat jawab ya. Aku anggap diam Kamu tanda setuju." ujar Jo dan meraih tangan Desi untuk menyematkan cincin dijari manis Desi.


Seluruh tamu undangan bersorak dan bertepuk tangan, tapi Desi masih tercengan dengan perlakuan Jo yang eem.. di bilang manis kagak, di bilang kagak tapi buat desi kesemsem.


"Dasar manusia kaku, gak ada romantis-romantisnya," gerutu Desi dengan senyum yang tertahan.


"Kamu mau hal romantis?" tanya Jo dengan menaikkan alisnya sebelah.


"Setiap perempuan pasti menginginkan hal yang romantis tau," ujar Desi dengan sedikit memanyunkan bibirnya.


"Baiklah, mungkin aku harus babak belur untuk mendapatkan Kamu." lirih Jo yang membuat desi mengerutkan keningnya.


Detik selanjutnya Jo menarik pinggang dan menahan tengkuk Desi, kemudian Jo menempelkan bibirnya kebibir Desi, sehingga membuat sorakan dan gemuruh semakin heboh.


Ya, Jo menggunakan jurus Daddy Bara untuk mendapatkan Bunda Sasa.


"Jo, belum muhrim," pekik Mama Lena dan memukul punggung Jo dengan bertubu-tubi sehingga membuat Jo melepaskan Desi.


Plak..


"Aww.." Jo meringis saat mendapatkan jitakan dari Papa Duda.


"Halalin dulu, baru nyosor." ujar Papa Duda.


"Ni kan lagi ngajakin buat halal, Om," ujr Jo membela diri.


"Anak Gue Dud," ujar Papa Jodi dengan bangga.


"Lah, yang rugi kan anak Gue di cium anak Lo," ujar papa Duda.


"Sama-sama cinta juga,"


"Aduuh, bang Jodi. Dosa atuh.. nikah dulu baru begituan." ujar Mama lena.


"Lo pacaran sama Lena gak pake cium-ciuman ya?" bisik papa Jodi, yang mana Daddy Bara, Papa Arka, Papi Gilang, Papi Leo, dan Papi Vano sudah mengerubungi papa Duda untuk mendengar jawabannya.


"Ada, tapi berakhir dengan mendengar ceramah panjang." ujr Papa Duda yang disambut tawa oleh semua orang.


*

__ADS_1


"Berani juga si Jo lakuin hal itu," bisik Fatih kepada Raysa.


"Hmm, gak nyangka aja. Nekad bener dah, persis cerita Daddy yang minta kawin dengan Bunda," ujar raysa dengan menatap kedua pasangan yang sedang malu-malu itu.


Suara MC pun mengambil perhatian mereka, yang mana sudah saatnya bagi pengantin untuk berdansa.


"Mau dansa juga?" tawar Fatih kepada Raysa.


"Boleh, tapi benatran aja ya," ujar Raysa yang menahan pusing saat mendengar bising disaat Jo melamar Desi.


"Kamu kecapean? kalo capek, gak usah jadi dansa aja,"


"Iya, kepala Aku kayak pusing gitu, Bang."


"Kamu sakit?" Fatih pun menyentuh dahi Raysa. Tak panas, namun wajah Rasya terasa dingin dan dipenuhi keringat.


"Ba--"


Belum sempat rasya berbicara, tubuhnya sudah jatuh pingsan. Untungnya Fatih cepat emnangkap tubuh Raysa. Fatih langusng menggedong raysa dan membawanya kedalam ruangan yang ada dilantai tersebut.


Lucas langsung memeriksa keadaan Raysa.


"Gimana Luc?" tanya Fatih dengan khawatir.


"Sebaiknya periksakan Ica ke bagian Obgyn."


"Ini masih dugaan aku aja, untuk lebih pastinya sebaiknya kamu periksakan saja."


Anggel dan Quin pun ikut menyusul saat mendengar Raysa pingsan. Anggel langsung memeriksa keadaan Raysa saat Lucas menyarankan untuk memeriksakan keadaan Raysa ke bagian Obgyn.


"Fix, Raysa hamil," seru Anggel.


"serius, An?" tanya Fatih lagi.


"Seperti yang dikatakan Lucas, untuk lebih pastinya lebih baik diperiksa menggunakan alat usg. Jadi kita tahu berapa usia kandungannya.


"Waaah, udah genap sebulan langsung isi aja nih, top care banget sih lo Fat," seru Lana.


"Fatih masih belum bisa menanggapi candaan Lana, Ia masih dalam keadaan terharu dan bahagia, namun ia hanya menatap Raysa yang masih emmejamkan matanya dengan terbengong.


Perlahan Fatih mendekat kearah Raysa, digenggamnya tangan Raysa dan dikecupnya punggung tangan Raysa.


"Layca, sebentar lagi kamu akan menjadi ibu, dan aku jadi ayah." lirih Fatih sambil menahan air matanya haru.


"Eh tunggu, aku mau di panggil Papi aja, dan Kamu mami. Kita sebentar lagi punya anak." seru Fatih dengan menangis bahagia.


Fatih pun menoleh kearah Papi Gilang dan Daddy Bara.

__ADS_1


"Fatih sebentar lagi bakal jadi Ppai juga," uajr Fatih dengan tersenyum lebar.


"Iya, Kamu harus jadi orang tua yang bisa mengayomi anak-anak Kamu kelak. Selamat Fatih," uajr Papi Gilang.


Fatih pun bangkit dari duduknya dan berhambur kedalam pelukan Papi Giilang.


"Fatih bakal jadi Papi, hiks ..."


Papi Gilang pun mengusap punggung sang anak dengan sayang.


"Selamat Fatih," uajr Daddy Bara yang juga ikut mengusap bahu Fatih.


Fatih merelai pelukannya dan memeluk Daddy Bara.


Bunda Sasa dan Mami Mili sudah melihat gelagat aneh kepada tiga pria yang berbeda usia tersebut.


"Sebaiknya kalian keluar, bairkan Rasya istirahat dulu," titah BUnda Sasa.


Fatih menoleh, ia pun menghampiri Bunda Sasa dan juga Mami Mili. Mencium punggung tangan BUnda Sasa dan Mami Mili.


"Fatih akan jadi Papi," lirih Fatih yang rasanya ingin berteriak sekuat-kuatnya. mengatakan kepada Dunia jika dirinya akan menjadi seorang Papi.


"Iya sayang, selamat ya," Mami Mili pun mengecup kening fatih, egitu pun dengan Bunda Sasa.


Semua orang disuruh keluar dari ruangan tersebut, dan membiarkan Bunda Sasa, Oma shella, dan Mami Mili berada didalam kamar.


Setelah semua orang keluar, Bunda Sasa dan Mami Mili saling melirik.


"Alhamdulillah, Mbak. AKhirnya kita punya cucu." seru Mami Mili dan berpelukan dengan Budna Sasa.


"Iyaa, Aku juuga sneneg banget." uja rBunda Saa.


mereka pun bagaikan anak kecil yang berpelukan kemudian berloncat kecil kegirangan. Membuat Oma Shella menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua anaknya itu.


*


Diluar Kamar, Daddy Bara, Papi Gilang, dan Fatih sudah saling pandang, detik selanjutnya mereka bersorak bahagia dan berloncat-loncatan, serta Daddy Bara samapai menari jaipong sakin bahagianya. membuat para tamu undagan lain terkejut dan menatap aneh kepda ketiga pria yang tenagh emnari jaipong tersebut.


"Lanjut jalan aja, anggap aja gak kenal sama mereka ketiga," seru Oppa Roy mengajak cucu-cucunya meninggalkan Fatih, Daddy Bara dan juga papi gilang yang asik berjoket dan berloncatan kegirangan karena Raysa saat ini tengah hamil.


**


Jangan lupa Vote ya setiap hari senin.


Jangan lupa like and komen.


Salam Bahagia dari FATIH n RAYSA

__ADS_1


salam rindu Tissa dan Farhan


__ADS_2