
Sasa yang baru saja selesai mandi, langsung ke meja makan untuk mengoles roti. Akhir-akhir ini Sasa merasa dirinya sebentar-sebentar merasa lapar.
" Pagi sayang, mungil ku..." Bara mengecup pipi Sasa, dan memeluknya dari belakang.
Hal yang sangat di sukai oleh Sasa, yaitu di peluk dari belakang oleh Bara. Karena Sasa bisa menyandarkan tubuhnya di dada bidang Bara, dan saat Sasa menoleh, Sasa bisa langsung mengecup bibir atau pun pipi Bara.
Seperti saat ini, Sasa menoleh, dan langsung mengecup bibir Bara. Ya tau sendiri lah Bara, mana bisa sebentar kan kalo yang namanya ciumin Sasa.
" Iiihh,, curang..."
" Biarin, kata Dokter, harus mengawali pagi dengan yang manis. Bibir kamu maniis.."
" Iih, dokter apaan? ngawuurr deh.."
Bara terkekeh. " Udah siap?"
" Udah dong.." Sasa menyuapi roti ke mulut Bara.
" Kita kan makan di luar sayang.."
" Iyaa, perutnya di ganjal dulu, biar kuat buat jalan.."
" Kamu ini.."
Bara menggigit lagi roti yang di sodorkan oleh Sasa.
" Mau susu? atau teh?"
" Aku mau susu yang ini." Ujar Bara sambil meremas gundukan jeli yang ada di dada Sasa
" Aah, Mas.. dasar messum.."
Bara meminum susu yang di berikan Sasa, sedangkan Sasa selalu meminum Teh. Karena Sasa kurang suka dengan susu. Berbeda dengan Bara. Yang setiap paginya selalu meminum susu.
Eiitss, maksudnya susu beneran yaa, bukannya susu cap gunung kembar..
Sasa dan Bara berjalan menyusuri jembatan kayu yang berada di atas air itu. Suara ketukan langkah mereka menjadi irama tersendiri menemani perjalan mereka yang lumayan lah untuk sampai resto.
Bara memesan dua menu yang berbeda. Yaitu Mas huni dan Kulhi boakiba. Dengan air minumnya yang pasti air mineral. Kebiasaan Bara dan Sasa yang setelah makan harus meneguk air mineral, agar menjaga kesehatan ginjal mereka katanya.
Mas Huni pun sampai. Makanan yang berbahan dasar seperti roti gepeng atau biasa disebut Roshi, di mana di atasnya di taburi Ikan Tuna yang sudah di campur dengan kelapa parut, lemon, dan bawang sebagai bumbu.
Begitu pun dengan Kulhi boakibaa, makanan yang juga berbahan dasar dari ikan Tuna. Di mana ikan tuna di asapin, kemudian di campur dengan beras dan kelapa parut serta bumbu-bumbu lainnya, kemudian di panggang, dan setelah matang di hidangkan dengan di potong menjadi beberapa bagian.
Sasa dan Bara mencicipi dua makan tersebut.
"Lumayan, tapi tetap aja Mas, nasi goreng buatan Mami paling nikmat.." Sasa melebarkan senyumnya..
" Iyaa dong, Buatan kamu juga nikmat.."
" Buatan Mas juga.."
"Apa?
" Nikmat.."
" Nikmat banget?"
" Iyaa, nikmat Bangeet.. banget.. banget.. sampai aku ketagihan.."
" aku tau, buktinya kamu selalu mendesah jika sudah ku buat___"
" Maas..." Pekik Sasa. " Bisa gak sih ngomongnya gak usah vulgar gitu?" Sasa menutup pipinya yang terasa memerah.
" Kan kamu bilang nikmat tadi sayang."
" yaa maksud aku, nasi goreng buatan kamu Mas.."
__ADS_1
" jadi, buatan aku yang lain gak nikmat gitu?" Bara menaik turunkan alisnya..
" Iih, apaan sih.. Pagi-pagi udah vulgar aja fikirannya. Tadi pagi lupa di rendam yaa tu fikiran?"
" iyaa, tadi malam dan tadi pagi dia gak di rendam sayang.. Makanya dia gelisah sekarang." Bara menunjukkan Tigernya yang terlihat menyembul..
" Iih, Dasar Beruang Mesum. Mesumnya udah melebihi kewajaran." Ceriwis Sasa.
" Gemesin bangt sih.. " Bara mencubit pipi Sasa.
Setelah sarapan, mereka sengaja melintasi tempat orang-orang yang menjual pernak-pernik has karya tangan dari warga asli Maladewa ini. Yang mana ada kulit kerang yang di jadikan berbagai macam cinderemata. Ada kalung, Gelang, Anting, gantungan, dan banyak lagi lainnya.
" Mas, ini persis yang kayak di film India yaa.."
" film India yang mana?"
" Kaho nya pyar hai. Yang mau nya Hitrik Roshan sama Amisha patel."
" Oohh, gak tau.."
" Iih,, nyebelin deh.."
" eh, emang gak tau sayang. Mas gak suka nonton Bollywood dan Korea, jadi mau gimana lagi.."
" Gak tau.." Sasa mengangkat kedua bahunya.
Bisa gak sih suaminya romantis dikit kayak Babanh Hitrik.. Nyebelin deh..
Sasa berjalan melihat sovenir lain, Sasa memilih sebuah clutch yang di hiasi dengan potongan kulit kerang, dan ada mutiara berbentuk bunga. Sasa pun membeli clutch tersebut untuk di jadikan oleh-oleh.
Sasa juga membeli beberapa baju pantai dan kain pantai.
" Cantik-cantik motifnya.."
Bara hanya mengikuti Sasa, tanpa berbicara. Bara tau, jika Sasa saat ini sedang kesal, dan Bara sengaja membiarkannya.
" Udah sayang?" Tanya Bara akhirnya saat melihat Sasa duduk sambil memandang lautan.
" Hhmm..." Sasa hanya bergumam dan menoleh sebentar ke arah Bara.
" Yuuk..."
" Yang semangat dong. Capek yaa? Atau mau balik ke resort?"
" Enggak, lanjut jalan aja yukk.. Kan belum tentu bakal ke sini lagi." Sasa memaksakan senyumnya.
" Doakan saja ada rezeki ya.."
" Amiin..."
Bara dan Sasa pun menikmati hidangan khas Maldives kembali. Yaitu Garudhiya, dimana ikan tuna yang di masak dengan irisan bawang dan daun kari dan diberi sedikit garam untuk perasaanya pun menjadi menu utama mereka. Kuah yang masih panas dan seger pun bercampur dengan nasi. Sasa menikmati itu.
" Kurang pedas ya mungil, kalo pedas lagi mungkin lebih nikmat."
Sasa yang memang sudah memahami selera makan sang suami, selalu membawa sambal buatannya kemana pun dia pergi. Dan sambal itu sudah masuk kedalam kemasan untuk sekali makan.
" Kamu memang yang terbaik sayang.."
Sasa hanya menampilkan senyumannya.
Setelah makan, mereka pun kembali ke resort, karena Sasa yang kelelahan karena berkeliling tadi.
" pegel?" Tanya Bara yang melihat Sasa memicit kakinya.
"Dikit... Lumayan juga jalannya tadi. Rasanya udah lama banget aku gak jalan Mas. Dulu kalo ke toko kan selalu jalan kaki. Ini jalan kaki cuma ke rumah Tante Rosa dan Tante Mega aja.."
Bara pun duduk di bawah Sasa, karena Sasa duduk di atas sofa. Bara memicit kaki Sasa pelan.
" Enak?"
" Heum, makasih ya Mas.." Senyum Sasa mengembang.
__ADS_1
' Bodoh banget sih, ngarepin Mas Bara bisa seperti Hrithik. Padahal Mas Bara lebih pengertian dari pada dia, gara-gara kalung aja merajuk gini.. Iihh.. bodohnya kamu Sa. Kurang perhatian apa coba Mas Bara sama kamu... Cuma satu nih stok kayak gini yang mau terima kamu apa adanya. Dan cinta nya pake banget lagi sama kamu..' Batin Sasa sambil menatap wajah sang suami.
Tanpa Aba-aba Sasa menangkup wajah sang suami dan mencium bibir Bara.
Bara tersenyum mendapatkan ciuman yang tiba-tiba dari Sasa.
" Makasih yaa Mas, kamu yang paling terbaik. Maafin juga, tadi aku sempat bandingin kamu sama Hritik ." Ujar Sasa dengan wajah sendu.
" Gak pa-pa, yang penting istri aku udah sadar, kalo suaminya lebih baik dari bintang Bollywood sekalipun."
" Iyaa, Kamu yang teeerrbaaik.. Sasa mengecup bibir Bara lagi.
" Ssstt, kalo gini mana bisa tahan aku mungil.."
Sasa tertawa, dan Bara langsung memposisikan dirinya di atas Sasa.
" Jadi partner push up lagi yaa.."
Sasa pun mengangguk dengan semangat.
Kerlipan bintang memenuhi langit gelap, sinar rembulan pun menjadi pencahaya gelapnya malam.
" Mungil.."
Bara sudah menyiapkan makan malam romantis di resort mereka. Pastinya makan lesehan, duduk di beadbag, sambil menggunakan satu selimut dan berpelukan.
Sasa yang menggunakan baju tidur yang panjang bebahan satin, menerima uluran tangan Baranyang menuntunnya duduk di luar.
Aroma laut yang khas dan menyegarkan langsung menyambut kehadiran mereka, dan di lambai dengan angin yang bertiup lembut, membelai rambut Sasa dan Bara.
Biarkan saja kusut, dan itu menambah kesan seksi di mata pasangan mereka masing-masing.
Sasa duduk di beadbag, mata Sasa berbinar saat melihat nasi briyani ala Maladewa. Sasa dan Bara pun menikmati makan malam mereka.
Setelah makan malam selesai, Sasa menyingkirkan meja makan yang di bantu oleh Bara. Mereka pun duduk di Beadbag sambil berpelukan, menggunakan selimut yang sama, berpegangan tangan, dan memandang langit. Hanya suara angin dan deru ombak yang menemani, hingga satu suara musik mebuat Sasa menoleh kepada Bara.
Tu hi ye mujhko bata de
Chahun main ya naa
Apne tu dil ka pata de
Chahun main ya naa
Itna bata doon tujhko
Chaahat pe apni mujhko
Yun tto nahi ikhtiyaar
Phir bhi yeh socha dil ne
Ab jo laga hoon milne
Poochhu tujhe ek baar
" Mas, kamu..?"
" Lagu kesukaan kamu kan? dari film aashiqui. Apa sih yang aku gak tau mungil tentang kamu?. Lagu kesukaan, makanan, kebiasaan, aktor Korea dan India, bahkan aku tau juga kebiasaan mu yang baru, yaitu ciumin ketiak aku."
" Iihh, kamu ini.. Mana ada ."
" ada, nih buktinya kamu ada di abwah ketaik aku.."
" Iihh Maass... nyebelin deh.."
" Aaw, sakit mungil " Bara terkekeh melihat Sasa yang merajuk sambil memajukan bibirnya.
Bara pun mencium bibir Sasa, dan setelahnya berlanjut ke hal yang menghangatkan tubuh. Dengan di temani lagu-lagu India sebagai Backsound.
****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...
Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..
__ADS_1
Salam SaBar... (Sasa & Bara )