Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
BAB 150 " Raysa Vs Mr. F "


__ADS_3

Bocah cantik yang jago bela diri sedari umurnya 3 tahun, saat ini sudah menjelma menjadi Gadis cantik yang berumur 18 tahun. Hari ini adalah hari kelulusannya di pendidikan akhir sekolah menengah atas.


Senyum Raysa mengembang di saat sang Daddy dan Bunda selalu hadir di setiap momen-momen pentingnya. Raysa berlari kearah peluang sang Daddy, sehingga Daddy Bara mengangkat tubuh Raysa dan memutar.


" Daddy bangga sama kamu" Puji nya dan mengecup kening Raysa sayang.


" Bunda..." Raysa memeluk sang Bunda dengan erat. Tubuh Sasa yang lebih kecil dari Raysa pun membuat Sasa harus berjinjit.


Ya, Raysa memiliki wajah yang imut, namun tinggi tubuhnya mengikuti sang Daddy. Terkadang, tak jarang orang-orang berfikir jika Raysa bertubuh mungil, ketika melihat Raysa sedang duduk, namun saat Raysa berdiri, mereka di kejutkan dengan tubuh Raysa yang sangat profesional untuk menjadi seorang model, di dukung wajahnya yang imut dan kekanak-kanakan.


Raysa mengangkat sedikit tubuh Sang Bunda, dan membuat gerakan memutar.


" Ica, kalo Bunda jatuh gimana?" Bunda Sasa memukul pelan bahu sang anak.


Raysa terkekeh dan mengecup kedua pipi Bunda Sasa.


Di belakang Bunda Sasa dan Daddy Bara, ada pria tinggi berwajah tampan. Senyum Raysa semakin mengembang melihat kehadiran pria tersebut.


" Kak Farhan?" Seru nya.


Ya, pria itu adalah Farhan, anak dari Riko, yang pernah mengungkal kebenaran dalam kasus Sasa, dan juga pria yang memiliki hati kepada Sasa. Karena Sasa, Riko belajar mengenal cinta, dan mulai membuka hati untuk seorang makhluk yang berjenis kelamin wanita.


" Hai.. Selamat yaa.." Farhan memberikan sebuket bunga indah untuk Raysa.


" Terima kasih.. Kak Farhan kapan sampai?"


" Tadi pagi, cuma demi hadiri kelulusan kamu."


Wajah Raysa merona mendengar ucapan Farhan. Bunda Sasa dan Daddy Bara pun tersenyum melihat percakapan antara Raysa dan Farhan.


" Layca ku sayang.."


Teriak suara bariton yabgvtak asing, dan langsung memeluk Raysa dari belakang dan menggendongnya secara berputar.


Raysa terkejut, dan menunggu waktu yang tepat untuk memberikan pelajaran kepada pria yang berani-beraninya memeluk dirinya dari belakang.


Fatih..


Pria itu adalah Fatih.


Setelah Fatih menuruni Raysa, Raysa langsung mengambil alih tangan Fatih dan membanting tubub Fatih ke aspal.


" Aww... sakit layca..." ringis Fatih sambil mengelus bokong nya.


Raysa kesal, mood nya Hari ini menjadi buruk karena kedatangan Fatih.


Bunda Sasa dan Bara pun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Raysa dan Fatih yang sedari kecil selalu saja berantam.


" Udah-udah, kalian ini. Udah besar juga.'

__ADS_1


" Fatih, Bunda. Nyebelin deh. Ngapain juga dia ke sini coba." Kesal Raysa sambil mencebikkan bibirnya.


" Aku kan mau rayain kelulusan kamu, Layca."


" Males banget rayain sama kamu."


" Kalo sama aku?" Farhan menarik perhatian Raysa dan Fatih.


" Kalo sama kak Farhan aku mau." Jawab Raysa malu-malu.


Fatih memutar bola matanya malas, kemudian ia menatap Farhan dengan sinis.


Memang, umur Farhan dan Fatih hanya selisih satu tahun setengah, dan itu lebih tua Fatih. Namun, Farhan selalu berpakaian lebih rapi dan berwibawa, serta Farhan memang terlihat tampan dari pada dirinya. Rambut klimis dan wajah bersih. Tak seperti dirinya, berambut ikal dan berpakaian asal-asalan. Maklum, anak teknik, ya begini lah gayanya.


" Mbak ku.." Ibra datang berlari sambil memeluk Raysa dan menggendongnya.


" Waah, selamat Mbak... Nilai terbaik yaa Mbak.." Puji nya.


" Makanya, kamu harus rajin belajar.. "


Ibra hanya menyengir menampilkan sederetan gigi putih nya yang terawat. Cita-cita Ibra ingin mengikuti jejak sang Daddy, begitu pun dengan Raysa.


Ibra ini sebenarnya pintar, Namun karena masa remaja nya yang masih menggebu, dan masih mengalir darah muda nya, Ibra lebih suka cabut sekolah dan bermain play station di rumah sang kawan. Di saat orang lain bermain game Yang sedang viral, Ibra lebih menyukai permainan di masa muda Sang Daddy.


" Raysa, tanda tangan dong." Ujar seorang anak laki-laki yang juga lulus bersama dengan Raysa, dan merayakan kelulusannya dengan mencoret-coret baju.


Raysa tersenyum dan mengambil spidol yang di sodorkan oleh anak laki-laki tersebut.


" Maaf, baju ini mah aku sumbangi ke orang yang membutuhkan."


Pria itu terlihat kecewa dan tersenyum kikuk. Kemudian ia berlalu setelah berpamitan kepada Bunda Sasa dan Bara.


" Gak ada salahnya kok coret-coret baju, kan cuma satu baju aja, buat kenang-kenangan." Ujar Daddy Bara sambil merangkul bahu sang putri.


" Iya benar, tapi jika baju ini masih bisa di jadikan untuk hal yang bermanfaat, kenapa harus melakukan hal yang mubazir?" Ujar Raysa dengan senyum.


Daddy Bara menepuk pelan bahu Raysa. Putrinya benar-benar mewarisi sifat bijak dari sang Bunda.


Bunda Sasa dan Daddy Bara pun mengajak semuanya untuk makan siang bersama, sambil merayakan kelulusan Raysa, di mana Raysa mendapatkan nilai terbaik.


Farhan memberikan perhatian lebih kepada Raysa, termasuk membuka kan penutup botol minuman.


" Makasih Kak." Senyum Raysa selalu mengembang saat menatap Farhan.


Siapapun tau, jika Raysa memiliki rasa ketertarikan kepada Farhan. Fatih yang melihat itu hanya memutar bola matanya malas.


.


.

__ADS_1


Mami Shella menyambut kepulangan sang cucu yang baru saja lulus.


" Alhamdulillah, akhirnya gadis Oma udah lulus."


Kehadiran Raysa tak membuat Oma Shella merasa sudah bertambah umur. Sasa yang selalu menganggap Oma Shella sebagai orang tua kandungnya pun, sudah seperti sahabat bagi nya, dan sang cucu sudah seperti anak dan juga teman bagi nya. Jadi, Oma Shella selalu terasa muda dengan kehadiran pendatang baru yang selalu membuat Oma Shella bahagia.


Opa Roy yang sudah pensiun pun terlihat masih berpenampilan anak muda. Menggunakan celana jeans dengan kaos oblongnya. Kalo kata anak-anak jaman Now sih, Opa Roy terlihat seperti Daddy sugar, menolak tua.


Mama Kesya pun memberikan sebuah hadiah jam tangan mahal limited edition kepada Raysa, begitu pun dengan Mami Vina yang memberikan sepatu Kets limited edition.


Mama Kesya dan Mami Vina selalu saja memberikan yang terbaik untuk keponakan dan juga anak-anaknya. Walaupun awalnya sering di tegur oleh Bunda Sasa, namun akhirnya Bunda Sasa lelah sendiri dan membiarkan Mama Kesya dan Mami Vina memberikan apa yang mereka inginkan.


" Farhan nanti malam jangan lupa datang ya, kita buat acara bakar-bakar. "


" iya Oma.."


" Fatih Oma? Fatih gak diminta buat datang?"


" Gak di suruh datang juga kamu pasti bakal datang sendiri kalo sudah menyangkut Raysa."


Fatih hanya tersenyum dan membenarkan ucapan Oma Shella.


" Oma, senang gak kalo punya cucu menantu kayak Fatih?"


" Fatih, belajar yang rajin, selesaikan kuliah kamu, dan jadi orang sukses. Kalo udah sukses, baru kamu bisa menentukan siapa yang menjadi pendamping hidup kamu." Ujar Opa Roy.


" Opa tau, Impian Fatih hanya ada dua. Yang pertama, menjadi seorang arsitek hebat. Dan yang kedua, menikah dengan Raysa " Ujarnya dengan bangga.


Opa Roy menepuk bahu Fatih. " Jangan lupa berdoa, dan berjuang, karena saingan mu berat."


Fatih mengikuti arah pandangan Opa Roy. Benar, Farhan bukanlah saingan yang bisa di sepelekan, bahkan Raysa sedari kecil sudah terlihat sangat akrab dan nyaman dengan Farhan, tidak seperti dirinya.


Opa Roy kembali menepuk bahu Fatih, menyadarkannya dari lamunan.


" Ingat, jangan pernah menyerah, itu lah rahasia pejuang cinta."


Opa Roy mengedipkan matanya sebelah, dan meninggalkan Fatih dengan tersenyum.


Haruskah Fatih menjadi pejuang cinta selanjutnya?


Jangan lupa follow aq yaa..


IG : RIRA SYAQILA


JANGAN PELIT YAA.....


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..

__ADS_1


Senang pembaca, senang juga author...


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....


__ADS_2