Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 83 " Miss u mungil"


__ADS_3

Tanpa sepengetahuan Kesya. Arka menyiapkan rencana yang matang bersama sang Mami mertua.


" Sejak kapan kamu tau itu Sasa?"


" Penasaran Moi, Jadi Arka cek cctv mobil." Arka menjawabnya sambil menyengir.


"Dasar kamu ini. Ketularan kepo nya Kesya. Tapi, kamu gak bilang ke Kesya kan?"


" Ya gak lah Mi. Liat sendiri gimana kesalnya Kesya sama Arka. Tadi malam aja Arka sampai gak boleh tidur di kamar" Ujar Arka sendu.


" Gak pa-pa, Ntar kamu dapat hadiah dari Kesya"


" Mudah-mudahan Mi."


Mami Shella sengaja mengajak Bara bertemu dengan calon istri yang statusnya masih di rahasiakan itu, makan siang bersama. Bara sudah memasang wajah cemberut, jutek, dan dingin dengan siapa saja yang menegurnya. Termasuk Mami dan Daddy.


Bagaimana tidak cemberut, saat Mami Shella menyuruh membeli cincin lamaran, Bara sengaja memilih cincin yang murah, akan tetapi Mami Shella mengancam menyuruh membeli cincin yang mahal, yang paling mampu Bara beli. Jika cincin tersebut murah, Maka Mami Shella akan menghukum Bara dengan menyumpahi Sasa. Kejam? Biarin aja. Nanti juga Bara bakal senang. Kan Mami tidak sungguh-sungguh bilang nya.


" Senyum dong Bara" Tegur Mami Shella.


Bara menunjukkan sederetan gigi putih alaminya yang rapi. Kemudian kembali memasang wajah cemberut namun terlihat sangat menggemaskan.


Di meja lain, Kesya dan Vina merasa bingung, kenapa mereka juga harus ikut makan bersama dengan keluarga calon yang di jodohkan dengan Bara.


" Maaf ya, menunggu lama" Suara wanita paruh Baya yang sudah mereka hafal hadir bersama suami dan seorang gadis cantik.


" Tante Linda?" Gumam Vina dan Kesya bersamaan.


" Kenalin, Ini anak Tante, Gita"


" Gita "


" Bara" Bara hanya membalas ukuran tangan Gita dengan sekedarnya.


Mata Gita sudah berbinar saat melihat Bara yang cool dan tampan.


Kesya dan Vina saling memandang. Setau mereka Gita baru saja menjadi mahasiswa. Bahkan Baru menjalani semester satu.


" Gak salah Mami mau jodohi Mas Bara dengan Gita?" Vina berbisik dengan Kesya yang masih di dengar oleh Vano dan Arka.


" Iyaa, Gita kan baru kuliah"


Di meja Mami Shella, Gita menatap Bara penuh minat. Namun Bara cuek dan memasang wajah dinginnya.


" Mana Dia?" Tanya Mami Shella.


" Ooh, Dia masih memerlukan waktu Untuk menetralkan detak jantungnya. Namanya juga mau bertemu dengan calon suami." Goda Tante Linda sambil melirik kearah Bara.


Kesya dan Vina yang memang duduk di sebelah meja Mami Shella pun dapat mendengar apa yang dikatakan oleh Tante Linda.


" Jadi bukan Gita? Lalu siapa?" Kesya berbisik dengan Vina. Vina mengangkat kedua bahunya.


Tak berapa lama lampu ruangan menjadi redup dan Tirai di tutup untuk menutupi jendela yang terbuka. Tempat ini sudah di reservasi oleh Arka khusus untuk pertemuan Bara dan Sasa


Petikan suara gitar membuat Kesya dan Vina mengalihkan perhatiannya kearah panggung yang entah sejak kapan sudah terlihat cantik dengan dekorasinya yang begitu indah.


Bara masih mengabaikan suara petikan gitar tersebut, hingga mendengar suara yang sangat familiar dan sangat.. sangaat.. sangaatt.. di rindukannya selama ini. Bara melihat kearah si pemilik suara. Di sana, di panggung kecil terdapat seorang gadis mungil yang sangat di rindukannya. Memetikkan gitar dan menyanyikan sebuah lagu yang membuat hati Bara semakin bergetar. Pandangan Bara perlahan mengabur, Di sapunya air mata yang mulai jatuh dengan kasar.


I like your eyes, you look away when you pretend not to care

__ADS_1


I like the dimples on the corners of the smile that you wear


I like you more, the world may know but don't be scared


'Cause I'm falling deeper, baby be prepared


I like your shirt, I like your fingers, love the way that you smell


To be your favorite jacket, just so I could always be near


I loved you for so long, sometimes it's hard to bear


But after all this time, I hope you wait and see


Love you every minute, every second


Love you everywhere and any moment


Always and forever I know I can't quit you


'Cause baby you're the one, I don't know how


Love you 'til the last of snow disappears


Love you 'til a rainy day becomes clear


Never knew a love like this, now I can't let go


I'm in love with you, and now you know


( Bara berdiri dari duduknya, matanya yang sudah di genangi air mata masih terus menatap lurus penuh dengan kerinduan. Kakinya perlahan berjalan mendekati panggung, di mana ada Sasa dengan menggunakan gaun putih dan sedang bermain gitar )


I like the way you try so hard when you play ball with your friends


I love the little things, like when you're unaware


I catch you steal a glance and smile so perfectly


Though sometimes when life brings me down


You're the cure my love


In a bad rainy day


You take all the worries away


Love you every minute, every second


Love you everywhere and any moment


Always and forever I know I can't quit you


'Cause baby you're the one, I don't know how


In a world devoid of life, you bring color


In your eyes I see the light, my future


Always and forever I know I can't let you go

__ADS_1


I'm in love with you, and now you know


I'm in love with you, and now you know


Bara sudah berdiri tepat di depan Sasa. Air mata yang ada di mata Sasa pun jatuh dalam satu kedipan mata. Sasa meletakkan gitarnya dan berdiri di hadapan Sasa.


Mata Sasa dan Bara bertemu, sekaan berbicara melalui mata. Mengatakan betapa saling merindunya mereka. Dada Sasa dan Bara naik turun karena napas mereka terasa sesak, seakan ada yang bergejolak di dalam sana.


" Massshmmppp"


Bara membungkam bibir Sasa dengan ciumannya. Ciuman yang mengisyaratkan kerinduan yang dalam. Bara sudah tidak ingat lagi di mana dia berada. Di sana, Ada Mami Shella dan Daddy Roy yang sudah siap menghujat Bara.


" BARAAA" Teriak Mami Shella.


Bara terkesiap dan melepaskan ciumannya. Bara baru sadar jika di sana ada sang Ratu yang sudah menatapnya tajam. Di sembunyikannya Sasa di balik tubuh besarnya.


" Mami.." Lirih Bara.


Dengan cepat Mami Shella berjalan mendekati Bara, di susul Daddy Roy, Kesya, Vina, Vano, dan Arka. Mami Shella memukul lengan Bara kuat.


" Belum muhrim sudah main cium aja. Dasar gak ada akhlak yaa kamu. Di mana sopan santun kami Bara.." Geram Mami Shella.


" Khilaaf Mi" Bara menyengir sambil menggaruk tengkuknya.


Sasa sudah menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


" Khilaf.. khilaaf.. Emang dasar kamu nya aja yang mesum"


" Udah Mi.. Namanya juga anak muda " Tegur Daddy.


" Ini lagi, gak bisa gitu Daddy. Dosa nya itu ngalir ke kita tau.. Sasa, sini kamu sayang" Mami Shella berusaha meraih lengan Sasa, namun Bara malah memeluknya dan menyembunyikan Sasa dalam pelukannya.


" BARAA..." pekik Mami Shella.


" Mami kalo mau di peluk dan di cium minta sama Daddy aja."


Plaak...


" Aawww ..." Bara meringis saat Mami Shella memukul bahunya dengan kuat.


" Dasar kamu yaa.. Heran Mami, bisa-bisa nya penyakit mesum Daddy nurun ke kamu."


" Udah Mi, Malu ah sama Linda " Daddy Roy berusaha menenangkan Mami Shella.


" Iih, geram deh Mami. Bapak sama anak sama aja.. Sama-sama nyemmpphhhhh" Daddy Roy membungkam mulut Mami Shella dengan ciumannya.


" Iiihhh, Dasar tua-tua keladi.."


Akhirnya Daddy Roy mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari Mami Shella. Vina, Kesya, Vano dan Arka sudah terkekeh melihat tingkah Mami Shella dan Daddy Roy. Bara mengambil kesempatan dan memeluk Sasa erat.


" Miss you mungil" Bara mengecup pucuk kepala Sasa.


" BARAAA" Pekik Mami Shella kembali saat melihat Bara mencium pucuk kepala Sasa dan memukul bahu Bara kuat.


" Aaww... Mami.. Nikahi Bara sekarang.. Bara mau nikah sekarang" Ujar Bara sambil memeluk Sasa dan menahan pukulan maut yang bertubi-tubi dari sang Mami.


IG : Rira_syaqila


****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..


Salam SaBar... (Sasa & Bara )


__ADS_2