
Bara pulang dengan wajah yang sendu. Di sudut matanya masih terdapat sisa air mata.
" Bara, kamu kenapa? kok lesu gitu?" Mami Shella menatap kepulangan sang putra.
Bara langsung memeluk tubuh Mami Shella.
" Mungil Mi.. Mungil.. Hikss.. Dia.. hikss..." Tubuh Bara bergetar, di tenggelamkan wajahnya di ceruk leher Mami Shella.
Jantung Mami Shella berdetak lebih cepat. Apa yang terjadi dengan Sasa?.
Daddy Roy meraih kertas yang berada di tangan Bara. Manik mata Daddy Roy mengikuti setiap kata yang ada di kertas tersebut. Daddy Roy menghela napasnya, seolah beban yang hilang kembali lagi. Kepergian Sasa bagaikan badai yang akan menerpa di kehidupan mereka.
" Bara, Sasa kenapa nak?" Tanya Mami Shella dengan suara bergetar, takut sesuatu terjadi dengan Sasa. Mata Mami Shella pun sudah berkaca-kaca.
" Sasa, hikss.. Dia.. Dia pergi Mi. Dia pergi.. Dia tinggalin Bara Mi.. Huwaaa..."
Mami shella seakan kehilangan keseimbangannya, Untungnya Daddy Roy langsung menahan tubuh Mami Shella yang sedang di peluk oleh Bara. Jadilah Daddy Roy menahan dua bobot tubuh orang dewasa.
Kesya yang mendapatkan kabar kepergian Sasa juga merasa lemas. Pasalnya semua kebenaran sudah terungkap, termasuk hasil visum yang di palsukan. Tapi kenapa malah Sasa menghilang dan menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi di keluarga Bara.
" Kita akan cari keberadaan Sasa, kamu tenang yaa." Arka memeluk kesya yang tengah sesenggukan.
Lia di pecat dari kepolisian secara tak hormat karena telah membuat nama kepolisian tercoreng atas perbuatannya. Bahkan Lia juga di hukum dengan pasal berlapis, pencemaran nama baik, perencanaan penculikan, dan pemalsuan dokumen. Lia benar-benar hancur, karir yang di impikannya dari kecil, hancur dalam seketika.
" Gak.. aku gak salah... aku gak salah... Perempuan laknat itu yang salah.. Aku gak salah... Lepasin aku.. lepaaas... Sasa... aku akan membalas mu. Bara hanya milik aku. Hanya milik aku.. AAaaaaaaaaaaa" Lia berteriak histeris saat hakim mengetuk palu dan menyatakan Lia bersalah.
Nando sebenarnya merasa iba, karena setidaknya Lia pernah menjadi sebagian dirinya yang membuatnya bahagia. Tapi Nando juga tidak ingin karirnya hancur seperti ini, walaupun masih ada klien yang masih bekerja sama dengannya, Namun nama baiknya telah hancur, bahkan istri yang dicintainya pun masih belum ingin kembali.
" Mas Bara gak pa-pa?" Arka menatap wajah Bara yang menatap Lia dengan tatapan yang tidak dapat di artikan.
__ADS_1
Bara tidak menjawab. Diamnya menandakan jika dia tidak baik-baik saja. Bohong jika Bara tidak merasa kasihan dengan kondisi Lia saat ini. Tapi perbuatan Lia sudah sangat keterlaluan, memalsukan hasil visum yang mengatakan jika Sasa tidak lagi virgin, yang mana membuat Sasa merasa jijik dengan dirinya sendiri, dan merasa tidak pantas untuk di miliki oleh Bara. Bahkan Lia sampai tega membuat sandiwara jika Sasa benar-benar tidur dengan Nando untuk memperkuat kesalahan Sasa. Tapi Bara tidak akan mencabut tuntutannya yang atas nama Sasa. Biarkan Lia menjalani hukumannya kumannya.
" Lo udah dapat info di mana Sasa?" Tanya Bara, saat ini mereka berada di Greenday cafe.
" Belum, sepertinya Sasa sudah merencanakan kepergiannya. Dia memalsukan kepergiannya dengan menaiki pesawat."
Bara menatap ke arah pintu masuk. Bayangan pertama kali dia bertemu dengan Sasa, seolah terputar bagaikan film yang reka ulang. Senykm itu, tawa itu, wajah jutek itu, dan suara itu, semuanya.. Semuanya masih terekam rapi di memori Bara.
" Kenapa kamu harus pergi Mungil? di saat semua kebenaran sudah terbongkar. Kenapa kamu harus pergi? Aku pastikan, jika aku akan menemukan mu. Aku akan menghukum mu seumur hidup kamu. Lihat aja Mungil. Kamu pasti akan menyesal karena pergi dari diriku." Gumam Bara sambil menatap foto Sasa dan dirinya yang sedang memegang gulali berbentuk bunga.
Semenjak kepergian Sasa, Bara memilih tinggal di apartemen Sasa. Mami Shella hanya bisa menghela napasnya, Jika sudah begini, Bara sulit untuk di bujuk jika hatinya belum bisa menerima kepergian Sasa.
" Bara, sudah dua Minggu kamu gak pulang Nak. Malam ini tidur di rumah yaa.. Mami kangen sama kamu." Mami shella mengunjungi Bara di Apartemen Sasa.
" Iya, nanti Bara pulang." jawab Bara dengan kurang semangat.
" Hmm, Jika kamu begini terus. Kamu bisa sakit Sayang."
" Bara, Mami gak mau liat kamu gini. Mami mohon, jangan siksa diri kamu seperti ini Bara.. Hikss.."
Bara menengadahkan kepalanya saat mendengar suara serak sang Mami. Bara langsung menghambur kedalam pelukan Mami Shella.
" Maafin Bara Mi. Bara gak bisa melupakan Sasa. Bara rindu Sasa Mi. hikkss" Bara memelik erat tubun sang Mami, dan menangis di dalam pelukan Mami Shella.
Mami Shella mengelus punggung sang putra sambil meneteskan air matanya.
' Sasa, kamu di mana sayang? ' Batin Mami Shella.
Arka dan Kesya hanya menatap wajah sang Abang dengan iba. Wajah yang tirus dan mata yang sudah mirip panda. Bahkan bagian rahang Bara juga sudah mulai di tumbuhi rambut halus.
__ADS_1
Dari pada memandang wajah sang Abang yang terlihat sekali seperti orang tak bersemangat hidup, Kesya pun memilih untuk membantu Mami Shella menyiapkan makan malam.
" Mi, ini udangnya pakein tepung Sasa?" Tanya Kesya.
" Iya, di campur dikir dengan tepung terigu ya key"
" Siap Mi"
Kesya pun mengambil tepung Sasa dan ingin mengguntingnya, namun tiba-tiba saja tepung serba guna tersebut sudah berpindah tangan.
" Kamu di sini rupanya, aku cariin ke mana-mana. Aku rindu tau mungil" Bara memeluk bungkusan tepung serbaguna itu, seolah-olah sedang memeluk mungilnya.
Kesya dan Mami Shella saling memandang. Bulir bening jatuh dari mata kedua mata dua wanita itu. Bara nya, pria kekar mereka , pelindung mereka. Ahh... gak tau bilang laah..
Mami Shella dan Kesya pun jadi tidak bersemangat untuk memasak lagi. Air mata mereka terus-terusan tidak mau berhenti. Daddy Roy sudah mencoba menenangkan Mami Shella, namun tetap saja Mami Shella masih nangis sesenggukan.
Sedangkan Arka berusaha menenangkan Kesya, namun hasilnya sama saja. Dua wanita itu masih mengeluarkan air matanya sambil memeluk suami tercinta.
Arka langsung mengambil ponselnya, dan mengetik pesan kepada Duda agar memesan makanan di restoran hotel mereka.
Arka dan Daddy Roy hanya saling memandang. Saat ini Bara malah tertidur di ruang tv sambil memeluk tepung serba guna yang bertuliskan nama Sasa.
IG : Rira_syaqila
****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...
Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..
Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan lupa beramal ya, seperti beramal gift gitu untuk cerita ini..
__ADS_1
salam SaBar ( Sasa Bara)