
Sasa menatap pantulan dirinya di cermin. Riasan yang tidak terlalu tebal, bahkan terbilang natural. Tapi tidak membuat kecantikannya itu luntur, bahkan Sasa terlihat sangat cantik.
Gaun berwarna coklat susu, dengan riasan rambut yang di sanggul kecil dengan hiasan aksesoris dikepalanya. Sasa terlihat sangat cantik sekali.
Bara juga menggunakan Baju akad nikah dengan warna senada. Terlihat sangat tampan dan menawan. Sasa dan Bara berada di kamar yang terpisah, jadi Bara belum melihat wajah Sasa yang sudah di dandan cantik oleh MUA. Hari ini mereka akan melaksanakan akad nikah sekali lagi, yang secara resmi di mata hukum dan negara.
Bara melihat sang istri yang di tuntun oleh Mami Shella dan Bukde yang sedang berjalan mengarah dirinya, dan Duduk disebelahnya, untuk menyaksikan dirinya mengucapkan janji suci itu kembali.
Dengan lantang Bara Mengucapkan ijab Qabul dalam satu tarikan napas. Dan di sahut kata Sah oleh para saksi.
Air mata Sasa jatuh tanpa bisa dia tahan lagi, Wajah Ayah, Ibu, dan Nenenknya bermain di pelupuk matanya. Memberikan senyuman kepada dirinya.
Bara menggenggam tangan Sasa yang masih sesenggukan. Mami Shella berdiri dan menghampiri Sasa. Membisikkan kata penenang untuk Sasa, agar tangis Sasa mereda.
Setelah urusan tanda tangan buku nikah, Bara dan Sasa pin bersungkeman dengan Mami Shella dan Daddy Roy, serta Pakde dan Bukde.
" Mami.. hikss..."
Pecahlah tangis Sasa di dalam pelukan Mami Shella. Mami Shea juga tidak bisa menahan rasa harunya. Tidak hanya Mami Shella, tapi semua orang yang mengenal siapa Sasa, juga ikut meneteskan air matanya.
Bara langsung bersungkem bersama Sasa yang masih sesenggukan menangis menyangga kepalanya diatas pangkuan Mami Shella.
" Kami hikss.. Harus jaga Sasa, cintai dia , sepenuh hati kamu. Apapun yang terjadi.. hiks.. jangan pernah tinggalin Sasa, hikks.. Mami gak mau, melihat kamu menyakiti perasaan Sasa. Cintai dia seperti kamu mencintai Mami. Surga mu di telapak kaki Mami, tapi, jika hati istri mu tersakiti, maka setetes air surga, bahkan mencium wangi surga pun kamu tidak akan pernah bisa, walaupun kamu sangat berbakti kepada kedua orang tua. Istri mu adalah pakaian mu. Kalian berdua harus saling memahami. Jika ada masalah, dan perlu penengah, Mami insya Allah akan selalu ada untuk kalian, dan jangan pernah takut untuk meminta pendapat. Satu yang Mami pinta sama kamu Sa..hikss.."
Sasa menengadahkan kepalanya, " Kamu bersediakah untuk tinggal di sini? Menua bersama Bara di sini? Dan memberikan kami cucu yang sangat imut, dan tetap meramaikan rumah Mami.. Kamu mau kan?"
" Hikkss.. Sasa Mau Mi.. Hiks.. Sasa gaka akan pernah meminta pindah, sekalipun Mami marah dengan Sasa. Mami adalah orang tua Sasa.. Hiks.. kesalahan Sasa, sudah sewajarnya Mami tegur, dan tegur Sasa Mi, jika memang Sasa salah. Bimbing Sasa, jika Sasa mulai salah melangkah hiikkss..."
Mami Shella memeluk Sasa dan Bara bersamaan. Mami Shella menghapus air mata Sasa, dan mengecup kening Sasa lama dan dengan sayang. Begitupun dengan Bara.
Sasa dan Bara berpindah ke Daddy Roy. Tangis Sasa kembali pecah saat Daddy Roy membelai kepalanya. " Anak Daddy, apapun yang terjadi, kamu tetap anak Daddy." Daddy Roy mengelus kepala Sasa yang masih tertunduk di atas pangkuannya.
" Bara, jika kamu tidak mencintai Sasa, pulangkan dia ke Daddy, karena Sasa anak Daddy, dan jangan pernah kamu sakiti hatinya, karena kamu akan berhadapan dengan Daddy."
" Iya Dad, Bara gak akan pernah meninggalkan Sasa, apapun yang terjadi. Ingatkan Bara, dan tegur Bara jika Bara mulai salah melangkah."
Daddy Roy memeluk Sasa dan Bara bersamaan. Daddy Roy menghapus air mata Sasa, dan mengecup kening Sasa lama. Begitupun dengan Bara.
Bara dan Sasa berpindah ke Bukde.
" Tolong jaga Sasa ya Nak Bara, Kami tidak tau, berapa lama lagi kami akan melihat dunia, Sasa hanya punya kami, dan sekarang dia telah memiliki keluarga yang Baru. Bukde senang, saat mengetahui betapa banyaknya cinta yang keluarga nak Bara berikan, Bukde sangat bersyukur. Bukde yakin, jIka almarhum kedua orang tua Sasa, dan Nenek, juga ikut senang melihat Sasa bahagia. Pesan bukde, tolong jaga Sasa, sampai maut memisahkan."
" Amin bukde, tegur Bara, jika Bara salah."
Bukde memeluk Bara dan Sasa, dan kemudian mereka berpindah ke pakde.
" Tolong jaga Sasa Nak Bara. Tolong, Nak Bara selalu ada untuk Sasa. Cintai lah Sasa, karena Allah."
" Iya Pakde.. Mohon doa nya agar Bara dan Sasa tetap terus bersama selamanya.
Setelah acara sungkeman, para keluarha inti pun mulai memberi selamat kepada Bara dan Sasa.
"Selamat ya Mas Bara dan Kakak ipar. Semoga cepat nular.. " Vina mengelus perutnya dan kemudian mengelus perut Sasa.
" Amin, makasih Mb..Vina.." Sasa menyengir saat Vina melototkan matanya.
__ADS_1
" Selamat Mbak Sasa ku yang mungil.Duuh, Mas Bara ku udah bisa pamer istri kemana-mana nih.."
" Dari dulu juga udah pamer kok.."
" Tapi kan beda Mas.."
Kesya memeluk Bara dan Sasa bergantian.
" Mbaaakkk SASAAA..." Ara membawa sebuah bungkusan paper bag di tangannya.
" selamat Mbak ku sayang.. Doakan Ara cepat nyusul yaa.."
" Di mana-mana doanya biar cepat punya momongan Ara.."
" Kan Ara beda dari yang lain Mas. Oh yaa, ini untuk Mas Bara." Ara memberikan bungkusan Paper Bag kepada Bara.
" Buka Maas.." Teriak Kesya, Vina, dan Ara bersamaan.
" Buka.. buka..buka..buka.." Seru semuanya.
Bara dengan bangga membuka isi dari paperbag itu. Sebuah kado yang lembek, tidak, empuk, tidak, sepertinya Bara bisa menduga, tapi Bara takut salah.
" Buka dong Maas.."
Bara merobek bungkusan kado yang berbentuk persegi panjang dan berat itu. Bara melototkan matanya saat dugaan dalam hatinya benar. Tepung serba guna Sasa dengan berat 1kg.
" Biar makin gurih Mas meluknya" Pecah tawa Ara, Vina dan Kesya.
" Dasar adik-adik yang jahil. Mas Gak perlu lagi tepung ini, sudah ada saa beneran yang lebih berasa di peluk."
" Selamat yaa Mbak.. Cantik banget deh Mbak Sasa. Maaf ya, nanti malam aku gak bisa datang. Ini aja sebenarnya gak di bolehi datang, tapi aku maksa dan bilangnya cuma sebentar. Sekali lagi selamat ya Mbak.. Mas..," Anggun dengan cepat menyalami Bara dan Sasa.
Leo yang mengetahui anggun datang langsung dikurung oleh Vano dan Arka agar tidka bertemu dengan anggun. Leo akan dikeluarkan dari kamar setelah Anggun kembali pergi..
" Gak makan dulu Mbak?"
" Gak usah, lagian di surub cepat. takut jumpa sama Leo.."
" Ohh, ya udah kalo gitu Mbak. Hati-hati ya.. sekali lagi makasih banyak."
Anggun tersenyum dan melenggang pergi sebelum Leo berhasil kabur dari jendela.
Acara nikah Bara memang hanya di hadiri oleh keluarga saja, karena puncak acaranya adalah nanti malam.
Sasa pun beranjak ke kamar Kesya, dan mengganti bajunya..
Cekleek..
Sasa menoleh saat melihat pintu terbuka. "Mas.. kamu kok dishmmpp..."
Bara langsung membungkam bibir Sasa dengan ciuman mautnya.
" Kamu cantik banget mungil, Aku sedari tadi tidak tahan melihat bibir kamu yang menggoda itu.. "
Bara kembali mendekatkan wajahnya, dan menempelkan bibirnya dengan bibir Sasa. Mereka saling membalas ciuman, dan saling berbagi Saliva.
__ADS_1
" Kamu benar-benar membuat adik ku resah mungil.."
Bara duduk ditepi tempat tidur, dan memangku tubuh mungil Sasa. Bara kembali meraup bibir Sasa dengan rakus. Meng***p dan mence**pnya, mengabsen segala Yang ada di dalam mulut Sasa.
ceklekk...
Sontak Bara dan Sasa melepaskan ciumannya saat mendengar suara pintu terbuka..
" Maaf Mas, kirain gak ada adegan mesum." Kesya meringis merasa bersalah karena telah mengganggu adegan romantis yang terjadi didalam kamar.
Sasa sudah menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
" Lain kali ketuk pintu key.."
" Udah, Mas aja yang gak dengar.." Kesya memeletkan lidahnya, " Silahkan dilanjutkan lagi.." Kesya menutup pintu setelah memberikan senyuman jahil.
" Aduuh Mas, aku malu banget.."
" Ngapain malu, sah aja kok.. "
Bara kembali mendekatkan wajahnya..
Cekleekk..
Bara melototkan saat melihat Kesya kembali membuka pintu..Tanpa rasa bersalah, Kesya memamerkan sederet gigi putihnya.
" Cuma mau bilang, jangan lupa di kunci Mas.."
Kesya kembali menutup pintu dan tertawa di luar kamar.
" Sebaiknya kita mengikuti saran Kesya. Hanya untuk berjaga-jaga.."
Bara berdiri dan mengunci pintu..
" Aman.. Mungil, mari kita lanjutkan.."
Bara kembali mencium Sasa, DNA kali ini penuh dengan napsu yang sudah memuncak.. Bara menurunkan resleting baju Sasa, dan membiarkan bahu nya terekspos. Bara mengecup Bahu Sasa, tanpa meninggalkan jejak di sana..
Tok..tok..tok..
" Bara, kamu di dalam? Ada komandan kamu di bawah" Teriak Mami Shella.
" Ukkhh... Mengganggu saja. "
Sasa sudah mengulum senyumnya.
" Tersenyumlah sekarang mungil, karena kamu tidak akan bisa lepas nanti.."
Sasa menelan ludahnya kasar. Ancaman Bara selalu saja terbukti, dan sepertinya Sasa harus banyak memakan asupan yang bergizi, sebelum perang.
IG : Rira_syaqila
****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...
Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..
__ADS_1
Salam SaBar... (Sasa & Bara )