Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F - 37


__ADS_3

Fatih masih fokus dengan laporan Yang ada di tangannya, hingga seorang wanita cantik berpakaian seragam polisi menghampiri meja nya.


"Kapan kamu balik ke sini?"


Fatih yang sangat mengenal suara merdu itu pun perlahan mendongakkan kepalanya, dan tersenyum kepada Raysa nya.


"Layca."


"Bukannya masih di Surabaya?" Tanya raysa yang mulai kesal.


"Emm, baru sampai. Lihat, mereka saja Bun habis makan nya." Ujar Fatih tak nyambung.


"Kamu tau, aku benar-benar benci sama kamu." Raysa mengatakannya dengan mata berkaca-kaca.


Setelah mengatakan itu, Raysa keluar tanpa permisi dengan teman-teman nya yang lain. Fatih menghela napas nya sedikit berat.


Romi dan Azam sudah memandang Fatih dengan tatapan lucu.


"Habiskan makan kalian dan pulang naik taksi."


Fatih meraih kunci mobil Yanga da di atas meja dan mengejar Raysa nya.


"Layca." Teriak Fatih.


Raysa menoleh, saat melihat Fatih mengejarnya, Raysa pun mempercepat langkahnya. Air matanya sudah menggenang, Raysa tak mungkin menangis di depan umum. Lagi pula, Raysa tak tau kenapa dirinya sangat kesal dan ingin menangis.


Fatih berhasil meraih lengan Raysa.


"Lepas, dasar pembohong." Geram Raysa.


Tanpa bicara Fatih memegang kedua lengan Raysa dari belakang, dan memakssa Raysa untuk masuk kedalam mobil. Raysa tak memberontak, ia seolah merindukan aroma tubuh Fatih, jadi Raysa pun hanya menurut saja.


Fatih membukakan pintu agar Raysa bisa masuk kedalam mobil, kemudian Fatih beralih ke pintu yang lain, dan duduk di balik kemudi.


Air mata Raysa mulai turun membasahi pipinya. Raysa pun menghapusnya dengan kasar.


Fatih hanya melirik kearah Raysa, ia hidupkan mesin mobil dan melakukannya dengan kecepatan tinggi.


Dan, di sinilah mereka, Di parkiran taman. Fatih kembali membuang napasnya dengan pelan, ia menatap Raysa yang masih sesenggukan sambil menghapus air matanya dengan kasar.


Fatih menarik tubuh Raysa dan memeluk nya. Tangis Raysa pun semakin menjadi-jadi di dalam pelukan Fatih.


Sudah 30 menit Raysa menangis, dan akhirnya tangis itu mereda.


"Udah?" Tanya Fatih lembut.


Raysa menganggukkan kepalanya.


"Kenapa menangis hmm??" Fatih menghapus air mata Raysa dengan jari jempolnya, dan menangkup wajah Raysa.


"Kenapa kamu bohong? apa kamu menghindar dari aku?" Tanya Raysa masih dengan sesenggukan.


"Maaf, aku hanya butuh waktu untuk menenangkan hati ku."


Air mata Raysa kembali jatuh.


"Hei, kenapa menangis lagi?" Fatih menghapus air mata Raysa yang kembali jatuh.


"Maaf, semua salah aku. hiks ... aku tak bermaksud menyakiti hati kamu. Tapi, aku juga tak ingin kamu berharap lebih dengan aku. Aku sudah memutuskan pilihan ku. Dan keputusan itu sudah sangat lama sekali, kamu tau itu. hiks... Keputusan aku tidak akan berubah."


"layca, tak ada kah sedikit tempat di hati kamu untuk aku?" Tanya Fatih menatap dalam kemata Raysa.


Raysa menggeleng pelan, "Aku nyaman sama kamu, karena kau menyayangi kamu sebagai Abang, bukan sebagai seorang pria. Maaf .."


Fatih masih menatap mata Raysa, kemudian ia menghela napasnya pelan.


"Fatih, aku mau kita memiliki hubungan layak nya seorang Abang dan adik nya. Mungkin itu akan lebih baik."

__ADS_1


"Tak ada seorang Abang yang mencintai adik nya." Ujar Fatih menatap jauh keluar sana.


"Jika tak mencobanya, bagaimana kita bisa tahu?"


Fatih tersenyum gambar. "Aku sudah pernah mencobanya, bahkan bukan sekali, tapi berkali-kali. Namun tetap saja, perasaan aku ke kamu benar- benar murni karena cinta." Fatih menoleh kepada Raysa.


Raysa membalas tatapan Fatih, kemudian ia menunduk. Raysa menatap tangan nya yang saling meremas satu sama lainnya.


"Sudah lah, jangan fikirkan apa pun. Perasaan ku, biar aku yang memikirkannya. Kamu cukup fikirkan rencana kamu kedepannya seperti apa. Kamu hanya perlu membayangkan hidup bahagia kamu dengan orang yang benar-benar kamu cintai."


Raysa diam, ia tak merespon apa yang di katakan oleh Fatih. Hingga suara Fatih kembali mengambil atensi Raysa.


"Kamu sudah makan?"


Raysa menatap wajah Fatih. Terlihat warna gelap di bawah matanya. Bahkan kulit Fatih terlihat sedikit kusam.


Raysa menggelengkan kepalanya pelan. "Aku gak lapar "


"Jadi, kamu mau kembali ke kantor atau aku temani makan?"


"Aku mau kembali ke kantor."


"Baiklah."


Fatih mulai melajukan kembali mobil nya dengan kecepatan sedang. Kemudian ia berhenti di sebuah toko roti, tanpa bicara Fatih turun dan membiarkan Raysa menunggu di dalam mobil. Fatih kembali dengan satu kantong plastik roti. Fatih letakkan roti-roti tersebut di kursi penumpang, kemudian ia kembali melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Mobil Fatih sudah berhenti di kantor polisi. Fatih memandanv Raysa yang masih tertunduk memandangi jari-jari nya yang saling bertautan. Lagi, Fatih menghela napasnya.


"Ca." Panggil Fatih.


"Hmm?" Raysa menoleh.


"Udah sampai."


Raysa melihat kearah luar. Benar saja, jika dirinya sudah sampai. Raysa pun membuka seatbel nya untuk bersiap turun.


Raysa ingin membuka pintu, namun Fatih memanggilnya lagi, sehingga membuat Raysa kembali menoleh.


Fatih mengambil sekantong plastik roti yang di beli nya tadi.


"Setidaknya isi perut kamu. Melamun juga perlu tenaga." Ujar Fatih dan tersenyum.


Raysa mencebikkan bibirnya, ia raih plastik tersebut dan turun dari mobil. Raysa melambaikan tangannya kepada Fatih, kemudian ia memandang mobil Fatih yang mulai menjauh dari diri nya.


Raysa menghela napasnya, ia membalikkan tubuhnya dan masuk kedalam kantor nya.


"Ca, ini tas kamu." Ujar salah satu teman Raysa yang seprofesi dengan nya.


"Ah, maaf ya, udah ngerepotin."


"Gak papa, jadi yang tadi itu pacar kamu?"


"Hah?"


"Tampan, wajah ya sangat karismatik. Beruntung banget kamu dapat pacar setampan itu."


Raysa tersenyum, benar. Ia sangat beruntung karena memiliki Fatih.


*


Fatih kembali ke kantor, ia melihat Romi dan Azam sudah menunggunya di lobi. Hah, baru saja fikirannya sedikit lepas dari Raysa, dan sekarang harus Raysa kembali memenuhi fikirannya lagi. Mana kerjaan numpuk. Oke, sepetinya Fatih membutuhkan sesuatu yang pahit untuk menyadarkannya berapa pahitnya kisah cinta nya yang bertepuk sebelah tangan itu. Yang kata anak jaman sekarang sih, cinta sepihak.


Azam dan Romi langsung mengikuti Fatih berjalan di belakangnya.


"Romi, buat kopi pahit untuk saya." Titah Fatih.


"Siap Bos."

__ADS_1


Romi langsung melipir ke pantry, sedangkan Azam masih mengikuti Fatih hingga ke ruangannya.


"Baiklah, mana berkas yang tadi, saya belum habis membaca nya."


Azam pun memberikan dokumen yang tadi sempat di baca Fatih di cafe, sebelum Raysa datang dan Fatih mengejar Raysa.


"Bos baik-baik aja kan?" Tanya Azam khawatir.


"Kenapa?"


"Bos tiba-tiba terlihat pucat."


"Benarkah? ah, mungkin karena aku terlalu kelelahan."


"Bos mau saya panggilkan dokter untuk di resepkan vitamin?"


"Tidak perlu. Saya masih merasa baik-baik saja."


Azam mengangguk, kemudian ia biarkan bos nya itu tenggelam dengan berkas yang ada di tangannya. Sedang Azam memilih duduk di sofa, membuka laptopnya, dan mengejerkama pekerjaannya.


Fatih berdehem saat merasa tenggorokannya kering. Azam yang mendengarnya langsung gerak cepat untuk memberikan Fatih segelas air putih hangat.


"Bos."


Fatih menoleh, kemudian ia mengamb Lil air yang di berikan oleh Azam.


"Terima kasih."


"Sama-sama Bos."


Fatih tiba-tiba saja teringat kepada Lucas. Ia pun menghubungi sahabatnya itu.


"Halo Luc, sibuk gak?"


"Lumayan, kenapa?"


"gue minta di resepin obat dong."


"Kenapa Lo? sakit? periksa sana."


"Gue cuma minta di resepin obat. males gue ke dokter lain."


"Mau diresepin obat apa?"


"Pil anti galau satu sakit hati ada gak"


"Bangk*, Lo telpon gue cuma nanya sama hal gak penting itu? Lo udah tau jawabannya apa. Nyesak gue angkat telpon Lo." Ujar Lucas dengan kesal dan menutup telponnya secara sepihak.


Fatih memandang ponselnya yang sudah kembali ke layar hitam.


"Dasar anak dokter sarap. Gue bedah juga Lo entar." kesal Fatih dan berbicara kepada ponselnya.


***Hai, sebagai info aja. yuk komen-komen... Mana tau komentar kamu bakal aku masukin kedalam naskah ku atau dialog Dalam cerita ini..


semangaat...


Jangan lupa follow aq yaa..


IG : RIRA SYAQILA


JANGAN PELIT YAA.....


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..


Senang pembaca, senang juga author...

__ADS_1


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....


__ADS_2