
Bara kembali menghampiri Risa dan Sasa. Bara juga langsung ikut menikmati Batagor yang juga sedang di nikmati oleh Sasa da Risa.
" Lo kok bisa bareng dia sih?" Tanya Bara.
" Dia kerumah ambil berkas, pas Lo telpon gue tadi, ada dida, dan dia minta ikut deh"
Bara mengangguk-anggukkan kepalanya.
" Lo kok masih aja sih mau sama dia? Udah tau tukang selingkuh"
" Gue lagi cari waktu yang pas buat akhiri semua ini"
" Kenapa baru sekarang? Kenapa gak dari dulu aja?
" Gue punya alasannya." Bara memasukkan sesendok batagor kemulutnya, " Lagian gue udah nemu seseorang yang bisa jungkir balikin tidur malam dan fokus gue"
" Oh ya, bagus lah. Siapa wanita spesial itu?"
" Yang duduk di sebelah Lo"
Uhuukk..uhuukk...uhukkk
Sasa dan Risa kompak terbatuk mendengar ucapan Bara. Yang benar saja, Apa Bara mulai menunjukkan perasaannya terang-terangan?.
Bara memberikan segelas air kepada Sasa, dan Sasa meraih air tersebut, karena merasa sangat perih di tenggorokannya.
" Ekheem, maksud Lo orang tersebut Sasa? Sasa yang udah jungkir balikin hati Lo?"
Byuurrrr...
Sasa menyembur air yang ada di dalam mulutnya, dan semburan itu tepat kena di wajah Bara. Bara menutup matanya, haruskah mungilnya melakukan itu?
Uhukk..uhukk..uhukk..
" Mbak, gak usah ngaco deh" Ujar Sasa setelah meredakan keterkejutannya.
Sasa memberikan kotak tisu kepada Bara, Bara meraih tisu tersebut dan membersihkan wajahnya yang tersembur air dari mulut Sasa.
" Waahh, filling gue dari awal liat kalian memang gak salah. Pasti sudah terjadi sesuatu di antara kalian"
" Hadeeww, udah deh. Gak usah kejauhan ngomongnya, gue sama dia gak ada hubungan khusus apa pun" Ujar Sasa, dan beranjak dari tempatnya.
" Mau kemana?" Tanya Bara.
Sasa tidak menjawab pertanyaan Bara, bahkan Sasa hanya melewati Bara tanpa menoleh sekalipun. Bara hanya menatap punggung Sasa yang mulai menjauh.
" Kalo Lo beneran suka dengan dia, Lo harus putusin Lia segera. Dan Lo harus yakini hati Lo, kalo Sasa bukan hanya sekedar pelarian Lo buat lupain Lia. Gak ada di dunia ini yang mau jadi pelarian. Dan Lo tau, akan jadi efek buruk jika Lo tidak memutuskan hubungan Lo dengan Lia, dan Lo menjalin hubungan dengan Sasa. Itu akan merugikan Sasa, karena dia akan di tuduh sebagai pelakor. Lo tau sendiri netizen sekarang gimana, hanya tau garis besar tanpa ingin mengetahui lebih detail." Ujar Risa panjang lebar.
Risa benar, Bara harus mengambil keputusan sebelum Sasa menjadi korban mulut netizen.
Risa dan Bara berpamitan kepada Sasa yang sedang membantu Lena memasukkan kue kedalam kotak. Tak berapa lama Mereka pun meninggalkan toko kue.
__ADS_1
Bara dan Risa memiliki pekerjaan yang harus di selesaikan bersama Tim mereka.
Drrtt...drrtt..
" Assalamualaikum, Bos ku yang cantik"
"....."
" Oh begitu, berapa banyak Mbak?"
"....."
" Bisa Kok Mbak, ntar Mbak kirim aja ya alamat radionya di mana. Nanti aku antar ke sana"
"......"
" Siipp deh Bos ku yang cantik"
"......"
" Walaikumsalam"
Sasa menyimpan kembali ponselnya kedalam kantong celananya.
" Len, tolong bungkusin Cake dan kue basah ya" Sasa meminta tolong kepada Lena, dan memberikan daftar pesanan Kesya kepada Lena. Lena dengan senang hati melaksanakan tugasnya.
Setelah pesanan Kesya siap, Sasa pun mengganti pakaiannya dan memesan taksi online.
Entah kapan Bara api sialan ini masuk, dan tiba-tiba saja sudah berada di depan Sasa. Sasa tidak menjawab pertanyaan Bara, karena menurutnya itu buang-buang waktu saja menjawab pertanyaan Bara, apalagi saat ini Bara menggunakan Seragamnya, dan tidak menggunakan jaketnya seperti biasa.
Drrrtt drrtt..
Suara ponsel Sasa mengalihkan perhatiannya.
" Halo, "
"..."
" Iya, saya keluar sekarang"
Tanpa memperdulikan Bara, Sasa melangkah keluar yang diikuti oleh Bara. Sasa membuka pintu belakang penumpang, namun Bara menahannya.
" Mau ke mana?" ulang Bara lagi.
" hmm, Mbak Kesya suruh antar semua pesanannya ini ke radio" jawab Sasa dengan terpaksa, jika tidak Sasa jamin akan terjadi perdebatan panjang.
" Saya yang antar" Ujar Bara dan mengeluarkan dompetnya.
" Tapi__"
" Pak, ini duit ganti rugi. bapak boleh lanjut atau cancel aja. maaf ya pak." Ujar Bara dan memberikan beberapa lembar uang merah dan biru kepada sang supir.
__ADS_1
Setelah mengucapkan terima kasih, supir taksi online itu pun pergi. Bara menarik tangan Sasa, dengan terpaksa Sasa mengikuti Bara, karena lagi malas berdebat.
Sasa masih belum memandang kearah Bara. Dan lebih menyukai pemandangan diluar jendela.
" Kesya di radio?" tanya Bara memecahkan kesunyian.
"Hmm"
" Acara apa?"
" gak tau" Sasa masih menjawab dengan melihat kearah luar jendela.
Tiba-tiba saja mobil Bara berhenti, dan Bara menarik lengan Sasa agar Sasa menatap dirinya.
Sasa melihat kearah Bara yang masih menggunakan baju seragam polisinya, namun detik selanjutnya Sasa membuang pandangannya.
" Kamu bisa gak kalo orang ngomong itu di lihat?" Geram Barankarena sedari tadi Bara merasa jika Sasa menghindarinya.
" Lo tau kan kalo gue bakal mual kalo liat seragam Lo" Ujar Sasa yang sudah menutup matanya. Karena Bara sudah memegang wajahnya dan mengarahkan wajahnya agar Sasa menatapnya.
Melihat Sasa yang menutup matanya, Bara merasa AC yang di dalam mobilnya menjadi panas. langsung saja Bara mencium bibir Sasa, membuat Sasa membuka matanya dalam detik itu juga. Sasa berusaha melepaskan ciumannya dari Bara, namun Bara mengunci gerakan Sasa dengan menahan tengkuknya. Tangan Sasa yang bebas berusaha menolak tubuh Bara, hingga tangannya tergores oleh aksesoris yang berada di baju Bara.
" AAHH"
Bukannya melepaskan ciumannya, Bara malah memperdalam ciumannya, saat mendengar suara Desahan dari mulut Sasa.
Sasa menggigit kuat bibir Bara, hingga Bara melepaskan ciumannya.
Plaak...
Bara Tercengang menatap Sasa yang wajahnya sudah basah dengan Air mata. Sasa membuka kaitan seatbelt nya, namun Bara menahan tangannya.
" Awww" Ringis Sasa.
Bara terkejut, dan melihat sudah ada darah di tangan Sasa. Darah dari mana? Bara menarik tangan Sasa, membuka laci dasboard dan mengambil kotak P3K. Sasa menarik tangannya, namun Bara dengan kuat menahannya.
" Maaf" Ujar Bara sambil membersihkan luka Sasa.
Sasa masih sesenggukan dan menangis. Dia menghapus Air matanya dlkasar, dengan menggunakan tangannya yang bebas.
" Sa "
Sasa masih belum menoleh kearah Bara. Dia masih menunduk dengan sesekali menghapus Air matanya yang masih jatuh mengalir di pipinya. Setelah mengobati tangan Sasa, Bara baru menyadari jika dia menggunakan seragam polisi. Bara membuka bajunya, dan di situ Bara lihat ada bekas darah, sekarang Bara tau dari mana asal luka di tangan Sasa. Bara melempar bajunya ke kursi penumpang bagian belakang. Saat ini Bara hanya menggunakan kaos pas body.
" Sa, liat aku" Ujar Bara lembut sambil memegang tangan Sasa.
**** Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...
Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..
salam SaBar ( Sasa Bara)
__ADS_1