
Mami Mili mengembangkan senyumnya saat melihat Raysa dan Fatih datang bersamaan dengan saling saling bergandeng tangan.
"Pagi Mi, pagi Pi" sapa Raisa.
"Pagi sayang"
Raisa mencium tangan punggung tangan Papi Gilang dan Mami Mili. begitupun dengan Fatih. Daddy Bara yang baru datang bersama Bunda Sasa cemberut karena Raysa tak menyapanya.
"Ooh, jadi cuma mertuanya aja nih yang di cium, Daddy dan Bunda gak?" seru Daddy Bara dengan nada merajuk.
Raysa pun menoleh ke sumber suara dan melihat Dedi Bara dan Bunda Sasa ada di belakangnya. Raysa langsung memeluk Daddy Bara dan membujuknya agar tidak ngambek lagi.
"Maaf, Ica gak lihat Daddy tadi."
"Masa dah sebesar ini gak lihat sih?" Daddy Bara masih dalam mode merajuk.
"Maafin Ica Daddy, tapi bener deh Ica nggak lihat Daddy. Lagian Daddy dan Bunda juga baru sampai kan?"
Daddy Bara ingin membuka mulutnya lagi, namun Bunda Sasa langsung memotong kata-katanya.
"ya Bunda sama Daddy baru aja sampai. Ya udah yuk, kita duduk Yuk, Bunda udah lapar."
Bunda Sasa pun mengajak sang suami untuk duduk. Namun Daddy Bara masih saja merajuk dengan Raysa, sehingga Raysa pun terpaksa duduk di sebelah Daddy Bara dna membujuk super Hero nya itu.
"Maafin Ica, Daddy."
"Mas, udah deh. Lagian Ica juga gak salah kan?" tegur Bunda Sasa yang gak tega melihat wajah Raysa berubah sendu di hari pertama pernikahannya.
Daddy Bara pun menghela napasnya pelan. Ia memeluk putri yang sangat ia cintai itu.
"Pokok nya Ica pagi ini harus makan dari suapan Daddy.'
"Iya, Ica akan makan dari suapan Daddy."
Bunda Sasa hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang suami yang benar-benar sudah sangat kekanak-kanakan.
Bahkan semalam, Daddy Bara terus saja menangis karena Raysa telah menjadi seorang istri. Daddy Bara sedih, dan merasa jika sebelah hati nya telah di curi oleh pria lain.
Bunda Sasa pun menenangkan Daddy Bara, dan mengatakan jika tugas Daddy sebagai seorang Ayah tidak berhenti sampai di sini. Daddy Bara harus tegar dan membimbing Raysa dan Fatih Fatih untuk membangun rumah tangga yang sakinah, mawadsah, warahmah.
Seluruh keluarga menatap hari di saat Daddy Bara menyuapi Raysa. Memang tak di ragukan lagi betapa besarnya cinta Daddy Bara kepada Raysa.
"Jadi, kalian akan berbulan madu ke mana?" tanya Quin yang sudah sangat penasaran.
Fatih menyunggingkan senyumnya dan melirik kearah Lucas. "Kapal pesiar."
Byurr ....
__ADS_1
Lucas menyemburkan air yang baru saja ia minum. Fatih mengulim senyumnya di saat melihat tatapan mata Lucas yang menghunus tajam kearah nya. Lucas benar-benar benci dengan yang namanya kapal pesiar. Karena dari sanalah berawal kesialannya untuk menikahi seorang model labil seperti istrinya saat ini.
"Rute nya?" tanya Papi Gilang.
"Keliling Eropa, hanya 21 hari. setelah itu kami harus kembali ke Indonesia. Raysa harus kembali bekerja."
Ya, Raysa harus kembali mengabdikan dirinya kepada bangsa dan negara.
"Hmm, Mami pingin ikut deh, udah lama juga gak naik kapal pesiar."
"Ntar ganggu mereka lagi, Mi."
"Tapi Aku rasa itu ide bagus, gimana kalo kita berlibur bersama?" ujar Papa Arka.
"Yaah, Quin baru punga bayi, gak bisa ikut dong."
"Kamu kan udah puas keliling Eropa bareng Abi saat bukan madu dulu." ujar Veer.
"Lagian, Ini hanya untuk Papa, Mama, Mama puput, Papa Fadil, Papi Gilang, dan Mami Mili saja. Saatnya kami berlibur. Ya gak bro." ujar Papa Arka meminta pendapat kepad apara sahabatnya itu.
"Ide bagus."
"Lah gue gimnaa?" tanya Daddy Bara.
"Ambil cuti Bar, 21 hari doang kok." Rayu Papi Gilang.
"Lagian Fatih baru bilang kalo mau naik kapal pesiar. Kita kan juga mau ikut yaa kan. Sekalian honeymoon untuk yang kesekian kalinya." ujar Papi Gilang.
Sepertinya Fatih salah tempat untuk mengatakan tempat bulan madu mereka. Awalnya sih ingin mencandai Lucas, ternyata malah dia yang terjebak gak bisa berduaan dengan Raysa. Sudah di pastikan jika Daddy Bara ikut, Maka Fatih tak akan bisa bermesraan dengan Raysa nya.
"Luc, Lo gak mau ikut?" tawar Fatih.
"Ogah, gara-gara ikut Papi hadiri acara di kapal pesiar, jadi kejebak gue sama dia." Lucas menunjuk kearah istrinya.
"Oh ya? salah anda sendiri tuan Lucas, sudha tau gak bisa minum, ngapain minum-minum segala. Lagian yang salah kamar kan Anda, bukan saya." ketus Nia yang tak ingin di salahkan.
Lucas ingin menjawab Nia, namun Papi Leo menghentikan perdebatan mereka.
"Tapi gak ada salahnya loh Luc, kamu ajak Nia bulan madu bersama. lagian kalian kan setelah menikah belum ada berlibur?"
"Lucas banyak kerjaan, Pi."
"Alasan aja." gerutu Papi Leo. "Kasian Nia, gak kamu ajakin bulan madu. lagian kamu jutek banget sama istri, gaka da romantis-romantisnya."
Lucas hanya menghela napasnya pelan. Ia benar-benar malas masuk kedalam pembahasan pernikahannya. Lagipula, pernikahan ini hanya berlangsung selama satu tahun. Yaa, setelah satu tahun, Lucas akan bercerai dengan Nia. Begitulah perjanjian yang telah mereka buat.
*
__ADS_1
Setelah sarapan, Fatih mengajak Raysa kembali untuk balik kedalam kamar. Fatih hanya ingin menghabiskan waktunya berdua saja dengan Raysa.
"Sabar Napa Fat? kayak gak ada waktu nanti malam aja." kesal Daddy Bara yang masih belum ingin melepas sang putri.
"halaah Bar ... bar ... Lo dulu gimana dengan Sasa? Ampe bawa kabur Sasa ke apartemen dan mematikan ponsel agar gak ada yang ganggu." ujar Papi Gilang yang mana mengundang tawa dari seluruh keluarga.
*
Raysa merasa tubuhnya masih sangat lelah setelah ahraga malam nya bersama Fatih. Saat tiba di dalam kabar, Raysa merebahkan dirinya dan kembali terlelap dalam tidurnya.
Fatih yang baru saja selesai menerima telpon pun terduduk lemas saat mendengar dengkuran halus dari sang istri.
Buat hati ingin bermesraan, eh malah liayain Layca molor. Fatih pun ikut merebahkan dirinya di samping Raysa sambil membelai rambut Raysa yang sudah mulai kembali memanjang.
*
Fatih merasa geli di saat ada sesuatu yang menggelitik leher dan dadanya. Fatih pun membuka mata dan mendapati Raysa tengaj menciumi lehernya.
"Layca ..." suara Fatih tercekat saat Raysa menghisap kuat leher nya.
"Akh ..." satu ******* pun lolos dari mulut Fatij di saat Raysa kembali menghisap lehernya.
"Shayang, jangan banyak-banyak di sana." Fatih mencoba menahan Laycanya, namun Layca nya seolah tak mendengar.
"Biarin aja, siapa suruh Abang bikin banyak di leher aku. ini balasan dari aku."
Layca kembali menundukkan wajahnya dan menciumi leher Fatih. Tak taukah Raysa, jika ia membuat tanda yang banyak di leher Fatih, maka dirinya yang akan malu nantinya, bukan Fatih. Fatih mah senang-senang aja nunjukinya.
Fatih pun membalikkan tubuh Raysa sehingga istrinya itu sudah berada di bawahnya saat ini.
"Aku tak akan membiarkan kamu menguasaiku. Setidaknya tidak untuk saat ini, Karen aku yang akan memimpin permainan ini."
Fatih membungkam bibir Raysa, perlahan ciuman itu turun keleher dan membuat Raysa mengeluarkan ******* yang merdu.
Fatih menyeringai, dan dsengan sekali hentakkan Fatih berhasil membuat piyama tidur milik Raysa.
Fatih menelan ludahnya di saat melihat Raysa tak mengenakan apapun dibalik piyamanya itu.
"Kamu terlalu lama, syaang." Raysa yang tak sabaran pun akhirnya menarik tubuh Fatih dan mencium bibirnya dengan rakus.
**
Jangan lupa Vote ya setiap hari senin.
Jangan lupa like and komen.
Salam Bahagia dari FATIH n RAYSA
__ADS_1