
Fatih meminta kepada asisten rumah tangga untuk menyiapkan makan malam dirinya dan Raysa dibawa kedalam kamar. Mami Mili yang mendengar permintaan Fatih pun langsung merasa khawatir kepada sang menantu.
"Ica kenapa, Bang?" tanya Mami Mili.
"Gak papa, Mi. Cuma kecapean aja,"
Gak mungkin kan Fatih mengatakan jika Raysa dan dirinya baru saja bertempur dan berakhir dengan Raysa tertidur karena kelelahan.
"Yakin cuma kecapean? Apa gak mau diperiksa kedokter aja?" tanya Mami Mili.
"ICa lagi tidur, nanti kalo udah bangun baru Fatih tanya mau kedokter apa gak,"
"Jangan ditanya, bawa aja terus. Mami telpon Mami Anggun ya,"
"Jangan Mi, tunggu Ica bangun aja dulu,"
"Gak ada tunggu-tunggu. Kesehatan Ica harus diutamakan." Tak ingin mendengar bantahan dari sang anak, Mami Mili langsung menghubungi Mami Anggun untuk menyiapkan tim saat Raysa tiba kerumah sakit.
Fatih pun tak bisa lagi menolak jika sang mami sudah memberikan perintah. Fatih hanya bisa menuruti keinginann sang mami.
Fatih kembali kedalam kamar, ia menemukan Raysa yang baru saja terbangun dari tidurnya.
"Udah bangun, sayang?" Fatih menghampiri Raysa.
"Abang dari mana?" tanya Raysa dengan suara seraknya khas baru bangun tidur.
"Dari dapur, nyuruh bibik nyiapin makan malam untuk kita dikamar."
"Kenapa dikamar? Kita kan bisa makan bersama diruang makan," ujar Raysa sambil mendudukkan dirinya. Fatih pun membantu Raysa untuk duduk.
"Kamu pucat banget, Aku gak mau kamu kelelahan lagi," uajr Fatih dengan rasa bersalah.
"Aku gak papa kok," Raysa menatap wajah sang suami yang terlihat sendu.
"Bang, kalau aku menginginkannya lagi? apa abang akan mengabulkannya?" tanya Raysa hati-hati.
Fatih menghela napasnya pelan. "Tidak sekarang, AKu ingin memastikan jika kamu dan bayi kita baik-baik saja. Dan melakukan hubungan intim tak berbahaya bagi kamu dan bayi kita," ujar Fatih tanpa mau di bantah.
"Tapi, Abang beneran gak bakal selinguhkan?"
"Selingkuh? ya Allah Layca, Aku gak pernah kefikiran kesana. AKu juga gak mungkin ngelakukan hal tersebut. AKu tuh cinta banget sama kamu, dapatin kamu aja bukan hal mudah bagi aku, jadi aku gak mungkin melakukan hal bodoh seperti itu," ujar Fatih dengan lembut.
"Benarkah?"
"Iya sayang,"
"Tapi, banyak orang mengatakan jika istri sedang hamil, maka suami akan mencari wanita lain untuk memuaskan napsunya. Krena bermain dengan istri yang tengah hamil tidak enak," ujar Raysa dengan mata berkaca-kaca.
"Siapa yang bilang?"
"Aku dengr gosip dikantor. Belum lagi film layangan putus itu terinspirasi dari kisah nyata. Jadi aku pikir---"
"Layca, sayang. AKu bukan Aris. Lagi pula tidak semua pria bisa kamu samakan dengan Aris. Masih banyak kok pria setia dimuka bumi ini. Dan menurut Aku, pri ayang selingkuh itu ida tidak mencyukuri apa yang telah ia dapatkan selama ini. jadi aku minta sama kamu, jangan samakan aku dengan pria lainnya. Karena aku hanay mencintai kamu. Hanya kamu yang ada dihati aku."
Raysa tak mampu menahan sesak didadanya. Perasaannya yang terlalu sensitif membuat dirinya mencurigai sang suami yang cintanya telah terbukti hanya setia kepada Raysa.
"Maafin aku, Bang. Maafin aku. hiks .."
*
__ADS_1
"Ica baik-baik saja, janinnya juga sehat. Apa Ica banyak fikiran akhir-akhir ini?" tanya Mami Mili.
"Gak ada pekerjaan berat dikantor yang membuat Ica kelelahan, Mi."
"Selain itu?"
"Emm, seb-sebenarnya ...,"
"Layca curiga kalo Fatih selingkuh. Gara-gara nonton film layangan putus itu dia Mi," ujar Fatih menjawab keraguan raysa. Raysa pun melototkan matanya dan mencubit paha Fatih.
Mami Anggun pun terkekeh mendengar jawaban Fatih. "Jadi kamu curiga dengan Fatih? Gitu?"
Raysa pun menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Mami Anggun.
"Fatih, ini tugas kamu untuk tak membuat raysa berfikiran yang macam-macam. Karena pikiran ibu hamil dapat mempengaruhi janin yang ada didalam perut,"
"Iya Mi, tapi sebenarnya yang membuat Layca berpikiran seperti itu karena---"
"Karena apa?" tanya Mami Mili.
"Emm, otu. Karena Fatih tak menyentuh Layca selama ini. Fatih takut Layca kelelahan dan berpengaruh kepada kondisi tubuh Layca dan bayi kami," ujar Fatih dengan wajah memerah dan menundukkan kepalanya.
"Kenapa kamu gak sentuh Ica?"
"Itu Mi, kan Ica gak boleh kelelahan. Dan saat layca mengalami kecelakaan, Fatih dingatkan untuk tak menyentuh Layca dulu dalam trimestr pertama."
Mmai Mili pun terkekeh. "Kamu rutin periksa ica kedokter kandungan kan?"
"Iya Mi,"
"Emangnya Kamu gak lihat perkembangan kesehatan Ica dan bayi?"
"Lalu?"
"Yaa, Fatih hanya takut untuk menyentuh Layca dalam trimester pertama."
"Kenapa gak tanya masalah itu kedokter?"
"Fatih malu, Mi."
Mami mili pun terkekeh mendengar jawaban Fatih. Ternyata keponakannya ini bisa malu juga, biasanya malu-maluin.
*
Semenjak mendapatkan titik terang setelah berkonsultasi denagn Mami Anggun. Fatih pun selalu menuruti keinginan Raysa untuk bercinta. Namun, fatih tetap membatasi permainannya, ia tak ingin membuat Raysa terlalu lelah.
Fatih sedang memainkan ponselnya saat Raysa baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
"Siapa Bang? kok senyum-senyum?" tanya rasya dan duduk disebelah Fatih.
"Oh, ini si Tissa dan Farhan." Fatih menunjukkan ponselnya kepada raysa.
Raysa membaca isi pesan yang dikirimkan oleh Farhan kepada Fatih. Dimana Farhan tengah meminta pendapat Fatih untuk membujuk Tissa.
"Kak Tissa merajuk?"
"Iya, Farhan bilang kalo dia tadi membelikan baju untuk Tissa, namun ternyata baju tersebut samaan dengan gorden yang ada dirumah tantenya Tissa. Dan Tissa menajdi bahan olok-olokan oleh sepupu-sepupunya itu."
"Kok bisa? emangnya kak Farhan beli dimana?"
__ADS_1
"Istri temennya jualan baju online gitu, karena kasihan jadi Farhan membelinya. Eh, ternyata bahan dan juga motifnya sama dengan gorden," Fatih tertawa membayangkan wjah kesal Tissa.
"Kasihan banget deh kak Tissa,pasti kesal banget sama kak Farhan."
"Hhaha, pasti Tissa lucu banget deh kembaran sama gorden."
Raysa langsung menatap tajam kepada sangsuami. "Jahat banget sih kamu, Bang, gimana kalo itu aku? kamu bakal ngetawain aku juga? Nyebelin banget sih Kamu." kesal Rasya dan meninggalkan Fatih yang kebingungan.
*
Kehamilan Raysa telah memasuki 7 bulan. Saat ini Fatih sedang mengadakan acara tujuh bulanan dirumahnya.
Tentu sja setelah perdebatan panjang yang dilalui oleh Dady Bara dan papi Gilang, yanga mana berebutan untuk membuat acara tujuh bulanan dirumah mereka. Akhirnya Fatih memilih jalan tengah untuk membuat Syukuran tujuh bulanan di rumah yang ia bangun sendiri dengan hasil keringatnya untuk Raysa, untuk keluarga kecil mereka.
"Bagus banget rumahnya, emang beda ya kalo arsitek yang bangun rumah," ujar Tissa yang diangguki setuju oleh Momol.
Ah ya, Momol saat ini tengah berbadan dua juga. Usia kandungannya baru memasuki 2 bulan. Sedangkan Tissa? Tissa masih menikmati masa-masa pengantin barunya bersama Farhan. Mereka juga telah melakukan terapi dan juga progam kehamilan bersama Mami Anggun.
"Aku pingin juga punya rumah kayak gini, gak besar dan gak kecil. Halamannya luas, bisa dijadiin tempat bermain anak-anak nanti," ujar Nanda sambil menerawang jauh ke masa depannya dan mengelus perutnya yang masih terlihat datar.
Tissa hanya tersenyum tipis menanggapi ujcapan Nanda. Dalam hati, Tissa juga berharap agar ia dapatdiberikan kepercayaan kepada yang maha kuasa.
"TIssa, Nanda, ngapain bengong disini. Ayo masuk," ujar Bunda Sasa dan membawa dua wanita yang sudah tak berstatus single itu bergabung bersama yang lainnya.
Acara tujuh bylanan pun berjalan dengan baik, sesuai dengan apa yang fatih prediksikan. Banyak pujian dan komentar positif yang diberikan perihal tentang rumah yang ia bangun untuk keluarga kecilnya itu.
Dan, perihal mengisi perabot rumah dan juga perlengkapan bayi pun, kembali menjadi perdebatan antara Daddy Bara dan juga Papi Giilang.
Raysa dan Fatih hanay menghela napasnya pelan dan menerima apapun yang diberikan oleh orang tuanya nanti.
*
"Kenapa?" tanya Farhan kepada sang istri saat mereka sedang berada dijalan pulang.
"Gak papa,"
Farhan menarik tangan Tissa yang berada diatas pangkuannya, Dikecupnya punggung tangan Tissa dan dibawanya kedada nya.
"Kamu mikirkin soal anak?" tebak Farhan, Tissa langsung menoleh, seketika matanya terasa berembun.
"Aku gak akan menuntut hal itu kepada kamu. Jika Allah telah memberikan kepercayannya kepada kita, maka waktu itu pun akan tiba. Jadi, selagi kita meunggu kepercayaan dari Allah, Kita nikmati saja dulu masa-masa kita menjadi pengantin baru."
"Terima kasih karena telah menerima kekuranganku, maafin aku, hiks ..."
Farhan menepikan mobilnya, ia tarik tubuh Tissa kedalam pelukannya. "Aku memilih kamu karena cinta, bukan karena hanya semata ingin emndapatkan keturunan. Jika maslaah itu, Aku akan pasrahkan semuanya kepada Allah. Kamuharus percaya, setiap usaha tak akan mengkhianati hasil."
** Hehhe.... ada kah yang bisa menebak alur ini...
jangan lupa tap love di novel 'Twins A and Miss Ceriwis'
**
Jangan lupa Vote ya setiap hari senin
Jangan lupa like and komen.
Salam Bahagia dari FATIH n RAYSA
salam rindu Tissa dan Farhan
__ADS_1