Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F - 102


__ADS_3

Raysa menganga tak percaya saat Fatih benar-benar membawanya ke mall yang ada di kapal ini. Di mana hanya dijual khusus pakaian-pakaian d4lam saja. Begitu sih menurut Raysa lihat. Karena yang terpampang hanya bikini yang modelnya astaghfirullah.


Dah lah, susah lah dibayangin. Masa iya dia pakai bikini begituan berenang di kapal? Lah bisa bonyok Fatih dibuat Daddy Bara.


"Kamu suka yang mana?" tanya Fatih samb menunjukkan tiga buah bikini yang benar-benar menantang.


Raysa mengerjapkan matanya dengan cepat.


"Abang yakin nyuruh aku berenang pakai itu?" bisik Raysa dengan wajah yang menahan malu.


"Sebenarnya aku lebih suka melihat kamu tak memakai sehelai benang pun." balas Fatih dengan berbisik.


"Iih, Abang."


"good choice (pilihan yang bagus)" ujar seorang bule kepada Fatih.


Raysa merasa wajahnya semakin memerah dan menarik tangan Fatih untuk keluar dari tempat tersebut. Raysa berjalan dengan sedikit tergesa, hingga akhirnya mereka tiba di bagian luar kapal.


Raysa menekuk wajahnya cemberut, Karena Fatih telah membuatnya malu. Raysa melipat kedua tangannya di dada dan menatap kearah laut lepas.


"Haruskah aku menghajarnya?" tanya Fatih kepada Raysa saat ia sudah berada di samping Raysa.


"Iih, seharusnya Abang yang dihajar. Coba aja Abang gak kesana, kan hal ini gak akan terjadi." kesal Raysa.


Fatih langsung memeluk Raysa dari belakang. "Maafin, Aku. Aku janji gak akan membawa kamu ketempat itu."


Raysa membalikkan badannya. "Jika Abang ingin aku memakai pakaian itu, katakan saja. Aku akan membelinya sendiri, tapi jika Abang ikut pergi, maka itu akan jadi hal yang berbeda." ujar Raysa sambil menangkup wajah Fatih.


"Maafin, Aku."


"Aku maafin kali ini, tapi jangan di ulangi lagi ya." bisik Raysa.


"Iya, sayang."


Fatih terkejut saat Raysa mencium bibir Fatih dengan agresif.


"Aku menyukainya," bisik Fatih saat Rausa melepaskan ciumannya dan kembali ******* bibir Raysa yang sangat menggoda dan sudah menjadi candu bagi dirinya.


Di sudut lain, Mami Mili, mami Vina, Mami Anggun, Mama Kesya, Mama Puput, Bunda Sasa, Daddy Bara, Papa Arka, Papa Fadil, Papi Leo, Papi Gilang, dan Papi Vano menatap dengan tak percaya kejadian di depan mata mereka.


Raysa memimpin ciumannya dengan Fatih. Bahkan mereka seakan sedang menunjukkan siapa yang paling jago dan tangguh dalam berciuman.


"Ck ... ck ... ck ... sikap mesumnya Mas Bara nurun ke Raysa." ujar Mami Vina.


"Hmm, mesumnya si Gilang juga nurun ke Fatih." ujar Mama Kesya.

__ADS_1


"Benar-benar kolaborasi yang sangat serasi." tambah Mama Puput.


"Hasil dari benih yang luar biasa, semoga mereka cepat mendapatkan keturunan." tambah Mami Anggun.


Mami Mili dan Bunda Sasa sudah menepuk jidad mereka melihat kelakuan sang Anak yang benar-benar tak melihat tempat. Ini masih pagi, dan mereka sudah bercumbu di depan umum.


"Woy, Fatih, Raysa." ujar Papi Leo sambil berteriak.


Raysa dan Fatih tak memperdulikan suara panggilan tersebut. Mereka masih asik berdua bagaikan Rose dan Jack. Hingga Akhirnya Papi Leo berjalan mendekat dengan diikuti oleh yang lainnya.


Papi Leo menepuk bahu Fatih, sehingga ciuman mereka pun terlepas. Raysa membolakan matanya dan langsung bersembunyi dibelakang tubuh Fatih.


Fatih menelan ludahnya kasar, ia mengusap bibirnya yang masih tertinggal manisnya bibir Raysa.


"Kalo mau mesum, sana dikamar. Sekalian langsung buat adik untuk Daddy, Bunda, Papi, dan Mami." ujar Papi Gilang.


"Bukannya Daddy udah bilang? sebelum 5 ronde, jangan keluar kamar. Yaa ini hasilnya, Karena gak dengerin nasehat Daddy.


"Emang cukup Bar, 5 ronde?" tanya Papi Gilang.


"Emang kamu berapa ronde?" tanya Daddy Bara kepada Papi Gilang.


Dengan bangganya Papi Gilang merengmuh tubuh Mami Mili dan mengatakan.


Yang mana, membuat Mami Mili Malu dan mencubit pinggang papi Gilang, sehingga Papi Gilang pun meringis kesakitan.


*


"Kamu harus banyak makan sayuran, biar cepat proses cucu Mami." ujar Mami Mili.


"Iya, Mi." Raysa pun menerima saja apa yang diberikan oleh mertuanya diatas piringnya.


"Kamu juga, Bang." ujar Mami Mili dan meletakkan sayuran yang banyak keatas piring Fatih.


Fatih menelanudah ya kasar melihat betapa banyaknya sayur dipiringnha. Fatih ini termasuk pemilih makanan jika sudah menyangkut dengan yang namanya sayuran.


"Daging juga bagus untuk menyuburkan kandungan dan juga menyehatkan benih. Ayo makan." Mami Anggun meletakkan potongan daging kepiring Raysa dan Fatih.


"Nih, Mama juga udah pesanin susu kacang kedelai, nanti di minum ya." ujar Mama Kesya sambil menyodorkan susu tersebut kepada Fatih dan Raysa.


"Vitamin yang di beri sama Oma Laura, jangan lupa untuk di minum. Itu bagus untuk kesehatan kalian. Apalagi kalian bakal bergadang sampai pagi, jadi bagus banvet vitamin yang di kasih sama Oma Laura." ujar Mami Vina.


Fatih dan Raysa saling melirik, kemudian mereka menganggukkan kepalanya dan perlahan memakan makanannya.


Raysa sudah terbiasa memakan makanan yang tak ia sukai. Sedangkan Fatih, ia sudah mual dengan banyaknya sayur di dalam piringnya. Ingin menolak, tapi melihat kebahagiaan yang terpancar dari mata para orang tuanya membuat Fatih memaksakan sayur-sayur tersebut untuk masuk kedalam mulutnya.

__ADS_1


"Hmm, Mami gak sabar gendong cucu."


"Iyaa, Bunda juga gak sabar buat gendong cucu."


"Mama juga, gak sabar gendong cucu dari kalian. Semoga kembar ya. Jadi rame deh seperti Quin." ujar Mama Kesya.


"Iya, Mami juga gak sabar nunggu kelahiran Kayla dan juga melihat kerempongan kamu saat Raysa hamil nanti. Pasti seru deh." tambah Mami Vina.


Raysa dan Fatih hanya bisa tersenyum sambil mengangukkan kepalanya.


Sebenarnya mereka ini sedang bulan madu atau liburan keluarga sih? Jadi rempong gini rasanya.


Huuff, di nikmati aja lah, semuanya perlu proses bukan? Dan ini adalah bentuk rasa sayang dari para orang tua mereka.


*


Fatih mengelus perutnya yang kekenyangan di sofa. Setelah makan siang tadi, mereka langsung di suruh kembali kedalam kamar untum melanjutkan adegan panas yang tadi mereka lakukan di depan umum.


"Kenapa?" Tanya Raysa saat melihat Fatih duduk dengan lesu di sofa kamar mereka.


"Kenyang banget, jika kenyang gini gimana mau goyangnya." ujar Fatih yang mana membuat Raysa membesarkan matanya.


"Abang sih, pake cium-cium aku segala tadi."


"Loh, kok aku yang di salahi. Kan Kamu yang cium aku duluan."


"Eh, iya juga ya." Raysa pun terkekeh.


"Hmm, kenyang gini bawaannya ngantuk." ujar Fatih.


"Iya, ngantuk banget. Bobok cantik aja yuk." ajak Raysa.


"Yukkk lah."


Fatih dan Raysa pun bergerak dari sofa ke tempat tidur. Sepertinya beristirahat sejenak adalah pilihan yang tepat, sebelum mereka melanjutkan kembali aksi mereka berpacu dalam melodi, demi mewujudkan impian dan permintaan dari para orang tua mereka yang mereka sayangi.


**


 Jangan lupa Vote ya setiap hari senin.


Jangan lupa like and komen.


 Salam Bahagia dari FATIH n RAYSA


salam rindu Tissa dan Farhan

__ADS_1


__ADS_2