
Fatih masuk kedalam kamar, pertama kali yang ia cari adalah Raysa.
"Sayang ..." panggilnya, namun tak ada sahutan sama sekali.
Fatih mencari ke arah balkon, tak ada juga Raysa di sana. Tak berapa lama terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, senyum Fatih langsung mengembang saat menemukan orang yang ia cari.
"Kenapa?" tanya Raysa dengan bingung. Pasalnya Fatih terlihat bernapas lega dna tersenyum kearahnya.
"Kamu baru mandi?" tanya Fatih sambil berjalan mendekat kearah Raysa.
Raysa terlihat gugup, "Hmm,"
Fatih menarik pinggang Raysa dan mengikis jarak diantara mereka.
"Kamu ganti sampho?" tanya Fatih.
"Mama yang kasih tadi." jawab Raysa dengan malu.
Mama Kesya sengaja memberikan shampo dan sabun aroma yang menggoda hasrat birahi, agar honeymoon mereka lebih terasa istimewa.
"Aku suka, tapi ini wanginya terlalu menggoda." bisik Fatih ditengkuk Raysa.
Raysa menahan napasnya saat Fatih mulai menciumi tengkuknya. Raysa meremas handuk kimononya dengan kuat, karena ia merasa malu untuk melakukannya.
Bukan malu karena harus tampil tanpa sehelai benang, tapi mengingat apa yang di ajarkan eh para Mami, Mama, dan Bunda pun, membuat wajah Raysa merah sendiri membayangkannya. Tapi Raysa sangat ingin mempraktekkan apa yang di katakan oleh para orang tuanya itu.
Tak berbeda jauh dengan Fatih, ia sudah merasakan ketegangan duniawi yang menginginkan kehangatan dan pijatan kenikmatan.
"Abanghh ..." desah Raysa sambil meremas rambut Fatih, saat Bibir Fatih mulai menjelajah tulang selangkanya.
Tak ingin berlama-lama, Fatih mengangkat tubuh Raysa dan masih sibuk menikmati sikembar kenyal yang menggoda.
Fatih akan mencoba mempraktekkan apa yang di katakan oleh para Papi, begitu pun dengan Raysa yang sedari tadi terus membelai rambut Fatih dengan lembut, seperti yang di ajarkan oleh para Mami, yang mana belaian tangan Raysa membuat Fatih semakin bersemangat untuk menghadirkan cucu bagi para orang tua-nya.
*
"Kamu luar biasa, Layca. Belajar dari mana?" tanya Fatih dengan napas yang masih memburu.
Permainan Raysa sungguh membuatnya semakin bergairah.
"Rahasia, yang penting Abang suka kan?" Tanya Raysa sambil membelai wajah Fatih dengan jari telunjuknya.
Fatih menggigit jari telunjuk Raysa, saat jari tersebut bergerak dengan sensual di bibirnya. Fatih menghisap jari Raysa dengan mengeluarkannya dengan gerakan yang seksi.
"Mau ronde kedua?" tanya Fatih dengan suara beratnya.
Raysa tersenyum dan langsung mencium bibir Fatih.
__ADS_1
"Jangankan kedua, ketiga atau keempat pun aku sanggup." bisik Raysa dengan menggoda.
Fatih langsung mengembangkan senyumnya, tanpa menunggu lama, Fatih langsung saja menyambar bibir Raysa yang terlihat membengkak.
Satu hal yang Fatih syukuri, Raysa tak lagi menangis dan mengingat kejadian buruk itu.
*
Tak terasa waktu dua Minggu di kapal pesiar telah mau berakhir. Hanya menghitung hari untuk mereka kembali berlabuh kedaratan dan mengakhiri perjalanan yang sangat berkesan itu.
Ya gimana gak berkesan, ya kalee bulan madu bareng ma orang tua. Jarang-jarang gini kan? lagipula, bisa dapat ilmu biar hot hot pop di kasur, he.. he..he...
"Dua hari lagi honeymoon kita berakhir ni, gimana kalo kita buat pesta?" usul Daddy Bara.
"Mau pesta apa?" tanya Papa Fadil.
"Gimana kalo kita buat acara barbeque di sini? sambil menikmati bintang dan angin malam?" usul Papi Gilang.
"Ide bagus, aku akan menyuruh manager kapal untuk mempersiapkan semuanya." ujar Papa Arka.
Fatih dan Raysa hanya saling melirik, kemudian mereka tersenyum. Tak menyangka jika honeymoon mereka sangat berarti. Pemikiran Awal yang mana takut tak bisa bermesraan, malah sekarang mereka bisa saling memuaskan.
Papi Leo pun tak ingin kehilangan momen berharga, ia mengambil foto dari ponselnya, tak lupa mengirimkan kepada anak-anaknya.
Sudah bisa dipastikan, jika mereka pasti akan merasa iri dengan perjalanan mereka yang sangat berharga ini.
*
"Mau?" Fatih memberikan satu tusuk sosis yang baru saja ia bakar.
Raysa mengambil sosis tersebut dan memakannya.
"Emm, enak ... Abang memang paling jago kalo udah soal bakar membakar." Raysa berikan satu jempolnya kepada Fatih.
"Senang ya, lihat mereka tetap mesra walaupun sudah berstatus nenek dan kakek." Ujar Fatihs ambil merangkul tubuh Raysa.
"Hmm, aku harap, pernikahan kita juga langgeng dan selalu harmonis seperti mereka."
"Amiin ..." Fatih daratan kecupan dipucuk kepala Raysa.
Malam ini adalah malam yang sangat indah, pihak kapal memberikan kejutan indah untuk perjalanan di hari terakhir mereka, yang mana sebuah kembang api yang sangat cantik dan indah.
"Cantik banget." seru Raysa sambil memandang kembang api tersebut.
Fatih pun memeluk Raysa dari belakang dan mengecup pipi nya, sehingga membuat Raysa menoleh kearah Fatih.
"Cantik, seperti Kamu."
__ADS_1
Raysa tersenyum, perlahan Fatih mendekatkan wajahnya hingga bibir mereka pun bertemu dan saling bercumbu.
Daddy Bara yang melihat adegan itu, ingin menghampiri, namun dilarang oleh bunda Sasa.
"Kayak gak pernah muda aja," gerutu Bunda Sasa.
"Iya nih, padahal dia dulu yang paling sering nyosor-nyosor." tambah Mama Kesya.
"Gak dulu gak sekarang, sama aja key, main sosor." ujar Bunda Sasa.
"Mau di sosor?" tanya Daddy Bara.
Bunda Sasa yang sekarang bukanlah Bunda Sasa yang dulu. Dengan gerakan menggoda, Bunda Sasa menantang Daddy Bara untuk menciumnya, sehingga tanpa membuang waktu lama, Daddy Bara langsung menyambar bibir Bunda Sasa.
Tak ingin kalah dengan momen itu, Para Papi pun menarik istri-istrinya untuk melakukan adegan yang sama.
Tak hanya mereka, tapi beberapa pasangan Yang ada di kapal tersebut juga melajukan hal yang sama. Mereka menikmati keindahan kembang api sambil bersilat lidah.
"Lain kali kita liburan bareng satu keluarga ya," usul Papa Arka yang di angguki oleh semuanya.
"Lo yang bayarin," ujar Daddy Bara yang mana di setujui oleh yang lainnya.
"Gak masalah, percuma punya menantu kayak se-Eropa gak di manfaatin." ujar Papa Arka yang mana membuat semua orang tertawa.
*
Fatih sedari tadi tak melepas genggaman tangannya dari Raysa. Saat ini mereka baru saja turun dari kapal pesiar. Perjalanan mereka dengan berlayar pun telah berakhir.
"Masih ada waktu 8 jam lagi untuk kita chek in pesawat, mau jalan-jalan atau istirahat?" tanya Fatih kepada Raysa.
"Em, jalan-jalan aja deh, mumpung di sini. Lagian, dipesawat kan bisa tidur."
"Oke."
Fatih pun meminta izin kepada Daddy Bara dan Papi Gilang. Selama mereka berjalan-jalan, Para Papi pun membuat laporan tentang pelecehan yang di lakukan oleh pria asing kepada putri mereka.
seperti yang dikatakan oleh Papa Arka dan papi Gilang, jika mereka akan memperpanjang kasusnya.
Si Pria asing merasa jika dirinya telah salah memainkan mangsanya. Memang, keluarga mereka terlihat sederhana dan tak se-glamour wanita sosialita lainnya. Siapa sangka, jika mereka adalah Sultannya Asia dan Eropa.
Berterima kasihlah kepada Abi, karena mempermudah urusan dikantor polisi berkat kekuasaannya. Si pria asing pun mendekam dipenjara.
**
Jangan lupa Vote ya setiap hari senin.
Jangan lupa like and komen.
__ADS_1
Salam Bahagia dari FATIH n RAYSA
salam rindu Tissa dan Farhan