Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F - 74


__ADS_3

"Loh, kok anak Daddy manyun gitu? kenapa?" Tanya Daddy bara yang baru saja tiba dari jalan-jalan pagi nya bersama Opa Roy.


"Ica gak papa kok."


Daddy Bara menatap tajam kepada Fatih. "Kamu apain Ica?"


"Fatih gak apa-apain Layca kok Dad," Ujar Fatih dengan mengangkat kedua tangannya tanda menyerah.


'Jadi kenapa Ica manyun?"


"Ica gak manyun kok Dad, ih Daddy." Kesal Raysa.


Fatih dan Bunda Sasa pun saling pandang, Fatih mengangkat kedua bahu nya di saat Bunda Sasa bertanya apa yang terjadi.


"Ya udah kalo gak ada apa-apa, makan ya. Ni udang goreng nya." Bunda Sasa menghidangkan Nasi goreng dengan lauk udang goreng dan tempe goreng yang di baluri oleh tepung yang pernah di peluk-peluk oleh Daddy Bara di saat merindukan Bunda Sasa.


Fatih memakan sarapannya dengan lahap, karena memang masakan Bunda Sasa lebih enak dari masakan Mami Mili.


Hi ... Hi ... Hi ... Maafn Fatih Mi.


Opa Roy bertanya kepada Fatih tentang pekerjaannya saat ini. Fatih pun dengan semangat menceritakan tentang pekerjaan yang sedang di garapnya.


"Proyek besar semua itu." Seru Opa Roy.


"Iya Opa, Bahkan Fatih di kasih hadiah satu apartemen Singapure, karena bangunan yang Fatih gambar membuat mereka sangat puas dengan hasilnya."


"Wah, jalan-jalan ke sana udah ada pengianpan gratis dong." Seru Daddy Bara.


"Bisa di atur itu Dad. Emangnya Daddy mau bulan madu lagi dengan Bunda Sasa ke sana?"


"Rencana sih gitu, kenapa? gak boleh?"


"Ya boleh dong. Fatih bayarin juga boleh."


"Ogah, Daddy masih punya duit sendiri. nanti kamu bayarinya pas Daddy mau keliling Eropa aja ya."


"Waah, tumpor bandar dong."


Fatih dan Daddy Bara pun tertawa, begitu juga dengan Oma Shella, Bunda Sasa, Opa Roy, Ibra, Rayyan, dan Febri. Tidak dengan Raysa yang masih cemberut.


*


"Mau ke mana?" Tanya Raysa dengan jutek.


"Mau cari cincin, masa iya kita tunangan tapi pakai cincin pemberian dari Farhan. Gak banget deh, lagian aku masih mampu kok beli cincin beginian."


"Ya udah, tunggu sebentar, aku ganti baju dulu."


Fatih merasa heran dengan sifat Raysa yang cemberut semenjak dirinya selesai mandi Tadi. Fatih mengingat-ingat apa saja yang menjadi pembicaraan dirinya dan Bunda Sasa.


"Perasaan gak ada ngomong yang aneh-aneh deh." gumam Fatih.


"Apanya yang aneh-aneh?" Tanya Daddy Bara yang sudah duduk di sofa yang lain.


"Eh Daddy, itu Dad. Layca, perasaan Fatih gak ada ngomong yang aneh-aneh, tapi kok Layca kayak lagi ngambek ya?"


"Lagi PMS kali,"


"Bisa jadi sih, tapi Layca kan kalo mau PMS selalu nyari yang asem-asem."


"Kok kamu tau?" Tanya Daddy Bara curiga.


"Layca kan sering minta di cariin mangga muda."


"Oh iya ya, lupa Daddy, kamu sering antar mangga muda malam-malam. Nyolong di mana tuh?"


"Gak nyolong Dad, cuma ngambil tanpa izin aja dari pohon orang."


"Sama aja itu namanya." Ujar Daddy Bara dan mereka pun tertawa.


Tak berapa lama Raysa turun dengan menggunakan dres selutut dengan warna kuning pucat, di mana bagian pinggangnya dihiasi dengan tali pinggang berwarna hitam. Rambutnya di jepit dengan penjepit yang pernah di belikan oleh Fatih, tak lupa pula Raysa menggunakan jam tangan couple nya dengan Fatih, yang mana penampilan Raysa terlihat sangat menawan.


Tak akan ada yang menyangka jika Raysa adalah seorang Polwan, mungkin mereka akan berfikir jika Raysa adalah seorang model. MAke up tipis yang raysa kenakan pun menambah kesan cantik alami, dan juga warna lipstik raysa yang berwarna merah bibir membuat Fatih tak sabar untuk mengecup bibir tersebut.


Fatih menoleh kearah Raysa, dan menatap Raysa dari atas hingga kebawah, kemudian kembali keatas lagi. Hingga membuat Raysa mendengus kesal.


"Kenapa? Aku gak cantik ya? Gak seksi ya? gak montok kayak Kak Tissa ya?" Ujar Raysa dengan jutek.


Fatih mengulum bibirnya, akhirnya ia tahu apa penyebab Raysa pagi ini ngambek kepada dirinya. Apa Raysa mendengar percakapan dirinya dengan Bunda Sasa? Tapi bagian mana yang membuat Raysa kembali cemburu? Apa karena Bunda mengatakan jika Tissa seksi?


Yang benar saja, Bagi Fatih, Raysa adalah wanita paling seksi di dunia. Walaupun dada Raysa tak sebesar Tissa, pinggul Raysa tak sebahenol Tissa, tapi di mata Fatih, Tissa lah yang paling sempurna.


Fatih tersenyum, "Ngambek aja dari pagi. Ntar cepat tua loh."


"Kalo aku cepat tua kenapa? Kamu gak suka lagi?" Ujar Raysa dengan nada ngambeknya, yang mana membuat Fatih menjadi gemes.

__ADS_1


"Cinta kok, dari kamu bau kencur pun aku udah cinta."


"Dasar gombal."


"Eh tunggu, Tissa siapa?" Tanya Daddy Bara yang sempat mendengar Raysa menyebutkan nama Tissa.


"Oh, teman Fatih. Yang semalam datang denga Farhan."


"Oh, cewek cantik yang di kenalin dengan Mami Mili?"


"Iya, Ya udah kalo gitu. Kami permisi dulu ya Dad."


"Mau ke mana?"


" Mau cari cincin."


"Loh, cincin yang di pakai itu?"


"Kan ini pemberian Farhan, Fatih maunya yang dari hasil keringat Fatih sendiri, Dad."


"Iya ... iya ... ya udah, hati-hati ya, pulangnya jangan kemaleman."


"Kalo pulang pagi boleh, Dad?"


"Boleh, terus kamu pulang kerumah dengan kulit yang baru. Mau?" Ujar Daddy Bara dengan mata yang melotot dan tajam kearah Fatih.


"Gak Dad, becanda, he ... he ... he ..."


"Pulangnya beli mie tiaw ya. Bolehkan?" Ujar Bunda Sasa yang baru saja ikut bergabung bersama Daddy Bara.


"Buat Bunda apa sih yang gak. Nasi padang yang belinya harus di Padang pun bakal Fatih beliin."


"Lebay kamu."


"Ya udah kalo gitu, Fatih dan calon istri pergi dulu ya, Assalamualikum."


Fatih mencium punggung tangan Bunda Sasa dan Daddy Bara. begitu pun dengan Raysa.


"Ica pergi dulu ya Bun, Dad. Assalamualaikum."


"Walaikumsalam, hati-hati ya."


"Iya, Bun."


Tak lupa juga Fatih dan Raysa berpamitan kepada Opa Roy dan Oma Shella yang tengah berkebun bunga di halaman depan rumanya.


"Kita berangkat sekarang?"


"Hmm,"


Fatih pun menghidupkan mesinnya, kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Kamu ngambek karena Tissa? kenapa?" tanya Fatih melewati perkarangan rumah Oma Shella.


"Siapa yang ngambek?"


Fatih tak bertanya lagi, ia memilih fokus untuk menjalankan mobilnya. Tanpa Fatih ketahui jika Raysa semakin kesal karena Fatih tak membujuknya.


Setelah melihat tempat yang jauh dari komplek perumahan Raysa, Fatih menepikan mobilnya, yang mana membuat Raysa menolehkan kepalanya kearah Fatih.


"Aku tau kamu ngambek sama aku karena Tissa." Fatih meraih tangan Raysa dan menggenggamnya dengan lembut.


"Aku mau, kalo kita ada masalah, kita omongin baik-baik dengan kepala dingin. Agar semua masalah gak jadi berlarut-larut."


Raysa menghela napasnya pelan. "Maaf, Aku terlalu cemburu saat mendengar Abang berdansa dengan Kak Tissa. Di tambah lagi Bunda mengatakan Kak Tissa seksi, Daddy juga bilang gitu tadi." Uajr Raysa dengan bibir yang di manyunkan.


"LIhat aku,"


Raysa pun menoleh kearah Fatih dengan mata yang sudah berembun.


"Walaupun Tissa seksi, cantik, atau apalah namanya, tapi hati aku cuma buat kamu. Hanya untu kamu, dan berdetak karena kamu. Jadi jangan pernah kamu ragu dengan perasaan aku ya!" Fatih mengusap wajah Raysa dengan lembut.


"Iya. Maafin aku ya."


"Iya sayang, kamu boleh kok cemburu. Tapi kalo ada yang menjanggal di hati kamu. Kamu bilang ya sama Aku. jangan di pendam sendiri."


"Iya, Maafin aku ya sekali lagi."


"Udah aku maafin kok." Fatih mengecup punggung tangan Raysa.


Cup ..


Fatih membelalakkan matanya di saat Raysa mengecup pipinya tiba-tiba.


"Tanda permohonan maaf aku ke Abang." Ujar Raysa dengan wajah yang merona.

__ADS_1


"Ahh, gemesin banget sih kamu." Fatih mencuil hidung Raysa.


"Ayo buruan jalan, katanya mau lihat cincin." ujar Raysa dengan wajah yang merona dan senyum yang menghiasi wajah cantiknya.


"Oke, kita berangkat sekarang."


*


Fatih terus menggenggam tangan Raysa sepanjang perjalanan mereka dari mobil menuju gedung di mana terdapat cincin berlian di dalamnya.


Kehadiran Fatih dan Raysa pun di sambut ramah dengan pelayan toko tersebut.


"Kamu suka yang mana?" tanya Fatih sambil melihat-lihat koleksi cincin di toko tersebut.


"Emm, yang ini aja, lebih sederhana."


"Oke." Fatih menoleh karah pelayan toko. "Kami pesan yang ini ya."


"Mau di ukir namanya, Mas?"


"Iya."


"Silahkan kearah sini untuk mengukur jari nya."


Raysa dan Fatih pun mengikuti pelayan toko tersebut. Setelah urusan cincin selesai, Fatih mengajak kemana pun yang Raysa inginkan.


"Aku ingin ke taman bermain. Udah buka belum ya jam segini?"


"Udah, tapi belum ramai kayaknya, kamu mau kesana?"


"Hmm, Abang mau kan?"


"Kemana pun kamu pergi, aku pasti akan ikut."


"Ihh, lebay deh."


Fatih langsung melajukan mobilnya menuju taman bermain. Namun di perjalanan, mereka harus terjebak macet yang sangat panjang. ternyata dugaan Fatih salah. Berhubung hari ini adalah weekend, jadi banyak keluarga yang berlibur ke taman bermain.


"Kalau ke danau aja mau gak?" usul Fatih.


"Boleh, asal sama Abang."


Fatih terkekeh dan mencuil gemas hidung Raysa. Fatih pun mulai memutar kemudinya menuju Danau buatan yang baru saja di buka itu.


*


"Ini indah banget." Seru Raysa yang mana membuat Fatih tersenyum.


"Kamu suka?"


"Hmm, Banget."


"Ada bebek dayung di sana, kamu mau naik?" Ajak Fatih yang mana langsung mendapatkan anggukan semangat dari Raysa.


Fatih memegang tangan Raysa di saat dirinya naik kedalam bebek. Setelah memastikan Raysa duduk dengan aman, Fatih pun mendayungkan kaki nya agar bebek tersebut bisa bergerak.


"Kamu keberatan gak kalo aku langsung ajakin kamu nikah di saat kamu lepas masa dinas?"


Pertanyaan Fatih yang tiba-tiba membuat Raysa terkejut dan langsung menoleh kearah Fatih.


"Abang serius?"


"Iya, aku benar-benar serius. Kamu tau Layca, setiap meilhat kamu, aku selalu menahan hasrat aku untuk tidak menyentuh kamu sebelum kita menikah. Aku ingin memiliki kamu seutuhnya."


"Aku mau," Ujar Raysa semangat. " minta sama othor untuk percepat waktunya." bisik Raysa yang mana membuat Fatih tertawa.


"Oh ya, kamu besok balik kek Bandung jam berapa? Biar aku yang antar."


"Kerjaan Abang gimana?"


"Gampang itu."


Fatih dan Raysa pun menghabiskan waktu mereka hingga  jam makan siang di tengah Danau tersebut sambil bercerita. Ada saja cerita dari Fatih yang mana memuat Raysa selalu tertawa.


Mencintai itu adalah hal yang sangat sederhana. Tergantung bagaimana kamu memperlakukan pasangan kamu dan membuat dia tertawa.


 


 


JANGAN PELIT YAA.....


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..

__ADS_1


Senang pembaca, senang juga author...


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....


__ADS_2