
Fadil telah menyiapkan makan malam romantis berdua dengan Puput. Berharap akan berlanjut untuk membuat adiknya Lana. Semoga saja sepulang dari sini Puput bisa kembali hamil. Lana juga sudah tertidur nyenyak. Dan ini kesempatan emas yang harus dimanfaatkan.
Gilang dan Mili berdansa dengan di temani musik yang di pasang melalui ponselnya. Fatih sudah tidur. Dan Fatih ini anaknya sangat tidak rewel, jika sudah tertidur, maka tengah malam nanti dia akan terbangun meminta susu. Gilang dan Mili sudah hafal jam berapa Fatih akan terbangun.
" I love you Mas." Mili memeluk tubuh Gilang, dengan tubuh mereka yang masih bergoyang pelan ke kiri dan kekanan, mengikuti alunan musik.
" I love you more" Gilang menangkup wajah Mili, dan menciuminya. Ciuman yang awalnya pelan, lama kelamaan menjadi menggebu dan bergairah, hingga tangan Gilang dan tangan Mili saling membukakan kancing dan baju satu sama lainnya menanggalkan apa yang membungkus tubuh mereka.
Leo dan Anggun baru saja selesai melakukan ritual keringat bersama. Anggun sudah menetralkan napasnya yang ngos-ngosan. Saat matanya ingin terlelap, anggun di paksa untuk membuka kembali matanya. Ada tangan nakal yang mere**s gunung kembarnya
" An, tambah lagi ya.."
Anggun mengerutkan keningnya, ini sudah yang ketiga kalinya. Anggun tidak menyangka jika Leo bisa sekuat dan seganas ini. Anggun sebenarnya sudah kelelahan, tapi mengingat bagaimana Leo menjaganya tanpa menyentuhnya sebelum mereka menikah, rasa lelah Anggun pun sedikit berkurang, Anggun menganggukkan kepalanya, dan Leo langsung saja memposisikan miliknya mencari kehangatan.
"Sepertinya mereka tidak akan ikut makan malam." Ujar Kakek Farel.
" Sepertinya, sebaiknya kita tidak usah menunggu mereka. Biarkan saja mereka mengurus dirinya masing-masing. Yang penting perut kita terisi" Ujar Daddy Roy.
" Apa kamu masih kuat jika melakukannya." Bisik Kakek Farel. " Momen ini sangat langka, kapan lagi bisa melakukan honeymoon seperti ini?"
" Tentu.. tanpa obat kuat, aku mampu dua ronde." Daddy Roy membalas bisikan Kakek Farel sambil terkikik.
" Bagaimana dengan mu Zar?" Tanya Daddy Roy.
" Kau meremhkan ku? Rosa saja bisa kubuat hamil lagi jika ku mau"
" Baiklah, Apa mau aku siapkan kamar yang romantis?" Tanya Kakek Farel.
" Jika Tuan tidak keberatan." Ujar Om Nazar dan Daddy Roy berbarengan.
" Aku akan menyuruh manager menyiapkan kamar kita, selagi kita makan"
" Terima kasih"
Daddy Roy, Om Nazar dan Papi Farel saling berbisik. Hingga membuat Mami Shella, Mama Rosa, dan Mami Laura menatap ketiga pria paruh baya itu dengan heran.
" Apa yang mereka bicarakan?" Tanya Mami Shella.
" Entahlah, para pria memang susah di tebak." Ujar Mama Rosa.
" Sebaiknya kita tidak usah memperdulikan mereka. Bagaimana jika kita besok berjalan-jalan sambil mencari oleh-oleh" Tambah Mami Laura.
" Ide bagus."
__ADS_1
" Sayang sekali Kiki tidak bisa ikut." Mama Rosa meletakkan ponselnya, yang baru saja mengirimkan pesan kepada Kiki.
" Begitulah anak lajang, susah di ajak jalan. Padahal waktu kecil selalu saja nempel sambil menarik baju Mami nya."
" Iyaa, Bara juga dulu gitu. Udah Besar, udah sibuk main sama temennya."
" Yang penting mereka melakukan hal yang positif."
" Benar.."
.
.
Kesya membuka matanya, pertama kali yang dilihatnya adalah ruangan yang redup dan dihiasi lampu kelap-kelip yang indah.
Kesya mencari keberadaan Arka, dan ternyata Arka sedang duduk di sofa dekat jendela, sambil menatap lepas ke arah lautan.
" Mass" Kesya memeluk Arka dari belakang dan menyandarkan kepalanya di punggung Arka.
Arka tersenyum, dan mengelus punggung tangan Kesya. Arka membalikkan tubuhnya, dan memeluk tubuh Kesya.
" Kenapa bangun?"
" Udah minum?"
" Udah.." Kesya menyandarkan kepalanya di dada bidang Arka.
" Mas, " Kesya membuat pola abstrak di dada Arka, jika sudah begini tandanya lampu hijau untuk Arka.
Arka menarik dagu Kesya lembut, menghadapkan wajah Kesya ke wajahnya. Perlahan Arka menundukkan wajahnya dan mencium bibir Kesya. Kesya mengalungkan tangannya di leher Arka. Mereka saling berbagi Saliva, menghisap, dan Melu**t benda kenyal itu. Tangan Arka mulai bergerak lincah untuk menurunkan jubah sutra yang Kesya kenakan. Hingga jubah itu terjatuh di bawah kaki Kesya dengan mulus, dan menampilkan baju haram yang berwarna merah, yang mana membuat Arka semakin terbakar hasrat dan gairahnya. Tanpa menunggu waktu lama, Arka mengangkat tubuh Kesya kedalam gendongannya. Kesya melingkarkan kakinya di pinggang Arka. Bibir mereka masih mencecap satu sama lain, Arka membawa Kesya kedalam, dan menurunkan Kesya di sofa. Sepertinya ini adalah tempat yang paling aman dan nyaman, Agar tidak membuat twins terbangun.
Bara sudah menyiapkan makan malam romantis di balkon kamar mereka.
" Mas.."
Bara menoleh, Bara menelan ludahnya kasar saat mendapati penampilan Sasa yang menggoda iman dan jiwanya. Hingga Tiger meronta untuk dikeluarkan dan melihat sipemilik goa kehangatan.
" Mungil..."
Sasa tersenyum manis kepada Bara, dan berjalan dengan menggoda, hingga membuat kain yang ada di tubuhnya juga ikut bergerak mengikuti lenggak lenggok lekuk tubuhnya.
Bara kembali menelan ludahnya saat Sasa menyentuh dadanya dengan sensual.
__ADS_1
" Kamu suka?" Tanya Sasa sambil berbisik merdu di telinga Bara.
" Bangeet mungil.." Bara menyentuh pinggang Sasa, dan menarik sedikit tubuh Sasa untuk menempel ke tubuhnya.
" Aku mencintai mu Mas. Sangat mencintai mu. Kamu yang pertama, dan yang terakhir bagi ku.." Sasa berjinjit dan mencium bibir Bara. Hanya menempel, tidak lebih.
" Aku mencintai mu Mungil, sepertinya si Tiger tidak sabar untuk memakan mu.."
Sasa tersenyum, " Benarkah? Apa dia sudah bangun?"
Bara mengerang saat Sasa menyentuh miliknya dari balik celana.
" Mungiill, eeungghh.. Kamuu..."
" Aku akan belajar banyak demi memuaskan beruang maduku ini, dan pastinya si Tiger juga."
Bagaimana Bara bisa menahan hasratnya, jika Sasa menggunakan lingeri merah panjang, dengan belahan dada rendah, yang mana menonjolkan si bukit kembar yang kenyal dan sangat pas di tangan besar Bara.
Tanpa membuang waktu, dan melupakan perut yang lapar, Bara langsung menyerbu bibir Sasa, dan melepaskan lapisan pertama baju haram itu.
Bara mencium Sasa dengan menggebu, dan Sasa pun mencoba membalas ciuman Bara, dengan memasukkan lidahnya kemulut Bara, dan memijit lidah Bara.
" Eeuunngghh" Bara mengerang nikmat merasakan lidah Sasa yang kenyal.
" Kamu sungguh menggoda, mungil.."
Bara mulai menurunkan tali baju haram itu, dan menampilkan si bukit kembar yang siap untuk di lahap. Bara pun berubah menjadi ninja Hatori, yang mendaki gunung untuk menuju lembah.
Deru napas mereka saling bersahutan, desahan demi desahan pun terdengar sangat seksi dan semakin membakar gairah. Membakar kalori di dalam tubuh mereka.
" Aah..., Maashhh.."
Sasa rasanya seakan terbang dengan permainan Bara. Setiap kalinya, Bara selalu sukses memberikan rasa kenikmatan yang berbeda.
Sasa terus meremas rambut Bara yang tebal. Sedangkan Bara sedang menikmati segala ciptaan Tuhan yang sungguh indah, dan halal untuknya.
Malam ini, adalah malam di mana surganya dunia bagi kekasih halal.
IG : Rira_syaqila
****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...
Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..
__ADS_1
Salam SaBar... (Sasa & Bara )